
Leia menatap tajam ke arah Dante Mancini yang tanpa beban mengucapkan itu ke dirinya.
"Bagaimana Leia? Jangan menatapku seperti itu, Amore. Voglio baciarti ( membuat aku ingin mencium mu )" ucap Dante.
Leia mendengus kasar dan berbalik menuju pintu keluar meninggalkan Dante yang terkejut melihat sikap Leia karena dia sudah bersiap jika gadis itu membanting atau menghajarnya lagi.
"Leia! Hei, Leia!" panggil Dante menyusul Leia dan terkejut melihat Alexis sudah berdiri dengan bersandar di Maserati miliknya.
"Kita pulang Signora?" tanya Alexis menyambut Leia yang langsung memegang lengan tangan kanan Antonio.
"Pulang!" ucap Leia judes.
"Leia Skywalker Takara Bianchi! Kamu belum membayar apa yang sudah kamu lakukan padaku!" teriak Dante membuat Leia menghentikan langkahnya. Alexis menatap gadis itu dengan khawatir.
"Signora..." bisik Alexis.
"Kamu membawa Glock mu kan?" bisik Leia.
"Iya Signora."
"Tembak saja dia jika mulai macam-macam denganku! Aku yang akan bertanggung jawab!" ucap Leia dingin lalu berbalik menghadapi Dante.
Dante tersenyum smirk melihat gadis itu datang menghampiri dirinya.
"What do you want?" Leia menatap dingin sambil bersedekap dan mengambil jarak sekitar lima kaki.
"Spend one night with me."
Leia mencibir kan bibirnya. "Untung Daddyku tidak mendengar ucapan mu, Inferno. Bisa-bisa sebuah peluru sudah bersarang di kepalamu dan badanmu jadi makanan empuk piranha peliharaan kami!"
"Oh come on Leia. Hanya semalam."
"Sebutkan nominalnya, akan aku tuliskan cek." Leia mengambil buku ceknya di dalam tasnya dan Dante memegang tangan Leai.
"Aku tidak butuh uangmu. Aku hanya ingin dirimu." Dante menatap lembut ke Leia.
"Dan aku tidak mau dirimu!" Leia menatap tajam ke Dante. "Lepaskan tanganmu Dante!"
"Atau apa?"
"Atau aku akan menghabisimu!" Alexis menodongkan glocknya ke arah Dante.
Dante melepaskan pegangannya dan mengangkat tangannya. Leia pun langsung berbalik menuju Maserati Alexis sedangkan pria itu berjalan mundur dengan masih menodongkan glocknya lalu masuk ke dalam mobilnya dan segera memacu kencang.
Dante menatap kepergian Leia dan Alexis dengan senyum sinis. Kali ini kamu lepas dariku Leia tapi tidak ada lain kali.
***
Alexis melirik ke arah Leia yang menyandarkan kepalanya di kursi kulit mobil mewah itu.
"Signora tidak apa-apa?" tanya Alexis.
"Aku hanya lelah Al. Sampai mau gelut pun malas."
Alexis tersenyum. "Aku kira Signora akan mengebiri si Mancini."
"Maunya. Tapi kalau mengebiri dia kan aku harus memegang miliknya dan menebasnya kan?" kerling Leia seraya memperagakan memotong dengan tangan. "Ogah aku!"
Alexis terbahak. "Anda sangat lucu Signora."
"Si Dante Inferno itu kayaknya salah makan obat deh! Memangnya aku tuh macam cewek-cewek koleksinya yang mau saja menghabiskan semalam dengannya? Enak saja! Kalau dia tidak minta sesuai dengan otak meshumnya, seperti main Shogi atau Go, aku jabani semalam suntuk!" omel Leia.
"Shogi? Go? Apa itu Signora?" tanya Alexis.
"Nanti aku ajarkan!"
"Oh Signora, saya sudah mendownload aplikasi khusus Signora. Hebat bisa mengetahui semua anggota keluarga anda." Alexis memperlihatkan ponselnya. "Hanya di hp saya yang saya ketik 'Leia' sedangkan di iPad tampak semua sepupu Signora."
"Kamu tahu alasan Opa Bryan dan Oom Benji membuat aplikasi ini?" Leia menatap pria tampan itu.
"Apa itu Signora?"
"Untuk menyembunyikan sepupuku Zee dari suaminya."
"Zee? Princess Zinnia of Belgium?" Alexis tampak terkejut. "Apakah benar mereka akan bercerai?"
"Aku tidak tahu karena yang merasakan Zee." Leia menatap pemandangan di luar jendela mobil Maserati itu. "Tapi yang jelas, aku akan pergi dari Turin sementara waktu untuk menghajar tukang fitnah!"
Alexis bergidik melihat mata coklat Leia yang tampak marah.
***
Dante menghabiskan waktu di rumah persembunyiannya dengan minum banyak anggur dan whiskey yang memang tersedia disana. Dirinya sudah terlalu mabuk untuk pulang dan memutuskan tinggal semalam disana.
Pria itu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang rencananya hendak dipakainya untuk menghabiskan semalam suntuk bersama Leia.
Bagaimana si Alexis bisa menemukan kamu, Leia?
Mata biru Dante terbelalak. Sialan! Gadis itu pasti memakai pelacak di tubuhnya! Anting? Cincin? Dante tampak mengingat apa yang dilakukan Leia ketika naik ke mobilnya. Jam tangan Rolexnya! Sialan! Jadi dia tadi berbisik ke Alexis untuk mengatakan bahwa dia bisa dilacak.
Pria itu melihat rekaman dirinya menari tango dengan Leia membuat tubuhnya terasa panas dan bagian intinya senut-senut. Sialan kau Leia! Bahkan hidden gem ku tampak tidak sabar ingin memasukimu!
Dengan terhuyung Dante masuk ke dalam kamar mandi untuk menuntaskan senut-senut hidden gem nya.
"Damn it Leiaaaa!"
***
Mansion Keluarga Bianchi
Antonio yang mendapatkan laporan dari Alexis hanya menatap penasaran ke arah Leia yang sedang makan malam bersamanya di meja makan.
"Benar si Dante mengajak kamu tidur bareng?"
"Hu um" jawab Leia cuek.
"Kenapa tidak kamu hajar?"
"Sudah ditodong sama Alexis kok."
"Tapi kok tumben kamu tidak naik darah seperti biasanya?"
Leia menatap Antonio. "Karena, Antonio sayang, aku harus mengumpulkan energiku untuk pergi ke Belgia."
Antonio melongo. "Zee? Bukannya gosipnya dia kabur dari suaminya?"
"Lebih tepatnya meninggalkan Sean. Dasar pangeran brengsek! Dia sudah habis dihajar Oom Ayrton."
"Bukannya mereka baru setahun menikah dan selama ini aku lihat keduanya saling mencintai."
Leia mengangguk. "Sean memang mencintai Zee begitu juga sebaliknya hanya saja, intrik istana memisahkan keduanya dan kami akan membalas sakit hati Zee."
"Kami? Leia...jangan bilang..."
"Ohya, kami. Aku, Luke, Blaze, Gasendra dan trio kampret."
"Apa yang akan kamu lakukan Lele?"
Leia hanya tersenyum tipis.
Antonio hanya bisa memegang pelipisnya.
***
Hampir tiga bulan ini Dante tidak melihat Leia di Turin bahkan pengawal yang disuruh mengikuti Leia pun tidak menemukan gadis itu di Turin maupun Milan ataupun Roma.
Penasaran, Dante mendatangi Turin University untuk menemui Antonio yang sedang mengajar disana.
Antonio yang sedang memeriksa paper para mahasiswanya terkejut ketika sekertaris nya mengatakan bahwa Dante Mancini mencarinya. Pria itu mempersilahkan Dante masuk dan meminta sekretaris nya menutup pintunya.
"Dante" sapa Antonio ketika pria berkacamata itu datang dan duduk di depan meja kerja dosen.
"Antonio. Dimana Leia?" tanya Dante tanpa basa basi.
"Kenapa kamu mencari adikku?" balas Antonio tenang.
"Dimana kamu sembunyikan Leia?" Dante menatap tajam ke Antonio.
Judesnya si Inferno
"Buat apa aku sembunyikan Leia? Yang jelas dia tidak ada di Italia, Dante."
"Kemana dia?"
"Haruskah aku memberitahu mu? Apa urusanmu?"
Dante mengeraskan rahangnya. "Dia masih belum membayar dengan apa yang dia perbuat."
Antonio memajukan tubuhnya. "Jika yang kamu maksud membayar apa yang Leia perbuat ke hidden gem mu dengan memberikan tubuhnya ke dirimu, aku sendiri yang akan menghabisi mu, Dante! Stay away from my sister! Aku minta dengan sopan karena aku tidak mau family feud diantara kita semakin meruncing hanya gara-gara otak meshummu itu!"
"Dengar Antonio. Cepat atau lambat, adikmu akan menjadi milikku."
"Leia tidak akan mau dengan pria brengsek macam kamu dan yang jelas, keluarga besar kami menolak dirimu mentah - mentah! Dan aku pastikan, Oom Luca juga tidak mau putrinya bersama pria macam kamu!"
Dante menatap Antonio tajam.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️