
Acara pernikahan Leia dan Dante
Sakura langsung memeluk Ashley erat. Gadis cantik itu rindu dengan Opanya yang tinggal di New York hingga keduanya jarang bertemu.
"Opaaa, Sakura kangen!" ucap si kembang keluarga Park itu.
"Opa juga kangen. Gimana? Si Moretti masih ganggu kamu?" Ashley menatap cucunya yang lebih receh dari duo G. Terkadang pria paruh baya itu merasa cucunya lahir dari ibu yang salah.
"Masih lah Opa. Beneran deh! Sampai bang Dante dan bang Lukie turun tangan. Mas Shin juga tapi tetap saja si muka rata ndablek!" adu Sakura sambil melepaskan pelukannya.
"Kamu tanya sama Tante Freya. Cara nyantet orang gimana" goda Ashley ke Sakura yang membuat cucunya itu melongo.
"Really? Opa? Tante Freya itu nyari penampakan bukan nyantet orang" gerutu Sakura sambil manyun yang membuat Ashley tertawa. Diakuinya, usianya tidak lagi muda tapi mendapatkan cerita tentang cucunya yang dikejar pria Italia, membuatnya gemas luar biasa.
Gemini belum kepikiran soal asmara, Gemintang banyak yang suka, sekarang Sakura dikejar dua pria kakak beradik. Ampun deh! Ashley hanya bisa menggelengkan kepalanya. Karmaku kah dulu bikin perkara dengan papa Raymond dan Oom Javier? Ashley melirik ke arah Shinichi yang masih asyik mengobrol dengan Radyta.
"Sakura, apa mas mu sudah punya pacar?" tanya Ashley ke Sakura.
"Mas Shin? Punya pacar? Apa opa tahu, di otaknya cuma bagaimana caranya bikin mesin roket yang bisa ke planet Namec!"
"Hah? Memang ada planet macam itu? Ya ampun, kakakmu kebanyakan kumpul sama Luke jadinya suka sama Star Trek!"
"Star Wars Opa. Bang Lukie nggak suka Star Trek" ralat Sakura sambil tertawa.
"Ya itulah Star dust!" sahut Ashley asal.
"Seriously Opa? Mas Shin masih belum punya pacar. Lagian siapa yang betah sama cowok cerewet macam dia?"
Ashley hanya tersenyum. "Berarti yang opa patut khawatirkan adalah semua cucu perempuan Opa."
"Opa, aku dan duo G, bisa menjaga diri kami sendiri. Don't worry" senyum Sakura yang duduk di sebelah Ashley sedangkan Kristal tampak asyik mengobrol dengan Fumiko Takara.
Ashely mencium pelipis cucunya. "Opa tahu itu, sayang."
Sakura memeluk Opanya erat.
"Sakura, jika umur opa tidak panjang... Opa harap kamu mendapatkan pria yang terbaik untukmu, seperti halnya mommymu meskipun penuh dengan drama, tapi appamu yang terbaik."
"Opa pasti umur panjang" gumam Sakura.
"Opa sudah tua sayang dan sudah sakit-sakitan juga. Dan kami berencana pindah kemari bulan depan."
Sakura menatap Ashley. "Opa serius? Opa dan Oma akan pindah kemari?"
"Yes. Omamu ingin dekat dengan kalian semua. Lagipula, setidaknya sini masih mending daripada Jakarta."
Sakura tertawa. "Aku senang mendengarnya."
***
"Mas? Sejak kapan?" tanya Blaze penasaran.
"Memang kenapa sih kalau aku manggil Pedro mas?" tanya Nadira bingung.
"Yaaaa... aku sama Sammy aja nggak soalnya ga enak. Mas Sam... Aaaahhhh enak Bebek!" ucap Blaze yang membuat Samuel tersenyum maklum.
"Padahal laki lu orang Jawa, orang Indonesia, malah elu manggil dia Bebek?" sungut Luke gemas.
"Suka-suka Bee lah Luke" sahut Samuel santai. "Yang penting Bee senang."
"Kamu terlalu memanjakan Blaze sih, Sam. Jadinya dia ngelunjak!" celetuk Nadira.
"Biarin. Laki gue juga!" balas Blaze judes.
"Luke, apa sudah biasa ribut begini?" tanya Rin bingung.
"Biasanya pakai acara banting-bantingan" jawab Luke cuek.
***
Dante masih dongkol kepalanya kena getok Takeshi Takara dan duduk sambil manyun sedangkan Leia yang masih mengenakan kimono membawakan minuman untuk suaminya.
"Apakah Daddymu juga seperti ini dulu?" tanya Dante ke Leia.
"Well, kata Okāsan berulang kali Daddy kena getok" senyum Leia.
"Really?" Dante menatap Leia. "Daddy juga kena?"
"Berulang kali tapi Daddy lebih menjurus membuat Ojisan bahagia. Tapi jangan sekali-kali mengajak Daddy main Sogi curang, bisa diajak debat seharian cuma ojisan suka curang... Biarpun intinya demi tidak sendirian tapi setelah ojisan menikah dengan Oma Fumiko, tetap saja sama..." kekeh Leia. "Padahal dulu Ojisan tidak mau punya menantu Daddy. Eh malah setelah menikah, ojisan sayang banget."
"Apakah Daddymu akan seperti opamu itu Leia?"
"Julid? I don't know. Kita lihat saja nanti."
"Kita tetap pulang ke Turin Minggu depan kan?"
"Iya Dante."
"Ke Mansion Mancini, bukan ke mansion Bianchi."
Leia melongo. "Kok?"
"Seriously Leia, apa bisa aku satu atap dengan Antonio? No way!"
***
"Deya..."
Savrinadeya yang sedang mengobrol dengan sang mommy menoleh. Wajah ayunya tampak memerah melihat siapa yang memanggilnya.
"Tante Astuti, apa kabar?" sapa Antonio sambil mencium punggung tangan istri Rama McCloud itu.
"Alhamdulillah baik" jawab Astuti dengan nada celad. "Kapan datang?"
"Kemarin bersama dengan Alexis." Antonio menatap Deya lembut. "Apa kabar Deya?"
Baik, bang.
Syukurlah. Antonio mengangguk sopan saat melihat Rama McCloud menghampiri keluarganya.
"Antonio."
"Oom Rama" sapa Antonio Bianchi sambil mengulurkan tangannya ke Rama yang disambut pria yang mirip dengan opanya, Elang McCloud.
"Bisa kita bicara sebentar." Mata abu-abu Rama menatap tajam ke keponakan Luca dan Joey Bianchi itu.
"Bisa Oom." Antonio mengangguk ke arah Astuti dan Savrinadeya. "Permisi dulu Tante... Deya."
Kedua ibu dan anak itu memberikan senyum manis ke Antonio.
Mama, kira-kira bang Antonio mau diapain sama papa?
Astuti menatap putrinya. Mana mama tahu, sayang.
***
"Alexis!"
Alexis Accardi menoleh dan melihat seorang gadis cantik yang membuatnya blingsatan itu tampak seksih di hadapannya.
"Nona... Raveena?"
"Iyalah, siapa lagi! So, kamu sama siapa kemari? Sama bang Tomat?" Raveena celingukan mencari bossnya Alexis. "Kemana si mafia Bianchi satu itu?"
"Saya kurang..." Mata biru Alexis melihat Antonio berjalan mengikuti Rama McCloud. "Itu nona Raveena."
Raveena pun mencari objek yang ditunjukkan oleh Alexis. "Seriously? Bang Tomat mau disidang sama Oom Rama?"
"Hah? Apa maksudnya disidang nona?"
"Kan bang Tomat ingin mendapatkan Deya jadi Oom Rama mau tahu sampai sejauh mana dia serius."
Alexis mengangguk.
"Raveena!" sebuah suara pria membuat Raveena dan Alexis menoleh dan tampak seorang pria yang mirip dengan Raveena mendekati mereka berdua.
"Ada apa Deva? Oh kenalkan, ini Alexis Accardi. Alexis, Radeva Dewanata, saudara kembar ku."
Radeva menyalami Alexis sambil tersenyum. "Nice to meet you, Alexis. Dan karena aku sudah menemukan kamu, ayo ikut aku!"
"Ikut kemana?"
"Daddy minta bertemu dengan Alexis Accardi."
Alexis terkejut. "Maksudnya? Mr Pandu Dewanata?"
"Siapa lagi Daddyku? Come ikut aku!" Radeva merangkul bahu Alexis untuk ikut bersamanya dan pria bermata biru itu menatap Raveena dengan tatapan panik. Raveena sendiri hanya bisa menggigit kukunya tanda dia cemas akan nasib Alexis. Ayahnya memang kalem tapi kalau sudah marah... brutal.
***
Ruang Kerja Luca dan Luke Bianchi di Kediaman Takara.
Antonio dan Alexis kini berhadapan dengan dua orang pria berusia hampir 50 yang menatap keduanya tajam. Di dalam sana, ada Devan adik Savrinadeya dan Radeva saudara kembar Ravena.
"Kamu dulu atau aku dulu, Ram?" tanya Pandu ke Rama.
"Kamu saja dulu. Tampaknya Alexis lebih mudah kamu tangani" senyum smirk Rama.
Antonio dan Alexis saling berpandangan bingung.
***
Bonus Visual keluarga Enzo Al Jordan
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️