The Bianchis

The Bianchis
The Bianchis : Antara Leia dan Rin



Kediaman Takara Pinggiran kota Tokyo


Rin melepaskan baju kendonya di sebuah kamar paviliun dan menghela nafas panjang berulang kali.


"Kamu kenapa?"


Rin menoleh ke arah pintu dan tampak Leia bersandar disana dengan wajah dinginnya. Rin merasa dua saudara kembar ini memang lebih mirip ke Emi daripada Luca.


"Ti...tidak apa-apa..." jawab Rin gugup.


"Kamu masih memikirkan apa yang akan terjadi kalau kalah dari Okāsan?"


Rin mengangguk karena percuma untuk tidak jujur, pasti Leia akan mencecar nya tanpa ampun. Aura Yakuza Leia jauh lebih mengerikan dibandingkan Luke dan Rin sangat salut dengan Dante yang berani mendekati Leia bahkan melamarnya menjadi istrinya.


"Tidak usah memikirkan okāsan" ucap Leia cuek yang membuat Rin melongo.


"Apa maksudnya, Leia?"


Leia duduk di sebuah sofa disana dan menyilang kan kakinya. "Mau tahu alasan Okāsan menantang kamu Kendo? Karena Okāsan ingin tahu apakah kamu cewek lemah atau tidak! Kamu adalah cewek pertama yang dibawa Luke ke acara keluarga yang pribadi!"


"Apa selama ini Luke tidak pernah membawa cewek?"


Leia tertawa. "Adikku itu kulkas dua belas pintu macam di mini market kalau trio kampret bilang. Oh, trio kampret itu adalah adik sepupuku berjumlah tiga orang dan kamu sudah bertemu dengan salah satunya, Shinichi."


"Luke memang kulkas awal aku bertemu" gumam Rin sambil mengganti pakaiannya.


"Dia tidak pernah membawa cewek sebelumnya, Rin. Yang ada di otak Luke adalah pekerjaan, keluarga dan ikan piranha peliharaannya. Dan ini kali pertama dia membawa seorang wanita diluar circle keluarga."


Rin terkejut. "Tapi bukankah Yakuza juga tidak jauh-jauh dari wanita?"


"Not Luke. Kamu tahu temannya paling dekat adalah Dokter Yuri dan Dokter Rika tapi mereka seperti adiknya sendiri. Luke bukan tipe pria player main wanita sana sini karena bagi Luke, itu sama saja tidak menghormati Okāsan, aku dan Omanya."


"Jadi..."


"Jadi, dia membawa kamu itu adalah kejutan bagi kita semua. Dan alasan Okāsan mengajak kamu bertanding adalah, Luke ketua Yakuza klan Takara. Jika Luke mendapatkan pasangan yang tidak bisa menjaga dirinya, minimal bisa berkelahi, maka dia tidak pantas bersama Luke meskipun lolos screening. Mengapa? Sebab menjadi bagian Yakuza akan selalu ada musuh dimana-mana dan jika pasangannya lembek, pikirannya tidak akan fokus. Paham kan maksud aku?"


Rin mengangguk.


"Okāsan mencari tahu apakah selain kamu bisa berkelahi, apa kamu juga memiliki prinsip yang kuat?"


"Kenapa?"


"Karena hanya wanita yang kuat yang bisa mengimbangi Luke dan keluarga besar kami. Asal kamu tahu, Rin, semua wanita di keluarga kami bisa beladiri dan menembak. Bukan untuk gaya tapi untuk mempertahankan diri jika ada orang yang kurang ajar. Bahkan sepupuku yang paling lembut sekalipun, dia menguasai krav maga. Paling tidak, kami menguasai satu jenis bela diri."


"Apakah memang ini didikan Yakuza?"


"No. Itu sudah menjadi aturan baku turun menurun di keluarga Pratomo. Jadi Rin, jika memang Luke menganggap kamu pantas untuknya, buktikan. Jangan sampai dia merasa kecewa dengan pilihannya."


Rin tercenung dengan ucapan Leia.


***


Luke tersenyum melihat Leia dan Rin jalan berdua dari paviliun tempat Rin berganti pakaian.


"Are you okay?" tanya Luke concern.


"Fine, Luke."


"Kepalamu masih sakit kena pukul Okāsan?"


Rin menggelengkan kepalanya. "Itu masih tidak seberapa, Luke."


"Ayo kita makan siang dulu" ajak Fumiko.


***


Luke mengantarkan Rin pulang ke apartemennya usai makan siang dengan keluarganya. Meskipun gadis itu berusaha bisa berbaur dengan keluarganya, Luke merasa bahwa ada beban berat yang dibawanya.


Sepanjang perjalanan, Rin memilih untuk merebahkan kepalanya di sandaran kursi. Luke mensetting kursi milik Rin agar nyaman melalui tombol canggih di mobilnya.


"Tidur saja, Rin jika kamu mengantuk. Nanti aku bangunkan jika sudah sampai" ucap Luke lembut.


"Aku tidur sebentar ya Yakuza." Rin pun memejamkan matanya karena dirinya merasa lelah.


***


Kediaman Keluarga Takara


"Kamu kenapa?" tanya Dante sambil memeluk gadis itu dari belakang dan meletakkan dagunya di ceruk leher jenjang Leia.


"Apa tadi aku terlalu keras ke Rin ya?" gumam Leia.


"Memangnya kamu bicara apa tadi, sayang?"


"Bahwa okāsan hanya ingin tahu sejauh mana dia bisa mengimbangi Luke. Kamu tahu kan mafia dan Yakuza sama saja, memiliki banyak musuh dan siapapun yang menjadi pasangannya haruslah kuat baik secara fisik maupun mental..."


"Leia, sayang, tidak semuanya harus seperti kamu? Aku tahu kamu kuat, kamu pemberani dan itulah yang membuat aku jatuh cinta kepadamu tapi masalahnya, tidak semua orang sama seperti kamu. Rin memang tidak Sejago kamu, tapi Luke bisa melihat ada kelebihan di Rin yang Luke yakin bahwa dia pantas sebagai pasangannya. Sama seperti kamu. Aku akui aku salah di awal pertemuan kita tapi setelah merintangi semua, kamu bisa melihat kelebihan dibalik kekurangan aku..." Dante mengetatkan pelukannya. "Biarkan Luke dan Rin menyelesaikannya, Leia. Jangan kamu ikut campur lagi."


Leia mengangguk.


***


Apartemen Rin Ichigo


Luke menatap wajah lelah Rin yang masih terlelap dan dirinya tampak tidak tega membangunkannya tapi dia harus.


"Rin... ayo bangun" ucapanya lembut sambil menepuk pelan pipi Rin.


"Hhhhmmm..." gumam Rin dengan nada mengantuk.


"Kamu bangun atau aku gendong ke apartemen?"


Mata coklat Rin terbuka dan langsung melihat Luke yang sedang menatapnya lembut.


"Jalan sendiri!" Rin pun bangun dan melepaskan sabuk pengamannya lalu membuka pintu mobil Luke.


Luke pun menyusul Rin yang sedang berjalan sedikit terhuyung karena baru saja bangun tidur setelah mengunci pintu mobilnya.


"Hei, kamu masih ngantuk!" ucap Luke sambil menggandeng Rin.


"Luke..."


"Ya?"


"Apa yang kamu lihat dari aku?"


"Seorang gadis yang masih belum menyatu jiwa dan raga akibat baru bangun tidur..." jawab Luke cuek.


"No Luke..."


"Apakah Leia mengatakan sesuatu? Alasan kenapa okāsan aku menantang Kendo kamu?"


Rin menundukkan kepalanya.


"Rin, dengar. Kamu bukan Leia yang tanpa beban bisa langsung menghajar orang tapi kamu adalah kamu, Rin Ichigo. Masing-masing orang memiliki kelebihan dan kekurangan..."


"Kata Leia, siapa yang menjadi pendamping kamu, harus punya prinsip dan kuat..."


"Kamu tahu kan alasannya? Karena aku adalah ketua Yakuza, Rin dan aku mencari pendamping hidupku yang kuat, punya prinsip dan lembut dalam bersamaan. Aku melihat itu di diri kamu, Rin dan Okāsan juga tahu. So, kemana Rin Ichigo yang berani? Yang judes? Kenapa kamu berubah? Ada apa Rin?"


"Kamu..."


"Aku kenapa?"


"Kamu yang bikin aku begini! Paham nggak?" bentak Rin kesal.


"Haaaaahhh? Memangnya aku ngapain?"


"Aaaahhhh! Kamu sangat menyebalkan Luke Bianchi!" Rin melepaskan genggaman tangan Luke dan melangkah lebar-lebar ke lift.


"What did I do?" tanya Luke bingung.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️