
Tokyo Jepang
Luke dan Rin mendatangi sebuah hotel yang dipakai resepsi pernikahan Hidetoshi Shinoda dan Yuri Tanaka. Pasangan itu pun menarik perhatian para tamu undangan karena tahu ketua klan Yakuza Takara sudah memiliki calon istri.
Luke memperkenalkan Rin kepada para koleganya sebagai tunangannya dan dengan bangga menyebutkan pekerjaan gadisnya. Bagi Luke, pekerjaan Rin sangatlah mulia.
Banyak yang tidak menyangka Luke akan mendapatkan pasangan yang orang biasa dan bukan dari kalangan Yakuza ataupun lainnya.
Rin sendiri dengan luwes bisa berbaur dengan para kolega Luke membuat pria itu semakin bangga dengan calon istrinya.
Memang rata-rata semua keturunan klan Pratomo suka dengan wanita yang kuat, percaya diri dan sedikit bar-bar.
Acara resepsi pun berjalan meriah dan Yuri dengan sengaja melemparkan buket bunganya ke Rin membuat gadis itu memerah wajahnya.
Hidetoshi Shinoda dan Yuri Tanaka
***
Turin Italia
Luca Bianchi dan Emi Takara Bianchi sudah tiba di Turin untuk menemani persalinan Leia. Minggu ini memang diperkirakan adalah waktunya Leia melahirkan dan Dante menjadi orang yang paling panik sedunia.
Leia merasa tidak nyaman sedikt, Dante pasti sudah ribut membawanya ke rumah sakit. Pria itu memang sudah memesan kamar VIP di Ospedale Ostetrico Ginecologico Sant'Anna atau Rumah Sakit Obstetri dan Ginekologi Sant'Anna.
"Dante! Aku belum waktunya melahirkan!" hardik Leia kesal melihat suaminya heboh tidak karuan.
"Tapi katanya kalau kamu sudah tidak nyaman berarti mau lahiran..."
"Belum! Perutku belum mulas juga!"
Luca dan Emi yang sudah datang di Mansion Mancini, hanya bisa mengacuhkan keributan sepasang anak manusia yang memang jarang akur.
"Mom! Kasih tahu deh si inferno satu ini! Bikin aku senewen!" pinta Leia ke ibunya.
"Belum Dante. Nanti akan ada tanda-tandanya. Oh Leia, sudah siap tas nya? Soalnya Okāsan tidak mau kalian gedubrakan lho." Emi menatap putrinya yang tampak semakin penuh wajahnya.
"Sudah mom." Leia berjalan menuju sofa dengan dibantu Dante. "Duh, ini anak rasanya makin berat saja" kekeh Leia sambil mengusap perutnya.
"Nanti kalau sudah brojol kan lega perut kamu... Addduuuhhh!" Luca mengusap bahunya yang dipukul Emi.
"Ya ampun Luca! Kalau ngomong beneran deh!" omel Emi sebal.
"Kalian sudah menyiapkan nama?" tanya Luca ke Dante dan Leia.
"Sudah dong!" senyum Leia. "Aku dan Dante sepakat memberikan nama anak kami Vicenzo Hugo Bianchi Mancini."
"Bagus artinya. Penakluk yang cerdas" gumam Luca. Tiba - tiba ponsel Luca berbunyi dan wajah pria blasteran Italia - Indonesia - Korea itu hanya manyun melihat siapa yang menelpon.
"Ya papa Takeshi yang sudah tidak punya benteng" sapa Luca cuek membuat Emi dan Leia mendelik.
"Belum papa, Leia belum waktunya brojol. Nanti kan aku kasih tahu... Iya papa... Namanya? Sudah disiapkan... No, bukan Takeshi karena pasaran... " cengir Luca yang membuat Emi memegang pangkal hidungnya. "Yeee, suka-suka yang punya anak lah papa... Iyaaa... iyaaa... nanti aku kabari. Sudah, papa tidak usah panik nanti jantungnya ikut panik... Iyaaaa... Ya ampun papa nih! Bye!"
Emi menatap wajah suaminya. "Bagiamana?"
Luca tersenyum smirk ke arah Dante dan Leia. "Opamu minta anak kalian dikasih nama Takeshi..."
"What? Tidak bisa Dad! Aku dan Dante sudah menyiapkan sejak seminggu lalu!" protes Leia.
"Itulah yang Daddy bilang tadi. Sudah, kalian jangan terlalu dipikirkan. Tahu sendiri opamu lebay padahal Opa Marco tidak selebay besannya" cengir Luca.
"Sudah sayang, Opamu kan ingin ada legacy ( warisan ) namanya" ucap Dante sambil mengusap-usap bahu istrinya.
"Kenapa tidak nunggu Luke saja besok kalau punya anak sama Rin. Kasih nama anaknya nanti Takeshi saja biar opa bahagia" celetuk Leia.
"Iya kalau anaknya Luke besok laki-laki, kalau perempuan, ya wassalam dikasih nama Takeshi" gelak Luca durjana.
***
"Dante memang heboh!" kekeh Luca melihat kacaunya sang menantu.
"Padahal dulu dia dikenal manusia dingin tapi setelah sama Leia, dia banyak berubah" senyum Emi.
"Oom Luca, Tante Emi, Dante seperti itu hanya kalau ada Leia. Di luaran, balik lagi Dante yang menyebalkan dan super dingin" sahut Antonio.
"Haaaaahhh? Owalaahhh anak itu memang Bucin dengan Leia" gelak Luca.
Tak lama dua mobil mewah itu pun tiba di rumah sakit dan Dante dengan sigap membantu istrinya duduk diatas kursi roda. Dokter Obgyn Leia sudah siap dan mereka pun masuk ke dalam ruang rawat inap VIP.
"Apakah Leia sudah akan melahirkan?" tanya Emi ke dokter wanita itu setelah menunggu hasil observasi di luar kamar Leia.
"Signora Mancini sudah bukaan lima, Signora Bianchi. Ini kami akan membawa Signora Mancini ke ruang bersalin dan tampaknya akan melahirkan normal."
Tak lama Leia yang sudah berbaring berada diatas brankar pun didorong masuk ke dalam ruang bersalin. Emi mencium kening putrinya lembut dan Leia tampak menangis karena tahu dirinya sering membuat kedua orangtuanya pusing.
"Maafkan Leia ya Okāsan kalau selama ini sering membuat susah..." bisik Leia sambil menatap sang ibu.
"Tidak salah sayang. Kamu adalah putri Okāsan yang dibanggakan. Sekarang bersiaplah mengeluarkan cucu Okāsan..." senyum Emi.
"Dad..."
"Yang kuat ya princess Leia. Ayo lahirkan Ben Solo alias Kylo Ren..." ucap Luca absurd membuat Dante melotot.
"Please Dad! No Star Wars in here!" protes Dante membuat Leia tertawa tapi setelahnya dirinya merasa perutnya sakit.
"Kita masuk ke dalam ruang bersalin dulu semua" pinta dokter Obgyn Leia sambil memberikan kode ke suster yang mendorong brankar Leia untuk masuk ke dalam ruang besar itu.
"Kamu tuh bisa tidak sih tidak mengkaitkannya dengan Star Wars?" hardik Emi kesal.
"Lha kan benar Emi, anaknya Han Solo dan Leia Organa Skywalker itu namanya Ben Solo alias Kylo Ren" elak Luca.
"Tapi ya nggak pas gini jugaaaa!"
"Dad! Okāsan!"
Luca dan Emi menoleh ke arah suara yang memanggil mereka berdua. Tampak Luke dan Rin datang dengan ditemani Antonio serta Alexis.
"Dimana Leia dan Dante?" tanya Luke setelah mencium kedua orangtuanya, begitu juga dengan Rin.
"Sudah masuk ruang bersalin" jawab Emi.
"So, apa mereka sudah menyiapkan nama? Dad, jangan bilang namanya Ben Solo!" Luke menatap tajam ayahnya.
"Oh tidak Luke. Namanya sangat jauh dari Star Wars kok" senyum Luca.
Rin hanya tersenyum mendengar keributan tunangannya dengan kedua orangtuanya.
Suara tangis bayi pun terdengar dari ruang bersalin, membuat semua orang berucap Alhamdulillah.
Setengah jam kemudian Dante keluar dengan wajah bahagia. "Telah lahir putra kami, Vicenzo Hugo Bianchi Mancini, berat 3,7 kg dan panjang 51 cm."
Luca memeluk menantunya, begitu juga Luke yang menepuk pundak iparnya. "Selamat ya!"
Vicenzo Hugo Bianchi Mancini
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️