The Bianchis

The Bianchis
Leia Bianchi : Bianchi v Mancini



Cerulean Tower Tokyu Hotel Tokyo Jepang



Leia Bianchi sudah hadir bersama dengan keluarganya termasuk Luca, Emi dan Luke. Mendengar nama Dante Mancini main masuk ke dalam daftar tamu undangan, ditambah pria itu berbuat kurang ajar dengan Leia, membuat semua anggota keluarga Bianchi pasang badan untuk gadis itu meskipun Leia bisa menjaga diri.


"Leia!" panggil Luke yang sedang menikmati espresso. Dia memang butuh kafein banyak-banyak setelah semalam tidak tidur dan pagi ini hanya bisa terpejam sekitar dua jam.



Pawangnya Trio Kampret



Total make up


Leia menghampiri saudara kembarnya. "Cangkir ke berapa itu?"


"Tiga kayaknya..." Luke menatap kakak kembarnya. "Elu kalau dandan total cantik juga."


Leia mengeplak bahu adiknya. "Emang mbakmu ini nggak cantik apa?"


"Lha, biasanya juga tampang preman dipasang" cengir Luke.


"Jadi sudah beres Luke?" tanya Leia. Luke yang tahu maksud kakaknya tersenyum smirk.


"Shinchan memang menyebalkan. Bisa bikin orang sampai seperti itu padahal Oom Hideo dinginnya minta ampun."


"Terus?" Leia menatap adiknya.


"Kukembalikan ke habitatnya lah! Biar orang pada tahu, dengan keluarga siapa dia berhadapan!" seringai Luke yang membuat orang lain melihat pun bergidik.


"Keluar deh Yakuza nya" kekeh Leia. Tiba-tiba gadis itu terdiam melihat seseorang yang berdiri menatap dirinya tanpa berkedip.



"Dante?" tanya Luke saat melihat mata kembarannya berlabuh.


"Yup."


Luke meletakkan cangkir espresso nya dan datang menghampiri Dante.


"Mancini" sapa Luke dingin.


"Bianchi."


"Out!" usir Luke judes.


"Nope. Aku masih ada urusan dengan kakakmu!"


"Urusan kakakku, menjadi urusan aku juga! Dan kamu memang pantas mendapatkannya!" seringai Luke.


"Ini urusan kami berdua, Bianchi. Jadi minggir! Aku ingin berbicara berdua dengan kakakmu yang cantik itu!" Dante menatap dingin ke Luke yang tidak mundur selangkah pun meskipun putra Luca Bianchi itu kalah tinggi dengan Dante.


"Kamu tidak akan bisa menyingkirkan aku, Mancini!"


"Apa kamu mau membuat keributan di acara penting perusahaan ayahmu?" seringai Dante licik.


"Sudah biasa kalau kami membuat keributan" jawab Luke cuek.


"Dante Mancini. Berani ya datang ke Tokyo." Luca Bianchi datang menghampiri putranya yang sudah bersiap gelut.


"Signor Bianchi." Dante mengangguk hormat ke arah Luca dan Emi.


"Ikut saya!" Luca berjalan mendahului mereka berempat menuju ke sebuah ruangan yang sudah dipesannya setelah mengetahui Dante menjadi tamu undangan.


Dante pun berjalan mengikuti Luca sambil melirik ke arah Leia yang berdiri menatapnya dingin.


Damn! Kamu cantik sekali, baby.


Leia mengikuti daddynya, begitu juga dengan Emi dan Luke.


Setibanya di sebuah ruang pertemuan kecil, Luke menutup pintunya dengan memberikan kode ke dua anak buahnya berjaga di depan pintu.



Di dalam, Luke berdiri di dekat pintu, sedangkan Emi dan Leia duduk di sofa sedangkan Luca berjalan menuju meja kerja milik manager hotel.


Dante berdiri di tengah ruangan itu menunggu apa yang hendak dilakukan oleh ketua mafia Bianchi basis Tokyo.


Tiba-tiba Luca berbalik dan meninju Dante hingga pria itu terhuyung.


"Come osi molestare mia figlia ( Beraninya kamu melecehkan putriku )! Dov'è il tuo cervello ( Dimana otakmu )! You're jerk! A**hole!" Luca memaki Dante tanpa ampun sedangkan pria itu hanya terdiam sambil memegang rahangnya yang terasa ngilu.


"Leia bukan apa-apanya kamu! Dan saya tidak mau punya menantu seorang Mancini! Kamu bukan orang yang layak masuk keluarga kami!"


"Apa karena kelakuan saya? Dengar Signore Bianchi, bukankah itu hal yang biasa dilakukan di berbagai negara?"


Luca menatap judes ke Dante. "Tidak semua orang Italia adalah player dan Casanova! Dan sampai kapanpun, kamu tidak diterima Dante!"


"Bagaimana jika saya berubah?"


Luca menaikkan sebelah alisnya.


"Saya sudah tidak bersama dengan wanita sejak Leia menghajar saya. Bukan, bukan karena milik saya tidak bisa berdiri tapi saya hanya mau dengan Leia."


Emi dan Leia melongo. "Apa kamu bilang?" Emi berdiri dan menghampiri Dante. "Kamu mau putri kami?"


Luca bersedekap menunggu aksi istrinya.


"Dengar Dante. Aku tidak akan memberikan Leia kepada mu! Karena kamu bukanlah pria yang bisa menghormati wanita! Apa kamu tidak bisa membedakan mana wanita baik-baik dan yang tidak?" Emi menatap tajam ke arah pria yang memiliki tinggi hampir sama dengan suaminya.


"Saya minta maaf Signora Bianchi tapi saya jatuh cinta dengan putri anda. Saya baru menyadarinya setelah Leia pergi dari Turin hampir enam bulan ini. Dan saya rela menyusul ke Tokyo karena memang saya ingin mengatakan pada Leia langsung kalau saya jatuh cinta padanya."


Luca dan Emi saling berpandangan lalu keduanya menatap ke Leia yang hanya memandang ke arah Dante datar.


"Apa kamu bilang? Jatuh cinta padaku Dante?" Leia berdiri dan menghampiri pria tinggi itu.


"Ya Leia, aku baru menyadarinya..."


"Yakin apakah itu jatuh cinta atau kamu penasaran ingin tidur denganku?" balas Leia sinis.


Dante menatap wajah cantik itu seperti hendak menyimpannya dalam memori nya karena tahu, keluarga Leia pasti menolak mentah-mentah pernyataannya.


"No Leia. Aku benar-benar jatuh cinta padamu" jawab Dante tegas.


"Aku tidak! Bahkan aku tidak mau bersamamu." Leia menjawab dengan penuh keyakinan.


"Meskipun aku berubah dan mengikuti semua aturan keluarga mu?"


"Kalau kamu berubah dan mengikuti aturan keluargaku hanya karena ingin memiliki aku, lebih baik kita tidak usah bertemu lagi selamanya!"


***


Dante keluar dari ruangan itu dengan perasaan berantakan. Pernyataan cintanya dan bagaimana perasaannya ke Leia ditolak mentah-mentah oleh gadis itu dan keluarganya.


Pria itu baru kali ini merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta yang sebenarnya bukan hanya hubungan satu malam. Dante menghela nafas panjang, mendengar penolakan Leia membuatnya patah hati.


Sergio yang melihat tuannya keluar dari ruangan bersama dengan keluarga Bianchi dengan bahu yang turun dan wajah mendung, sudah bisa meraba bahwa terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan di dalam.


"Signor?"


"Besok kita kembali ke Turin, Sergio."


"Baik Signor."


Dante berjalan bersama Sergio menuju mobil yang sudah diminta diambilkan dari parkir valet.


Sergio menyetir mobil yang mereka sewa itu menuju hotel tempat mereka menginap.


"Patah hati itu menyebalkan ya Sergio..." gumam Dante.


"Signora Bianchi menolak anda?"


Dante menatap pemandangan jalanan Tokyo. "Tidak hanya Leia, seluruh keluarganya menolak ku, Sergio."


Sergio hanya terdiam. Tentu saja mereka menolakmu Signore karena ulah anda sendiri.


"Apa masih ada kesempatan buat aku kah Sergio? Aku benar-benar jatuh cinta pada Leia. Hanya dia yang aku inginkan."


"Sejujurnya Signore, saya tidak tahu."


Dante menghela nafas panjang berulang kali.


Aku tidak akan melepaskan mu Leia, sampai kapan pun.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️