The Bianchis

The Bianchis
Leia Bianchi : Tekken



Leia terkejut ketika Dante mencium bibirnya dengan penuh nafsu bahkan lidah pria itu berhasil membuka mulutnya dan bermain disana. Mata coklat Leia melotot tidak percaya dan spontan gadis itu meninju pria itu menggunakan lututnya membuat Dante tersungkur dan melepaskan ciumannya.


"Uhuk... !" Dante berlutut sambil memegang masa depannya yang rasanya seperti terkena buldozer hingga ke ulu hatinya. "Damn it Leia!"


Leia mengusap bibirnya kasar. "Kutabare ( F*** you )! SHINE ( mati sana )! B@ngs@t! Pria brengsek kamu!" Leia pun meninju wajah tampan Dante hingga pria itu terjatuh. "F*** off you son of the b1tch!" Gadis itu pun keluar dari gudang anggur dan membanting pintunya meninggalkan Dante yang kesakitan.


Alexis yang melihat nonanya tampak marah dan hendak menghajar orang segera menghampiri gadis itu.


"Signora..."


"KITA PULANG!" bentak Leia kesal yang segera masuk ke dalam mobil BMW nya.


Alexis pun masuk ke dalam Maserati nya dan dua mobil mewah itu pun meninggalkan panti jompo itu. Para pengawal Dante kebingungan karena boss mereka tidak keluar segera menghampiri gudang anggur. Dan tampak Dante masih tidak mampu bergerak hingga akhirnya dipapah dengan para pengawal menuju Range Rover nya. Bugatti nya sendiri dibawa oleh pengawal yang lain.


Di dalam mobil, kepala pengawalnya meminta Sergio untuk menelpon dokter pribadi keluarga Mancini karena Dante tampak kesakitan setelah bertemu dengan Leia Bianchi.


Sergio memegang pelipisnya. Apa lagi yang dilakukan oleh mu Dante? Apakah kamu tidak membaca detail kalau putri Luca Bianchi itu hobinya berantem?


***


"Signora Bianchi. Are you okay?" tanya Vernon khawatir melihat wajah Leia berantakan.


"I'm fine Vernon. Don't worry. Oh hubungi Alexis suruh jemput Antonio. Aku ingin makan pasta yang banyak!" Leia menatap Juan dari spion. "Bawa aku ke restauran yang pastanya paling enak di Turin! Mahal atau murah tidak masalah asal enak!"


"Nona...bukannya tadi habis makan?" Juan menatap wajah cantik yang masih mode judes.


"Aku lapar! Menghajar orang itu sangat sangat sangat menghabiskan energi! Kalau kalian pernah bermain Tekken, pasti tahu kan level tenaga yang diatas itu kalau sudah capek berantem pasti berkurang? Nah itu kondisi aku sekarang!" jawab Leia cuek.


Juan dan Vernon saling berpandangan. Kenapa jadi Tekken?



Tekken fighter


Leia memandangi pemandangan di luar jendelanya dengan pandangan kosong. Sialan kamu Dante! Main cium-cium seenak jidatmu peyang! Ngomong-ngomong, tadi telak ya aku nendangnya? Leia kemudian tertawa terbahak-bahak membuat dua pengawalnya bingung.


Setidaknya pencuri ciuman pertamaku mendapatkan hadiah yang tidak bakalan dia lupakan seumur hidup!


Setelah puas tertawa, Leia pun tersenyum sambil menikmati perjalanan.


"Juan, aku takut Signora Bianchi agak miring otaknya. Apa yang terjadi tadi ya?" bisik Vernon yang dijawab Juan dengan mengedikkan bahunya.


***


Mansion Keluarga Mancini


Dokter José Rodriguez hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Dante Mancini terkapar tidak berdaya di atas tempat tidur kebesarannya.


"Kalian keluar dulu, biar aku berbicara dengan Signor Mancini" pinta dokter José karena tahu ini masalah serius.


Sergio pun meminta semua orang disana keluar dan menutup pintu besar itu meninggalkan Dante bersama dengan dokter yang berusia empat puluh tahun itu.


"Apa yang terjadi Dante? Kenapa milikmu memar seperti ini?" tanya dokter José saat memeriksa hidden gem milik Dante yang dikompres ice pack.


"Aku... dihajar, José" bisik Dante dengan nada tercekat.


"How? Siapa yang berani menghajar ketua klan Mancini?" tanya dokter José sambil memberikan gel untuk meng USG hidden gem Dante.


"Damn it! Pelan-pelan José!" bentak Dante saat alat USG itu berusaha memeriksa internal hidden gem karena alat kedokteran yang ada di mansion hanyalah USG, dan dokter José tidak membawa alat Rontgen portabel.


"Oh syukurlah tidak ada masalah, hanya memar saja. Tenang, Dante, batang mu tidak patah..."


Dante melotot ke arah dokter José seperti hendak membunuhnya.


"Bahasamu!"


Dante menatap judes. "Jangan kamu kocok dengan tanganmu! Menjijikkan!"


Dokter José terbahak. "I'm not g@y Dante. Aku masih suka barang wanita. Kamu tahu, punya Priscilla, istriku itu masih legit meskipun sudah melahirkan si kembar."


"Aku tidak butuh ajaran meshummu!" cebik Dante.


Dokter José lalu menutup hidden gem Dante dengan selimut lalu berjalan menuju walk in closet nya. "Pakai ini dulu sementara, Dante. Paling tidak, kamu harus beristirahat di rumah sekitar seminggu. Jangan dipakai buat pacar-pacar mu dulu." Dokter José menyerahkan sebuah baju gamis yang dipakai Dante saat acara Halloween tahun lalu.


"Aku cuci tangan dulu."


Setelah mencuci tangan di kamar mandi, Dokter José melihat wajah Dante yang membiru.


"Jadi selain menghajar hidden gem kamu, dia juga menghajar wajahmu?" kekeh dokter José yang bisa melihat bekas buku tangan di pipi kiri Dante. "Siapa wanita ini Dante?"


"Kenapa kamu bisa bilang dia wanita?" elak Dante sambil cemberut.


"Karena hanya seorang wanita yang langsung menghajar hidden gem pria" cengir Dokter José sambil mengoleskan salep ke wajah Dante.


"Kamu tidak mengenalnya" jawab Dante pelan.


"Hei! Aku mengenal semua orang di Turin. Jadi try me, test me."


Dante melengos. "Leia Bianchi."


Dokter José melongo. "Leia Bianchi? The Leia Bianchi? Yang menari tango bersamamu saat di pesta? Yang melempar apel dengan pisaunya?"


"YA! PUAS?" Dante menatap kesal ke Dokter José yang segera tertawa terbahak-bahak.


"Astagaaa! Dante! Apa yang kamu lakukan pada adik sepupu Antonio Bianchi?"


Dante hanya manyun.


"Danteee..."


"Aku menciumnya dengan sangat panas."


"Dan dia tidak terima. Ya tentu saja dia tidak terima Dante! Dia bukan wanita yang langsung terkesima dan terkesan dengan mu!" gelak dokter José.


"Brengsek kau José! Kalau kamu hanya menertawai aku tanpa ada niatan mengobatiku, mending kamu keluar deh!" sungut Dante kesal.


"Eh siapa bilang aku tidak mengobati kamu? Kan sudah selesai aku periksa dan obati juga" senyum Dokter José. "Aku berikan obatnya sekalian dan suruh pelayan mengembalikan alat USG ini. Ingat jangan dipakai dulu dan jangan pakai celana ketat seminggu."


Dante hanya mengangguk.


"Ingat Dante, Leia Bianchi adalah wanita yang berbeda, bukan seperti para wanita mainanmu yang hanya tahu mende*sah dan buka selang*kangan saja. Dia wanita bermartabat karena selain dia keturunan Bianchi dan Takara, nenek buyut nya adalah klan Pratomo dan Al Jordan jadi kamu bisa nilai sendiri. Apa kamu tidak membaca laporan Sergio dengan teliti?" kekeh Dokter José. "Aku pulang dulu. Kalau kamu merasakan sesuatu, kabari aku."


Dokter José pun keluar dari kamar besar Dante Mancini.


Pria itu pun dengan tertatih mengambil celana training nya yang longgar lalu memakainya dan berjalan menuju jendela kamarnya. Dante menatap pemandangan halaman mansion nya. Otaknya tidak bisa melepaskan rasa dan bayangan bibir Leia Bianchi. Damn it! Aku ingin mencicipinya lagi!



Aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapan ku, Leia!


***


Yuhuuuu Up Sore


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️