The Bianchis

The Bianchis
Menjalani Hidup Berumah Tangga



Apartment Larabee Chicago Illinois


Joey melihat apartemen yang akan disewanya selama enam bulan bersama dengan Georgina karena mereka tidak tahu akan sampai kapan di Chicago.


"Bagaimana Mr dan Mrs Bianchi?" tanya pemilik apartemen.


"Cocok karena rumah sakit Kindred dekat sini" ucap Joey.



"Sayangnya tempat tidurnya saya buang karena sudah kotor. Ini sofa, kursi dan perabotan lainnya sudah saya ganti baru. Tinggal tempat tidur yang kurang."


"Tidak masalah kalau tempat tidur. Jadi deal ya kita menyewa selama enam bulan dulu?" Joey menatap si pemilik.


"Absolutely."


Joey pun menandatangani surat perjanjian sewa dan langsung membayar biaya sewa selama enam bulan sedangkan Georgina memilih memesan tempat tidur secara online lengkap dengan seprai.


***


Joey sibuk memesan makanan untuk makan malam sedangkan Georgina memilih membereskan tempat tidur dan kasur baru yang datang. Bau seprai baru tampak terasa di kamar. Setelahnya Georgina menata baju - baju mereka di walk in closet yang tersedia.


"Gina, kita makan Italian food saja ya? Aku sudah pesan lasagna, pizza dan fettuccini."


"Terserah kamu, Joey. Aku sedang menata baju-bajumu" sahut Georgina dari kamar.


Joey pun masuk dan tersenyum melihat kamar mereka sudah tampak tertata rapi dan harum. Rupanya Georgina juga memesan pengharum ruangan.



"Waaahhh jadi cantik, G" puji Joey.


"Bagus kan?" senyum Georgina.


Suara bel apartemennya membuat Joey menoleh. "Pasti makan malam kita datang." Joey pun menuju pintu apartemen.


Georgina lalu menyelesaikan pekerjaannya di kamar mereka dan segera menyusul Joey ke meja makan. Pria itu tampak sedang menata semua makanan di atas meja.


"Benar-benar kamu Italiano ya Joey" kekeh Georgina sambil duduk di kursi.


"Yang penting kita makan dulu! Aku lapar!" ucap Joey.


***


Georgina mencuci piring bekas makan mereka sedangkan Joey sibuk membuka MacBooknya untuk mengetahui jadwal mereka berdua di Kindred Hospital.


"Gina..."


"Yaaa?"


"Jadwalmu besok menghadap ke direktur dan HRD jam sembilan pagi." Joey dan Georgina saling bertukar alamat email dan password karena mereka pasangan sibuk jadi siapa yang sempat buka email, bisa saling memberi tahukan.


"Kamu kapan?" tanya Georgina sambil mengeringkan tangannya.


"Aku baru lusa disuruh menghadap" jawab Joey.


"Berarti kamu besok jadwalnya belanja untuk kebutuhan kita. Kulkas kosong Joey. Setidaknya ada susu dan cereal minimal dan buah!" Georgina duduk di sebelah Joey sambil membaca email miliknya.


"Tenang saja sayang, kita akan penuhkan isi kulkas!"


"Asal jangan aneh-aneh!"


"Aneh? Maksudnya?"


"Tiba-tiba ada makanan yang aku tidak kenal macam tteoboki?"


Joey melongo. "Kamu belum pernah makan makanan Korea?"


"Lidahku tidak cocok. Makanya aku bingung Emi ngidam makan harus pakai kimchi padahal aku tidak begitu suka kimchi."


"Harusnya lidah kamu banyak sekolah makanan dari berbagai negara. Gimana aku bawa kamu ke Solo kalau kamu tidak mau mencoba berbagai macam kuliner?"


Georgina memicingkan matanya. "Lidah sekolah?"


"Ya iyalah, kudu belajar banyak makanan diluar makanan western."


Georgina lalu berdiri dan meninggalkan Joey dengan wajah cemberut.


"Lho Gina? Kok manyun? Ginaaaaa!" rengek Joey.


Georgina hanya masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih. Dirinya benar-benar lelah hari ini.


Joey masih mempelajari semua tentang rumah sakit Kindred hingga satu jam kemudian dirinya baru menyadari kalau Georgina tidak ada suaranya.


"Tunggu dulu! Jangan-jangan..." Joey bergegas masuk kamar dan melihat istrinya sudah terlelap.


"Yaaahhhh... payah!" gerutu Joey. "Pending lagi..."


***


"Joey... Joey" panggilnya.


"Hhhmmm..." gumam Joey sambil mengantuk.


"Bangun! Aku harus berangkat kerja ini..."


Joey membuka matanya. "Jangan ngambek dong... Gimana mau unboxing kalau kamu ngambek?"


"Ya maaf kalau belum bisa unboxing."


Mata coklat Joey membola. "Jangan bilang..."


"Sorry..." cengir Georgina. "Semalam baru dapat."


Joey langsung menutup wajahnya dengan bantal. "Sudah sana! Ke rumah sakit! Biarkan aku solo karier!" ucapnya dramatis.


Georgina tertawa kecil. "Pantas aku semalam moodnya ga bagus rupanya memang PMS."


"Minggu depan kan sudah selesai. Tidak masalah kan sudah halal" ucap Joey dari balik bantal.


***


Georgina sudah pergi ke rumah sakit tempatnya bekerja dengan diantar Joey karena pria itu hendak sekalian belanja di supermarket.


Di supermarket, pria itu lalu memilih banyak bahan makanan yang akan diolahnya. Meskipun tidak sejago Oma dan mommy atau tantenya soal memasak, Joey bisa memasak. Rencananya dia ingin membuat surprise istrinya.


Joey tidak tahu cereal favorit Georgina jadi dia mengambil yang kira-kira istrinya suka. Begitu juga dengan buah tapi selama mereka pacaran, Joey tidak pernah melihat Georgina menolak berbagai macam buah-buahan.



Dua kereta dorong langsung penuh saat Joey menuju kasir. Pria itu belajar dari sang mommy bahwa belanja kalau bisa dua Minggu sekali atau langsung satu bulan sekalian. Lebih baik langsung banyak bahan makanan yang bisa disimpan dengan catatan expired lama daripada kamu bolak balik. Kecuali sayur yang bisa dibeli di pasar tradisional, tapi untuk yang lebih awet lebih baik langsung timbun.


Joey mengeluarkan gold card-nya meskipun dia punya black card tapi baginya untuk belanja kebutuhan sehari-hari tidak perlu menunjukkan seberapa kayanya dirinya. Usai berbelanja, pria itu kembali ke apartemen dan langsung menata isi kulkas dan cabinet dengan rapi dan terorganisir.


Setelah selesai, pria itu pun mulai memasak untuk acara makan siang dengan istrinya. Joey juga tadi sempat mampir ke toko alat dapur dan berbekal info dari Rajendra, sepupunya yang seorang chef, pria itu membeli banyak alat masak meskipun harganya agak mahal tapi awet digunakan. Joey percaya pada Rajendra karena dia sendiri sudah menggunakan alat masak itu lama.


***


Menjelang jam dua siang, Georgina pulang ke apartemen dan betapa terkejutnya melihat keadaannya tampak rapi dan bersih.


"Sudah pulang?" sambut Joey yang masih memakai apron.


"Kamu masak?" tanya Georgina yang mencium bau masakan enak di dalam apartemen.


"Aku memang tidak sejago Oma atau mom atau Tante Marissa tapi bisalah!" kekeh Joey.


"Aku cuci tangan dan ganti baju dulu. Kan dari rumah sakit."


"Oke sayang. Aku tunggu disini."


Georgina pun segera masuk kamar mandi dan mulai bersih - bersih. Setelah berganti baju yang nyaman, wanita itu langsung duduk di kursi makan.


"Wah, ini tampaknya enak Joey. Kamu buat apa?"


"Ikan kembung goreng dengan sambal matah khas Bali, acar, tahu bacem dan sayur tumis bayam."



Georgina melongo. "Kamu berani goreng ikan?"


"Berani lah! Goreng orang saja berani, masa goreng ikan nggak berani?" cebik Joey manyun.


"Biasanya bapak-bapak paling lebay kalau goreng ikan, acara pakai helm kalau goreng atau pakai shield."


Joey menatap Georgina geli. "Kamu kebanyakan nonton TikTok! Kalau tahu caranya, nggak perlu pakai baju zirah sekalipun buat goreng ikan! Cemen banget goreng ikan kok kayak ketemu piranha."


Georgina tertawa. Dan wanita itu mengakui masakan Joey enak. "Ternyata suamiku selain jago gebuk orang, juga pintar memasak. Love you Joey. Kamu penuh dengan surprise."


"Minggu depan bakalan aku kasih surprise lagi" cengir Joey yang entah kenapa Georgina merasa suaminya rada-rada meshum.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Kalau aku rada slow update, aku lagi teler. Flu datang tapi bukan covid


Tetap aku usahakan update karena aku malas gabut tiduran gaje.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️