
Mansion Mancini Turin Italia
Dante terbangun dengan terburu buru menuju kamar mandi. Perutnya mengajak ribut di pagi hari dan dari kelakuannya itu membangunkan Leia yang masih terlelap.
Bumil cantik yang sedang hamil empat bulan itu hanya menggelengkan kepalanya mendengar suaminya heboh sendiri. Semenjak dirinya dinyatakan hamil, Leia malah jarang mengalami mual atau pun muntah. Bisa dikatakan sehari itu paling sekali dia muntah tapi Dante... sepertinya malah suaminya yang hamidun. Menurut dokter kandungannya, itu merupakan kehamilan simpatik atau cauvade syndrom.
Katanyaaaa saking cintanya si suami dan senang mendapatkan buah hati jadi semua gejala berpindah ke calon ayah. Leia sih senang-senang saja melihat suaminya heboh jadi dirinya bisa santai.
"Sayaaaannngg..." teriak Dante dari dalam kamar mandi.
"Ya Dante?" kekeh Leia yang merasa suaminya semakin manja semenjak dirinya hamil.
"Minta minyak kayu putih..."
Leia terbahak. Entah memang Gawan bayi atau gimana, Dante bisa-bisanya meminta tolong pada Luke untuk membelikan minyak kayu putih padahal suaminya tidak pernah suka bau itu.
Nak, kamu kok sukses sih ngerjain daddymu? Senyum Leia sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit. Bumil itu mengambil sebotol minya kayu putih dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.
Leia terkejut melihat suaminya bersandar di pinggir bathub dengan wajah pucat. "Astaghfirullah! Dante! Kamu kenapa?"
"Ya ampun... kenapa aku yang mual dan muntah - muntah sih?" keluh pria yang memiliki tattoo di kedua tangannya. "Sayang, tolong gosokin..."
Leia pun duduk di sebelah suaminya dan membuka tutup botol minyak kayu putih itu dan menuangkan di atas tangannya lalu menggosokkan di dada dan perut suaminya. "Baumu macam bayi besar. Tapi harusnya ditambah dengan minyak telon."
"Aduh enaknya... dah mulai agak enakan ini Leia" ucap Dante setelah minyak itu meresap di kulitnya. Pria Italia itu pun meletakkan kepalanya diatas paha Leia. "Boy, kamu memang menyebalkan! Bikin Daddy mu amburadul begini!" omel Dante sambil mencium perut Leia.
"Kamu itu semenjak aku hamil, kok semakin lucu sih?" kekeh Leia sambil mengurai rambut Brunette Dante.
"Leia, karena kamu istriku, wanita yang aku cintai dan sayangi seumur hidupku, aku tidak keberatan jika kamu mengatakan aku lucu tapi tidak orang lain!" ucap Dante tegas dan mengeluarkan aura mafianya.
Leia tertawa lalu menunduk dan mencium bibir suaminya. "So, mumpung kamu sudah enakan, apakah kamu mau menengok si boy?"
Dante mendelik. "Apakah ini undangan Mrs Mancini?"
"Miss Bianchi."
"Leia, kamu sudah memakai cincin kawin dariku jadi kamu adalah Signora Mancini."
"Mau tidak Dante?"
Dante pun bangun. "Dimana?"
"Bathub sambil berendam?" goda Leia.
"I love your idea."
***
Setelah acara berendam plus plus, Leia dan Dante pun keluar dari kamar dengan wajah cerah. Keduanya pun tiba di ruang makan dan bersiap untuk brunch ( antara sarapan dan makan siang ) karena mereka lebih menikmati berduaan di kamar.
Dante sedang memeriksa laporan dari Sergio melalui iPad nya ketika sebuah gambar makanan muncul dari tv yang dinyalakan oleh Leia.
"Sayang, itu makanan apa?" tanya Dante ke istrinya yang sedang asyik menonton.
"Rujak."
"Aku mau..." Dante mengelap mulutnya seperti ingin ngeces.
Leia melongo. "Ya Allah, suamiku yang hamidun beneran deh!"
"Leia. Kamu bisa bikin kan? Bukankah itu makanan khas keluarga mu yang di Indonesia?" Dante menatap istrinya dengan wajah memelas.
"Aku lihat di kulkas dulu ada buah apa dan apa ada palm sugar serta cabe. Kamu mau pedas apa tidak?" Leia menatap suaminya geli.
"Pedas!"
Leia mendelik. Tumben! Benar-benar gawan bayi itu jadi aneh-aneh.
Bumil itu pun berjalan menuju dapur untuk melihat buah yang cocok dibuat rujak. Dengan dibantu para pelayan yang baru tahu makanan bernama rujak plus Leia meminta salah seorang pelayan ke pasar untuk membeli buah lainnya, akhirnya rujak yang diinginkan Dante terwujud.
Dante tersenyum lebar saat Leia membawakan sepiring rujak buatannya. "Tampaknya enak. Cabenya berapa?"
Dante mengangguk dan langsung memakan rujaknya. "Duh, Leia. Ini enak banget!" Dan tidak pakai lama, satu piring rujak buatan Leia habis tanpa sisa.
"Ya ampun..." Leia hanya terbengong bengong melihat sikap absurd suaminya.
***
Apartemen Blaze dan Samuel di Soho New York
Blaze terbangun dengan rasa tidak nyaman ketika tidur. Bumil cantik itu merasa ada yang salah dan membuka matanya. Betapa terkejutnya Blaze saat melihat Samuel menciumi ketiak mulusnya membuat bumil itu berteriak kaget.
"Bebeeeekkk! Kamu ngapaiiiinnn!" pekik Blaze membuat Samuel terkejut.
"Eh? Nggak tahu Bee, aku kok pengen cium ketiak kamu ya" gumam Samuel.
"Astaghfirullah! Kok ya aneh-aneh sih!" omel Blaze kesal. "Bebek, aku tuh belum mandi!"
"Enak kok bau kamu..." Samuel makin mendusel ke tubuh istrinya.
"Alamat ini tidur aku nggak enak deh! Nak, kenapa sih papamu begitu absurd semenjak kamu hadir?" omel Blaze manyun yang terpaksa harus mengangkat lengannya karena Samuel ngedumel tidak bisa tidur tanpa ketiak Blaze.
"Haddeehh..."
***
Kediaman Nadira dan Pedro di Maryland ...
Nadira dan Zinnia tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Leia dan Blaze tentang suami mereka yang aduhai absurd nya semenjak mereka hamil. Keempat wanita cantik bersaudara itu memang rutin melakukan video call berempat setiap weekend. Pasangan mereka masing-masing pun memberikan waktu buat para istri untuk saling berkomunikasi karena tahu bagaimana dekatnya mereka berempat yang sebaya.
"Cium ketek? Serius?" gelak Zinnia.
"Serius! Untung ketek gue mulus!" balas Blaze manyun. "Dan aku tidak boleh pakai deodorant coba. Apalagi kalau aku habis mandi bau sabun, sudah deh! Bubar!"
Nadira masih terbahak-bahak membayangkan Blaze manyun tangannya pegal harus keatas terus.
"Eh Dira! Besok lihat saja kalau kamu hamil! Pasti Pedro bakalan sama absurdnya sama Bebek dan Inferno!" sungut Blaze kesal.
"Tapi beneran deh Bee, aku tidak menyangka Samuel bisa seperti itu. Dante juga. Apa nggak kepedesan itu kamu kasih cabe sepuluh buat rujaknya?" Nadira menatap Leia dan Blaze.
"Eh nggak lho! Padahal Dante paling nggak tahan pedas."
Tiba-tiba Rin pun masuk. "Halo semuanya. Assalamualaikum" sapa kekasih Luke Bianchi yang membuat keempat wanita cantik disana terkejut.
"Masyallah... Beneran Rin?" Wajah Leia tampak sumringah mendengar ucapan Rin.
"Alhamdulillah" senyum Rin bahagia.
"Kapan?" tanya Nadira.
"Dua hari lalu di mesjid Tokyo bersama mama Emi, Tante Fayza, Oma Josephine dan Oma Marissa."
"Alhamdulillah. So, kapan kalian akan meresmikan hubungan?" tanya Zinnia.
"Kata Luke tahun depan karena tahun ini sudah banyak pernikahan" senyum gadis Jepang itu.
"Pasti rusuh deh!" gerutu Blaze.
"Kenapa?" tanya Rin.
"Karena semua mafioso, Yakuza, mafia dan Triad pada kumpul" kekeh Leia. "Dan aku minta ya Rin. Menikahnya setelah aku dan Bee lahiran! Oke?"
Rin terbahak.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️