The Bianchis

The Bianchis
Marissa Kepo



"Apa kabar...Mrs Bianchi?" sapa Emi gugup.


"Oh come on Emi, panggil saja Tante Marissa. Mrs Bianchi itu hanya di kantor daddynya Luca" senyum Marissa. "Ngomong - ngomong kalian ngapain kesini?"


"Emi lagi galau terus minta makan enak ya aku bawa kesini saja" jawab Luca enteng. "Salah siapa bilang terserah."


Marissa tersenyum. "Sudah kamu pilih apa, biar Luca yang bayar."


Luca melongo. "Gak gratis mom? Oh come on! Mom, anak sendiri ini sama calon anak mantu! Pelit amat! Aduuuhh duh duh!"


Marissa menjewer telinga Luca. "Kamu pikir bahan-bahan untuk pastry belinya pakai daun? Enak saja! Business is business boy!"


Emi tertawa tertahan melihat bagaimana hubungan Marissa dan Luca yang tampak hangat.


"Mom! Please! Malu dong sama Emi" rengeknya. Marissa melepaskan jewerannya.


"Kamu tuh memang pantas dijewer! Sudah Emi, kamu mau ambil apa silahkan. Mau minum apa?" tawar Marissa.


"Saya suka red Velvet dan caramel latte, Mi...eh Tante Marissa" jawab Emi.


"Oke. Kalian duduk saja, nanti Tante menyusul."


"Mom mau ikutan nimbrung juga?" Luca menatap Marissa sebal.


"Why not? Salah siapa kamu bawa anak cantik kesini?" Marissa pun kembali ke balik lemari display pastrynya.


Luca menyipitkan matanya ke Marissa dengan wajah sebal. "Yuk Em, kita duduk disana." Luca mengajak Emi duduk di pojok.


***


"Apakah kalian selalu ribut kalau ketemu?" tanya Emi ke Luca.


"Apaan?"


"Kamu dengan mommy mu?"


"Begini, Emi sayang, sama saja dirimu dengan Otousan kamu kan?" cengir Luca.


"Hhhmmm..."


Keduanya terdiam ketika seorang pelayan mengantarkan makanan pesanan Emi dan Luca.



Emi pun memotong cake bewarna merah itu dan mencicipinya.


"Oishii desu ka?" tanya Luca yang dijawab anggukan Emi. "Mommyku yang buat."


Emi menatap Luca tidak percaya. "Really?"


"Iya. Mommyku adalah sarjana culinary yang spesialisasi nya pastry. Sama seperti Omaku, Miki. Toko ini dulu dibangun Oma Miki dan sekarang dipegang oleh mommyku. Dan di toko ini, mommy bertemu dengan Daddy."


"Mommymu tidak tampak seperti orang Jepang."


"Mommyku darahnya campur aduk. Oma buyutku, Shanum Pratomo orang Jawa - Belanda menikah dengan Opa buyut Hiroshi Al Jordan yang keturunan Arab - Indonesia - Jepang. Jadilah Opa Mamoru dan Oma Miki rada bule, oh mereka kembar dan Opa Masayuki yang lebih kelihatan asianya. Oma Miki menikah dengan Opa Joshua yang berdarah Korea Selatan dan Jawa Indonesia. Lahirlah mommyku dan saudara kembarnya Tante Josephine. Keduanya menikah dengan dua pria Italia kembar juga Oom Mario dan Daddyku Marco."


Emi takjub mendengar cerita keluarga Luca yang detail seperti ini.


"Mommyku sangat suka pastry jadi meskipun keluarga kami kaya, mom tetap bekerja disini karena cafe dan toko ini adalah kebanggaan mommy dan Oma."


"Mommymu hebat, Luca. Bukan tipe wanita yang diam saja menghabiskan uang suami."


"No Emi, semua wanita di keluarga kami bukan tipe pemboros. Mereka semua suka barang branded tapi membeli lebih karena fungsinya mungkin karena sudah terbiasa lahir, melek mata sudah pegang golden spoon jadi melihat barang mewah malah biasa saja. Tak heran kalau lihat orang yang baru kaya sedikit sudah beli macam-macam padahal hanya demi gengsi, buat apa. Mungkin kamu akan berpikir 'kamu besikap begitu karena kamu sudah kaya' tapi no. Kami dididik untuk tidak menghamburkan uang untuk barang - barang yang tidak perlu."


"Kalian bisa dan mampu lho Luca."


"Memang, tapi aku yang tidak mau. Buat apa? Aku dan Joey lebih memilih naik motor ke kampus meskipun motor kami mahal tapi hanya itu yang kami pakai. Bahkan bergantian pakainya antara motorku dan motornya Joey."


Marissa lalu mendatangi keduanya dan mengambil tempat duduk di sebelah putranya.


"So, ada cerita apa hari ini?" tanya Marissa.


"Mommy kok kepo?" ledek Luca.


"Namanya ibu - ibu pasti kepolah!"


Luca melengos sedangkan Emi tersenyum simpul.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


Maaf kalau ceritanya Joey agak berbau crime investigation... Soalnya lagi pengen saja bikin cerita model begitu lagian pas kan Joey dihukum di kamar mayat 😅😅😅