The Bianchis

The Bianchis
Nadira McCloud : Pedro dan Belgia



FBI Building Federal Plaza New York


Pedro melembur pekerjaannya untuk memeriksa semua CCTV yang sudah diambil baik oleh tim FBI maupun yang di hack oleh Benji.


Dirinya mengetahui b*m itu dipasang hari Senin dini hari dimana bak sampah tidak ada jadwal pengambilan jadi mereka bisa memasang dengan sukses.


Harry Burt! Fred Wilcox! Pedro menatap dua orang memakai Hoodie hitam itu di layar. Bajigur kalian semua!


Pedro memejamkan matanya yang lelah menatap layar monitor. Besok aku dan beberapa anggota akan menyusuri gedung teknik. Tak berapa lama pria itu tertidur di atas meja kerjanya.


***


Isobel De Garza baru saja menyelesaikan pertemuan Dengan pimpinan FBI dan besok akan mengirimkan banyak lagi agen yang menyamar. Pedro tidak mungkin bekerja sendiri karena dia juga harus melindungi Nadira McCloud yang bersedia menjadi mata-mata FBI.


Wanita cantik itu masuk ke ruangannya dan terkejut melihat Pedro tertidur di meja kerjanya sedangkan beberap agen pun masih bekerja disana.


"Kalian! Ini sudah jam satu malam! Pulanglah!" perintah Isobel.


"Tapi Isobel... kami masih..."


"Pulanglah kalian! Tidurlah barang 3-4 jam di rumah agar badan segar. That's the order." Isobel menatap semua anak buahnya.


"Baik Isobel." Semua orang pun membereskan bawaannya dan mulai keluar dari ruangan. Isobel pun mendekati Pedro yang masih terlelap. Gurat lelah tampak di wajahnya.


"Pascal! Ayo bangun!" panggil Isobel lembut yang membuat Pedro terbangun.


"I... Isobel? Apa sudah... waktunya meeting?" tanya Pedro dengan nada dan wajah tidak sinkron.


"Pulanglah. Tidur di apartemen mu barang 3-4 jam agar segar."


Pedro mengangguk. "Apa sudah ada hasil dari crime lab? Soal b*m tadi siang?"


"Besok pagi aku jabarkan di pertemuan pagi. Sekarang pulanglah! Jam tujuh kita kumpul disini."


Pedro pun bangkit dari duduknya, mengambil jasnya dan tas selempang nya. "Aku pulang dulu Isobel."


"Hati-hati."


***


Jam tujuh tepat para tim Isobel sudah melakukan meeting perihal b*m yang kemarin sudah dijinakkan.


"Tidak ada sidik jari ataupun DNA di keempat C4 yang ditemukan, however tim crime lab berhasil menemukan sebuah sidik jari dan beberapa DNA di kabel b*m yang diduga dari keringat unsub." Isobel memberikan keterangan dari pihak crime lab.


"Apakah sudah diketahui itu DNA dan sidik jari siapa, Isobel?" tanya salah satu timnya.


"Harry Burt."


Rahang Pedro mengeras. Brengsek bajigur itu!


"Hari ini, kita akan mengirimkan lebih banyak lagi agen yang menyamar. Pedro, kamu memiliki tugas hanya melindungi Nadira McCloud karena dia adalah kunci dari kasus ini ditambah sebagai saksi dan mata-mata. Pimpinan operasi ini aku serahkan pada James Stewart."


Pedro menatap rekannya James Stewart yang lebih senior darinya dan diakui kemampuan James untuk menjinakkan b*m dan siasat sangatlah bagus.


"Jadwal Nadira pagi ini adalah menjadi asisten dosen Professor Demetrio dan jam sebelas dia ada kelas bersama dengan dua unsub tersebut. Yang lain, menyisirlah gedung teknik yang berseberangan dengan gedung filsafat dan antropologi. Pelajari seluk beluknya termasuk tempat-tempat tersembunyi. God bless us all." Isobel menutup meeting pagi ini.


***


Kediaman Keluarga McCloud Manhattan New York


Pagi ini Pedro sengaja menjemput Nadira di kediaman keluarga McCloud. Pria itu berdiri di depan tangga pintu rumah Nadira sambil menunduk. Kepalanya banyak memikirkan sesuatu dan rasanya dia ingin segera menyelesaikan.


Suara pintu terbuka dan tampak Nadira disana dengan tatapan bingung melihat Pedro sudah berdiri menunggunya.



Lihatnya biasa saja bang



Ini lagi sama saja...


"Pedro? What are you doing?" tanya Nadira sambil celingukan.


"Iya tapi..." Nadira menoleh kiri kanan dengan wajah penasaran.


"Tidak ada agen, sayang. Yuk berangkat pakai mobilku." Pedro mengulurkan tangannya.


"Sayang?"


"Kenapa? Karena kamu memang sayangku" jawab Pedro cuek.


"Aku pamitan dulu." Nadira mengacuhkan uluran tangan Pedro dan berteriak ke dalam rumah kalau berangkat membuat pria itu tersenyum.


"Yuk berangkat!" ajak Nadira sambil menutup pintu rumahnya. Pedro pun langsung meraih tangan Nadira dan menggandeng menuju mobilnya.


***


"Ceritakan soal kamu. Aku tahu orangtuamu juga agen FBI tapi aku tidak tahu siapa kamu." Nadira menoleh ke arah pria tampan yang sedang menyetir dengan tenang.


"Bukankah kamu sudah mengetahui aku dari Mr Smith?"


"Aku lebih suka kalau kamu sendiri yang cerita. Soal aku, kamu kan sudah tahu siapa keluarga aku."


"Well, aku punya kakak perempuan yang sekarang sudah menikah dan kami beda usia tiga tahun. Kakakku tinggal di Malaysia karena menikah dengan orang sana."


"Kakakmu profesinya sebagai apa?"


"Kakakku sekarang bekerja sebagai guru bahasa Inggris di sebuah sekolah swasta di Kuala Lumpur sedangkan suaminya adalah dosen di university of Malaya. Mereka memang keluarga pendidik."


"Apakah kamu sering bertemu dengan kakakmu?" tanya Nadira lagi.


"Sejujurnya jarang. Karena kesibukan masing-masing tapi setiap seminggu dua kali, kami rutin melakukan panggilan video bersama kakakku, kakak ipar dan keponakan ku. Kakakku memiliki dua orang anak berusia tujuh dan empat tahun."


"Kamu sendiri? Lulusan mana?"


Pedro menatap gadis cantik di sebelahnya. "Aku lulusan George Washington University fakultas hukum dan mengambil pendidikan di Quantico spesialisasi penjinak b*m dan sedikit psikologi."


Nadira menatap penghargaan kepada pria berdarah Italia Perancis itu. "Hebat!"


"Biasa saja Nadira karena memang aku menyukainya." Pedro menatap gadis cantik itu. "Kamu sendiri? Bukankah ingin menjadi dosen?" Mobil pria itu sedang berhenti di lampu merah.


Nadira mengangguk. "Aku suka sekolah, suka belajar dan suka membagikan ilmuku pada orang lain."


"Bukannya keluarga mu kebanyakan pengusaha?" Pedro menjalankan mobilnya setelah lampu berganti hijau.


"Jangan salah, tidak semua keluarga aku adalah pengusaha. Beberapa diantaranya malah memang seorang guru dan dosen."


"Ohya?"


"Hu um. Opa Nathan Kim, Oma Haura dan Opa Fuji Al Jordan itu dosen di Harvard Medical School. Oma buyutku, Adara Utari, Savitri Pratomo bahkan Omaku sendiri Sekar McCloud adalah guru bimbingan konseling dulu. Pasti kamu mendengar nama Kenzo Kim dan Joshua Akandra, mereka dosen di Tokyo University jurusan matematika. Jadi tdiak semua menjadi pengusaha, Pedro."


"Adikmu Eagle? Dia ambil kuliah di culinary?"


"Nope. Adikku memilih kuliah di IT Oxford meskipun dirinya nanti hendak mengambil alih bisnis restauran keluarga kami. Mungkin bersama dengan Devan, sepupu kami yang masih SMP. Rencananya Devan mau ambil kuliah seperti Daddyku dan Opa buyutku, Ryu Reeves."


Pedro melirik ke arah Nadira yang tampak lembut jika menceritakan soal keluarga nya.


"Bagaimana soal Belgia, Nadira? Aku dengar sepupumu terbang ke Belgia untuk mengambil Zinnia of Léopold."


Nadira membeku. "Ba... bagaimana kamu tahu?"


"Sayang, kami bekerja di dunia intelijen jadi tahu sepak terjang keluarga kalian. Tapi kami tidak akan ikut campur karena ini masalah keluarga. Tapi sejujurnya, aku juga akan melakukan hal yang sama jika kakak perempuan aku difitnah menjijikkan seperti itu!" ucap Pedro geram.


Nadira hanya mengangguk.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote gift and comment


Tararengkyu ❤️🙂❤️