
Kediaman Takara, Tokyo Jepang
Luca sudah siap menghadapi tantangan plus ujian hubungan percintaan dengan Emi dari calon mertuanya yang jauh lebih reseh dari Daddy dan Opa Eiji.
Berbicara soal Opa Eiji Reeves, pianis legendaris, ayah dari Levi Reeves, adalah biang kerok di generasi ketiga. Tidak ada sepupunya yang tidak lolos dari keusilannya dan itu termasuk sampai ke keponakannya. Marco pernah ribut dengan Eiji yang dengan seenaknya memberikan makan piranha di kolam dengan tulang ayam KFC.
"Kasihan ikanmu Co, karena belum merasakan ayam enak" dalih Eiji sambil melempar sisa tulang ayam KFC.
"Astaghfirullah! Oom!" Marco pun memegang pelipisnya sedangkan Luca memilih pergi daripada nanti ikutan darting.
Dan kini Luca menghadapi sendiri Takeshi Takara yang juga hobi membuat darting plus merangkap Jelangkung. Sebenarnya apa sih yang ada di benak Takeshi dan Shiki yang sering melakukan penampakan tidak diundang itu?
Pagi ini Luca datang mengenakan jaket hitam, sweater hitam dan jeans hitam serta boot hitam kesayangannya.
Glock dan SIG yang sudah disiapkan berada di dalam tas ranselnya dan pria itu masuk ke rumah calon mertuanya dengan percaya diri.
"Ohayo Gozaimasu" sapa Luca saat sampai di ruang tengah.
"Ohayo, Bianchi." Takeshi melirik jam tangan mahalnya. "Bagus, kamu datang cepat. Lebih cepat lima menit. Saya suka itu!"
Bukannya aku selalu datang sebelum waktunya ya? Ini camer kenapa sih? Lagi lola atau ngebug?!
"Of course Mr Takara. Saya selalu berusaha datang sebelum waktunya." Luca menjawab dengan senyuman meskipun dalam hatinya sedikit dongkol dengan camer Jelangkung nya.
"Ayo kita ke belakang." Takeshi pun berdiri dengan diikuti Shiki.
"Eeerr, maaf Mr Takara. Dimana Tadashi?" tanya Luca penasaran karena sejak kejadian Emi menembak preman, dirinya tidak pernah melihat Tadashi ataupun Emi bercerita tentangnya.
Takeshi berhenti dan berbalik ke arah Luca.
"Sudah ketemu Kappa" jawab Takeshi cuek.
Luca melongo. Kappa yang dimaksud Takeshi disini adalah Kappa Jepang, makhluk yokai atau hantu yang berwujud katak dengan tempurung seperti kura-kura. Sukanya memakan orang yang sedang di sungai terutama anak-anak.
Kappa yang kanan ya, bukan yang tengah. Tengah itu Tony Tony Chopper nya Monkey D. Luffy One Piece.
"Serius?" tanya Luca lagi.
"Serius Mr Bianchi" ucap Shiki di sebelah Luca yang membuat pria itu terlonjak.
"Shiki! Kamu ingin saya mati muda kena jantung!" bentak Luca tidak tahan atas kejelangkungan tangan kanan Takeshi.
"Anda tidak mungkin mati muda karena jantung, Mr Bianchi. Saya lihat anda rajin berolah raga" jawab Shiki santai.
"Tapi kamu itu memang dasar jelangkung!" sungut Luca kesal.
"Saya Shiki, Mr Bianchi bukan Jelangkung" sahut Shiki kalem dengan wajah datar.
Ya Tuhanku! Bolehkah aku menendang orang ini hingga masuk ke kawah gunung Fuji?
"Tapi apa benar Tadashi bertemu Kappa?" Luca mengalihkan pembicaraan.
"Ohya. Barang siapa yang nekad melawan klan Takara, maka akan bertemu Kappa" jawab Takeshi.
"Bukan karena dilempar ke Empang markas Bianchi kan?" selidik Luca.
Takeshi dan Shiki hanya memasang wajah datar sambil berjalan menuju ruang tembak di belakang properti induk Takara.
Luca memegang pelipisnya. Gawat kalau camer Jelangkung kompakan sama Daddy piranha.
***
Staten Island, New York City USA
Abi dan Reana melongo mendengar cerita sepupunya Georgina soal Joey Bianchi yang dengan cueknya melamar sepupunya itu.
"Serius G?" tanya Abi.
"Serius Bi. Ini buktinya kalau tidak percaya." Georgina memberikan bukti kertas berisikan tulisan 'Will You Marry Me?' .
Reana menatap tidak percaya kalau kakak sepupunya yang dikenal slengean berani frontal ke Georgina.
"Terus? Kamu bilang 'I Will' juga?" ledek Abi.
"Issshh, ya tidak! Gampangan sekali aku!" cebik Georgina.
"Sebenarnya alasan si mafia berkedok dokter itu apa sikh deketin kamu?" tanya Abi yang masih tidak habis pikir dengan jalan pikiran Joey.
"Kata Joey, dia sudah tidak perlu screening lagi siapa aku" jawab Georgina.
"Masuk akal. Terus?"
"Semua pria di klan Pratomo rata-rata begitu. Suka cewek bar-bar. Aku sendiri pun gitu" cengir Abi.
"Asal jangan seperti Luca saja, mas. Dia pacaran sama anak Yakuza" kekeh Reana.
"Parah tuh Luca. Cari cewek yang sama brutalnya" sungut Abi.
"Tapi kabarnya, Oom Marco setuju saja tuh!" sahut Reana.
"Ya iyalah setuju wong rekan bisnisnya juga" timpal Abi.
"Alasan Joey yang ketiga apa G?" tanya Reana yang memiliki rambut pirang panjang dan bermata biru seperti kedua orang tuanya, Kaia dan Rhett O'Grady.
"Dia bosan cewek rambut panjang."
Abi dan Reana semakin melongo. "Alasannya kok gaje ga jelas gitu ya?" gumam Abi.
"Atau jangan-jangan Joey iri sama Luca yang sudah punya pacar terus main samber Gina aja?" sambung Reana.
"Kok kalian jadi yang menganalisis?" kekeh Georgina.
"Habis, sepupu kami itu kan memang otaknya ajaib G, sering tidak jelas. Entah nurun siapa" jawab Abi.
"Terus kamu bilang apa ke Joey?" tanya Reana.
"Ya aku bilang 'Buat aku jatuh cinta kepadamu baru aku bisa menjawab permintaan mu'. "
Abi dan Reana hanya saling berpandangan. "Taruhan deh, si Dokter sinting itu bakalan habis-habisan membuat kamu jatuh cinta, G. Tapi aku saranin, buat dia gedubrakan agar tetap berjuang dengan sungguh-sungguh!" Abi menatap serius ke sepupunya.
"Aku ingin tahu bagaimana pria Italia itu merayu gombal padaku." Georgina menatap kertas pink dan putih yang diterimanya dari Joey.
"Asal kamu tidak jatuh cinta beneran saja G" ucap Abi.
Nah itu yang aku tidak bisa janji.
***
Kediaman Takara Tokyo Jepang
Luca tersenyum kepada Emi yang sedang bersiap sembari membersihkan senjatanya.
"Halo calon istri" sapanya mesra.
Emi tersenyum. "Sudah siap, Luca?" tanya Emi serius.
"Aku selalu siap Em. Termasuk ngajak kamu ke penghulu pun siap... Aduuuhh!" Luca mengusap bahunya yang dipukul Takeshi.
"Kalahkan Emi dulu Sono Gaki!" hardik Takeshi kesal bukan main dengan calon menantunya yang seenaknya.
"Lho? Kan benar Mr Takara. Saya sendiri siap lahir batin kalau hari ini juga ke penghulu! Serius!" ucap Luca.
"Buktikan kemampuan kamu dulu!"
"Kemampuan apa Mr Takara? Buat cucu untuk anda? Siap dong!"
PLAK!
"Nikah dulu! Baru buat cucu, Lucaaaaa!" omel Emi sambil mengeplak bahu calon suaminya. "Sudah! Ambil posisi menembak!"
Luca hanya nyengir lalu mengambil tas ranselnya dan mengeluarkan Glock dan SIG nya termasuk dengan dua kotak peluru.
Emi dan Takeshi hanya menatap bagaimana pria itu membuka jaketnya memperlihatkan otot bisepnya.
Gadis itu menggelengkan kepalanya.
Damn it Luca! Kamu benar-benar berencana mengganggu konsentrasi aku!
Emi hanya menatap judes ke arah Luca yang hanya menatap polos kepadanya.
Bubar kan konsentrasi kamu, Em?
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️