The Bianchis

The Bianchis
Luke Bianchi : Takeshi Takara



Markas Yakuza Takara Akihabara


Dokter Yuri mengambil sebuah tongkat bambu yang dipakai Itaru Shizuka memukul Rin Ichigo. Tanpa ragu, gadis manis itu memukul bahu dan lengan Itaru membuat pria itu berteriak kesakitan.


"Kamu baru dipukul begitu saja sudah teriak. Gadis yang kamu pukul hanya mendesis kesakitan tidak sampai berteriak macam kamu! Dasar banci!" ucap Luke dingin.


"Bagian mana lagi yang Yankee kena pukul?" tanya Yuri sambil meletakkan tongkat itu dibahu kanannya. Lumayan buat menyalurkan kekesalan ke Yakuza brengseeekkk itu.


"Dah situ saja tapi dia sudah teriak seperti itu. Menjijikkan!" decih Luke. "Apa perlu dilempar ke empang?"


Hidetoshi Shinoda hanya menggelengkan kepalanya. "It's really unnecessary ( gak usah )! Not important ( gak penting )!"


Luke menoleh ke Hidetoshi. "Gitu ya?"


"Iye!" balas Hidetoshi judes.


"Oke. Shota! Tama! Tutup mata si banci itu dan kalian buang kemana tersera asalkan. masih kawasan Tokyo!"


Dokter Yuri dan Hidetoshi hanya saling menatap satu sama lain karena ini seperti bukan Luke.


Kamu sadar nggak sih kalau sudah tertarik sama si Yankee?


***


Toko Pastry Marissa Shibuya


Rin membersihkan kebun strawberry milik Luke dan mulai memanen buahnya yang sudah berbuah. Rin kagum dengan ketelatenan Luke yang mampu menghasilkan buah yang besar dan ranum.


Tangan pria itu memang dingin.


Gadis itu tetap melakukan pekerjaannya sebelum kembali ke apartemennya dan dia tidak mau kemalaman lagi seperti kemarin.


***


Rumah Sakit Saisekai Tokyo Jepang


Luke mendatangi rumah sakit tempat Rin bekerja dan pihak sana memberitahukan bahwa Rin sudah pulang lebih cepat satu jam karena mendapatkan ijin dari supervisor nya yang melihat bagaimana gadis itu menahan sakit bahunya.


Ya ampun si Yankee!


Pria itu lalu mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Rin yang diberi nama 'Yankee Strawberry'. Tak lama terdengar suara Rin.


"Moshi Moshi."


"Kamu dimana Yankee?" tanya Luke tanpa basa-basi.


"Aku sudah kembali ke apartemen, Yakuza. Kebun mu sudah aku bersihkan. Oh, buah strawberry yang sudah siap panen, sudah aku titipkan ke toko pastry nenekmu. Tidak ada yang aku ambil satu pun! Kamu bisa cek di CCTV mu."


Luke tersenyum smirk dan tidak dipungkiri, hatinya lega mendengar Rin sudah sampai di apartemennya.


"Okay. Selamat beristirahat."


"Okay." Rin memutuskan panggilan dari Luke sedangkan pria itu berjalan menuju mobil BMW nya.


Setibanya di dalam mobil, Shota menghubunginya dan memberitahukan bahwa Itaru sudah dikembalikan ke area apartemen orang tuanya.


Luke mengucapkan terimakasih kepada anak buahnya itu lalu dia memutuskan untuk ke rumah kakeknya, Takeshi Takara.


***


Kediaman Takara Jepang


Takeshi dan Fumiko menyambut cucu gantengnya dengan perasaan senang apalagi dibandingkan Shinichi, Luke jauh lebih kalem. Takeshi sendiri sampai kesal jika Shinichi lama di rumahnya, bisa darting tanpa ada penyelesaian.


"Apa kabar cucu kulkas Opa? Setidaknya kamu tidak sememusingkan si Shinchan itu! Heran Opa, perasaan Hideo juga kulkas, Fayza juga nggak serusuh Freya, kenapa anaknya lahir begitu ya. Sakura nggak lho, malah seperti otousannya, kulkas banget!" omel Takeshi yang membuat Leia dan Luke melengos.


Leia memang diminta Takeshi untuk tinggal bersamanya sebelum kembali ke Turin.


"Perasaan Shinichi itu cucunya almarhum Opa Park dan Oma Fumiko, kenapa juga malah mirip Opa Takeshi ya kelakuan nya yang sering ajaib?" gumam Luke.


"Apa Lukie? Kamu bilang Opa ajaib?" Takeshi mendelik ke arah Luke.


"Seriously Opa. Apa opa nggak sadar sering membuat darting banyak pihak? Daddy tuh yang sering jadi korban opa!" balas Luke.


"Luca pasrah kok dikerjain Opa."


"Ya iyalah! Daddy kan tidak mau kualat sama Opa!" Luke menggelengkan kepalanya.


"Nah bener tuh!" dengus Takeshi jumawa.


"Leia! Bilang sama si Inferno, Opa mau bertemu!" Takeshi menatap cucu cantiknya yang sama dingin dan brutal dengan Emi.


"Buat apa Opa?" Leia menatap bingung.


"Lempar ke Empang!"


***


Takeshi dan Luke duduk di teras belakang sambil menikmati ocha panas dan kue manju yang dikirimkan oleh Emi.


"Zee sudah tinggal di Indramayu bersama dengan Gasendra dan Jasmine?" tanya Takeshi.


"Sudah Opa. Kesibukan Zee mengurus perusahaan miliknya. Kan Opa tahu kalau Zee memiliki warisan sawah dan pabrik produsen beras."


"Ayrton yang urus?"


"Iya. Pengawasan tetap di tangan Oom Hoshi, Oom Benji dan Oom Travis. Pabrik itu kan di bawah AJ Corp Dubai."


"AJ-BIANCHI Corp Tokyo tidak ikutan dalam pabrik Zee?" Takeshi menoleh ke Luke.


"Tidak Opa. Jadi dulu itu opa buyut Akira membuat dua AJ Corp, satu buat Opa Hiroshi satu buat Opa Keiji. Opa Hiro memindahkan ke kawasan Asia Timur dan Tenggara dengan pusat di Jepang sedangkan Opa Keiji tetap di Dubai. Jadi AJ Corp Jepang tidak ikutan soal pabrik milik Zee karena masuk di AJ Corp Dubai."


"Kalau yang di Amerika? Itu milik Keia dan Fuji kan?" tanya Takeshi.


"Iya milik Oma Keia yang khusus bidang properti di region Amerika Serikat tapi itu pun sudah dimerger ke PRC group semua."


"Yang penting kalian semua tetap rukun karena ribut karena harta itu malah membuat pecah persaudaraan yang sudah terjalin hingga Beberapa generasi ini."


"Betul opa. Alhamdulillah kami semua tidak ada yang serakah hingga ke anak cucu cicit. Rugi besar jika kami sampai seperti itu. Insyaallah tidak Opa."


"Luke, kamu umur berapa?" tanya Takeshi.


"24. Kenapa Opa?"


"Daddymu umur segitu sudah berani nikah sama okāsan mu. Kamu nggak pengen nikah?"


"Astagaaa Opa. Leia saja masih berantakan kehidupan asmaranya, kok malah aku yang disuruh nikah? Aku mau nikah kalau Leia sudah mendapatkan pasangannya!" jawab Luke.


"Leia tuh kasihan dikejar - kejar pria Mancini tapi katanya dia datang ke acara pesta kalian kemarin?"


"Iya Opa. Si Inferno datang nembung ke Daddy dan Okāsan dan di depan aku serta Leia."


"Lalu?"


"Dihajar Daddy lah! Tahu sendiri kan Opa, Daddy sudah gatal ingin membogem pria satu itu!" cengir Luke.



Seneng amat lu Lukie ...


"Opa penasaran sama si Inferno!" Takeshi mengusap dagunya yang ditumbuhi brewok.


"Mau Opa lempar ke Empang?" kerling Luke.


"Opa ajak bicara dulu. Maunya apa tuh bocah! Jika memberikan jawaban tidak memuaskan, opa tendang pantatnya masuk Empang!"


Luke terbahak.


"Ohya. Gimana kabar cewek Yankee?" Takeshi menatap wajah Luke yang langsung berubah menjadi feezer lagi.


"Ada apa Opa nanya si Yankee?" balas Luke dengan nada dingin.


"Apa kamu sadar Luke, meskipun kamu punya banyak teman wanita, tapi kamu tidak seperdulian seperti ke Yankee. Apa kamu menyukai gadis itu?" Takeshi menyesap ochanya. "Shiki sudah menyelidiki siapa Yankee itu dan Opa sendiri serta Omamu, suka dengan nya."


Luke terdiam. Masa sih aku suka si Yankee?


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️