The Bianchis

The Bianchis
Luke Bianchi : Sakura Park



Bandara Narita Tokyo Jepang


Hari ini Leia harus kembali ke Turin untuk mengurus tanah milik keluarga Bianchi disana yang merupakan hak Joey dan Luca. Karena semua sibuk, akhirnya Leia yang dikirim mengurus disana bersama dengan sepupunya, Antonio Bianchi.


"Apa kamu yakin pergi menggunakan pesawat komersial?" tanya Luke saat mengantarkan kembarannya.


"Ngapain pakai pesawat Bianchi? Enak pakai pesawat komersial lah. Lagian juga aku di bisnis class jadi nyaman kok."


Luke memeluk kembarannya. Sebagai laki-laki paling tua di generasi keenam, sudah menjadi tugasnya untuk melindungi semua saudara perempuannya. Meskipun adik-adik lelakinya yang lain pun juga sama melindungi saudara perempuannya, tapi bagi Luke, dirinyalah yang paling bertanggung jawab melindungi kembarannya, Zinnia, Nadira dan Blaze. Luke bersyukur Nadira dan Blaze mendapatkan pria yang sangat mencintai mereka. Zinnia sebenarnya kalau Sean tidak termakan fitnah, dan percaya pada istrinya, Luke yakin akan melindungi sepupunya itu.


Leia berbeda. Leia tangguh, anak okāsan banget! Bar-bar dan mematikan tapi mendapatkan pria yang salah menilai dirinya membuat Luke marah luar biasa. Tapi sebagai laki-laki, Luke tidak menyalahkan gaya hidup Dante di Turin Italia.


Aku ada darah Italia dan aku bisa saja menjadi player tapi aku tidak mau. Semua itu tergantung pilihan yang kamu ambil. Luke menatap kembarannya yang tampak setengah hati ke Turin karena pasti bertemu si Dante Inferno!


"Kamu hati-hati disana, Lele. Bilang sama Tomat, jaga kamu!" ucap Luke sambil mencium pelipis kembarannya. Kalau orang tidak tahu mereka saudara kembar, pasti dikira pasangan kekasih.


"Tar aku bilang sama Tomat" kekeh Leia yang terbayang sepupunya Antonio yang mendapatkan panggilan 'Tomat' saking sukanya dengan buah itu.


"Hati-hati ya. Serius ini!" Luke menatap kembarannya.


"Iya iya. Astagaaa! Kamu lebih ceriwis dari Opa dan Daddy." Leia tersenyum smirk. "Bagaimana kamu dengan Yankee itu? Dia boleh juga lho, Luke."


"Apaan sih?" Luke cemberut.


"Kamu itu nasehatin orang lain bisa, tapi diri sendiri payah! Rin memang berandalan, mantan berandalan aku ralat. Dia sudah insyaf. Kamu tidak sadar apa kalau kamu sebenarnya perhatian lebih tapi masih nggak ngeh aja, Luke."


Luke hanya diam saja.


"Jangan kamu lempar ke Empang lho, Luke. Cukup trio kampret saja yang kamu ancam doang!" gelak Leia.


Luke hanya tersenyum smirk. "Dah, sampai Turin, kabari ya!"


Leia mencium pipi kembarannya. "Tentu saja!"


***


AJ Corp Building Tokyo Jepang


Luke masuk ke dalam ruang kerjanya untuk memeriksa proyek pembangunan apartemen di Seoul. Kali ini AJ-BIANCHI Corp bekerja sama dengan Silver Shining yang sudah berubah menjadi perusahaan legal dan meninggalkan bisnis haramnya.


Semenjak Hideo Kojima Park mundur dari Silver Shinning, Lee Chan lah yang menjadi pemimpin. Namun seiring waktu, Lee Chan menghentikan bisnis ilegal Silver Shinning dan berubah menjadi perusahaan kontraktor.


Tanah Itaewon yang sempat menjadi gegeran ayah dan oomnya dulu itu, sekarang diperluas lagi menjadi pusat perbelanjaan kerjasama Silver Shinning dan AJ-BIANCHI Corp.


Luke menelpon pamannya Lee Chan.


"Luke! Apa kabar? Kapan ke Seoul?" tanya Lee Chan yang terdengar sumringah mendengar keponakannya menelpon.


"Insyaallah bulan depan Oom, sekalian melihat progress pembangunannya."


"Desain nya Leia bagus banget! Kemana anak cantik itu Luke?"


"Balik ke Turin. Kan dia diplot Daddy urus aset disana. Urus kebun anggur."


"Kalau kamu ke Seoul, kabari Oom ya. Ini progres nya sudah masuk ground breaking."


"Siap Oom Lee. Nanti aku dan Daddy kesana."


"Kalau bisa, bawa mantan boss. Kangen juga minum bersama" gelak Lee Chan.


"Nanti aku bilang sama Oom Hideo tapi aku tidak akan membawa anaknya!"


"Shinichi? Memang kenapa?"


"Capek dengar dia ngomong, pengen aku lempar ke Empang!"


Lee Chan terbahak.


***


Sakura Park mendatangi gedung AJ-BIANCHI Corp untuk mencari kakak sepupunya. Soal hajar menghajar orang memang harusnya membawa abangnya yang super dingin. Bawa Shinichi sama saja dengerin dia berantem pakai ngomel. Berisik! Enak bang Lukie, tanpa basa basi langsung hajar!


Gadis berusia 15 tahun yang seumuran dengan Garvita dan Juliet, menghampiri resepsionis yang sudah hapal dengan kedatangan keponakan big bossnya.


"Selamat pagi Nona Park."


"Pagi Niki. Kakakku si kulkas ada?" tanya gadis itu.


"Thanks Niki." Gadis bertubuh langsing itu pun masuk ke dalam lift khusus CEO.



Introducing Sakura Sky Park


Sakura menempelkan kartu khusus di layar lift dan baru alat transportasi kotak itu berjalan.


Sesampainya di lantai tempat ruangan Luke, Sakura menghampiri asisten abangnya, Hidetoshi.


"Hide!" panggil gadis itu.


"Nona Park." Hidetoshi Shinoda membungkuk hormat ke gadis belia itu.


"Abangku ada di dalam?" tanya Sakura.


"Ada. Baru telepon dengan tuan Lee Chan."


Sakura mengetuk pintu dan membukanya pelan. Tampak Abangnya masih menelpon sambil melihat layar MacBook nya. Luke menoleh dan tersenyum ke arah adik cantiknya itu lalu dia memberikan kode agar Sakura masuk.


Dengan gaya centil, Sakura pun masuk ke dalam ruang kerja abangnya dan duduk di kursi depan meja kerja Luke.


"Oke Oom. Jadi desainnya Leia dipakai untuk lantai dua dan tiga ya?" ucap Luke dengan lawan bicaranya di seberang. "Oke, nanti aku bilang ke Leia. Thanks Oom." Luke mematikan ponselnya.


"Oom Lee Chan?" tanya Sakura.


"Iya. Abang diajak ke Seoul buat melihat proses pembangunan mall baru di Itaewon."


Sakura mengangguk. Meskipun dia belum terjun di dunia bisnis keluarga tapi dia tahu proyek mana saja yang sedang berjalan karena ibunya, Fayza juga ikut terjun di PRC Group. Untuk properti ini memang proyeknya AJ-BIANCHI Corp, bukan milik PRC Group.


"Ada apa adiknya Shinchan kemari?" Luke menatap mata hazel kehijauan adiknya.


"Bang, ada cowok kurang ajar."


Mata Luke berkilat tajam. "Anak mana?"


"Teman sekolah aku. Dia kalah tanding Kendo, tapi habis itu aku dibully di sekolah. Aku sudah melawan dan menghajarnya, tapi dia semakin menjadi!"


"Terus kenapa kamu tidak bilang ke Shinchan?"


"Mas Shin lagi dihukum Appa karena nilainya pada turun jadi kena hukuman rumah. Lagian kalau mas Shin yang maju, berisik Bang. Isinya ngomel!"


Luke tertawa. Shinichi memang kalau berantem cerewet!


"Memang siapa dia Sakura?"


"Anak pindahan dari Italia tapi songongnya amit-amit!"


"Namanya?"


"Raffa Moretti."


Luke menaikkan sebelah alisnya. "Moretti?!"


"Memang kenapa bang?" tanya Sakura bingung.


"Sudah mulai masuk Tokyo rupanya. Moretti itu saingan Bianchi di bidang anggur New York. Apa benar namanya Raffa Moretti?" tanya Luke ke adiknya.


"Benar. Dia dua tahun lebih tua dariku tapi dia satu kelas diatasku dan tahun depan dia harusnya sudah lulus SMA."


"Dimana dia sekarang?"


"Dojo tempat sekolah aku bang. Si Moretti bilang 'Bawa itu sepupu kamu si Bianchi! Aku tidak takut!' Gitu katanya."


"Benar - benar minta dilempar ke Empang!" ucap Luke geram.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️