
Apartemen Samuel dan Blaze di Soho New York
Pedro Pascal dan Nadira McCloud tiba di apartemen milik sepupunya Blaze yang baru saja dikaruniai anak perempuan bernama Rania. Nadira yang sedang hamil memasuki Minggu ke 37 tampak cantik dengan gaun putih tanpa lengan yang tadinya dia tutupi dengan jaket musim panas.
Bumil cantik
"Akhirnya kamu bisa kesini juga" ejek Blaze karena Nadira mengalami morning sick parah hingga kandungannya berusia empat bulan dan saat Blaze melahirkan, Nadira dalam fase bisa menata moodnya.
"Aku kan baru bisa legaan pas bulan kelima. Kamu tahu sendiri lah gimana aku morning sicknya. Kamu sama Leia mah enak, morning sicknya diborong Dante dan Sammy."
"Berarti Pedro kurang Bucin" kekeh Blaze sambil menggendong Rania. "Aku dan kamu ya yang anaknya pertama cewek."
"Iya. Beneran deh Bee, bulan depan aku tidak bisa datang acara nikahannya Luke dan Rin. Kasihan anakku kalau harus perjalanan jauh."
"Kamu sudah ambil cuti hamil? Bukannya kandungan kamu sudah masa-masa melahirkan?" tanya Blaze sambil menyusui Rania. Kedua wanita cantik itu sedang berada di kamar bayi sedangkan Pedro dan Samuel berada di ruang tengah.
"Sudah Minggu kemarin. Kan tanggung bersamaan dengan ujian semester selesai, aku langsung ambil cuti lah" jawab dosen di University of Maryland. "Bee, apa sakit?"
"Apanya? Lahirannya?" Blaze balas bertanya.
"Iya, sama menyusui."
"Well, rasanya kayak kamu habis banting orang dua puluh dan boyokmu seperti patah tapi begitu kamu melihat anakmu lalu dia bisa IMD, semua rasa sakit itu hilang Dira. Beneran ini ... Yang tadinya kamu merasa pengen mati langsung lenyap. So, kenapa surga ada di bawah telapak kaki ibu ya karena benar perjuangan untuk melahirkan itu hidup dan mati..." papar Blaze. "Rasanya apa kenakalan kamu jadi flashback bagaimana kamu durjana sama mommy padahal dulu mommy berjuang sedemikian rupa untuk mengeluarkan aku..."
"Makanya di keluarga kita kan meskipun Luke dan Bayu sekalipun, tidak ada yang berani melawan Tante Emi dan Tante Gandari sekalipun. Tapi... kemarin Bayu ribut lagi sama Oom Abi soal sekretaris..." gumam Nadira.
"Kenapa lagi si angin lisus? Sekretaris nya tak cakap lagi lah? Apa sih yang dicari Hulk satu itu?" gerutu Blaze.
"Bee, kalau kata Shinichi, Bayu itu Kal-el soalnya mirip Superman."
"Lha tumben si kungkang bener kasih julukan biasanya kacau."
"Sakura saja sampai dipanggil kembang kantil" gelak Nadira namun sejurus kemudian dia merasakan perutnya sakit.
"Kamu kenapa Dira?" tanya Blaze. "Sudah mulai kontraksi ya?"
Nadira hanya mengangguk sambil memegang perutnya. Blaze meletakkan Rania yang sudah terlelap lalu membetulkan bajunya dan keluar dari kamar bayi.
"Pedro! Bawa Dira ke rumah sakit!"
Pedro dan Samuel menoleh. Bergegas pria berdarah Italia Perancis itu menghampiri istrinya.
"Aku antar kalian ke rumah sakit. Bee, tidak apa-apa kan aku tinggal?" Samuel menatap istrinya.
"Tidak apa-apa. Sudah bawa ke Lennox Hills."
***
Lennox Hills Hospital New York
Rajendra yang sedang sibuk di RR's Meal Hell's Kitchen, terburu buru menuju rumah sakit tempat Nadira dan Pedro sekarang berada. Aruna sendiri berangkat dari PRC Group bersama dengan Alea Hamilton Bradford karena tadi mereka sedang makan siang bersama.
"Kok lahirannya sekarang, sayang? Katanya masih minggu depan?" tanya Rajendra saat melihat istrinya datang.
"Kan bisa maju bisa mundur jadwalnya memang minggu-minggu ini, mas" ucap wanita berhijab itu.
"Alea, Mamoru nanti pulang sekolah dijemput siapa?" tanya Rajendra ke sepupunya yang bontot.
"Dijemput sama Chris nanti" senyum Alea yang juga putri Ezra Hamilton dan Keia Al Jordan.
"Syukurlah..." Rajendra melihat Bayu dan Abiyasa datang tapi tanpa Gandari.
"Gimana Nadira? Sudah masuk ruang bersalin?" tanya Abiyasa setelah memeluk Rajendra lalu mencium pipi Aruna dan Alea.
"Sudah. Tadi kata Bee masih sempat ngobrol, tahu-tahu kontraksinya mulai sering. Sepertinya Dira sudah kerasa tapi dia nggak gubris karena pasti mengira kontraksi palsu kan?" ucap Rajendra yang tadi menelpon Blaze di jalan.
"Yang penting sudah masuk ruang bersalin. Lha Sammy kemana?" Bayu celingukan mencari iparnya.
"Apa cari aku?" jawab Samuel dari belakang Bayu. "Aku tadi urus kamar Dira dan membawakan tas nya. Kata Pedro, tas itu memang sudah disiapkan Nadira untuk berjaga-jaga."
"Berarti tadi memakai mobil Nadira?" tanya Abiyasa.
***
Ruang Bersalin
Pedro menatap bayi perempuan yang baru saja dilahirkan oleh Nadira dengan perasaan takjub. Bayi cantik yang mirip dengan ibunya itu membuat Pedro menangis terharu karena akhirnya putri yang mereka tunggu, keluar juga.
"Ya ampun Nad... Anak kita cantik sekali..." Pedro menatap dengan wajah penuh cinta ke putrinya yang sedang dibersihkan dan hendak melakukan IMD ( Inisiasi Menyusui Dini ).
"Benar kata Bee... Sakitnya langsung hilang pas melihat bayi kita..." Nadira menerima putrinya sambil menangis haru. Pedro sampai harus mengusap air matanya membuat dokter Obgyn disana memberikan tissue ke agen FBI itu.
"Aku... bacakan adzan dan Iqamah dulu Nad..." Pedro membisikkannya di telinga putrinya yang sedang digendong Nadira.
"Alhamdulillah kamu hapal" senyum Nadira usai Pedro membacakan adzan dan Iqamah.
"Tadi aku hapalin dulu sama Sammy."
Nadira tertawa kecil. "Ya ampun sayang, papamu lucu deh..."
"Mr Pascal, siapa nama putrinya?" tanya suster yang hendak mendata putri Pedro dan Nadira.
"Biana Oceana McCloud Pascal."
***
Arjuna dan Sekar tampak semangat melihat cicitnya yang cantik melalui panggilan video dari ponsel Rajendra.
"Ya ampun cantiknyaaaa" ucap Sekar yang merasa tidak sabar ingin ke New York. Kedua opa dan Oma itu memilih untuk tinggal disana agak lama dan tidak datang ke pesta pernikahan Luke dan Rin karena ingin bermain dengan cicit.
"Oma benar nggak ke Tokyo?" tanya Nadira.
"Nggak lah Dira, Oma dan Opa di New York saja sebab perjalanan ke Tokyo kan lama dibandingkan ke New York. Lagian, Oma sudah tidak sabar menggendong Bia."
"Kapan kalian akan berangkat?" tanya Rajendra.
"Insyaallah lusa, Jendra, bareng Eagle" jawab Arjuna.
"Duh, kalau mommy Rain masih ada, pasti gemas sama cicit nya" celetuk Sekar dengan wajah melow.
"Mereka pasti melihat di alam sana mommy" ucap Rajendra.
"Aamiin. Al Fatihah buat semua leluhur."
"Mommmyyyy! Mana adik Mamoru?" teriak seorang bocah SD dengan wajah imut.
"Kok adik sih? Kan Moru jadi Oom" ralat Bayu.
"Nggak mau!" jawab Mamoru sambil cemberut. "Moru tua dong! Macam mas Bayu!"
Bayu mendelik mendengar ucapan sepupu bontot pertamanya. Sepupu bontot keduanya adalah Giordano, putra Benjiro Smith dan Jang Geun-moon. "Enak saja bilang mas Bayu tua! Masih ganteng ini!"
"Tetap saja lebih tua dari Mamoru!" balas pewaris kerajaan bisnis Hamilton itu.
"Eh malah berantem. Kamu mau lihat Biana nggak?" tanya Alea.
"Mau!" Mamoru langsung antusias melihat bayi perempuan cantik itu. "Akhirnya Moru punya adik lagi!"
"Keponakan Moru!"
Mamoru cemberut.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️