
Shibuya Tokyo Jepang
Emi menatap tumpukan Lego bertema Star Wars dan hanya menghela nafas panjang berulang kali. Dirinya merasa bingung membelikan kado untuk tunangannya, Luca Bianchi.
Beliin yang mana ya?
Ada alasan kenapa Emi membelikan Lego untuk Luca. Satu, pria itu suka kerumitan. Kedua, Lego Star Wars penuh rumit apalagi jika sudah tipe besar. Ketiga, Emi ingin tahu apakah Luca bakalan sabar menyusun Legonya.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pramuniaga di toko itu.
"Oh, saya hendak memberikan hadiah untuk tunangan saya yang maniak Star Wars. Apa anda ada usul?"
Pramuniaga itu tersenyum dan mengeluarkan dua kotak dengan ukuran berbeda.
"Saya rasa tunangan anda adalah Skywalker stan jadi saya sarankan kalau tidak ini, ya ini."
Emi tersenyum. "Saya ambil dua-duanya."
***
Hari Ulang Tahun Luca
Tidak ada yang spesial di hari ulang tahun pria itu karena hanya dirayakan sederhana di mansion. Bedanya adalah mereka semua memilih untuk memesan makanan enak - enak dengan kwalitas tinggi seperti sushi dan sashimi premium.
Tuna Sushi premium
Sushi pesanan Luca
"Emi datang Luca?" tanya Miki ke cucunya yang sedang menyusun tempat sushi.
"Datang Oma."
"Syukurlah soalnya Oom dan Tante kamu kan masih di New York" ucap Miki. "Biar nggak sepi-sepi amat lah!"
"Mau ramai Oma?" cengir Luca dengan wajah jahil.
Miki menatap tajam ke cucunya. "Jangan bilang kamu mau gedombrangan main panci dari dapur."
"Oh itu mah sudah biasa..."
"Lha terus?" Miki bingung melihat tingkah Luca.
"Wait. Dijamin setelah ini, pasti semua orang di rumah pada heboh!" Luca menarik nafas panjang. "UNCONDITIONALLY... UNCONDITIONALLY..." nyanyinya keras-keras.
Miki langsung menutup telinganya.
"ASTAGHFIRULLAH! LUCA ALANO AKANDRA BIANCHI!" teriak Marissa galak. "Suara kamu nggak enak tahu! Sok Sokan gaya Katy Perry!"
"LUCAAAAA! BERISIK!" teriak Marco yang baru saja nge-gym.
"Bener kan Oma... langsung ramai" cengir Luca.
Miki hanya bisa menghela nafas panjang.
***
Emi pun datang ke mansion Al Jordan menggunakan mobil Range Rover milik Otousan nya karena dia membawa kado untuk tunangannya.
"Assalamualaikum" sapa Emi kepada semua orang.
"Wa'alaikum salam" balas para anggota keluarga Akandra dan Bianchi.
"Sayangku, cintaku, judesku..." sapa Luca lebay sambil memeluk calon istrinya.
"Selamat ulang tahun Sono Gaki..." senyum Emi.
Luca cemberut. "Hanya ayahmu yang boleh memanggil aku Sono Gaki, kamu jangan!"
Emi tertawa. "Tanjoubu Omedetto. Panjang umur, sehat, banyak barokah..."
"Kamu ga doain panjang anunya...?" goda Luca yang mendapatkan keplakan dari Miki. "Aduh! Oma ! Jangan ngeres dong! Anu itu kan bisa macam-macam artinya!"
"Kalimat kamu yang ambigu Lucaaaaa! Hiiihhhh, gemes oma!" Miki mencubit pipi cucunya yang masih memeluk calon istrinya.
"Astaghfirullah! Omaaaa...jangan di depan calon istri dong! Malu!" rengek Luca sambil mengusap pipinya yang memerah gara-gara dicubit Oma cantiknya. Emi sendiri langsung menyapa kedua orangtuanya Luca yang mendapatkan pelukan hangat dari Marissa.
"Makanya jangan reseh!" sahut Joshua yang baru keluar dari ruang kerjanya.
"Sudah bang? Urusan sama mas Ghani, Javier, Eiji dan Duncan?" tanya Miki ke suaminya.
"Sudah Mi-chan. Duncan dan Javier oke semua kok" senyum Joshua.
"Opa Joshua" sapa Emi sambil mencium punggung tangan dosen senior itu.
"Emi. Ayahmu tidak ikut?" tanya Joshua.
"Tidak Opa, ada pertemuan klan di Roponggi."
"Oh baiklah. Terus kita lanjutkan acara makan-makan yuk. Sudah masuk jam makan siang" ajak Joshua.
***
Kata Miki, di adat orang Jawa nasi kuning dan mie goreng itu syarat ulang tahun karena Kuning diibaratkan sebagai warna emas. Warna emas sendiri melambangkan kekayaan dan kemakmuran. Jadi diharapkan dengan membuat nasi kuning maka akan lebih banyak kemakmuran, kesejahteraan, dan kekayaan yang bisa didapatkan.
Sajian mie goreng ini ditujukan bagi orang yang berulang tahun. Namun, seringkali mi ulang tahun juga disantap bersama kerabat serta tamu undangan. Filosofi dari makanan ulang tahun ini dianggap sebagai simbol atas harapan berumur panjang.
Emi yang baru kali ini menyantap nasi kuning bahkan meminta tambah karena suka dengan rasanya.
"Makan yang banyak Em. Mumpung Oma dan mommy bikin soalnya mereka jarang buat kalau tidak ada yang ulang tahun" ucap Luca.
"Tradisi nya begitu, Luca" ucap Miki.
"Tapi ini enak banget! Oma, Tante, nanti Emi diajarin ya?" pinta gadis cantik itu.
"Beres lah! Bulan depan kan giliran Opa Joshua yang ulang tahun. Kamu bisa datang kemari dan belajar sama Tante dan Oma" jawab Marissa.
"Em, kamu nggak kasih kado aku?" tanya Luca dengan wajah memelas.
"Ya Allah Luca, kamu umur berapa?" Marco hanya menggelengkan kepalanya.
"Five" cengir Luca.
"Astogeeee!" keluh Marissa.
"Ada kok kadonya tapi masih di mobil. Aku ga kuat bawanya" senyum Emi.
"Gak kuat bawanya? Memangnya kamu bawa apaan?" tanya Luca.
"Ada deh!"
"Iiissshhh penasaran deh!" gumam Luca.
***
Usai makan siang, Luca langsung menarik Emi menagih kadonya.
"Dimana kadonya sayang?" desak Luca.
"Ada di mobil. Ayo ambil." Emi pun mengeluarkan kunci mobilnya dari dalam tas Guccinya.
Keduanya pun berjalan menuju halaman mansion dan Luca terkejut gadisnya datang menggunakan Range Rover.
"Tumben pakai Rover? Honda kamu kemana?" tanya Luca bingung.
"Hondaku tidak cukup buat bawa hadiahmu." Emi membuka bagasi mobil warna biru navy itu dan Luca melongo melihat sebuah box besar dibungkus dengan kertas kado bergambar hati kecil-kecil dan diatasnya juga ada kotak yang lebih kecil dibungkus dengan kertas kado sama motifnya.
"Kamu bawa apaan ini? MacBook? Atau iMac?" tanya Luca bingung. Kan punya gue masih oke semua.
"Udah, bawa saja" senyum Emi.
Luca mengangkat box besar itu dengan tatapan bingung ke arah tunangannya.
"Kamu kok sekarang main rahasia - rahasiaan sih?" sungut Luca membawa dus besar itu yang lumayan berat.
"Kamu bawa apa Luca?" tanya Miki yang melihat cucunya membawa kotak besar.
"Gak tahu Oma. Kado dari Emi" jawab Luca yang meletakkan kotak itu di atas karpet tebal di ruang tengah. "Apaan sih ini Em?" tanya Luca sambil duduk di atas karpet.
"Buka saja" jawab Emi sambil menyusul duduk di sebelahnya.
Luca membuka bungkus kado kotak yang kecil dan wajah Luca sumringah begitu tahu apa isinya.
"Luke Skywalker X-wing!" serunya. "Terima kasih sayang." Luca mencium pipi Emi.
"Coba yang besar sekarang" pinta Marco.
Luca membuka kertas kado itu dan wajahnya tampak terkejut tidak percaya.
"Lego millennium falcon..." bisiknya.
"Wah keren tuh Luc! Pas buat kamu bikin Legonya" ucap Joshua.
"Bukan masalah itu Opa" sahut Luca.
"Lha apa?"
"Aku kapan bikinnya" rengek Luca sambil akting menangis.
Luke Skywalker X-wing Fighter
Millennium Falcon
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa gaeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️