The Bianchis

The Bianchis
Leia Bianchi : Kembali ke Turin



Narita Airport


Seminggu usai insiden di hotel, Leia pun sekarang dalam perjalanan kembali ke Turin. Setelah acara drama Benteng Takeshi yang mendrama tidak mau ditinggalkan oleh cucu perempuan bar-barnya, akhirnya Opa reseh satu itu mengijinkan cucunya kembali ke negara asal ayahnya.


Dan kini dirinya di dalam pesawat first class, Leia pun duduk manis menikmati acara nonton filmnya di layar kursinya.



"Excuse me." Sebuah suara bariton membuat gadis itu menoleh dan melepaskan headphone nya karena memang suara tv-nya kecil.


"Yes?" Leia menoleh dan melihat seorang pria yang mungkin dari timur tengah sedang menatap dirinya. "Ada yang bisa saya bantu?"


"Anda bisa bahasa Jepang kan? Bisa bantu saya mengartikan ini?" Pria itu memberikan secarik kertas yang bertuliskan huruf Jepang.


"Anda mendapatkan dari siapa?" tanya Leia.


"Dari guide saya. Kebetulan saya baru saja liburan di Tokyo dan sekarang hendak ke Turin untuk mencari wine bagus. Tapi entah kenapa guide saya very very pain in the a$$."


Leia tersenyum. "Maaf saya membacakan surat milik anda."


"Tidak masalah. Oh nama saya Omar Zidane." Pria itu mengulurkan tangannya.



"Leia Bianchi" jawab Leia.


"Apa anda salah satu anggota keluarga Bianchi pemilik pabrik anggur Bianchi di Turin?" tanya Omar.


"Sepertinya" senyum Leia. "Anda orang Arab? Turki?"


"Mesir tepatnya. Saya orang Mesir lahir Amerika Serikat jadi bisa dibilang saya dua kewarganegaraan."


"Profesi anda?"


"Sommelier. Kemarin saya sudah mencari banyak wine di seluruh Jepang dan China, dan sekarang saya mau ke Turin."


Leia mengangguk dan mulai membacanya. Gadis itu cekikikan membaca surat yang penuh Omelan.


"Kenapa nona Bianchi. Saya diomeli ya?" tanya Omar.


"Iyaaa..." Leia tidak dapat menahan tawanya. "Dia bilang anda klien paling menyebalkan, suka ribut sendiri dan tukang ngeyel."


"Bagaimana saya tidak ngeyel, dia tidak tahu apa yang saya maksud!" ucap Omar dengan wajah kesal.


"Mungkin karena dia tidak faham wine jadi tidak menyambung dengan anda" senyum Leia.


"Mungkin. Terima kasih sudah membantu saya membacakan note yang membuat saya gemas." Omar kembali ke tempat duduknya.


"Sama-sama."


Perjalanan dari Narita Airport Tokyo Jepang menuju Torino Airport Turin Italia membutuhkan waktu hampir dua hari itu pun dihabiskan Leia mengobrol banyak dengan Omar.


Gadis itu pun menjadi tahu banyak tentang seluk beluk kehidupan sommelier dan berbagai macam anggur atau wine.


***


Turin Italia


Leia keluar dari ruang kedatangan bersama dengan Omar yang masih asyik mengobrol tentang banyak hal.


Alexis yang menjemput Leia hanya bisa tertegun melihat pria asing yang bertubuh tinggi itu tampak akrab dengan nonanya.


"Terimakasih atas acara ngobrolnya" ucap Omar.


"Perjalanan lama jadi tidak membosankan" senyum Leia. "See you dan semoga mendapatkan wine yang kamu cari."


"Thank you Leia." Omar melambaikan tangannya ke gadis itu yang sambil berjalan menghampiri Alexis.


Setelah melihat Leia masuk ke dalam mobil Maserati, Omar pun mengambil ponselnya.


"Aku bertemu dengan Leia Bianchi. Nanti aku selidiki lebih lanjut apakah keluarga Bianchi ada hubungannya dengan pembunuhan Rowan." Omar melaporkan ke seseorang disana. "Tidak, tampaknya dia tidak curiga kalau aku adalah anggota FBI."


***


Alexis melirik ke arah Leia yang sedang mengirimkan pesan kepada kedua orangtuanya, Luke dan Opanya.


"Tadi siapa Signora?"


"Omar Zidane, teman satu pesawat."


"Keturunan Mesir tapi warga negara Amerika Serikat dan dia seorang sommelier, Al. Aku jadi tahu banyak soal wine." Leia menatap Alexis dengan wajah berbinar. "Membuat aku jadi ingin tahu pabrik wine milik Bianchi."


Alexis hanya terdiam. Entah feeling-nya mengatakan bahwa Omar tidak mengatakan yang sebenarnya. Aku harus cari tahu siapa dia.


***


Berita Leia Bianchi kembali ke Turin, didengar oleh Dante. Sergio mengabari bahwa salah seorang anak buahnya melihat Leia berjalan dengan seorang pria yang berdarah timur tengah dan tampak akrab.


Dante menghela nafas panjang melihat foto yang diberikan oleh Sergio.


"Sama siapa kamu ini, Leia? Kenapa wajahmu tampak bahagia?" Dante mengelus wajah Leia di layar iPad nya.


Dante menatap dengan intens wajah pria yang berjalan bersama Leia. Kenapa wajahnya familiar? Aku seperti pernah lihat dimana ya.


Buru-buru Dante menuju iMac nya dan mencari tahu pria itu dan wajahnya memucat. *Damn it! Omar Zidane adalah agen FBI !


Apa yang dilakukan FBI di Turin*? Dante mencari informasi kasus pembunuhan warga negara Amerika Serikat.


Rowan Jesper. Salah seorang artis yang sedang naik daun ditemukan mati di rumah sewanya dan disinyalir berhubungan dengan mafia.


Dante melihat tanggal kejadian itu dan ternyata disaat dirinya berada di Tokyo. Anak buahku tidak ada hubungannya dengan Rowan Jesper.


Dante lalu menghubungi Sergio untuk melakukan pertemuan semua anggota Mancini. Jika FBI sudah datang, pasti ada sesuatu.


***


Alexis memegang dagunya ketika berhasil mengetahui siapa teman perjalanan Leia.


Omar Zidane. Anggota FBI. Apakah ada hubungannya dengan kematian Rowan Jesper?


Berita kematian artis dan aktor berbakat di sebuah rumah sewa, membuat banyak pihak seperti kebakaran jenggot. Pihak polizia Italia menyimpulkan bahwa kematian Jesper karena kencan yang salah dan ada indikasi perampokan.


Ada gosip lainnya bahwa Rowan Jesper memiliki hutang kepada salah satu keluarga Mafia di Turin. Tapi keluarga Bianchi tidak ada yang berhubungan dengan artis Hollywood.


Alexis lalu menelpon Antonio.


"Signor Antonio, ada sesuatu yang datang ke Turin."


"Apa itu Alexis?" tanya Antonio yang baru selesai mengajar.


"FBI datang kemari."


"FBI? Dalam rangka apa?" tanya Antonio bingung kenapa ada agen luar Italia main datang ke Turin.


"Kasus kematian Rowan Jesper."


"Jesper kan mati dibunuh teman kencannya." Antonio tahu karena kepala kepolisian sempat menanyainya saat di kampus beberapa jam usai mayat Rowan ditemukan. Mereka ingin tahu apakah keluarga Mafia di Turin ada hubungannya dengan kematian artis itu. "Kamu kan tahu aku sempat ditanya oleh kepala polizia."


"Mungkin FBI menemukan petunjuk lain, Signore. Oh satu lagi, agen FBI bernama Omar Zidane itu satu pesawat dengan Signora Leia bahkan duduk bersebelahan."


Antonio terkejut. "Apa?"


"Tampaknya FBI mengirim dia untuk menyelidiki tidak hanya soal Rowan tapi juga ada sesuatu di balik itu."


"Apakah Leia tahu soal teman seperjalanannya?" tanya Antonio.


"Belum Signore."


"Nanti kita bicarakan dengan Leia. Aku yakin Omar pasti akan mencari Leia karena dia anggota Bianchi dan mencari info tentang kita. Justru dengan begitu, kita bisa tahu apa yang dicari FBI di Turin. Tampaknya kematian Rowan Jesper membuka sesuatu yang kita tersilap."


"Sì Signor."


Alexis menutup panggilannya ke bossnya. Sebenarnya ada apa sih? Semua selalu dicek dan ricek tapi tidak ada masalah antara keluarga Bianchi, Mancini dan keluarga lainnya. Bianchi dan Mancini hanya masalah tanah saja dan Bianchi sudah memastikan tetap menjadi penguasa tanah itu.


Kepala Alexis rasanya pusing dengan banyaknya kejutan yang hadir.


"Omar Zidane itu agen FBI?" suara Leia membuat Alexis terlonjak kaget karena tiba-tiba gadis itu ada di belakangnya. "Apa yang dilakukan FBI di Turin?"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️