The Bianchis

The Bianchis
Leia Bianchi : Kecelakaan



Kediaman Keluarga Reeves


Usai melakukan panggilan zoom, kini para generasi keenam yang berada di rumah keluarga Reeves menunggu cerita Samuel dan Blaze.


Samuel sendiri akhirnya bercerita tentang drama yang membuatnya harus terbang ke Jakarta padahal masih banyak pekerjaan di New York. Apalagi jadwal operasi yang semakin padat bersama dengan Joey Bianchi.


"What? Dia yang dicelup sana sini kok enak banget suruh mas Samuel yang tanggungjawab?" omel Gemintang.


"Gitu dia bilangnya cowoknya mokat kecelakaan padahal aslinya dia lénjéh ( genit ) sana sini" cebik Juliet.


Semua orang menoleh ke arah adiknya Valentino.


"Kok kamu tahu kata lénjéh?" tanya Arkananta.


"Dari Oma. Kemarin Oma nonton drama Turki terus marah-marah gemas kecetus kata-kata itu. Terus aku tanya Oma lah artinya apa" jawab Juliet.


"Terus rencananya gimana mbak Blaze?" tanya Radyta. "Disini seminggu atau..."


"Lusa kita balik ke New York. Soalnya mbak juga harus ngejar ujian..." ucap Blaze sambil manyun.


***


Blaze dan Samuel sedang berada di halaman belakang sambil membawa cangkir berisi hot choco.


"Bee..."


"Ya?"


"Zinnia kenapa? Dia hamil tapi suaminya tidak boleh tahu?" Samuel tidak tahan untuk tidak bertanya.


"Ceritanya kompleks Sam. Makanya aku sempat bilang kan tidak mau jatuh cinta ya karena Zee."


"Tapi kamu akhirnya sama aku..." senyum Samuel.


"Kalau kamu mah gampang! Berulah, aku lempar dari Empire State Building atau ke Empang piranha!" seringai Blaze yang membuat Samuel bergidik.


"Seriously Bee. Tega kamu sama aku?"


"Tegalah! Aku tidak menolerir pengkhianatan dan ketidakpercayaan ke pasangan."


"Sebenarnya, suami Zinnia siapa Bee?"


"Sean of Léopold, pangeran dari kerajaan Belgia."


Samuel melongo. "Pangeran yang pamornya saingan dengan pangeran Henry dari Inggris?"


"Mereka bersahabat, Sam."


"Tapi kenapa Zinnia pergi dari Sean? Tadi itu Zinnia satu lokasi kan bersama Gasendra?"


Blaze tersenyum melihat kejelian Samuel dalam detail background zoom tadi. "Matamu awas juga ya Sam. Zee memang satu lokasi dengan Gasendra. Dan memang, Zee kabur dari Belgia."


"Sebenarnya tidak baik jika seorang istri meninggalkan suaminya tapi aku yakin pasti ada alasannya sampai seperti itu" ucap Samuel.


"Apa kamu percaya kalau Zee mau dibunuh?" Blaze menatap Samuel serius yang membuat pria itu menganga.


"Jangan bilang kamu menghilang tiga bulan untuk mengambil Zee?" Samuel memicingkan matanya. "Kamu tidak membunuh orang kan Bee?"


Blaze hanya menyesap hot Choconya. Samuel memegang pelipisnya. Aku tahu kamu putri mafia tapi kamu tuh juga dokter Bee!


***


Turin Italia, Mansion Bianchi


Leia baru saja menyelesaikan zoom dengan saudara-saudaranya dan tersenyum melihat Blaze bersama Samuel disana. Akhirnya mau juga sama Sammy.


Gadis itu membuka jendela kamarnya dan mengingat percakapan antara dirinya, Antonio, Alexis dan Omar.


Flashback


"Jadi menurut kamu siapa Omar?" tanya Antonio usai mereka makan malam.


"Sejujurnya Antonio, aku tidak... belum tahu tepatnya. Jika bukan keluarga Bianchi, bukan juga Mancini... bisa jadi keluarga Esposito atau Ferrara yang memiliki nama di Turin."


Leia menatap pria berdarah Mesir itu dengan serius. "Esposito? Ferrara? Rasanya keluarga Bianchi tidak pernah ada keributan dengan dua keluarga itu."


"Leia benar. Kami memiliki kode etik tersendiri, Omar. Non disturbare mai una famiglia se non vuoi essere disturbato ( Jangan pernah mengganggu jika tidak mau diganggu )."


Omar menatap kedua saudara Bianchi itu. "Lebih baik kita berhati - hati. Il nemico nella coperta è il più pericoloso ( Musuh dalam selimut itu yang paling berbahaya )."


"You're right. Untuk kasus kali ini kita harus waspada" ucap Leia. Termasuk pria menyebalkan bernama Dante Mancini.


Flashback End


Leia menenggak wine buatan keluarganya karena kepalanya terasa pusing memikirkan siapa yang membunuh Rowan Jesper.


***


Ruang Kerja Dante Mancini


Dante menatap layar iMac nya dengan pandangan kosong. Rasa bibir Leia yang dikecupnya kemarin masih terasa dan membuatnya ingin mencicipinya lagi. Damn it Leia! Kamu benar-benar membuatku tidak bisa dengan siapapun!


Suara ketukan di pintu membuat Dante menoleh. Tampak Sergio datang dengan wajah tegang.


"Ada apa Sergio?" tanya Dante.


"Signor, Agen FBI Omar Zidane datang ke mansion Bianchi semalam dan tampaknya mereka membicarakan kasus Rowan Jesper."


"Keluarga kita tidak ada yang berhubungan dengan Rowan, Sergio. Bukankah kita sudah mengadakan pertemuan?"


"Benar Signor. Tapi saya rasa mereka juga tidak mempercayai siapapun sekarang. Karena jika pemikiran kita sama, FBI mencurigai keluarga Esposito dan Ferrara."


Dante menopang dagunya diatas kedua tangannya di meja.


"Kita tidak pernah ada masalah dengan keluarga itu, begitu juga dengan Bianchi."


"Tapi panen anggur dua keluarga itu mengalami penurunan, Signor. Apakah mungkin mereka tidak mau kita mendapatkan panen raya dan berusaha menghancurkan bisnis kita?"


Dante menatap asistennya. "Dua keluarga itu mengambil wilayah tanah yang tidak terlalu bagus kondisinya jadi panen tidak sesuai ekspektasi itu dikarenakan mereka mengambil wilayah kekuasaan yang tidak cocok untuk anggur. Seharusnya mereka menanam hazelnut dan zaitun, bukan anggur."


"Tapi memang sudah terjadi Signore. Mereka mengalami kerugian yang lumayan."


Dante mengangguk. "Selidiki diam-diam dan jika ada bukti, berikan padaku. Biar aku berikan pada si agen FBI. Aku tidak nyaman ada mereka di Turin! Mentang-mentang yang mati warga negara Amerika, jadi mereka seenaknya main selidik segala macam!" Mengganggu aku dan Leia saja si Omar!


***


Leia Bianchi membawa BMW milik Antonio menuju ke sebuah toko yang menjual minuman keras. Entah kenapa lidahnya rindu sake dan dirinya merasa menyesal tidak membawa sake dari Jepang saat dia kembali ke Turin.


Memiliki darah Italia, Jepang, Korea dan Indonesia membuat Leia merasa produk gado-gado yang haqiqi. Leia suka sake tapi bukan peminum dan dia hanya minum satu botol kecil sudah cukup.


Sesampainya di dalam toko liquor itu, Leia pun mencari-cari produk asal Jepang. Ketika dirinya sedang memilih - milih sake, tiba - tiba gadis itu mendengar sebuah suara percakapan antara dua orang.


"*Jadi kamu sudah membuat issue jika Rowan itu memang mengincar pabrik milik Bianchi dan Mancini?"


"Tentu saja. Dengan begitu, kedua keluarga yang memang berseteru, saling membunuh satu sama lain."


"Jika Dante dan Antonio saling membunuh, maka kita bisa rebut dua tanah keluarga mereka."


"Harusnya Rowan tidak kamu bunuh!"


"Dia minta bayaran lebih dan tambahan heroin! Enak saja*!"


Leia membeku. Siapa dua orang itu? Buru-buru gadis itu keluar namun kedua orang yang mengobrol di balik rak minuman melihat Leia.


"*Sial! Dia adik Antonio! Salah satu Bianchi!"


"Harus kita habisi*!"


Kedua orang itu langsung mengejar Leia yang sudah memacu BMW nya. Kedua pria itu pun masuk ke dalam Ferarri hitam dan mengejar Leia.


Dante yang dalam perjalanan hendak kembali ke mansion melihat mobil Leia berpapasan dengannya dalam posisi ngebut. Mau kemana gadis itu? Tiba-tiba sebuah Ferarri juga dipacu sama cepatnya dengan BMW Leia.


Oh God! Leia dalam bahaya! Dante langsung memutar Bugatti Chiron nya dan mensetting menjadi sport mengejar Ferarri itu.


Di tengah perempatan lampu merah Dante kehilangan kesempatan menyusul karena lampu tanda berhenti menyala. Pria itu memukul setirnya. "Brengseeekkk!!!" Kenapa Leia bisa dikejar oleh Ferrari hitam itu?


Begitu lampu hijau, Dante langsung memacu Bugatti nya hingga ke daerah sepi dan ada jurang di sebelah kanan. Perasaan Dante tidak enak ketika melihat sebuah asap dari sisi jurang.


Dante menghentikan mobilnya dan bergegas keluar dari mobilnya lalu melongok ke jurang. Tampak BMW Leia jatuh di jurang itu dengan Leia di dalamnya.


"LEEEIIIIAAAAA!" Dante bergegas turun ke bawah jurang yang agak landai menuju mobil Leia yang ringsek. Bergegas pria itu berusaha membuka pintu mobil Leia apalagi api sudah mulai memercik.


"Come on Leia! Bangun sayang! Mobilmu mau meledak!" Dante langsung memotong seatbelt Leia menggunakan pisau lipat yang selalu dibawanya kemana - mana.


Setelah gadis itu terbebas dari seatbelt, Dante langsung membopong Leia yang pingsan untuk menjauhi mobil nya.


Tiba-tiba...


BBBBUUUMMMM!


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️