The Bianchis

The Bianchis
Leia Bianchi : Menyusul ke Tokyo



*Note. Setting cerita Leia ini sesudah Zee dan Sean menikah hampir setahun. Tentang apa yang mereka lakukan ke ulat keket, bisa dibaca di Zee ( The Prince and I ) soalnya beda cerita. Disini fokus ke Leia, Blaze, Luke dan Nadira.*


Tokyo Jepang


Hampir lima bulan Leia meninggalkan Turin karena setelah urusan di Belgia, gadis itu terbang ke Tokyo karena Opa Takeshi sakit dan minta dirawat oleh cucu bar-barnya.


Pagi ini Leia sudah menyiapkan sarapan untuk Opanya yang super reseh minta dibuatkan bubur ayam hasil masakan cucunya.


Oma Fumiko sampai gemas melihat suaminya semakin tua semakin reseh, merasa kasihan melihat cucunya disuruh sana sini oleh Takeshi. Padahal Leia masih harus menyelesaikan pekerjaan di AJ Corp.


"Maafkan Opamu ya Leia. Benar-benar deh!" omel Fumiko Takara yang juga ibu kandung Hideo Kojima Park, ayah Shinichi Park.


"Sudah biasa Oma. Soalnya biasanya Luke yang diajak darting tapi karena si Darth Vader jilid dua itu sedang menyelesaikan urusan internal Yakuza Takara, jadi aku deh yang diumpankan" ucap Leia sambil tertawa.


"Oma tuh bingung. Dulu Takeshi itu cool lho tapi kok sekarang makin reseh sih?" Fumiko membantu menyiapkan minuman teh hijau untuk suaminya.


"Oma, dari dulu Opa itu reseh! Tidak terhitung berapa kali Daddy kena pukul pedang Kendo kepalanya" gelak Leia.


Kedua wanita kesayangan Takeshi Takara itu berjalan menuju ruang tengah tempat Takeshi menikmati istirahat nya setelah pemasangan ring jantung. Seperti biasa, asistennya Shiki setia duduk di sebelahnya sambil membaca laporan dari Luke.


"Bagaimana Turin, princess?" tanya Takeshi sambil menyuap bubur ayam buatan cucunya. "Ya ampun Leia, ini enak banget!"


"Turin menyenangkan kotanya tidak sesibuk Tokyo. Udaranya juga segar dan banyak makanan enak disana" jawab Leia sambil duduk bersandar dengan Fumiko.


"Apa disana tidak ada pria tampan, Leia?" tanya Fumiko sambil memeluk cucunya. Leia tahu Fumiko bukan Oma kandungnya karena Oma Rin Takara, ibu Emi, sudah meninggal saat Emi SMA. Tapi bagi Leia, Fumiko tetap omanya meskipun aslinya Oma Shinichi.


"Yang ada pria menyebalkan!" sungut Leia yang langsung terbayang Dante.


"Apa yang dia lakukan pada cucu cantikku?" Takeshi menatap tajam ke arah Leia.


"Well, dia melecehkan aku Opa."


"Apa yang dia lakukan?" suara geram Takeshi membuat Fumiko harus berdiri dan menepuk bahu suaminya lembut.


"Anata, ingat jantung" ucap Fumiko.


"Iya tuan. Susah cari jantung buat tuan" ujar Shiki tanpa beban yang membuat Takeshi menoleh dengan wajah judes.


"Dia apain kamu Leia?" tanya Takeshi yang merasa kesal gara-gara sakit tidak bisa menghajar pria yang membuat cucunya terluka.


"Dia... mencoba menciumku..." Leia tidak mau Opanya tahu yang sebenarnya. Luca, Emi dan Luke sudah tahu dan mereka sangat mendukung dengan sikap Leia.


"Lalu?" Takeshi menatap cucunya.


"Aku tendang dengan lutut hidden gem nya" jawab Leia tenang. Takeshi dan Shiki langsung melongo.


"Ouch, itu pasti sakit sekali" komentar Fumiko.


"Sangat sakit, Nyonya" sahut Shiki dengan wajah serius.


Takeshi tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan cucunya. "Bagus! Biar dia tahu kalau cucu Takeshi Takara bukanlah cewek sembarangan!"


Leia tersenyum. "Opa, kalau dia berulah lagi, boleh aku habisi?"


"Kamu lempar ke Empang pun Opa dukung!"


***


Turin Italia


Dante memukul samsak di ruang gymnya. Hatinya benar-benar sangat kacau karena hampir setengah tahun ini Leia tidak pernah muncul di Turin. Pria itu sampai mencari tahu apakah gadis itu masih di Italia atau sudah ke negara Eropa lainnya.


Selama ditinggal Leia, Dante tidak bisa menghilangkan bayangan gadis itu sampai - sampai dia tidak bisa berhubungan dengan para kekasihnya. Dante merasa kesal karena efek dari Leia sangat dahsyat hingga semua wanita yang dekat dengannya tidak ada yang bisa mengalahkan Leia.


"Brengseeekkk! Kamu dimana Leiaaaa!" Dante meninju samsaknya dengan sembarangan.


"Signor..." panggil Sergio.


"Apa!"


"Signora Leia Bianchi berada di Tokyo."


Dante menoleh. "Bagaimana kamu tahu?"


"Ada di berita Signor. Signora Leia berada di Tokyo karena ada peresmian gedung apartemen baru." Sergio memperlihatkan berita tentang Luca Bianchi dan Leia Bianchi berada di depan peresmian gedung apartemen milik AJ Corp dan Takara Enterprise.


Dante menatap wajah gadis yang dirindukannya selama lima bulan lebih ini dengan tatapan penuh rindu.


"Siapkan pesawat ke Tokyo!" perintah Dante.


"Tapi Signore..."


"Baik Signore." Sergio pun undur diri.


Dante berjalan menuju dapur miliknya dan mengambil minum.



Ternyata selama ini kamu kembali ke Tokyo. Kenapa tidak kepikiran kamu bakalan pulang?


***


Tokyo Jepang


Dante tiba di Narita bersama dengan Sergio dan beberapa pengawalnya. Pria itu langsung menuju hotel Hilton yang sudah dia booking beberapa kamar untuk dirinya dan anak buahnya.


Sergio memberikan data aset milik keluarga Leia yang beroperasi di Tokyo termasuk dengan toko pastry milik Oma Leia, Marissa Bianchi.


"Toko ini masih beroperasi?" tanya Dante saat melihat bangunan milik keluarga Bianchi yang terletak di Shibuya.


"Masih Signore. Oh, ada acara pesta yang diadakan oleh AJ Corp besok malam di hotel Cerulan Tokyo Tower."


Dante menoleh ke Sergio. "Masukkan namaku kesana."


***



Leia sedang berjalan menuju gedung AJ Corp sambil menelpon dengan wajah serius ketika sebuah mobil Ferarri hitam berjalan pelan di sebelahnya.


Gadis itu merasa ada yang mengikutinya lalu berhenti berjalan dan menoleh ke arah mobil mewah itu. Karena kaca film itu gelap, Leia tidak bisa melihat siapa yang duduk di kursi pengemudi.


Leia mengacuhkan mobil itu dan berjalan lagi ketika mobil itu membunyikan klakson membuat gadis itu menoleh.


Kaca mobil itu pun turun dan mata coklat Leia membulat sempurna.


"Ciao Leia" sapa pengemudi Ferrari itu.



"Dante? What the hell are you doing in Tokyo?" bentak Leia kesal.


"Menemui mu tentu saja, Leia."


Leia melengos dan bergegas meninggalkan Dante menuju gedung AJ Corp.


Pria itu tersenyum smirk setelah mengetahui dimana gadis itu berada. See you tomorrow, il mosoro.


***


Leia masuk ke dalam ruangannya dengan perasaan buruk. Belum selesai urusan lainnya, tiba-tiba Dante Mancini nongol di Tokyo?


"Astagaaa! Aku lempar ke Empang beneran!" teriak Leia kesal membuat sekretaris nya terkejut.


"Nona, siapa yang mau dilempar ke Empang?" tanya sekretaris nya.


"Orang yang menyebalkan di dunia!" umpat Leia. "Bagaimana acara besok?"


Sekretarisnya memperlihatkan susunan acara dan settingan untuk pesta besok di iPad.


"Bagaimana dengan tamu undangan?" tanya Leia.


Sekretaris nya memberikan daftar tamu undangan.


"Ada yang masuk belakangan nona dan sangat memaksa."


"Siapa?" tanya Leia sambil memeriksa daftar tamu undangan.


"Dante Mancini."


Leia menjatuhkan ipadnya.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️