The Bianchis

The Bianchis
Chicago Bulls vs Boston Celtics



Chicago Illinois


Joey dan Georgina sudah dua minggu ini tinggal di apartemen Larabee yang hanya berjarak dua blok dari Kindred Hospital tempat mereka bekerja. Nama Joey pun sudah banyak didengar sebagai dokter yang terkenal mengobrak-abrik Harvard serta pria tidak kenal takut. Meskipun orang itu senior, tapi kalau menurut Joey melanggar kode etik, bakalan kena omel olehnya.


Georgina sendiri dikenal sebagai dokter gigi yang bar-bar dan sangat perhatian kepada pasiennya. Meskipun baru beberapa hari bekerja, wanita berambut pendek itu sudah menjadi favorit para anak-anak yang berobat. Karena Georgina suka memberikan mainan dan camilan sehat jika mereka tidak menangis. Tapi jangan ditanya kalau dengan orang dewasa, dia sangat-sangat savage kalau mendapatkan pasien rewel.


Soal unboxing? Belum kejadian pemirsah! Semalam dirasakan bisa unboxing eh... ada telepon dari rumah sakit emergency yang membuat pekerjaan baru setengah jalan Joey harus berhenti dan digantikan dengan umpatan berbagai macam bahasa.


Melihat jadwal mereka berdua yang sering tidak sinkron, akhirnya akhir pekan ini, Joey ingin berlibur dengan Georgina setelah melihat jadwal mereka sama-sama kosong Sabtu ini. Dan pria keturunan Italia itu pun sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk bisa refreshing dan unboxing. Pekerjaannya sebagai dokter bedah yang sering tidak mengenal waktu, membuat Joey lebih memilih untuk beristirahat jika sudah sampai rumah.


***


Weekend


Joey membangunkan Georgina pagi-pagi dan mengajak untuk beribadah bersama. Usai itu keduanya pun membuat sarapan bersama, rutinitas jika mereka bisa libur bersama.


"G, kamu acaranya mau apa hari ini? Di rumah atau nonton basket NBA?" tanya Joey ketika mereka sarapan.


"Memangnya kamu sudah dapat tiket basketnya?" tanya Georgina.


"Belum sih tapi kalau mau, langsung dapat."


"Mana sama mana?"


"Chicago Bulls vs Boston Celtics."


Mata Georgina berbinar. "Aku punya keturunan Boston. Yuk nonton mumpung kita libur!"


Joey tersenyum lebar.


***


United Center



Joey dan Georgina tiba di stadion United Center, markas Chicago Bulls klub basket NBA dan Chicago Blackhawks klub hockey NHL. Mereka memilih duduk di kursi atas sambil menyaksikan pertandingan basket antara dua tim kuat yang merupakan rival abadi.



Georgina melupakan stressnya di pekerjaan hingga heboh sendiri membuat Joey tertawa melihat betapa emosionalnya istrinya saat melihat tim Boston Celtics kalah cepat dengan pemain Chicago Bulls.


"Oh come on! Hajaaarrrr!" teriak Georgina ketika melihat pemain Boston tidak sengaja disikut pemain Chicago Bulls.


"Sayang, jangan heboh" kekeh Joey.


"Tapi itu ga bener Joey!" protes Georgina kesal.


Joey pun berdiri dan menggandeng tangan Georgina yang bingung kenapa harus meninggalkan pertandingan yang belum selesai.


"Joey? Joey! Kita mau kemana?" tanya Georgina bingung.


"Ber*cinta!" jawab Joey cuek.


Georgina melongo.


***


Joey menjalankan Range Rover nya sedikit ngebut supaya sampai di apartemen secepatnya. Sesampainya di parkiran, pria itu menarik istrinya setelah mengunci mobilnya. DiLift yang sepi itu Joey langsung Melu*mat bibir Georgina dan gadis itu pun membalasnya dengan sama panasnya.


Suara pintu lift terbuka, keduanya pun segera menuju apartemen mereka. Setelah masuk dan pintu tertutup, Georgina membuka kaos Joey dan pria itu membopong tubuh istrinya masuk ke dalam kamar tidur.



Gambarannya gini


Joey langsung meletakkan tubuh Georgina l, melepaskan kaos yang melekat di tubuh istrinya begitu juga dengan penutup dadanya. Bibir Joey dengan liarnya menciumi seluruh tubuh Georgina sampai ke celana jeansnya. Dengan sedikit kasar pria itu melepaskan celana jeans istrinya sampai terlepas semuanya.


"Baby..." panggil Georgina.


"Apa sayang?" ucap Joey saat hendak melepaskan jeans-nya.


"Ponselnya... belum off..."


"Ah iya!" Joey langsung mengambil ponselnya yang di dalam jaketnya yang entah kemana dilempar oleh Georgina di ruang tengah. Setelah membuat silent, giliran ponsel istrinya yang dia offline.


"Bullshlt soal anatomi tubuh!" gumam Joey yang langsung melepaskan semua pakaian yang masih melekat di tubuhnya.


Mata kehijauan Georgina melotot dengan sempurna melihat bagaimana bentuk tubuh suaminya. Setelah seminggu Georgina mendapatkan periodenya, seminggu selanjutnya mereka lebih fokus ke pekerjaan karena ritme yang berbeda waktu. Dan sekarang, mereka menikmati acara ber*cinta yang sudah ditunggu-tunggu.


"You're so perfect Gina" bisik Joey sensual sembari melakukan foreplay membuat istrinya belingsatan dan lengu*Han tanda dirinya sudah mendapatkan ritme kenikmatan.


"Shut up and f*** me! I need you NOW Joey!" umpat Georgina yang sudah berada puncaknya. Meskipun dia belum pernah melakukan, tapi Georgina adalah wanita yang tidak polos-polos.


"Whoah! You're so wet!" cengir Joey saat jarinya meraba inti milik Georgina dan bermain disana.


"Damn it Joey! Itu ...nikmat sekali!" racau Georgina sambil meremas seprai.


"Baru jari lho, G..." Joey pun melu*mat bibir istrinya yang membalas dengan rakus. Keduanya sudah sama-sama memuncak gai*rahnya.


"Masukin... I wanna feel you baby..." ucap Georgina berantakan apalagi setelah melihat milik suaminya yang perfect. "Kamu mirip Adonis, sayang..."


"No honey, I'm just Jeoffree Bianchi, your husband." Joey meng*isap dada Georgina yang menurutnya bentuknya perfect. Bulat sempurna dan alami bukan hasil silikon.


"Baby... " rengek Georgina.


"Udah ga sabar ya?" kekeh Joey. "Pelan-pelan Yaaa..."


Joey pun berusaha masuk ke dalam inti Georgina yang mendesis pelan saat milik suaminya berusaha menembus hymennya.


"Darling! Seriously! You're so tight!" kali ini Joey yang heboh sendiri.


Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya milik Joey masuk ke dalam Georgina yang sempat menjerit tertahan ketika miliknya yang berharga ditembus oleh suaminya.


"Sakit...?" bisik Joey.


"Dikit... Ya ampun sesak rasanya .." gumam Georgina.


"Apa perlu dikurangi?" goda Joey.


"Jangaaaann! Udah perfect itu!" cebik Georgina manyun membuat Joey terbahak.


"Aku gerakin ya?" Joey pun menggerakkan pinggulnya yang membuat Georgina awalnya mengernyit sedikit perih tapi lama kelamaan suara lengu*Han nikmat keluar dari bibirnya.


Suara moaning di dalam kamar itu saling bersahutan dan Georgina termasuk wanita yang agresif membuat Joey semakin semangat ber*cinta dengan istrinya.


Dan seharian ini mereka tidak keluar kamar.


***


Joey dan Georgina tiduran sembari mengatur nafas yang memburu setelah percin*taan yang kesekian kalinya. Bahkan mereka tidak menyadari sudah masuk jam lima sore.


"Thanks G... You're so amazing and so wild" cengir Joey yang tidak menyangka tubuhnya juga penuh dengan bekas kuku istrinya.


"Hey, I'm an Irish jadi wajar jika aku wild karena cewek Irlandia sangat suka mendominasi urusan ranjang."


"Sama lah dengan pria Italia yang panasan tapi aku tidak pure Italia karena masih ada darah Indonesia dan Korea." Joey memiringkan tubuhnya melihat ke arah istrinya. "Ti Amo, Georgina. Terimakasih sudah memberikan milikmu untukku."


"Is bréa liom tú ( I love you - Irish )."


"Aku tidak kebayang kalau punya anak perempuan, seperti apa bar-barnya" gumam Joey.


"Yang jelas kita harus siap sandal buat keplak pantatnya kalau nakal!" kekeh Georgina.


"Dan suaminya harus super suabar menghadapinya" sambung Joey. "Ini kira-kira bibitku udah proses belum ya?"


Georgina melongo. "Seriously Joey?"


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️