The Bianchis

The Bianchis
Luke Bianchi : Tantangan Emi



Kediaman Takara


Emi dan Leia mendekati Rin yang sedang berdiri dengan wajah gugup. Fayza dan Sakura hanya memperhatikan bagaimana ipar dan sepupunya tampak kepo dengan gadis yang dibawa Luke.


"Jadi kamu yang disuruh anak kaku itu mengurus kebun Oma Miki karena sudah kamu curi buahnya?" tanya Emi tanpa Tedeng aling-aling.


"I..iya Bianchi-san" jawab Rin. Meskipun aku mantan Yankee tapi aura dua wanita kesayangan Yakuza Freezer ini diatas aku.


"Apakah saudara kembar ku menyusahkan dirimu?" tanya Leia.


Rin menatap saudara kembar Luke yang wajahnya sama judesnya dengan kembarannya. "So far, tidak Leia-san."


"Oh come on. Panggil santai saja macam kamu panggil Luke. Panggil aku Leia, dan kedua orangtuaku Oom Luca dan Tante Emi, begitu juga dengan Oom Hideo dan Tante Fayza." Leia tersenyum ke Rin.


"Apakah... tidak apa-apa kalau saya memanggil seperti itu?" tanya Rin takut-takut. Bagaimana pun keluarga Luke memiliki nama di Jepang dan dunia.


"Aku yang meminta jadi tidak ada masalah!" jawab Leia cuek.


"Kalian berdua jangan bikin Yankee tidak nyaman dong!" pinta Luke usai menggantungkan mantel Rin.


"Siapa yang bikin Rin tidak nyaman? Kami hanya meminta dirinya relaks dan santai saja" jawab Emi judes.


"Okāsan, jangan dikeluarkan dong aura Yakuza nya..."


"Hei, kalau dia mantan Yankee, harusnya dia tidak merasa terintimidasi dong!" eyel Emi.


"Mom, posisinya adalah ini bukan soal Yankee atau bukan tapi dia menjadi tamu di keluarga kita. Jangan diajak adu aura aneh-aneh deh!" protes Luke.


Emi hanya melirik tajam ke putranya lalu mendengus pelan dan pergi meninggalkan tiga orang itu dengan dagu terangkat. Rin hanya menunduk karena merasa tidak pantas di keluarga Luke.


"Jangan diambil hati. Okāsan memang begitu sebab baru kali ini si Darth Vader bawa cewek ke keluarga jadi agak shock" bisik Leia ke Rin.


"Apakah kamu yakin Leia?"


"Tenang saja. Ohya, kamu bisa Kendo?"


"Bisa. Kenapa?"


"Rin Ichigo! Besok kamu libur tidak?" tanya Emi tiba-tiba mengingat besok hari Sabtu.


"Be..besok saya libur...Tante Emi."


"Bagus! Luke, besok kamu bawa Rin kemari!"


"Mom! Jangan bilang..." protes Luke yang tahu kemana arah pembicaraan ibunya.


"Tentu saja okāsan mau menguji dia Kendo kalau memang dia mantan Yankee!"


Luca dan Marco hanya menepuk jidatnya sedangkan Fumiko menatap tajam ke Takeshi yang melengos.


"Kamu kenapa Miko?" tanya Takeshi belagak pilon.


"Benar-benar Emi meniru kamu!" desis Fumiko sebal.


Rin yang mendengar besok harus bertanding Kendo, menatap panik ke Luke. "Luke, apakah harus?" cicitnya.


"Well, kalau kamu mundur, berarti kamu tidak pantas jadi Yankee, apalagi mantan ketuanya" jawab Luke sambil menggenggam tangan Rin.


Rin mengumpulkan semua keberaniannya. "Baik Tante Emi. Besok saya akan datang dan kita akan bertanding Kendo" ucap Rin tegas.


Shinichi dan Sakura hanya tersenyum smirk mendengar ucapan Rin begitu juga dengan Emi.


"Good! Saya suka wanita yang berani menerima tantangan!" jawab Emi.


***


Usai acara makan malam bersama, kini para kaum muda duduk di depan kolam ikan koi sambil menikmati teh yang disiapkan usai makan.


Dante dan Leia duduk bersebelahan dengan Sakura sedangkan Shinichi lebih dekat dengan Luke dan Rin.


"Iya. Kan urus ijin menikah juga lama Sakura apalagi beda negara. Kita sih udah urus dari bulan ini dan memang ribet jadi daripada bolak balik, mending Lamaan disini. Toh disana ada Sergio" jawab Dante.


"Padahal mbak Leia kan pegang pasport Italia juga kan? Tapi ijin menikah dengan negara berbeda memang rumit" gumam Sakura.


"Kamu kan juga pegang pasport Korea sama Amerika Serikat lho, Sakura" kekeh Leia.


"Ah iya! Soalnya Opa tetap mau aku dan mas Shin pegang paspor Amerika Serikat buat mempermudah pengurusan aset kami disana."


"Kalian punya aset yang sama dengan duo G dan Remy kan?" tanya Leia yang mengingat sepupu kandung Sakura. Gemini dan Gemintang adalah putri Freya, kakak kandung Fayza. Remy sendiri anak Anarghya dan Amaranggana putri Kris Ruiz, saudara kembar Kristal, ibu Freya dan Fayza.


"Iya tapi Remy kan pegang pasport Indonesia, ikut Oom Arga. Kalau mbak Gem dan mbak Mintang memang pegang paspor Amerika."


"Keluarga kamu memang benar-benar PBB ya Leia" kekeh Dante sambil memeluk gadisnya.


"Bhinneka Tunggal Ika tepatnya. Kalau PBB masih suka berseteru" balas Leia asal membuat Sakura cekikikan.


"Mas Dante kok masih betah sih sama mbak Leia? Secara dia itu bar-bar, hobinya ngehajar orang... Eh tapi mas Dante sudah kena hajar ding..."


"Mau gimana lagi Sakura. Aku sudah cinta mati sama Leia" ucap Dante sambil mencium pucuk kepala gadisnya.


"Oh kalian itu!" sungut Sakura sebal.


***


"Bang Lukie, serius itu nyokap lu mau adu tanding Kendo sama kakak Shinigami Strawberry ini?" Shinichi menatap Rin dengan prihatin sebab dirinya sendiri tidak bisa mengalahkan Emi Takara meskipun lebih tinggi badannya.


"Kamu tahu sendiri kan? Nyokap kalau sudah punya mau gimana..."


"Kakak Strawberry, kalau kalah jangan khawatir, sebab Tante Emi memang jago Kendo. Tante cuma kalah sama Oom Luca saja kok tapi sama aku, tetap saja aku yang kalah..." ucap Shinichi sok menghibur Rin.


"Terimakasih Shinichi bukan Kudo" senyum Rin.


"Kamu nggak usah senyum-senyum sama kungkang kenapa!" hardik Luke.


"Ya Allah, really? Bang, kagak gue ambil cewek lu! Lagian aku dan kakak strawberry macam kakak beradik. Ya kan kak Rin?"


"Iya Luke. Kami hanya mengobrol saja waktu itu dan setelahnya tidak bertemu lagi dan baru ini ketemu."


Luke menatap Rin dan Shinichi bergantian.


"Nih, gini nih! Cowok kagak pernah jatuh cinta, sekalinya kejeblos dewa amor, adik sendiri dicemburui! Padahal sudah ada kode etik sendiri lho!" sungut Shinichi sebal.


Rin tertawa kecil melihat Luke manyun.


"Kak Rin, aku sarankan kalau ditembak diajak pacaran sama bang Lukie, jangan mau. Soalnya cowok satu ini sama kulkas saja masih dingin dia!" kompor Shinichi. "Oh satu lagi, dia hobby sekali mau lempar adiknya yang imut-imut menggemaskan limited edition ini ke kolam piranha coba! Padahal aku kan anak baik dan tidak sombong."


Rin menatap Luke. "Apa benar itu Luke? Kamu mau melempar Shinichi ke kolam piranha?"


"Bolak balik kak. Kan aku jadi kesal" timpal Shinichi.


"Kamu kok jadi tukang ngadu sih Kungkang?" protes Luke kesal.


"Mumpung ada pawangnya, harus dimanfaatkan dong" cengir Shinichi tanpa dosa.


Luke langsung menoyor kening Shinichi.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️