
Hotel milik PRC Group area Omotesando Tokyo Jepang
Acara resepsi Luke dan Rin diadakan secara meriah dan mewah. Para sahabat, rekan bisnis bahkan pesaing Yakuza Takara tampak hadir disana. Seperti biasa, Luca dan Luke juga mengundang para keluarga mafia yang bersahabat turun temurun seperti keluarga Chen, Diazo, Mancini, hingga ke Silver Shinning, dan Moretti yang membuat Shinichi khawatir duo muka rata datang ke resepsi kakaknya.
"Mbak Leia" panggil Shinichi.
"Apa Shin?" tanya Leia yang sedang mengobrol dengan Bernadette D'Angelo. "Shin, kenalkan ini Tante Bernadette, putrinya Opa Storm Grimaldi."
Shinichi lalu bersalaman dengan Bernadette D'Angelo. Wanita berdarah Spanyol Inggris itu menatap Shinichi serius. "Ini bukan Valentino?"
"Ada apa dengan Valentino, tante?" Leia menatap wanita cantik khas Eropa Selatan bingung.
"Putriku kan dulu sekelas dengan Valentino dan Romeo. Aku ingat karena nama keduanya sangat latin" kekeh Bernadette.
"Kalau Tante mau tahu yang mana Valentino, itu tuh bocahnya yang sedang ngobrol dengan bang Antonio. Valeeee!" panggil Shinichi membuat Leia memukul bahu adiknya karena main teriak seenaknya.
Valentino menoleh lau berpamitan dengan Antonio untuk menghampiri Leia dan Shinichi. "Ada apa?"
"Valentino, perkenalkan ini Tante Bernadette D'Angelo..." ucap Shinichi membuat Valentino terkejut.
"Senang bertemu dengan Tante" ucap Valentino sambil Salim ke Bernadette.
"Akhirnya bertemu denganmu. Leia, Tante mau ngobrol dulu dengan Vale. Kita ketemu di Milan Minggu depan acara fashion show?" senyum Bernadette.
"Certainly, Tante." Bernadette lalu menggandeng Valentino untuk mengobrol berdua. Leia kemudian menatap adik imutnya. "Sekarang, kamu ada apa cari mbak Leia?"
"Mbak, si anaknya Oom Benigno nggak pada datang kan?"
"Alessandro dan Raffa Moretti maksudmu?"
Shinichi mengangguk.
"Mana Mbak Leia tahu Shin. Kan memang undangannya untuk Oom Benigno tapi kamu tahu sendiri kan? Bisa saja mereka ikut" senyum Leia sambil mengusap bahu Shinichi. "Kamu tenang saja, Sakura bisa jaga dirinya kok."
***
Sakura Park sedang mengobrol dengan Raveena Dewanata dan Garvita Schumacher di dekat balkon, ketika melihat seorang pria Italia datang menghampiri dirinya.
Raveena dan Garvita yang melihat pria itu hanya menatap Sakura bingung. "Kok Signor Alessandro kemari?" tanya Raveena bingung.
"Halo Sakura. Halo Signora Raveena, Signora Garvita" sapa Alessandro sambil mengangguk sopan.
"Sakura, apa perlu memanggil mas Shin?" tanya Garvita ke arah sepupunya.
"Nggak usah. Aku bisa sendiri." Sakura mengedikkan dagunya ke arah belakang Alessandro yang tampak Alexis Accardi dan Gabriel Luna disana.
"Signor Moretti?" sapa Alexis dan Gabriel sembari menghampiri Garvita dan Raveena.
"Alexis... Dan kamu?" Alessandro menatap Gabriel.
"Gabriel Luna, pengawal aku!" jawab Garvita dengan nada dingin.
"Oh senang bertemu dengan pengawal Signora Garvita. Dan bolehkah saya berbicara dengan Sakura, pribadi?" Alessandro menatap keempat orang itu.
Garvita dan Raveena menatap sepupunya. "I'll be fine" jawab Sakura seolah tahu kedua gadis cantik itu khawatir dengannya.
Keempat orang itu pun menyingkir tapi tidak terlalu jauh sambil mengawasi Sakura dan Alessandro.
"Kayaknya aku harus manggil mas Shin deh!" bisik Garvita.
"Jangan nona, nanti acaranya malah ribut. Kan nona tahu tuan Park seperti apa kalau marah..." cegah Gabriel agar acara resepsi tetap kondusif.
Mata hijau Sakura menatap mata coklat terang Alessandro yang kini tampak sangat pekat. "Ada apa manusia spidol?"
Alessandro tersenyum smirk mendengar panggilan Sakura yang menurutnya terdengar manis dan cute.
( Cerita Sakura berlanjut di Novelnya Between Two Brothers )
***
Acara resepsi Luke dan Rin akhirnya pun berakhir dengan sukses dan tidak ada insiden yang aneh-aneh membuat semua generasi kelima anggota keluarga bernafas lega karena mereka tahu, anak-anak generasi keenam sama panasannya dengan mereka.
Luke dan Rin sendiri usai resepsi langsung menuju honeymoon suite yang sudah disediakan untuk pasangan pengantin baru itu. Luke baru saja melepaskan jasnya ketika suara bel kamarnya berbunyi membuat pria itu saling berpandangan dengan istrinya.
"Jangan bilang mereka mau melakukan tradisi gagalin unboxing!" sungut Luke sambil manyun membuat Rin cekikikan. "Kamu jangan gitu, Yankee! Bikin bete tahu nggak!" Luke pun membuka pintunya dan disana sudah ada Bayu, Dante, Antonio, Samuel dan trio kampret.
"Really?! Seriously?" Luke menatap sepupu dan iparnya. "Kenapa saat Leia, Bee, Zee dan Nadira nikah, kalian tidak ganggu?"
"Yang benar saja bang Lukie, mereka berempat itu mengerikan kalau ngamuk" bisik Shinichi dengan bergidik.
"Makan dan minum lah!" Bayu menyeret Luke keluar kamar. "Rin, aku pinjam suamimu dulu ya!" teriak Bayu ke Rin yang hanya bisa tertawa geli.
"Jangan lupa dikembalikan ya!" balas Rin.
Luke hanya pasrah dengan keluarganya yang minus akhlak, minus manner dan minus-minus lainnya.
***
Honeymoon Suite kamar Luke dan Rin
Rin merasakan ada seseorang yang naik ke atas tempat tidur dan tampak Luke sudah kondisi harum setelah mandi dan hanya mengenakan boxer hitam.
"Jam berapa Yakuza freezer?" tanya Rin dengan nada serak.
"Jam tiga pagi" jawab Luke sambil menciumi tengkuk leher Rin yang harum parfum black opium milik Yves Saint Laurent. "Rin, baumu jadi ingin unboxing kamu."
Rin membalikkan tubuhnya dan menatap Luke. "Tadi kemana saja?" tanya Rin sambil menikmati cumbuan Luke yang senang istrinya memakai lingerie yang diberikan saat seserahan.
"Ke restauran grilled dekat sini yang buka 24 jam dan ngobrol macam-macam" jawab Luke sambil meloloskan lingerie bewarna merah maroon itu.
"Kalian minum-minum?" tanya Rin dengan sedikit mende*sah karena Luke menciumi perut datarnya.
"Hanya bir dan sedikit sake. Apakah tercium? Padahal aku sudah sikat gigi lho!" jawab Luke sambil mencumbu dada Rin.
"Sedikit tapi aku tahu... kalian... sangat dekat..." suara Rin menghilang ketika Luke mencium bibirnya yang membuatnya panas. "Luke?"
Luke tidak mendengarkan ucapan istrinya dan hanya melepaskan boxernya dengan satu tangan. Wajah Rin memerah saat melihat mereka sudah polos tanpa sehelai benang pun.
"Rin, just enjoy. Okay?" bisik Luke yang kemudian mencium istrinya sembari mencoba menembus pertahanan Rin.
Rin meremas bahu Luke saat rasa sakit itu dirasakannya dan suaminya memberikan jeda agar istrinya bisa mengatur nafasnya akibat terkejut.
"Maaf... sakit sekali?" tanya Luke sambil menatap mesra ke Rin.
"Masih...sakit kena pukul tongkat besi... waktu masih... jadi Yankee" senyum Rin.
"Astagaaa!" Luke mencium bibir Rin gemas sambil bergerak diatas istrinya.
Malam itu Luke dan Rin menikmati acara malam pertama hingga subuh menjelang.
***
Empat bulan Kemudian...
Luke berlari di koridor rumah sakit tempat Rin bekerja sebagai ahli gizi. Tadi saat Rin sedang membahas menu untuk salah seorang pasien dengan dokter Rika, tiba-tiba wanita itu oleng dan jatuh pingsan.
Tentu saja dokter Rika menghubungi sahabatnya yang segera datang meninggalkan meeting penting.
"Rika! Dimana Rin?" tanya Luke panik saat melihat Rika keluar dari kamar rawat.
"Tuuuuhhh, istrimu disitu. Selamat ya Yakuza, istrimu sedang hamil enam Minggu" senyum Rika sambil menepuk bahu Luke.
"Ha... hamil? Kok bisa?... Addduuuhhh!" Luke memegang kepalanya yang dikeplak Rika.
"Ya bisa bodoh! Kamu kan sudah menikah dan bercinta sama Rin! Belajar biologi nggak sih kamu waktu sekolah?" hardik Rika gemas dengan sahabatnya.
"Aku bolos pas pelajaran itu!" balas Luke cuek dan berjalan masuk ke kamar rawat. Yakuza itu tampak terharu melihat istrinya yang makin bersinar apalagi tahu di dalam perutnya ada anak mereka.
"Halo calon Daddy" sapa Rin.
"Halo calon Mommy" balas Luke yang langsung memberikan ciuman di wajah dan bibir istrinya. "Terimakasih sudah membuat aku bahagia menjadi calon Daddy."
Rin memeluk Luke. "I love you Yakuza Freezer.
"I love you more Yankee."
*** END ***
Yuhuuuu The Bianchis tamat yaaaa
Terimakasih sudah membaca cerita mafia absurd ini. Semoga suka dengan endingnya.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️