
Resepsi Blaze dan Samuel
Pasangan pengantin baru ini mendengar suara Ayrton memarahi Garvita di halaman belakang dan segera menuju kesana. Keduanya melihat bagaimana Garvita bergegas pergi dengan diikuti Tamerine dan Gabriel.
"Blaze, maafkan Oom ya yang membuat keributan di pesta resepsi kalian" ucap Ayrton saat berbalik melihat Blaze dan Samuel.
"Kenapa Garvita Oom?" tanya Blaze.
"Menghajar Gabriel lagi. Padahal Oom sudah berulang kali menegur anak itu!"
"Namanya juga Garvita. Kayak aku tidak hapal saja Oom" kekeh Blaze. "Sudah Oom santai saja."
"Sekali lagi Oom minta maaf ya."
***
Samuel menatap Blaze yang tampak santai meskipun adiknya kabur dari mansion Blair.
"Bee, apa Garvita akan baik-baik saja?" tanya pria berdarah Indonesia itu.
"She's fine. Kan ada Tamerine dan Gabriel. Tenang saja."
Samuel menggelengkan kepalanya melihat keluarga istrinya tampak tenang-tenang saja saat mengetahui Garvita kabur tanpa pamit.
"Sudah nggak papa. Garvita memang harus dikerasin kok..."
"Macam kamu dulu ya Bee sama Papa Joey" cengir Samuel.
"Iiissshhh kalau aku nggak ingat masih acara resepsi, sudah aku hajar deh!" pendelik Blaze.
"Hajar di kasur saja, Bee. Setidaknya punggung aku selamat" seringai Samuel sambil berbisik di sisi telinga Blaze.
"Siapa takut Pak Samuel?" balas Blaze dengan wajah usil.
"Kalian mbok sabar kenapa?"
Blaze dan Samuel menoleh ke arah suara yang ternyata ada Bayu disana.
"Kalau elu mah sampai lebaran kuda bakalan sulit dapat pasangan!" cebik Blaze.
"Memang kenapa Bee?" tanya Samuel yang memang tahu Bayu O'Grady adalah manusia super sibuk tapi masih menyempatkan diri untuk acara sepupunya.
"Gue kasih tahu ya Bebek. Ini orang sudah bikin Oom Abi pusing karena sekretaris nya dia kagak ada yang betah sama kinerja dia yang gila-gilaan!"
"Ini si Donny masih betah."
"Paling nggak lama dia juga minggat!" balas Blaze cuek.
"Bay, kan tidak semua itu bisa macam kamu lah..." kekeh Samuel.
"Iya sih tapi bokap minta aku ada sekretaris biar ada yang mengingatkan meeting dan jadwal pekerjaan. Padahal aku sih ingat semua apa jadwal aku besoknya."
"Gue yakin, elu paling belakangan nikahnya dari kita-kita yang seumuran." Blaze tersenyum durjana.
"Gue cowok, Bee. Jadi santai saja lah!" ucap Bayu sambil merangkul Blaze dan mencium pelipisnya. "Selamat ya Bee, selamat Sammy, buat keponakan yang banyak!"
"Hah! Elu kira gue apaan? Kucing? Manak ( beranak ) terus!" hardik Blaze sambil memukul bahu kekar Bayu.
Bayu terbahak mendengar ucapan sepupunya yang memang terkenal judes lalu menghampiri Samuel. "Aku sangat lega Bee mendapatkan suami yang baik. Tolong jaga si tukang ngeroweng ini."
"Of course Bayu. Biarpun sesuai dengan namanya Bee kan?" kekeh Samuel.
"Touché ( France - good point )" cengir Bayu.
***
Acara resepsi sendiri berakhir menjelang jam sebelas malam dan pasangan pengantin baru itu sudah dalam perjalanan ke apartemen mereka berdua yang merupakan mas kawin Samuel ke Blaze.
Keduanya diantar oleh Bayu yang memang hendak pulang ke penthouse milik Abiyasa dan Gandari yang tidak terlalu jauh dari apartemen milik Samuel dan Blaze.
"Kamu pulang ke rumahnya Oom Abi?" tanya Blaze yang tiduran belakang sendirian dalam mobil Range Rover Bayu. Samuel sendiri memilih duduk bersama Bayu di depan.
"Iyalah. Yang paling dekat dibandingkan dengan apartemen ku yang di area central park."
"Entahlah, aku tidak menghitung."
"Eh kamu tahu nggak Bay. Besok kalau Dira nikah, bakalan pindah ke Maryland."
"Ohya?! Jadinya ke Maryland ? Katanya mau ke University of Virginia."
"Nope. Dira pindah ke University of Maryland. Pedro juga sudah beli rumah disana dan kemungkinan besar, mereka akan menetap permanen" ucap Blaze.
"Oom Jendra berdua doang sama Tante Aruna?" tanya Bayu sambil melirik ke arah spion.
"Yup. Mana Eagle sudah nyaman di London kan."
Samuel hanya tersenyum mendengar percakapan dua saudara sepupu itu yang memang terasa dekat satu sama lain meskipun jarang bertemu dengan kesibukan masing-masing tapi Samuel tahu keduanya saling menyayangi satu sama lain.
"Aku tidur dulu. Capek ternyata nikah. Bebek! Kita nikah sekali seumur hidup saja ya! Tidak ada siaran ulang!" ucap Blaze semakin ngaco yang sudah dihapal Samuel kalau begitu berarti tandanya istrinya sudah ngantuk berat.
"Astaghfirullah! Bee! Tidur deh lu!" gerutu Bayu sebal.
Tak lama tidak ada suara dari belakang dan Samuel menoleh melihat istrinya sudah terlelap.
"Bakal apaan malam pertama ditinggal ngorok, Sam?" gelak Bayu.
"It's okay. Kan tidak harus langsung kan Bay. Lagian aku tahu Bee sangat antusias hingga semalam kurang tidur."
"Kok kamu tahu?"
"Lha dia kirim pesan setiap jam bilang takut kesiangan padahal aku sudah entah kemana rohku" kekeh Samuel.
"Kalian memang jodoh benar. Siapa yang bisa menghandle Bee kalau bukan kamu. Oom Joey saja susah kan dan yang ada ribut tidak jelas."
"Bee memang suka debat sama Papa Joey tapi tidak berani kalau mama Gina sudah mendelik."
"Hahahaha. Semua anak-anak tidak ada yang berani kalau yang namanya ibu mendelik. Kita semua seperti ada aturan tidak tertulis 'jangan pernah melawan nyokap' So, kami semua tidak berani lah..."
Samuel tersenyum. "Aku tidak menyangka bisa menjadi bagian keluarga Sultan macam kalian."
"Apakah kamu merasa insecure?" tanya Bayu.
"Sedikit karena siapakah aku yang hanya seorang anak yatim piatu, bisa sekolah karena bekal beasiswa..."
"Dengar Bebek! Kami semua tidak mempermasalahkan kamu anak yatim atau tidak, yang penting kamu benar-benar tulus mencintai Bee dan pantas menjadi imam yang baik. Kalau kamu tahu background para opa dan Oma yang masuk ke keluarga besar Pratomo, tidak semua dari keluarga berada dan latar belakang baik lho" ucap Bayu.
"Benarkah?"
"True. Apa kamu tahu kedua orangtuanya nyokap gue dibunuh oleh adiknya hanya demi harta?"
"Tante Gandari?"
"Yup. Dan bokap yang membantu nyokap mengungkap kejahatan yang tersimpan hampir 12 tahun. Oma Yanti, Omanya Valentino anggota trio Kampret, dia anak penjual sate di Solo. Tante Astuti dan Oom Aji tuna rungu. Mereka berdua juga backgroundnya juga tidak sempurna. Oom Aji anak angkat, Tante Astuti dari keluarga broken home. Tapi apa keluarga kami keberatan? Nope. Buktinya pernikahan mereka baik-baik saja kan?"
"Terimakasih Bay."
"Kami semua suka kamu Sam. Kamu lihat sendiri kan Juliet sama kamu seperti apa? Jules itu anaknya susah dan tidak mudah dekat dengan orang asing. Tapi saat kamu ke Jakarta, dia bisa dekat sama kamu. Romeo saja sampai harus jatuh bangun buat dia lho..." ucap Bayu.
"Iya sih Bay. Oh, nanti aku minta tolong ya."
"Apaan?"
"Tolong gendong Bee, soalnya kayaknya lebih kuat kamu deh daripada aku" cengir Samuel.
"Haaaiisshhhh! Mentang-mentang bodi aku gedhe!" sungut Bayu.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️