The Bianchis

The Bianchis
Padmé Amidala



New York


Samuel pulang ke apartemen yang dibelinya sebagai mas kawin Blaze karena sewa apartemen lamanya sudah tidak diperpanjang lagi sewanya jadi dia memutuskan untuk tinggal di apartemen barunya. Blaze juga yang meminta agar Samuel tidak boros masih harus membayar sewa apartemen padahal sudah punya apartemen sendiri.


"Tapi Bee, kan kesannya aku pakai duluan" ujar Samuel saat mereka berdua sedang makan di cafetaria rumah sakit dua hari sebelumnya dan bertepatan dengan perpanjangan sewa apartemen lamanya.


"So? Toh nanti juga dipakai. Lagian kata Tante Freya, kalau rumah kelamaan kosong, nanti ada penampakan."


Samuel menatap horor ke Blaze. "Really? Kamu kok jadi ikutan Tante mu yang nyentrik itu sih?"


"Tapi benar lho Bebek. Kamu pasti merasakan pergi meninggalkan rumah lama terus pas masuk, rasanya ada yang sempat tinggal di sana. Benar nggak?"


Samuel hanya menggelengkan kepalanya. "Itu kan hanya perasaan mu saja."


"Tapi Tante Freya punya banyak buktinya..." eyel Blaze.


"Bee, kita semua tahu kalau makhluk seperti itu memang ada tapi mereka juga nggak mau terlihat oleh kita."


"Iyain aja deh."


Dan kini Samuel menatap apartemennya yang sudah ditata oleh mereka berdua. Meskipun kamar utama sudah siap dan walk in closet telah berisikan dengan baju Samuel dan Blaze tapi pria itu memilih untuk tidur di kamar kerjanya.


Bagi Samuel, kamar utama hanya dipakai pada saat nanti sudah menikah. Waktu tiga bulan itu cepat kalau tidak selalu dipikirkan terus menerus.


Dan kini Samuel berada di kamar kerja yang juga terdapat tempat tidur disana. Pria itu pun memutuskan untuk mandi dan makan malam yang sudah dibelinya tadi.



***


Penthouse Keluarga Bianchi


Joey dan Georgina menatap putrinya yang dengan santainya makan fettuccine nya sangat lahap.


"Kamu tumben makannya banyak" komentar Georgina.


"Memang kenapa mom?"


"Nanti baju pengantin kamu sesak lho" goda Joey.


"Really Dad? Lihat badanku tetap kurus meskipun aku makan banyak. Mungkin mirip Oma Miki yang awet langsing? Aku benar-benar mendapatkan gen yang bagus."


"Tapi bukan bar-barnya Blaze..." tegur Joey.


"Lho itu gen yang paling bagus Dad. Kalau kami semua tidak dikaruniai gen bar-bar, Deya bakalan jadi cewek penakut!"


"Kok malah bawa-bawa Deya?" tanya Georgina bingung. "Bee, apa kamu tahu sesuatu?"


"Antonio naksir Deya? Memang! Bahkan kata Leia, mereka sunat barengan."


"Who?" tanya Joey kepo. Jujur dia terlalu sibuk dengan para pasiennya, begitu juga Georgina dan Blaze yang masih harus menyelesaikan kuliahnya di bedah.


"Dante, Tomat dan Alexis."


Joey dan Georgina melongo. "Seriously?" seru Joey tidak percaya.


"Bee, kalau Dante, mommy bisa paham karena hendak menikah dengan Leia. Tapi kalau Antonio dan Alexis... Oke Antonio ingin membuktikan kepada Rama dan Astuti kalau dia serius dengan Deya. Tapi Alexis? Memangnya dia naksir siapa lagi di keluarga kita?" Joey berusaha mengingat keponakan perempuannya.


"Raveena."


Klontang! Suara garpu dan pisau yang dipegang Joey terjatuh di piringnya yang berisikan steak saus jamur.


"Raveena? Anak teater itu? Alexis naksir Raveena?" Joey memegang pangkal hidungnya. "Apa kata Pandu dan Reana nanti..."


"Blaze, apa mereka serius?" Georgina tidak menyangka kalau keponakannya beserta asistennya jatuh cinta dengan keponakan dari keluarga suaminya.


"Menurut aku sih kalau sampai mereka seperti itu, berarti serius, Sayang" sahut Joey. "Tapi mereka juga payah. Yang dikejar kok masih keluarga kita sendiri."


"Karena sepupuku cantik-cantik dan berbeda sifatnya dengan cewek lain" ucap Blaze percaya diri.


"Mungkin" gumam Joey.


***


Leia dan Dante memutuskan untuk berpisah rumah sementara. Dante memilih untuk menyewa sebuah apartemen di daerah dekat gedung AJ Corp jadi dia bisa mengajak makan siang tunangannya. Meskipun berada di Tokyo, Dante tetap melakukan pengawasan perusahaan anggur milik keluarganya dan bisnis lainnya di Turin.


Leia sendiri memilih untuk tinggal di mansion Al Jordan bersama dengan keluarganya disana dan melanjutkan pekerjaannya di AJ Corp.


Pagi ini semua anggota keluarga Bianchi sarapan dengan formasi lengkap yang tentu saja membuat Marissa dan Josephine senang anak cucunya di rumah.


Meskipun tanpa Joey, Georgina dan Blaze yang tinggal di New York, tetap saja di meja makan ramai dengan kehebohan Leia menggoda saudara kembarnya.


"Jadi kamu serius sama si Yankee?" tanya Marco ke cucunya.


"Masih penjajakan" jawab Luke kalem.


"Tapi kemarin pas di restauran sushi, Darth Vader jilid dua memperkenalkan Padmé Amidala sebagai pacarnya" kekeh Leia.


"Rin Ichigo, Lele! Rin Ichigo bukan Padmé Amidala!" sungut Luke kesal.


"Anakin Skywalker istrinya namanya siapa?" goda Leia lagi.


"Padmé..."


"Anakin Skywalker berubah jadi..."


"Darth Vader... Seriously Lele!" bentak Luke kesal tapi Leia malah tertawa keras.


"Lihat Opa, kulkas lagi jatuh cinta begini jadi dodol kan?" gelak Leia senang bisa menggoda saudara kembarnya agar lebih hangat daripada sebelumnya.


"Menurut kamu gimana Em? Mama sih sudah pernah bertemu dengan Rin dan mama suka sama anak itu" ujar Marissa mengacuhkan gegeran star wars in the morning.


"Apa Okāsan masih takut karena Rin dari keluarga yang berantakan?" Luke menatap ibunya.


"Berantakan gimana Luke?" tanya Mario.


"Ayah ibunya bunuh diri akibat hutang ke rentenir. Tapi aku tahu Rin tidak seperti kedua orangtuanya. Hidetoshi sudah menyelidiki keuangan Rin dan dia juga mendapatkan banyak warisan dari seorang pasiennya."


"Kamu memeriksa sampai sejauh itu?" tanya Josephine.


"Iyalah Oma. Screening sudah aku lakukan sejak dia merusak kebun strawberry Oma Miki."


"Oh Astagaaa" gelak Luca. "Kamu benar-benar deh! Dasar cicitnya Opa Joshua jadi sudah persiapan terlebih dahulu!"


"Nanti aku diragukan menjadi cicit seorang Joshua Akandra, si tukang cari aib generasi ketiga" sindir Luke ke Luca.


Emi dan Leia terbahak sedangkan para opa dan Oma tertawa kecil mendengar argumen Luke.


"Leia, kamu sudah semua berkas untuk menikah besok?" tanya Marissa ke cucunya.


"Sudah Oma. Sudah selesai dan siap semua. Tinggal ijab saja besok tanggal 18 Februari."


"Kalian mau honeymoon kemana? Biar opa kasih destinasi nya dan opa bayarin" celetuk Marco.


"Kami langsung ke Turin Opa karena kami sudah telalu lama meninggalkan bisnis disana. Kan Opa tahu bahwa jadwal panen anggur sudah dekat di akhir Februari."


"Kwalitas anggur musim dingin masuk semi itu yang paling bagus karena sangat juicy airnya banyak. Kalau musim panas, tidak terlalu kuat rasa nya karena kurang air jadi anggurnya agak sedikit turun rasanya. Bisa dibedakan lho" papar Marco.


"Apakah Bianchi dan Mancini di Turin akan merger?" tanya Mario.


"Tidak opa, kami berbisnis sendiri - sendiri" jawab Leia tegas.


"I think it's was a good idea" celetuk Luca.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaeesss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️