
Mansion Bianchi
"Siapa orangnya Omar?" tanya Luca penasaran.
"Apakah anda pernah mendengar nama Harland Rochester?"
"Produser Hollywood itu? Yang mengakusisi MGM dan Paramount?" seru Luke.
"Rochester lagi?" seru Luca.
Leia hanya memegang pelipisnya. Bisa perang dengan Hamilton lagi!
"Ada apa antara keluarga kami dengan Rochester?" tanya Dante bingung. Sepertinya keluarga Mancini tidak ada urusan dengan keluarga Rochester.
"Bukan kamu tapi kami" jawab Leia.
"Keluarga Rochester pernah ribut dengan keluarga McCloud saat Rajendra McCloud menolak menyediakan sup hisit banyak-banyak karena sepupuku itu tidak mau membunuh banyak hiu karena baginya itu akan merusak ekosistem laut ( Baca My Cold Chef chapter Family Feud )" ucap Luca.
"Pada saat itu Oom Rajendra maju melawan keluarga Rochester yang mendapatkan backing dari keluarga Kennedy tapi Opa Ezra Hamilton pasang badan. Terang-terangan keluarga Hamilton mendukung keluarga McCloud. Akhirnya FDA ( Food Drug Administration ) turun tangan dan langsung mendukung keputusan Oom Rajendra" papar Leia.
"Apakah info itu valid Omar?" tanya Luke.
"Ini aku baru saja mendapatkan memo dari DEA yang ternyata sudah lama menyelidiki keterlibatan Harland Rochester sebagai bandar narkoba ke para aktor dan artis Hollywood."
"Dapat dari mana Harland? Kok bisa lolos bea cukai?" tanya Dante.
"Apa kamu lupa siapa keluarga Rochester? Mereka sama kayanya dengan keluarga Pratomo" ucap Megan. "Harland mendapatkan pasokan dari segitiga emas Asia, Mexico dan Rio de Janeiro yang masuk melalui Miami, acara promosi film dan para aktor dan aktris yang menjadi kurirnya."
"Jika kalian tahu masuk dari Miami atau dari Los Angeles, kenapa kalian tidak menangkapnya?" tanya Leia.
"Karena pekerjaannya sangat rapi. Beberapa kali DEA dan kepolisian setempat menangkap tapi bukti-bukti selalu tidak ada" jawab Billy Boyd.
"Kekayaan mereka memang tidak terbatas..." gumam Tiffany.
"No! Kalau soal kekayaan, keluarga kami jauh lebih kaya. Keluarga Rochester memiliki kekayaan sebesar keluarga Hamilton saja. Tapi jika ditambah kekayaan keluarga Blair O'Grady, Bianchi, McCloud, Giandra, Park, Hamilton, Ramadhan dan Neville digabungkan, Rochester kalah jauh!" potong Luca.
"Jadi pembunuh Rowan?" Dante menatap Omar.
"Dua orang dobel agen yang menyusup ke keluarga Diazo" jawab Bruce. "Atas suruhan dari Harland Rochester karena Rowan Jesper sudah tidak berguna lagi."
"Harland memiliki kekayaan yang nyaris tidak terbatas karena film-film dari studionya selalu box office ditambah pendapatan dari narkoba yang menjerat artis-artisnya" sambung Tiffany.
"Natalia dan Stefanus adalah salah satu pelanggan Harland. Dan entah berapa banyak orang - orang dari kalangan elite juga menjadi pelanggannya." Omar membaca email dari pihak DEA yang sudah menyelidiki kasus ini berbulan-bulan.
Leia dan Luke saling berpandangan membuat Dante yang memperhatikan kedua saudara kembar itu yakin, Natalia sudah dihabisi oleh Luke Bianchi tapi dimana dan bagaimana, Dante tidak tahu.
"Jadi Harland mengincar dua perkebunan anggur milik keluarga Bianchi dan Mancini dengan berusaha membuat dua keluarga yang sedang berseteru ini menjadi pertumpahan darah. What the heck he's thinking? Film Godfather?" omel Luke.
"Omar, area mana yang mereka incar?" tanya Dante.
Omar memperlihatkan area kebun anggur milik keluarga Bianchi dan Mancini serta pelabuhan milik keluarga Mancini yang dipakai untuk mengirim anggur ke wilayah Eropa.
"Harland incar pelabuhan ku?" Dante menatap tajam ke Omar.
"Yes."
Dante tertawa terbahak-bahak. "Pelabuhan ku sudah dibeli sebagian sahamnya oleh pemerintah Turin sejak lima puluh tahun lalu. Ayahku sendiri yang menjualnya karena pemerintah Turin membutuhkan perluasan. Apa dia tidak tahu akan hal itu?"
"Apakah perjanjian itu publik?" tanya Omar.
"Tidak dipublikasikan sebab pemerintah tidak mau terlihat jelas memiliki hubungan kerja sama dengan Mafioso" ujar Dante. "Mereka kan ingin tampak bersih dan transparan padahal di balik itu, we know lah!"
"Harland mengira dengan kekuasaan dan nama keluarganya, dia bisa berbuat seenaknya untuk mengambil semua titik-titik yang menguntungkan bisnis narkobanya. So, sampai dimana DEA bekerja?" Luca bertanya ke Omar.
"Mereka menuju Miami."
"Kalau begitu, kita tunggu."
***
Leia masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat setelah tadi mereka makan siang bersama. Tim FBI sudah kembali ke hotel tempat mereka menginap dan Dante sudah pulang ke mansionnya.
Segera Leia menghubungi tiga sepupu perempuannya dan tak lama Blaze, Nadira dan Zinnia pun hadir di panggilan Zoom.
"Leleeee! Kamu tidak apa-apa?" tanya Blaze heboh.
"Itu bahunya patah atau gimana? Kok di gips?" tanya Nadira.
"Ih serem amat patah! Dislokasi Nadira, dislokasi!" omel Blaze.
"Dislokasi doang kok, bulan depan sudah bisa dibuka gipsnya." Leia tersenyum ke ketiga wanita cantik itu. "Arsya mana Zee?"
Zinnia yang juga istri Sean Léopold mengarahkan kamera MacBook nya ke tempat tidurnya.
"Ya ampun! Sean banget!" komentar Leia.
"Iya lho! Kamu nggak dibagi sama sekali!" timbrung Nadira.
"Nggak papa. Kamu gimana? Apa pelakunya sudah tertangkap?" tanya Zinnia khawatir.
"Sudah mokat malahan! Dihabisi oleh keluarga Diazo."
"Kok ya kepikir menyusup ke banyak klan mafia lalu mencari kelemahannya hanya untuk mengambil tanahnya!" sungut Blaze.
"Siapa sih dalangnya?" tanya Nadira.
"Your Dad enemy, Dira."
Nadira mengernyitkan dahinya. "Daddy tidak punya musuh... setahuku."
"Sebenarnya ini family feud sudah seabad lebih dan bukan keluarga kita tapi keluarganya Tante Alea."
Ketiga wanita itu melongo. "Musuhnya keluarga Hamilton?" tanya Zinnia.
"Jangan bilang keluarga Rochester" ucap Blaze.
"Lho kan Daddy sudah tidak mau berurusan dengan keluarga itu" ujar Nadira.
"Pernahkah kalian mendengar nama Harland Rochester?"
"That producer? Aku pernah melihatnya beberapa kali di acara pesta yang diadakan di RR's Meal" jawab Nadira. "Memang kenapa?"
"Dialah biang dari semua ini. Dia itu bandar narkoba kelas kakap! Mungkin Escobar atau mafia lain kalah! Dia lah yang memberikan narkoba ke kalangan selebritis Hollywood hingga ke jajaran orang-orang terkenal lainnya."
"Tapi bagaimana caranya?" Zinnia menatap Leia.
"Dari para artisnya lah! Mereka yang sudah kecanduan, akan melakukan apa saja agar tetap dipakai di film-film produksinya yang kita tahu selalu menjadi box office."
"Hei, aku pernah pas clubbing ada artis siapa masuk ke club yang aku datangi dan banyak yang mendekati artis itu tapi aku hanya merasa paling fans nya. Hanya saja aku ingat-ingat lagi, wajah artis itu memang kuyu tidak sehat. Rupanya dia ngedar disana kalau begitu." Blaze tampak menggigit bibir bawahnya.
"Untung kamu selalu dikawal oleh Samuel jadi tidak terkontaminasi dengan obat. Stop ya Bee, jangan suka ke clubbing lagi." Leia menatap tajam ke sepupunya.
"Dira, apakah Pedro tahu soal ini?" tanya Zinnia ke Nadira.
"Divisinya beda, Zee" jawab Nadira.
"Kamu hati-hati Leia. Bukan tidak mungkin mereka juga akan mengincar kamu" ucap Blaze.
"Tenang saja, Darth Vader dan Daddy sudah ada disini" senyum Leia.
"Syukurlah."
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️