The Bianchis

The Bianchis
Leia Bianchi : Dante Mancini



Tokyo Jepang


"Turin? Ke Turin?" seru Leia Bianchi ke arah ayahnya, Luca Bianchi yang sedang makan malam dengan santainya. "Kenapa harus aku, Daddy? Kenapa tidak si Darth Vader jilid dua?" Leia menoleh ke arah saudara kembarnya yang sedang asyik makan.


"Luke harus di Jepang karena dia kan akan pegang kekuasaan Yakuza Takara dan..."


"Dan itu sudah perjanjian dengan Opa Takeshi kalau aku pegang Bianchi, Luke pegang Takara. I know Dad!" potong Leia sarkasme.


"Memangnya kenapa kamu ke Turin? Ada masalah?" tanya Emi. "Bukankah disana ada beberapa keluarga Bianchi ya. Sepupumu Antonio kan disana kan?"


Antonio Bianchi adalah sepupu jauh Leia dan Luke. Pria tampan khas Italia itu adalah seorang dosen di universitas Turin tapi malam menjadi mafia.


"Tahu tidak okāsan. Antonio itu menjadi dosen fakultas hukum tapi aslinya melanggar hukum. Lagian dia menjadi ketua mafia klan Bianchi area Italia malah jadi dosen hukum. Very very membagongkan!" celetuk Luke.


"Kata Antonio, biar tahu cara menghindari hukum" sahut Leia. Sepupu si kembar itu berusia 30 tahun tapi masih senang melajang ciri khas pria Italia.


"Kamu dan Antonio kan dekat, Leia dan lagipula kamu itu kuat dan bar-bar jadi Daddy harap kamu bisa menghandle tanah Bianchi yang hendak di klaim oleh keluarga Mancini."


Luke menatap ayahnya. "Lagian ya Dad, punya tanah kok ya nggak ingat?"


"Salahkan Opamu kalau itu. Mereka adalah awal dari kekacauan ini" kekeh Luca tanpa beban.


***


Turin Italia


Leia turun dari pesawat komersial yang ditumpanginya di bandara Torino dan wajahnya yang dingin membuat pria-pria yang melihatnya sedikit ragu ingin mendekatinya. Leia memang dikenal dingin di kalangan para Yakuza dan teman-teman kuliahnya di fakultas teknik arsitektur Tokyo University.


Leia memang seorang arsitek yang membantu bisnis keluarganya di AJ - Bianchi Corp. Gadis itu memiliki jiwa seni dan prespektif yang artistik membuat Luca kagum dengan hasil rancangannya.


Leia celingukan mencari sepupunya Antonio yang katanya hendak menjemputnya. Dirinya kini sudah keluar dari bagian imigrasi.


"Iiissshhh, kemana sih si biji tomat itu?" omel Leia yang hari ini memakai gaun merah bunga-bunga. Dirinya bersyukur Turin sedang masuk musim panas jadi dirinya tidak perlu membawa baju musim dingin.



Leia Skywalker Takara Bianchi


"Beneran deh! Si tomat nggak datang, bakalan aku..."


"Aku apa, baby?"


Leia menoleh dan tampak seorang pria tampan khas Italia langsung memeluknya dari belakang.



Introducing Antonio Bianchi


"Masih saja wangi kamu, sepupu" ucap Antonio sambil mencium pipi Leia.


"Issshh, penistaan pada pipiku!" cebik Leia sambil mengusap pipinya yang dicium oleh Antonio.


"Yuk ke rumah. Bibi Luisa sudah siap disana." Antonio mengambil koper besar milik Leia lalu menggandeng tangan gadis itu.


***


"So, apa sih maunya si Mancini mengambil tanah kekuasaan milik keluarga Bianchi?" tanya Leia saat mereka sudah berada di dalam mobil Range Rover hitam milik Antonio.


"Jadi si Dante Mancini itu sekarang kan menjadi ketua klan Mancini dan saat dia ekspansi bisnis di wilayahnya, ternyata ada lahan yang lumayan yang tidak bisa dipakai karena itu milik keluarga Bianchi. Ada perjanjiannya antara Kakek kita dulu dengan pemerintah Turin dan itu dia sudah tahu tapi tidak mau tahu."


"Memangnya ada bangunan diatas lahan itu?" tanya Leia. Sejujurnya gadis itu tidak hapal semua aset milik keluarganya baik Bianchi, Takara ataupun milik klan Pratomo.


"Ada Leia. Dan itu adalah panti jompo yang dibangun Nonno ( opa ) dan nonna ( Oma ) kita dulu. Usianya mungkin ada seratus tahun dan selama itu memang keluarga Bianchi menyumbangkan sebagian keuntungan untuk panti itu. Karena kita tahu banyak lansia yang lebih suka hidup mandiri daripada bersama keluarganya."


"Jadi si Dante Inferno itu ingin mengambil alih tanah itu tanpa memikirkan akibatnya?"


"Bingo! Padahal itu tanah sudah dipatenkan oleh pemerintah Italia sebagai tanah yang tidak bisa diganggu gugat karena ada bangunan non komersial bagi kepentingan umum."


"Dia berani bayar berapa?" tanya Leia.


Antonio menyebutkan harga dan membuat Leia tersenyum smirk. "Terlalu murah! Buat dia harus membayar lima kali lipat!"


Antonio terbahak. "Kamu memang sadis!"


"Tapi sebelumnya kita harus mencari aset milik kita yang tidak terpakai sebagai cadangan panti jompo in case si inferno bisa membayarnya."


Antonio melirik ke arah sepupunya. "Tentu saja aku sudah mempersiapkan Leia. Tapi kita kan tidak akan menyerah tanpa melawan."


"Astagaaa! Kamu itu memang deh! Perpaduan Yakuza dan Mafioso jadinya sadis!" gelak Antonio.


"Hei, salahkan Daddy dan okāsan yang membuat aku seperti ini."


***


Keesokan harinya...


PRAANNNGGG!!!


Dante Mancini melempar asbak kristal ke tembok hingga hancur berkeping-keping saat mendengar pihak Bianchi memintanya membayar tanah mereka lima kali lipat dari yang dia tawarkan.


"Vaffanculo ( F*** ) ! Brengseeekkk! Mereka pikir mereka itu siapa hah!" umpat Dante benar-benar marah ketika tangan kanannya Sergio, datang memberikan kabar itu.


Dante Mancini, mafia dari klan Mancini, adalah putra tunggal Daniel Mancini, pemimpin sebelumnya. Pria berusia 28 tahun itu menjadi pemimpin mafia secara aklamasi karena dia dikenal tidak memiliki rasa takut dan jauh lebih kejam dari sang ayah.


"Si baji*Ngan Antonio Bianchi kah yang memintanya? Apa dia kekurangan uang? Keluarga Bianchi sama kayanya dengan keluarga Mancini!"


Sergio menggeleng. "No Signore. Bukan Signore Antonio yang meminta."


"Lalu siapa? Bukankah ketua klan Bianchi di Italia dia?" Wajah Dante benar-benar menyeramkan membuat Sergio sedikit beringsut.


"Ini permintaan dari anggota keluarga Bianchi yang lain."


"Siapa?"


"Signora Leia Bianchi."


"Siapa lagi itu?"


"Sepupu Signor Antonio Bianchi."


"Cari tahu siapa cewek itu!"


***


Café Al Bicerin



Leia sedang menikmati acara coffee in the morning setelah Antonio mengedropnya ke cafe favoritnya setiap ke Turin.


Gadis itu pun mulai mengambil novel yang dibawanya untuk dibaca. Mengenakan kacamata hitam dan kulit Asia yang terlihat berbeda di kalangan orang-orang Italia, membuat banyak orang menatapnya. Apalagi gadis itu seperti sulit terjangkau membuat banyak pria disana penasaran.


Leia mengacuhkan semua pandangan pria - pria itu karena dirinya tidak tertarik berhubungan dengan pria Italia. Baginya tampan iya, playboy pun iya. Perkecualian buat kedua opanya, Daddy dan Oomnya Joey yang bucin berat dengan pasangan masing-masing.


Leia sendiri bingung fisik dia lebih mirip sang ibu tapi sifat, watak dan gaya berbusana benar-benar Italia yang fashionable. Kalau kata ibunya, itu semua gara-gara daddynya kebanyakan mbatin opa Takeshinya. Leia hanya percaya tidak percaya kepercayaan orang Jawa yang seperti itu. Dirinya memang ada darah jawanya tapi hanya sekian persen karena sudah campur aduk. Oma Marissa lah yang masih mengajari dirinya memahami budaya dan bahasa Jawa agar tidak lupa dirinya juga keturunan klan Pratomo.


Tiba-tiba seorang pria main duduk di depan Leia yang membuat gadis itu menatap dengan wajah datar.


"Mi scusi signore. Chi sei? ( maaf tuan. Anda siapa? )" tanya Leia dengan nada dingin.


"Sei Leia Bianchi?" tanya pria itu dengan nada tidak kalah dingin.


"Sì. Siete?" ( Ya. Kamu? )


"Dante Mancini."


Leia tidak tampak terkejut namun bibirnya tertarik keatas sedikit.


"Cosa posso fare per te signor Mancini? ( apa yang bisa saya bantu, tuan Mancini )."



Introducing Dante Mancini


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️