The Bianchis

The Bianchis
Leia Bianchi : Bertemu Sean



Mansion Mancini Turin Italia


Seminggu waktu yang dihabiskan Leia dan Dante di Tokyo bersama dengan keluarga Bianchi, Takara dan Park sebelum terbang ke Turin.


Dan kini seminggu sudah Dante dan Leia tinggal di mansion Mancini yang sama tidak kalah besar dan mewahnya dengan mansion Bianchi.


Perbedaanya adalah, Dante menjadi kucing anggora jika bersama Leia sedangkan di luar apalagi soal pekerjaan, tetap menjadi Inferno yang ditakuti oleh lawan bisnisnya.


Pagi ini seperti biasa, Dante bermalas-malasan di atas tempat tidur usai menjalankan ibadah pagi tadi bersama Leia. Pria itu masih meletakkan kepalanya diatas dada istrinya apalagi mereka tadi sempat ber*cinta panas dan sekarang sedang menikmati cuddling.


"Aku malas pergi. Kamu gimana?" gumam Dante.


"Memang kita mau kemana?"


"Ke villa yang dulu..." Dante menatap wajah istrinya. "Villa yang membuat kamu marah padaku dan aku..."


Leia menahan bibir suaminya dengan jari lentiknya. "Kamu mau kesana?"


"Kamu tidak marah? Maksud aku... Kamu pasti tidak nyaman jika mengingat yang lalu..."


"Sudah lewat kan Dante? Kita sudah menikah dan aku anggap itu suatu pengalaman bagi kita berdua, kamu terutama bahwa tidak semua wanita sama..."


Dante beringsut dan sekarang posisinya dia diatas tubuh polos Leia bahkan pria itu juga tidak perduli kalau masih polos. "I'm sorry sayang. Kejadian itu membuat aku seperti kena tampar untuk menyadarkan aku..."


"So, kenapa tidak kesana? Aku suka bangunannya..." Leia memegang wajah Dante yang semakin tampak tebal brewoknya.


"Kamu bisa ski kan? Bagaimana jika kita sekalian ski dan bagaimana kita langsung ke Swiss? Kan pondok aku di perbatasan? Aku masih ingin bulan madu bersamamu sebelum nanti kita memiliki anak. Yakin kamu akan dikompeni oleh anak kita."


Leia cekikikan. "Aku bisa ski, Dante. Mumpung masih banyak salju kan?"


"Habis ini kita berangkat?" seringai Dante.


"Habis ini?"


"Sekali lagi ya Leia?"


Leia menatap sebal ke suaminya. "Really Dante? Apa kamu tidak capek?"


"Sama kamu? Nope! Never!" ucap Dante sembari menciumi leher istrinya.


***


Alessandro Moretti tampak kesal menunggu keluarnya pasangan pengantin baru itu. Pria itu memang sudah bejanji akan datang pukul sepuluh pagi di Mansion Mancini tapi hingga pukul setengah sebelas belum ada tanda-tanda si empunya rumah keluar.


Pria itu bahkan sudah menghabiskan dua cangkir espresso selama menunggu di ruang tamu kediaman Mancini.


"Moretti Uno" sapa Dante dingin saat melihat Alessandro sedang memandang foto pernikahan Dante dan Leia di ruang tamu.


"Signor Mancini." Alessandro lalu menghampiri Dante dan keduanya saling bersalaman. "Seriously? Anda pun ikutan Sakura memanggil saya seperti itu?"


"Hei, Sakura Park sekarang adik ipar aku. Wajar kan?" balas Dante cuek sambil duduk di sofa.


Alessandro pun duduk di depan Dante. "Pertama saya ucapkan selamat atas pernikahan anda dan terimalah hadiah dari saya pribadi." Alessandro menggeser sebuah kotak terbungkus cantik dengan warna emas.


"Terimakasih Moretti."


"Kedua, cek biaya perbaiki La Ferrari anda yang saya serempet dua tahun lalu." Alessandro meletakkan sebuah cek yang nilainya juga tidak main-main. "Maaf anda harus menunggu lama karena saat itu saya menyelesaikan urusan pribadi saya..."


"Apakah masalah di Cagliari?" tanya Dante.


"Iya dan dengan Michel de Luca."


"Michel de Luca kan penguasa Sisilia. Kenapa bisa terbang ke Sardinia?"


"Keluarga Moretti di Sardinia memang tidak ada masalah dengan keluarga de Luca di Sisilia tapi ada yang mencoba mengadu domba kami."


"Let me guess. Harland Rochester."


Alessandro tersenyum smirk. "Anda benar."


"Tenang saja, sudah dibereskan oleh keluarga Bianchi."


"Apakah Harland dihabisi oleh Luca atau Luke Bianchi?"


"Tidak. Mereka menyerahkan kepada Kartel Amerika Latin, aku tidak urus Mexico, Brazil atau Columbia asalkan dia keluar dari Turin!" Dante tersenyum smirk.


"Pabriknya yang hancur. Apakah ulah kalian?" Alessandro menatap tajam Dante yang usianya lebih tua tapi pria itu tetap santai melakukannya.


"Kenapa kamu bisa bilang begitu?"


"Tidak perlu menjadi seorang profesor jika salah satu keluarga kamu pemilik pabrik senjata spinoase mantan mafia klan Jang dari Korea Selatan" senyum Alessandro.


"Apakah sangat terbaca?"


"Sangat terbaca Alessandro Moretti" ucap Leia yang baru saja datang dan langsung duduk di sebelah Dante yang segera merengkuh pinggang ramping istrinya.


"Kalian tidak menyetujui?"


"Dengar Moretti Uno, Sakura masih 16 tahun dan dia sudah banyak rencana dalam hidupnya. Aku sendiri tidak yakin apakah yang kamu rasakan adalah cinta atau tidak mau kalah bersaing dengan adikmu sendiri! Jangan kau ganggu adikku lagi karena Luke, Oom Hideo dan Opa Ashley maupun opaku tidak akan tinggal diam kalau kamu masih keras kepala!" jawab Leia tegas dan sambil menatap tajam mata coklat Alessandro.


Alessandro hanya tersenyum smirk. "Kita lihat saja siapa yang akan bersanding dengan Sakura, aku atau fratellino ( adikku )!"


***


Setengah jam usai Alessandro meninggalkan mansion Mancini, Leia dan Dante sekarang berada di sebuah mobil Lamborghini Urus bewarna hitam.



"Kenapa tidak memakai Buggati kamu?" tanya Leia yang sudah siap dengan baju musim dingin.


"Ingin mencoba performa mobil ini, Leia. Kemarin waktu kita di Tokyo, pihak Lamborghini memberikan ini sebagai hadiah pernikahan karena aku juga memiliki saham disana."


Leia melihat interior mobil mewah itu. "Nice. Ini masuk SUV?"



"Iya Leia" jawab Dante yang menyetir sembari mengenakan kacamata hitamnya. "Kita langsung ke Swiss saja ya Leia. Pulangnya baru ke pondok."


"Terserah kamu saja."


Dante tersenyum lalu mengambil tangan Leia dan mencium jarinya yang terpasang cincin tunangan merangkap pernikahan.


Keduanya pun menikmati perjalanan menuju negara Swiss yang berbatasan dengan Italia dan via Turin yang dekat dengan Swiss Alps. Perjalanan keduanya membutuhkan waktu sekitar tiga jam.


"Harusnya disini ada Autobahn macam di Jerman jadi aku bisa ngebut!" gerutu Dante yang sebal melihat limit speed yang tidak lebih dari 80km/jam.


"Makanya kalau beli mobil jangan yang buat ngebut" kekeh Leia.


"Itu yang asyik kok sayang" senyum Dante.


"Ini kita kemana Dante?"


"Lake Geneva dan dari sana kita bisa ke tempat ski."


***


Dante memarkirkan mobilnya di depan sebuah resort yang dipesannya secara mendadak. Beruntung calon klien sebelumnya membatalkan sehingga Dante berhasil mendapatkannya.


"Wow! Bagus!" puji Leia yang sudah memakai topi rajut dan jaket tebal.


"Kan sudah aku bilang" senyum Dante sambil mencium pipi istrinya.


"Aku bantu bawa, Inferno." Leia pun mengambil koper dan barang - barang bawaan lainnya untuk dikeluarkan dari mobil hitam itu.


"Leia?"


Dante dan Leia menoleh. Betapa terkejutnya Leia melihat siapa disana.


"Sean?"



Yang kaget



Yang ikut kaget



Yang lebih kaget


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️