The Bianchis

The Bianchis
Takeshi Dongkol



Kediaman Takara


Luca menatap tidak percaya jika Takeshi benar-benar ready steady go, siap mental, siap bertarung dengannya dan siap menghajarnya. What the hell? Luca sendiri sudah siap dengan hakama ( baju Kendo ) dan kendogi ( celana Kendo ) serta pedang Kendo miliknya yang buatan terbaik. Luca dan Joey memang mengoleksi pedang Kendo baik yang dari kayu maupun bambu kwalitas terbaik.


Emi duduk di pinggir teras bersama Shiki dan Tadashi serta beberapa pengawal lainnya untuk menyaksikan pertandingan ( atau pertarungan ) calon menantu dan calon mertua. Kenji Kuchiki yang sengaja diundang oleh Takeshi, bertindak sebagai wasit.


"Oniichan ( kakak / Hyung ), apa kamu yakin mengajak tarung anak ini?" tanya Kenji ketika menghampiri Takeshi. Saat ini Luca sedang bersiap-siap diri.


"Dia mau ambil preciousnya aku!" sungut Takeshi manyun.


"Oh Astagaaa! Luca memang suka dan cinta sama Emi! Mau hari ini, besok atau lusa ( bukan judul lagu ya ), suatu saat Emi pasti akan dibawa pergi suaminya!" Kenji tidak habis pikir dengan mantan kakak iparnya satu ini sangat posesif pada anak perempuannya.


"Emi masih kecil Kenji!"


"Emi sudah dewasa! Bahkan di usianya sekarang kakakku Rin sudah menikah dengan kamu!"


Takeshi cemberut. "Tetap saja dimataku dia masih kecil!"


Kenji terbahak. "Kalau Luca menang dari kamu, aku harap kamu menepati janjimu! Luca anak baik, dari keluarga baik-baik dan selama aku menjadi sensei kendonya, Luca dan Joey sepupunya, bukan tipe cowok playboy bahkan mereka sangat menghormati wanita."


"Tapi kamu kan tidak tahu keseharian dia!" tunjuk Takeshi ke Luca yang sedang dibantu Emi memasang pelindung dadanya.


"Niichan, trust me. Kamu tidak akan kecewa mendapatkan menantu Luca karena Luca selalu bilang jika ada wanita yang bisa membuatnya jatuh cinta, maka dia akan mencintainya sampai seumur hidupnya." Kenji menoleh ke arah sepasang kekasih yang sedang mengobrol sambil saling menatap mesra. "Lihat, mata Luca tidak berbohong dan aku jamin padamu, Niichan, kamu tidak akan bisa mendapatkan menantu seperti Luca yang paket komplit!"


"Apa maksudmu paket komplit?"


"Bukannya dia satu-satunya yang berani menghadapi kamu tanpa rasa takut dan membuatmu kesal?" kekeh Kenji.


"Sialan!"


***


Instalasi Jenazah Tokyo University Hospital


Joey menelpon seseorang yang membuat Dokter Daisuke mengerenyitkan alisnya karena pria itu memakai bahasa Indonesia yang dia tidak paham.


"Jadi kamu meminta Oom membantu melacak Shengoku Arai alias Shengoku Kawaguchi?" tanya Bryan. ( Ingat ya, Benji disini masih ABG )


"Aku gemas dengan kepolisian Jepang, nggak tas tes tas tes ! Mbok kayak aku pas hajar si pembunuh istri itu! Tanpa basa basi langsung aku hajar!" sungut Joey.


"Dan akhirnya kamu dihukum kan Joey?" gelak Bryan Smith, Oomnya yang pakar IT dan konsultan banyak badan intelijen.


"Tapi aku tidak menyesal Oom. Pria kalau berani memukul wanita itu banci! Minta disunat ulang!"


Bryan terbahak. "Oom akan coba bantu melacak si pembunuh berantai itu. Oh, mommy dan Daddy mu tidak tahu kan?"


"Mereka hanya tahu aku yang membantu autopsi para korban."


"Bagaimana perasaan kamu saat harus mengautopsi jenazah yang bentuknya seperti itu, J?"


"Yang jelas marah! Tidak ada manusia di muka bumi ini yang berhak membuat manusia lain seperti itu!" ucap Joey geram.


"Joey, Oom tahu kita semua punya gen panasan tapi jangan sampai kita melanggar hukum. Oom tahu kamu mau bilang Tante Kaia, Oom Arjuna dan Oom Aidan kan? Kamu lolos karena kamu tidak sampai membunuh orang, mereka bertiga tetap diawasi ketat Joey" ucap Bryan. ( Tentang Kaia Baca : My Rey Bonchap Langkah Finalle, Kill The Beludak. Tentang Arjuna dan Aidan, Baca : My Cold Chef chapter Hutangku Lunas ).


"Oom, untuk kali ini, jika Oom menemukan si Waka-waka Kawe itu, akan aku laporkan ke kapten Hideaki brengsek itu karena aku berjanji pada mommy untuk tidak berbuat seperti kemarin lagi. Karena aku yakin, semua fasilitas aku bakalan diblokir sama Daddy."


Bryan terbahak.


***


Kediaman Takara


Takeshi menatap tajam ke arah Luca yang memberikan senyuman penuh kemenangan. Lagi-lagi dirinya harus kalah bertanding dengan pria berdarah Italia itu. Jika saja encok dia tidak kumat saat hendak melakukan Men, sudah pasti tadi dia menang.


Kini Takeshi sedang diobati oleh Shiki setelah pinggangnya terasa sakit bahkan rasanya sedikit terkilir.


"Anda sepertinya terkena asam urat, Mr Takara jadi menjalar ke pinggang Anda dan menjadi encok" ucap Luca yang sudah melepaskan hakamanya memamerkan tubuhnya yang berotot.


"Pakai hakamamu Bianchi!"


"Gerah Mr Takara. Toh anda juga melepaskan hakama anda."


"Aku sedang diobati, baka!"


"Lha saya sedang mencari angin."


"Kalian berdua bisa akur tidak sih! Otousan, harus tepati janji! Oke?" Emi menatap tajam ayahnya.


"Iiissshhh! Kalau saja Otousan tidak cidera, pasti sudah kalah Sono gaki itu!"


"Bakayaro!"


Luca terbahak.


***


Luca dan Emi sekarang berada di halaman belakang rumah Takara setelah tadi pria itu membersihkan diri dan makan siang bersama dengan Takeshi dan Kenji.


"Aku baru tahu kalau Kenji senpai itu paman kamu ketika aku bertemu dengan ayahmu pertama kali di kampus."


"Iya, Kenji itu ojisan aku." Emi menatap wajah tampan yang duduk di sampingnya.


"Sepertinya Tadashi suka padamu, Em." Luca menoleh kearah Emi.


Emi hanya melongo. "Masa sih?"


"Hei, aku bisa melihat bagaimana dia memandang mu dan bagaimana dia menatapku dengan penuh kebencian."


"Luca, mungkin itu hanya perasaan kamu saja."


"Hhhmmm, feeling pria soal saingan itu tidak pernah salah, Em. Dan aku yakin, dia lagi patah hati sekarang" seringai Luca.


"Eh? Apa?" Emi menatap bingung.


"Dan pasti dia akan datang dalam waktu sepuluh detik jika aku melakukan ini..." Luca mencium bibir Emi tapi jarinya menghitung waktu dan benar dalam hitungan kesepuluh, Tadashi datang.


"Lepaskan bibirmu dari nona Emi!" ucapnya dingin.


"Benar kan Em?" cengir Luca. "Hitungan kesepuluh."


***


Instalasi Jenazah Tokyo University Hospital


Joey baru saja kembali dari stase radiologi ketika melihat dokter Daisuke bertengkar dengan dua orang pria dan wanita. Pria itu langsung menghampiri ketiga orang yang sedang berseteru.


"Ada apa ini?" tanya Joey.


"Bianchi, bilang sama kedua orang ini kalau autopsi itu tidak bisa terburu-buru dan harus ada tahapannya." Dokter Daisuke menatap judes ke arah dua orang itu.


"Maaf saya asistennya Dokter Daisuke Naruhito. Ada permasalahan apa?" Joey menatap ramah. "Nama saya Joey Bianchi."


"Begini dokter Bianchi, putri saya meninggal dengan tidak wajar" ucap si pria paruh baya itu.


"Iya dokter Bianchi, dia tidak pernah sakit, tidak pernah opname tapi pagi tadi tiba-tiba dia tidak ada. Dan saya sebagai ibunya, penasaran apa yang terjadi dan saya mau sekarang juga dilakukan autopsi!" sambung wanita paruh baya itu.


"Dimana jenazah anak ibu sekarang?"


"Di dalam sana!" Ibu itu menunjukkan pintu kamar jenazah.


"Apakah ada berkasnya atau surat keterangan dokter?" tanya Joey.


"Hanya mengatakan serangan jantung tapi kami tidak yakin."


Joey menatap Dokter Daisuke dengan wajah penuh arti.


Oh no Bianchi! Jangan mulai lagi!


***


Note :


Encok adalah penyakit yang sering dikaitkan dengan nyeri pinggang dan umumnya dialami oleh orang berusia lanjut. Rasa nyeri dapat bertambah parah, terutama bila penderita mengangkat beban yang berat atau berdiri terlalu lama. Melansir Arthritis Foundation, encok sebenarnya adalah dampak dari penyakit asam urat.


Note serial killer :


Kemungkinan gen tersebut dari pelaku pembunuh berantai adalah perilaku kekerasan yang dikaitkan dengan pembunuh. Mungkin ada beberapa kecenderungan genetik untuk masalah atau gangguan psikologis tertentu, tetapi dalam banyak kasus ada faktor lingkungan yang jelas yang harus kita ingat seperti hubungan keluarga atau pengalaman tumbuh dewasa. Jadi gen kekerasan dan mental illness sudah ada dipicu dengan trigger di sekitarnya bisa membentuk karakter seorang pembunuh tapi tidak semua pembunuh bisa menjadi pembunuh berantai.


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Maaf kalau dua chapter Luca dan Zee isinya berbau psikologi dan kedokteran.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️