The Bianchis

The Bianchis
The Bianchis : Aksi Raveena



Turin Royal Palace Hotel


Keluarga besar Bianchi datang ke acara pesta yang diadakan oleh MGM untuk mempromosikan film yang dibintangi oleh Olaf Edberg, aktor laga yang sedang naik daun.


Kehadiran Leia Bianchi dan Dante Mancini yang saling bergandengan tangan, membuat banyak spekulasi apalagi di jari manis keduanya tampak cincin yang serasi.



Dante Mancini



Leia Bianchi


Dihadapan banyak wartawan, Dante dengan bangganya menyatakan bahwa dirinya dan Leia Bianchi sudah bertunangan. Dua keluarga yang berseteru sudah berbaikan dan tidak ada gegeran.


Luke yang datang bersama dengan Maggie yang menyamar, tampak memindai semua tempat termasuk para pengawal yang berada di sekitarnya.


"Kartel, Triad, kartel, mafia..." gumam Luke sambil melihat orang-orang yang datang.


"Kamu itu menyeramkan, Mr Bianchi junior" kekeh Maggie.


"Masih kalah sama kakakku. Dia jauh lebih menyeramkan. Rupanya para kartel bergerak cukup cepat." Luke menghitung paling tidak ada 50 anggota kartel dari Mexico, Brazil, Colombia dan Miami.


"Aku rasa, tanpa kita harus terjun dan turun tangan, Harland akan habis dengan sendirinya" gumam Maggie yang malam ini dandan all out.


"Oh tidak bisa! Aku yang harus menghabisinya dan memberikan makan pada piranha ku."


"Aku dulu Darth Vader!" Suara Dante terdengar di telinga Luke.


"Apakah kalian sadar ucapan kalian terdengar semua?" ucap Omar di earpiece masing-masing.


"Ngomong-ngomong mana Harland?" bisik Luca. Mereka semua sedang berada di red carpet sambil berpose di depan fotografer.


"Aku belum lihat" ucap Billy.


"Dia datang" ucap Tiffany yang bertugas menjadi bodyguard Leia.


Kehadiran Harland bersama dengan aktris lawan main Olaf, membuat semua orang menatap dingin ke arah produser film itu.


"Mr Bianchi!" panggil Harland ke Luca yang memberikan senyum manis.


"Mr Rochester. Selamat atas promosi film anda" ucap Luca basa basi.


"Rupanya datang sekeluarga ya?" Harland sedikit terkejut melihat Dante dan Leia bergandengan tangan. "Rupanya Signora Bianchi dan Signor Mancini akhirnya bersama."


"Ohya. Dua keluarga kami akan menjadi lebih besar dan kuat lagi" kekeh Luca.


"Apakah anda datang bersama istri anda?" Harland melihat Luca datang sendiri.


"Tidak, tapi saya sudah ada pasangan. Anda akan bertemu sebentar lagi..." Tak lama Raveena datang dengan gaya menggoda menghampiri Luca dan langsung merangkul lengan Oomnya secara sensual.


Alexis yang berada di mobil pengawas nyaris tersedak melihat bagaimana wajah Raveena berubah menjadi cewek nakal. Ya ampun!


"Oh, siapa gadis ini?" Harland langsung memindai Raveena yang tampak seksih dan menggoda itu.


"Raven" jawab Raveena dengan suara dibuat serak seksih. "Apakah ini produser film itu, honey?"


Ketiga pria yang berada di dalam mobil melongo melihat akting Raveena sedangkan Luke dan Leia hanya tersenyum smirk.


Luca mengangguk. "Benar, sayang. Ini produser film itu." Untung keponakan sendiri, kalau bukan, habis aku sama Emi.


"Halo handsome" Raveena mengulurkan tangannya yang disambut Harland dengan mencium punggung tangan gadis itu.


"Oh call me Harland, baby" senyum Harland tampak seduktif.


"Honey, apakah boleh aku mengenal lebih dekat dengan Mr Harland?" Raveena menatap Luca dengan gaya manja.


"Take your time, baby."


"Are you sure Signor Bianchi?"


"Dia memang ingin bersamamu dan aku tidak keberatan."


Raveena langsung meraih lengan Harland tanpa memperdulikan artis yang sebelumnya bersama pria itu. Harland yang melihat wajah cantik dan belia Raveena langsung tertarik bahkan langsung merengkuh pinggang rampingnya.


Alexis mengeraskan rahangnya. Kurang ajar! Main pegang-pegang!


"Gila Raveena! Kalau aku tidak ingat dia hanya akting, aku kira dia beneran b1tch!" komentar Billy.


"I hear you" ucap Raveena membuat Billy terbahak.


Luca membiarkan Raveena melakukan aksinya lalu mengajak keluarganya untuk masuk ke dalam hotel.


Di dalam hotel, mereka melihat bagaimana Raveena dengan luwesnya menjadi pendamping Harland bahkan dia bisa berbincang dengan bahasa Italia dan Spanyol dengan fasih berkat instruksi dari Leia.


"Kamu itu memang awesome Leia" puji Dante sambil mencium pipi gadisnya.


"Grazie." Leia mengucapkan kata yang berbarengan dengan Raveena.


Harland pun mengajak semua orang untuk menonton film aksi itu di dalam ballroom yang sudah disulap menjadi bioskop. Para tamu undangan pun duduk sesuai dengan nomor undangannya.


Sesaat film itu diputar, Luke dan Luca melihat Harland pergi sambil menggandeng Raveena.


"Daddy tidak tahu."


***


"Kita kemana Mr Harland?" tanya Raveena yang digandeng oleh pria yang seumuran dengan Luca.


"Aku sudah bosan melihat filmku dan sekarang aku membutuhkan kenikmatan tubuhmu sayang" goda Harland sambil memegang dagu Raveena.


"Oh? Apa imbalannya jika aku mau bersamamu?"


"Kamu akan menjadi aktris ku dan mendapatkan uang banyak. Tapi jangan bilang Bianchi karena sebentar lagi mereka akan..."


"Mereka akan apa?" tanya Raveena polos.


"Tidak apa-apa. Ayo, ke kamarku."


Raveena pun memegang lengan Harland manja.


***


"Apakah menurutmu para kartel yang datang akan menghabisi kita?" bisik Luke ke Dante.


"Aku sudah menyiapkan anak buahku" jawab Dante tenang.


"Tomat, apa anak buah kita sudah siap jika terjadi sesuatu?" Leia bertanya pada Antonio.


"Sudah Lele, kamu tenang saja."


Luca tampak mengirimkan pesan ke seseorang dan wajahnya yang semakin tampan meskipun sudah kepala empat, tampak tersenyum smirk.


Drone sudah ready. Semua anak buah Inferno dan Bianchi sudah dipindai jadi aman.


***


Kamar Harland Rochester


Raveena masuk ke dalam kamar yang sebelumnya dia masuki untuk dipasang penyadap disana. Harland tampak membuka dasi dan jasnya lalu berjalan ke arah jendela.


Gadis itu pun ikutan melihat jalanan dan tampak orang-orang yang terduga dari kartel dan Triad berdiri disana sambil menatap jendela kamar Harland.


"Siapa orang-orang itu?" tanya Raveena.


"Orang yang akan menghancurkan keluarga Bianchi dan Mancini."


"Apa kesalahan mereka?"


"Menghancurkan pabrik ku di Mexico!"


Raveena duduk dengan gaya menggoda. "Apakah kamu yakin? Mereka bisa apa?"


Harland menoleh ke arah Raveena. "Mereka bisa segalanya!"


"Apakah kamu berbuat kesalahan Harland?"


"Aku? Aku? Hahahaha! Tidak. Aku hanya mengincar tanah Turin tapi milik mereka. Jika mereka mati, aku bisa menguasai semuanya."


"Bukankah jika Luca Bianchi mati, beserta dengan si kembar dan Dante Mancini, masih ada keluarga lainnya."


"Hohoho, mereka tidak akan bisa apa-apa. Karena aku memiliki banyak kekuasaan."


"Kalau kamu punya banyak kekuasaan, bagaimana bisa kamu menuduh keluarga Bianchi dan Mancini menghancurkan pabrik mu? Mereka hanya sekelompok mafia yang senjatanya paling hanya pistol. Aku kira granat launcher pun tidak mampu menghancurkan pabrikmu." Raveena pun berdiri lalu memeluk pinggang Harland. "Aku rasa kamu tidak memiliki bukti kuat Harland. Keluarga Bianchi tidak memiliki kekuasaan macam dirimu. Mereka hanya memiliki kekuasaan di Turin."


"Kamu rupanya tahu banyak..."


"Tentu saja aku tahu. Aku kan kesayangan Luca Bianchi. Istrinya saja tidak tahu bahwa suaminya tidak setia." Raveena mendekati telinga Harland. "Jika kamu mau menghancurkan keluarga Bianchi, aku bisa membantumu."


"Baby, kenapa kamu mau membantu ku?" Harland menciumi rahang Raveena.


"Karena aku ingin menjadi aktris terkenal dan Luca Bianchi tidak mampi mewujudkan."


"Tapi... Ada syaratnya.." Harland menatap serius. "Kamu menjadi milikku, siap setiap saat dan kamu bersosialisasi dengan banyak orang."


"Apa maksudmu bersosialisasi?" tangan Raveena mulai menyentuh hidden gem Harland.


"Bergaul dengan memberikan keindahan dunia."


"Bubuk putih maksudmu?" Raveena mulai mengelus paha Harland.


"Kamu memang cerdas."


Raveena tersenyum menggoda. "No problemo."


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️