
Honeymoon Suite The Prince Gallery Tokyo Kiochio Hotel
Luca terbangun dengan perasaan nyaman yang tidak bisa dijabarkan karena sudah berhasil unboxing dan merasakan malam pertama dengan wanita yang dicintainya.
Luca melirik ke arah Emi yang masih terlelap dengan membelakangi dirinya menampilkan punggung putihnya yang mulus. Besok anakku kayaknya bakalan kuat gen Emi deh. Luca tersenyum sendiri membayangkan dua anak kembar laki-laki dan perempuan heboh dan bar-bar macam ibunya.
Baru setoran semalam, kira-kira langsung jadi nggak ya? Luca tertawa kecil. Belum tentu langsung jadi bodoh! Bisa-bisa aku habis dikeplak Joey!
Luca lalu mendekati Emi dan memeluknya dari belakang. Pria itu menciumi tengkuk hingga bahu mulus membuat si pemilik tubuh terganggu.
"Aku masih ngantuk, Lucaaaaa..." gerutu Emi dengan suara serak.
"Bobok saja, aku kan cuma ciumi punggung kamu" jawab Luca asal.
"Kamu ciumin gitu ya tetap saja bikin ga bisa tidur!" sungut Emi yang membalikkan tubuhnya menghadap ke Luca yang menopang kepalanya dengan satu tangan.
"Ohayo Gozaimasu, istriku. Bagaimana kita ber*cinta lagi mumpung kamu sudah bangun terus nanti kita mandi bersama" cengir Luca.
"Kamu tuh memang modus!"
"Emi sayang, hidupku bersamamu itu selalu penuh kemodusan yang haqiqi. Seharusnya kamu tidak perlu mempertanyakan lebih lanjut. Bukankah kamu sudah hapal?"
Emi memegang pelipisnya. Tampaknya setelah menikah, makin kacau bocah Italia satu ini! Untung sayang!
"So, Em... Daripada kelamaan mikir, yuk kita coba gaya lain" cengir Luca yang langsung menindih tubuh istrinya dan mulai menjilati leher Emi membuat dirinya cekikikan karena geli.
"Kamu... menyebalkan!" gelak Emi disela - sela cumbuan suaminya.
"Pria menyebalkan ini adalah suamimu, Emi sayang..." Luca lalu mencium bibir istrinya.
Dan pagi itu kedua pengantin baru menikmati olahraga paling enak di muka bumi. Mereka tidak memperdulikan bahwa banyak orang yang masih ada di hotel dan mansion Al Jordan.
***
Mansion Al Jordan
Para sepupu Miki dan Joshua tampak ramai berada di mansion Al Jordan. Tampak saudara kembar Miki, Mamoru bersama Ingrid, Duncan dan Rhea, Ghani dan Alexandra, Eiji dan Ayame serta Elang dan Rain.
Semuanya kumpul di ruang tengah sambil menikmati camilan yang dibuat Miki bersama dengan dua putri kembarnya, Josephine dan Marissa, sedangkan suami-suami mereka Mario dan Marco, sedang bertemu dengan para anggota keluarga Bianchi, Diazo dan Chen mewakili para tetua didampingi oleh Kaia, Rhett, Arjuna, Levi dan Fuji. Para anggota mafia itu bertemu di Mandarin Oriental Tokyo Hotel.
"Beneran tuh si Darth Vader bikin sendiri Legonya?" tanya Eiji sambil melihat-lihat Lego Millennium Falcon yang disimpan didalam box acrylic.
"Beneran! Dia sampai korbanin nggak ngapel Emi. Pulang kantor, mandi makan langsung berkutat di dalam kamar Legonya" ucap Miki.
"Gila tuh Emi. Ngerjain Luca beneran" gelak Duncan.
"Tapi ngerjainnya bagus lah. Bikin Luca jadi agak sabaran... sementara" kekeh Joshua.
"Ngomong-ngomong, cucumu satu lagi kemana?" tanya Eiji.
"Ajak jalan-jalan Georgina dan Kieran keliling Tokyo" jawab Josephine.
"Joey serius sama Georgina?" tanya Ayame.
"Katanya sih serius. Dan aku rasa, kalau jodohnya memang Georgina, tidak masalah sih. Kan masih keponakannya Rhett juga. Masih lingkungan keluarga" ucap Miki.
"Iya, jadi aku atau Bryan tidak usah capek-capek cari aib" kekeh Joshua.
"Eh si Luca masih sibuk ngadon ya?" celetuk Eiji.
"Jangan ya Ji! Awas kalau kamu macam-macam!" Joshua menatap tajam ke sepupunya yang super jahil.
"Apaan sih Josh? Cuma semacam saja kok" seringai Eiji yang langsung mengambil ponselnya.
"D, bisa nggak tuh Eiji kita pulangin ke New York sekarang juga?" bisik Ghani ke iparnya.
"Aku malah kepikiran lempar ke kolam piranha dibelakang" gelak Duncan yang membuat Ghani dan Elang terbahak.
"Eh gue kasih tahu ya, piranha Joshua gadha yang doyan sama daging aku. Pertama, daging ku sudah alot, kasihan giginya tuh kaum piranha. Kedua, mereka lihat aku langsung mual karena ogah ketularan usilnya aku" sahut Eiji cuek. "Ya, tolong sambungkan ke honeymoon Suite atas nama Luca Bianchi."
Semua sepupu Eiji melongo. "Kamu telpon ke kamar Luca?" pendelik Joshua.
"Handphone pasti pada offline. Jadi telpon ke kamar pasti nyambungnya" cengir Eiji tanpa rasa bersalah.
***
Honeymoon Suite
Ketika dirinya sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, suara telpon kamarnya berbunyi membuat Luca mengerenyitkan dahinya.
Siapa sih yang berani telpon? Nggak mungkin opa, Oma atau mom and dad. Apa mertua resehku ya? Gile aja Ndro. Niat banget itu mah!
Luca pun mengangkat telponnya.
"Moshi - Moshi" sapanya.
"Udah unboxing nya Luc?"
"Siapa ini?" Luca berusaha mengingat - ingat suara pria di seberang.
"Kamu tuh memang cucu durhakim, durjaksa dan durpengacara deh!"
"Opa Eiji? Opa ngapain telpon sih?" sungut Luca. Tidak heran kalau Hoshi sebal dengan Opanya sendiri. Kelakuannya absurd begini!
"Memangnya Opa tidak boleh kepo?"
"Nggak boleh!"
"Berapa ronde?"
"Opaaaaa! Sudah ya Luca mau tidur! Assalamualaikum!" Luca langsung menutup telponnya lalu setelahnya Luca menghubungi meja resepsionis kalau ada telpon dari keluarganya, hold saja karena dirinya tidak mau diganggu.
"Siapa yang telpon Luc?" tanya Emi.
"Opa Eiji!"
Emi tampak mengingat - ingat. "Papanya Oom Levi?"
"Siapa lagi?" decih Luca.
"Memangnya ngapain telpon? Apa ada sesuatu dengan keluarga kamu?"
Luca menatap Emi dengan wajah kesal. "Bukan sayang, Opa itu memang reseh. Telpon tuh kepo kita berapa ronde coba!"
Emi melongo tapi setelahnya tertawa terbahak-bahak. "Astagaaa! Kukira Otousan aku sudah paling menyebalkan, eh ternyata Opamu lebih parah."
"Kamu tidak tahu saja. Besok kalau kita kumpul-kumpul, kamu baru tahu bagaimana kacaunya keluarga aku."
Emi pun duduk di sebelah Luca. "Gimana keluarga mu tidak kacau, kalau kamunya juga sama saja kacaunya."
"Eh kalau aku kan memang sejak brojol udah kacau" kerling Luca.
Emi pun berdiri melepaskan bathrobe nya meninggalkan lingerie yang membuat jakun Luca naik turun.
"Aku mau jalan-jalan. Kita makan diluar yuk" goda Emi yang tahu suaminya pasti tidak tahan melihat dirinya berbaju seksih begini.
"Aku makan kamu saja!" Luca langsung membopong Emi ke tempat tidur.
***
Mansion Al Jordan
Eiji menatap ponselnya dengan wajah manyun.
"Dimatiin" ucapnya dengan wajah memelas dan bibir dimajukan.
"Ya jelas bambaaannggg!" teriak Joshua, Duncan dan Ghani kesal.
"Halo Hoshi? Opa Jeremy. Kamu kasih tahu Opamu biar ga ganggu Bang Luca. Sekarang ya Hosh. Kamu omeli silahkan!" cengir Elang sambil menelpon Hoshi.
"Lha elu malah telpon Hoshi?" Mata Eiji menatap judes ke Elang. Tak lama ponsel Eiji berbunyi dan tampak tulisan 'Hoshi Cucu Cantik' di layar.
"Mati aku!" keluh Eiji.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️