
Café Al Bicerin Turin Italia
Dante melirik ke arah Leia yang hanya menatap lurus tanpa mau menengok sedikit pun ke dirinya. Gadis satu ini memang menggemaskan.
"Jadi bukan Bianchi, bukan Mancini, jadi tinggal keluarga Esposito yang juga memiliki pabrik anggur di Turin" gumam Omar.
"Apakah kamu sendirian akan disini Omar?" tanya Leia. "Tidak ada partner atau tim FBI yang datang?"
"Mereka akan datang nanti malam untuk ikut menyelidiki."
Leia lalu menoleh ke arah Dante yang masih memandangi dirinya. "Non vai ( kamu tidak pergi )?"
"Non. Voglio stare con te Leia ( Tidak. Aku ingin bersamamu Leia )" jawab Dante tanpa malu.
"Ti ho già rifiutato. Andare via! ( aku sudah menolak mu. Pergi gih )!" usir Leia dengan nada judes.
"Non m'importa se mi butti fuori mille volte. Voglio ancora stare con te ( Aku tidak perduli kamu usir berapa kali. Aku hanya ingin bersama mu. )" eyel Dante.
"Excuse me. Kalian kalau mau berantem, jangan disini" kekeh Omar. "Penso che la signorina Leia non voglia davvero stare con lei, signor Mancini ( aku rasa nona Leia memang tidak mau bersamamu Mr Mancini )."
Dante dan Leia terkejut mendengar Omar bisa berbahasa Italia.
"Kamu bisa bahasa Italia?" tanya Leia kaget.
"Hei, aku juga seorang sommelier, Leia. Jadi aku harus bisa berbahasa Italia, Perancis dan Jerman. Tapi kalau bahasa Jepang, aku memang menyerah" senyum Omar.
"Aku rasa kamu memang tidak membutuhkan guide disini" kekeh Leia.
"Non c'è bisogno. Il mio italiano è abbastanza buono ( Tidak perlu. Bahasa Italiaku lumayan bagus )" ujar Omar.
Dante hanya menatap interaksi Leia dan Omar dengan perasaan cemburu yang tidak ditutupi nya. Omar bukannya tidak tahu kalau Dante terang - terangan memiliki perasaan cinta ke Leia Bianchi tapi tampaknya tidak ada balasan dari gadis berdarah Jepang dan Italia itu.
"Lebih baik kamu pulang saja Dante. Kamu akan menjadi obat nyamuk disini!" ucap Leia sarkasme.
"Obat nyamuk?" beo Dante. Astagaaa! Gadis satu ini memang ya!
"Iya, obat nyamuk! Sudah, kamu kembali ke pekerjaan kamu, aku masih ada urusan dengan Omar!" Leia menatap wajah tampan Dante dengan kesal.
Dante tersenyum lembut melihat Leia akhirnya menatap dirinya. "Oke Leia. Aku akan kembali ke urusanku."
"Bagus! Pulang sana!" Wajah judes Leia bagi Dante sangat menggemaskan.
Dante memegang wajah Leia dan langsung mengecup bibirnya lembut. "Mood booster. Je t'aime, Cherie" ucapnya setelah mencium bibir Leia lalu bergegas pergi sebelum gadis itu menghajarnya.
Leia mengusap bibirnya kasar dan hanya menatap kesal ke pria itu. Lagi-lagi seenaknya saja!
Omar hanya tersenyum melihat adegan itu. "Apakah anda dan Mr Mancini ada hubungan spesial, Leia?"
Leia mendengus kasar. "Nope. Aku hanya kena sial hari ini."
***
Omar dan Leia akhirnya berangkat menuju kebun anggur milik keluarga Bianchi karena untuk sementara tidak ada yang bisa dilakukan karena penyelidikan masih menunggu tim dari New York datang.
Omar yang memang seorang sommelier, sangat mengagumi kebun anggur yang tersebar luas di tanah milik keluarga Bianchi.
"Keluarga kamu benar-benar panen raya Leia" ucap Omar dengan mata berbinar melihat bagaimana terawatnya anggur - anggur itu.
"Apa kamu mau mencicipi anggur buatan kami?" tawar Leia yang tetap didampingi Juan dan Vernon.
"I thought you never ask, princess" kekeh Omar.
Keduanya pun masuk ke dalam pabrik wine dan bertemu dengan manajernya yang sudah mengetahui bahwa salah satu anggota keluarga Bianchi akan datang.
Omar banyak berbincang-bincang dengan manajer itu dan berdiskusi tentang wine buatan keluarga Bianchi.
"Anda pernah bertemu dengan saya?" Omar menatap Manuel Pellegrini dengan tatapan menyelidik. Rasanya dia pernah melihat pria ini deh!
"Saya waktu itu masih klimis sedangkan sekarang saya memelihara brewok" kekeh Manuel. "New York, pameran wine setahun lalu."
"Aaahhh saya ingat. Bagaimana anda melakukan promo wine buatan perusahaan anda dengan membagi-bagikan beberapa botol." Omar tersenyum. "Dan saya adalah salah satu penerima wine buatan keluarga Bianchi."
Leia hanya menatap keduanya bingung. "Jadi kamu sudah pernah bertemu dengan Omar, Manuel?"
"Di kalangan perusahaan wine, Omar dikenal sebagai sommelier, Signora. Dan saya tahu betul sepak terjangnya yang selalu mereview dengan gamblang di blog kalangan wine enthusiasm" papar Manuel.
Omar hanya tersenyum mendengar penjelasan Manuel.
"Aku tidak tahu kalau kamu terkenal di kalangan winer" kerling Leia yang membuat wajah Omar memerah.
"Mungkin karena kamu bukan pecinta wine, Leia."
"Memang aku bukan pecinta wine tapi aku penggemar sake dan teh wasgitel."
Omar dan Manuel melongo. "Teh wasgitel?"
***
Usai mencicipi wine dan memberikan review sekilas, Omar dan Leia pun kembali ke kota. Di tengah jalan, Antonio menelpon dan meminta Leia membawa Omar ke mansion Bianchi. Tentu saja kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Omar untuk mendapatkan banyak informasi tentang kasus Rowan Jesper.
Mobil BMW yang membawa Leia dan Omar pun memasuki mansion milik keluarga Bianchi. Omar menatap bangunan yang tampak kokoh dan mengintimidasi.
"Whoah Leia. Aku tahu dari data FBI bahwa keluarga kamu kaya tapi aku tidak tahu seberapa kayanya."
"Tidak usah kaget. Harta benda tidak akan dibawa mati juga" sahut Leia kalem. "Bukankah kita hanya amal, ibadah dan dosa yang akan dipertimbangkan di dunia akhirat."
Omar tersenyum. "Aku lupa kalau kamu seiman denganku. Dan apakah itu yang membuat kamu menolak Dante Mancini?"
Leia menatap pria tinggi itu yang harus lebih mendongak karena jauh lebih tinggi dari Daddy, Luke, dan Dante sendiri. "Aku tidak mau dengan Dante karena dia sendiri yang melakukan kesalahan padaku."
"Dan aku yakin itu sangatlah fatal. Benar kan Leia?"
"Oh yeah. Sangat fatal! Dan kamu lihat sendiri kan aku tidak membalas ciuman pria meshum itu!"
"Tapi kamu terdiam saat dia menciummu, Leia."
Leia menatap Omar. "Apakah kamu akan mengelak jika dengan tiba-tiba dia melakukan ini?" Leia menarik wajah Omar dan memberikan ciuman di pipi. Pria tinggi itu hanya melongo dengan kelakuan putri mafia Bianchi dan Yakuza Takara itu. "Bagaimana Omar? Kamu tidak bisa bergerak kan?"
Pria berdarah Mesir itu berdehem. "Miss Leia Bianchi, anda benar-benar deh!"
Leia terbahak. "Kenapa Omar? Cat bite your tongue?"
"I don't mind if the cat is you Leia." Omar mencium pipi gadis itu.
"Astagaaa! Kalian berdua itu sedang kontes cium mencium atau apaan sih?" seru Antonio melihat kelakuan Leia dan agen FBI Omar Zidane.
"Hanya membuktikan sebuah teori, Antonio" kekeh Leia. Sial! Jantungku berdebar-debar saat Omar mencium pipiku. "Omar, Antonio Bianchi. Antonio, Omar Zidane." Leia memperkenalkan keduanya.
"Senang bertemu dengan anda" ucap Omar dan Antonio bersamaan.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️