
Mansion Bianchi Turin Italia
Luca tersenyum ketika mendengar jika Pedro Pascal, kekasih Nadira McCloud sudah siap menjadi imam keponakannya. Rajendra menelponnya saat mengabarkan proses pembacaan kalimat syahadat di mesjid Manhattan New York.
"Alhamdulillah, Jendra, setidaknya Nadira mendapatkan calon suami yang kita tahu baik latar belakangnya" ucap Luca.
"Iya Luca. Blaze juga sudah lamaran kemarin tapi hanya pribadi antara Samuel dan Joey."
Luca terkejut. "Berani anak itu hadapi si Joey? Eh tapi Samuel memang mahasiswa kesayangannya Joey soalnya kalau tidak, mana mungkin dia bisa memberikan ijin untuk mengawal Blaze."
"Nah tuh tahu. Leia bagaimana Luca? Masih dikejar oleh Dante?" Rajendra tahu kehidupan keponakannya.
"Masih! Dan Dante untuk kesekian kalinya menembung aku untuk memberikan ijin untuk bersama Leia tapi aku dan Emi masih belum bisa menerimanya meskipun kami tahu sejak dia dihajar Leia, tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun, bahkan semua pacar-pacarnya sudah ditinggal."
"Luc, ingat Bagas Hadiyanto? Bagaimana dia dulu juga sama dengan Dante?"
"Tapi Bagas tidak melecehkan Falisha, Freya dan Safira, Jendra. Dia masih punya etika."
"Bagas memang gentleman kalau mendekati wanita meskipun kehidupan sebelumnya bebas sekali tapi setelah Opa Javier memberi kesempatan, dia bisa berubah dan apesnya dapat Safira yang ceroboh" ucap Rajendra.
"Aku masih ragu, Jendra. Karena pernikahan itu adalah komitmen seumur hidup dan termasuk gambling. Kalau kita mendapatkan jodoh yang sesuai, Alhamdulillah. Kalau tidak..."
"Kita lihat saja bagaimana kedepannya. Bisa jadi Dante jodoh Leia, atau bisa juga yang lain. Kan kita tidak tahu. Buktinya, siapa mengira Bagas berjodoh dengan Safira?"
Luca terdiam.
"Luc, kita sebagai ayah memang memiliki ketakutan apakah anak perempuan kita akan mendapatkan pendamping terbaik, at least yang mirip dengan kita. Kamu sekarang merasakan jadi Oom Takeshi kan?" kekeh Rajendra. "Sampai dibelain adu Kendo sama kamu, Julid sama kamu."
"Tapi harusnya otousan tahu lah aku anak siapa jadi sudah tahu harusnya aku terjamin mutunya" tukas Luca yang membuat Rajendra terbahak.
"Luc, jangan berpikir melihat Blaze dan Nadira sudah mendapatkan jodohnya, kamu merasa harus ikutan heboh memikirkan Leia harus segera menikah juga secepatnya. Biarkan Leia menjalani kehidupan asmaranya sendiri. Aku yakin, putrimu akan mendapatkan jawabannya. Bilang sama Leia, sholat sepertiga malam jika ingin tahu jawabannya."
***
Kamar Leia Bianchi
"Jadi kalian sudah mantap nih?" tanya Leia ke kedua sepupunya tiga hari setelah acara lamaran Samuel ke Blaze dan acara syukuran Pedro.
"Mantaplah Lele! Siapa lagi yang bisa tabah sama aku kalau bukan bebek?" ujar Blaze.
"Iiissshhh kamu tuh! Bilang saja kamu dapat obyek perusilan yang cinta sama kamu" cebik Nadira.
"Ah kamu kok tahu Dira" cengir Blaze tanpa dosa.
"Eh kemarin Zee udah lahiran ya?" celetuk Leia.
"Iya, diantar sama trio kampret dan Gasendra. Kayaknya benar deh kata Luke, trio kampret datang Zinnia lahiran lebih awal dari jadwal" gelak Blaze.
"Tapi untung ada trio kampret jadi Gasendra nggak sendirian" sambung Nadira.
"Leia, kamu kan ada kerja sama Omar dari FBI kan? Gimana menurut kamu anaknya?" tanya Blaze.
"Omar? Baik kok."
"Kenapa nggak sama Omar saja?" tanya Nadira. "Biar aku ada temannya sama - sama punya pasangan agen FBI."
Leia hanya terdiam. "Aku belum bisa memastikan perasaanku, Dira."
"Apakah kamu ada perasaan lebih sama si Inferno?" Blaze menatap tajam ke sepupu kandungnya.
"Entahlah Bee. Omar baik, gentleman dan seiman. Inferno itu brutal, panasan khas pria Italia, dan teman berantem..."
"Tapi dia tidak sesuai kriteria Oom Luca, Leia. Kami tahu bagaimana kehidupan bebas Dante. Ya aku tidak heran mengingat dia lahir dan besar di Italia. Kalian tahu sendiri kan bagaimana bebasnya, hanya keluarga kita saja yang sangat menjunjung kehormatan keluarga dengan tidak hidup bebas" ucap Nadira.
"Luke bagaimana? Sudah ada cewek yang disukainya? Soalnya setahuku, dia hanya dekat dengan Yuri dan Rika tapi mereka kan hanya bersahabat apalagi Yuri akhirnya bertunangan dengan Hidetoshi" celetuk Blaze.
"Well, sepertinya dia ada rasa dengan Rin Ichigo, Yankee yang merusak kebun Oma Miki..."
Blaze dan Nadira langsung heboh. "Cocok itu! Lagian harus membutuhkan gadis yang sama brutalnya dengan Luke untuk tabah menghadapi kulkas berjalan itu!" seru Blaze.
Leia tertawa. "Luke bukan kulkas, Bee."
"Ah dia tetap saja kulkas! Apa kamu tidak merasa bahwa dia hanya hangat dengan keluarga dan sahabatnya saja. Lain dari itu, hokkyokuguma!" cebik Blaze.
"Bee, itu panggilan Oma Thara ke Opa Aidan" gelak Nadira.
"Eh? Yakin Opa Aidan dulu macam hokkyokuguma?" Blaze menatap sepupu nya yang akan menjadi dosen.
"Kata Daddy, kalau bukan karena dirinya menjadi cupid, Opa Ai dan Oma Thara nggak bakalan menikah dan tidak ada Oom Direndra dan Oom Alaric."
Leia dan Blaze melongo menatap Nadira. "Oom Jendra jadi cupid? Kok bisa?"
Nadira menceritakan tentang kehidupan asmara Aidan dan Thara Blair yang akhirnya. menikah karena permintaan Rajendra.
"Sekarang malah punya cucu Damian, Radhi dan Raine. Duh itu Raine besarnya bakalan bikin pusing Oom Alaric, soalnya keponya minta ampun!" kekeh Blaze.
"Oh, aku ada kabar dari Luke." Leia menatap kedua sepupunya. "Sakura ditaksir dua kakak beradik Alessandro dan Raffa Moretti."
"Moretti?" seru Blaze. "Kok bisa Moretti ke Tokyo?"
"Orang Italia? Oom Hideo gimana? Moretti bukannya mafia juga ya?" Nadira menatap bingung ke Blaze dan Leia.
"Pusing lah!" gelak Leia.
"Ya ampun, Sakura masih seumuran Garvita dan Juliet!" omel Blaze.
"Kata Luke, Alessandro berusia 20 tahun, Raffa berusia 17 tahun, kakak kelasnya di sekolah. Alessandro kuliah di Jerman dan dia bertattoo."
Blaze dan Nadira menepuk jidatnya. "Sumpah! Kalau sampai kejadian perang Baratayudha, aku nggak tahu bakalan harus bagaimana."
***
Leia menatap langit malam kota Turin dari balkon kamarnya yang berada di lantai dua sembari meminum hot choco yang dibawakan oleh Luke.
Gadis itu sedikit merasa iri dengan kehidupan asmara Blaze dan Nadira yang termasuk lempeng, tidak ada drama meskipun Nadira hampir tewas saat ada pelaku pengeb*man di kampusnya. Tapi berkat itu dia malah bertemu dengan jodohnya, Pedro Pascal.
Blaze sendiri juga mendapatkan jodoh pria Indonesia yang sudah memahami bagaimana karakter sepupunya itu. Samuel Prasetyo sudah mendapatkan restu dari Joey Bianchi bahkan sebelum Blaze jatuh cinta ke Samuel.
Tampaknya hanya diriku saja yang kehidupan asmaranya berantakan. Tapi Zee yang begitu mencintai dan dicintai Sean, juga bisa berantakan pernikahannya.
Leia menghela nafas panjang. Apa aku harus mengikuti saran Daddy? Meminta petunjuk Big Boss? Leia menghabiskan hot choconya dan tiba-tiba mata coklatnya melihat sesosok pria yang bersandar di mobil Bugatti Chiron hitam berada di balik pagar mansionnya.
Dante Inferno?
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️