The Bianchis

The Bianchis
Georgina O'Grady



Akhirnya Joey lulus menjadi seorang dokter meskipun harus berdrama dengan segala keabsurdan pria Italia itu. Meskipun sedikit terlambat, pria itu tetap lulus dengan nilai memuaskan. Bahkan oleh dekan fakultas kedokteran, Joey diberikan kehormatan untuk menjadi perwakilan para lulusan untuk berpidato di mimbar.


"Hai, saya Jeoffree Bianchi atau biasa kalian panggil Joey atau Bianchi satu karena ada dua Bianchi disini tapi yang satu sudah minggat karena lulus" cengirnya yang membuat Mario dan Josephine hanya bisa memegang pelipisnya.


"Anyway, saya hendak berterima kasih kepada Allah SWT, kedua orangtua saya yang tabah punya anak ganteng tapi cerdas seperti saya ini, Opa Joshua Akandra... Yeah kalau anak fakultas science tahu lah siapa Joshua Akandra. Dekan, para sensei terutama Dokter Daisuke Naruhito yang tabah dengan saya selama saya harus terdampar di kamar mayat dan sayaberlagak menjadi Hajime Kindaichi..." suara sorakan terdengar dari para barisan lulusan fakultas kedokteran yang tahu ceritanya Joey dihukum disana.


"Kalau kalian mau tahu apakah horor? Ya horor lah! Gila apa di kamar mayat nggak horor!" gelak Joey yang semakin ramai di aula.


"Anyway saya bahagia bisa lulus karena setelah ini saya akan terbang ke Harvard mengambil spesialis bedah. Jadi buat para dosen dan semua orang yang masih tertinggal di Tokyo University... Jangan kangen pada saya karena berat pakai banget! Terima kasih."


Joey memberikan hormat kepada rektor, dekan dan para dosen yang sudah biasa menghadapi sikap slengean cucu Joshua Akandra itu. Joey langsung memeluk Dokter Daisuke Naruhito dan Opanya Joshua yang juga hadir.


Pria itu memang sudah lolos ujian di Harvard Medical School bagian spesialis bedah dan akan berangkat ke Boston Massachusetts Minggu depan.


***


Harvard Medical School Boston Massachusetts


Joey memulai hari-harinya sebagai mahasiswa kedokteran spesialis bedah dengan semangat 45. Aturan di Harvard sangat berbeda di Todai, disini tidak setiap saat memberikan hormat, cukup mengangguk saja.


Tapi karena Joey terbiasa di Tokyo seperti itu, terkadang dia melakukan pada seniornya yang membuat seniornya sempat kikuk. Tapi semua seniornya mengakui kalau Joey memang cerdas meskipun selengean.


***


Pagi ini Joey bergegas ke kampus karena harus mengikuti operasi pagi. Buru-buru pria itu menuju ruang operasi hingga tanpa sengaja menabrak seorang gadis berambut pendek hingga membuat tasnya jatuh dan isinya berantakan.


"I'm so sorry!" ucap Joey. "I'm in hurry!"


"Do you have eyes or not, you jerk!" bentak gadis itu galak.


Joey terperangah dibentak sedemikian rupa oleh gadis itu.


"Bianchi!" Joey menoleh. "Ayo ke arena!"


"I'm so sorry. Namaku Joey Bianchi. Nanti kamu bisa cari aku buat minta ganti rugi." Joey lalu mengangguk hormat dan buru-buru mengikuti seniornya.


Bianchi? Tunggu... Bukannya Oom Rhett punya keponakan bernama belakang Bianchi?


***


Joey mengembuskan nafas lega bisa mengambil tumor di payu#dara seorang pasien. Konsulen nya tampak puas dengan bagaimana Joey hati-hati mengambil.


"Good job Bianchi."


"Thanks Dok."


"Sekarang kamu jahit yang rapih."


Setelah menyelesaikan semua tugasnya, Joey dan dokter bedah senior nya menghampiri keluarga pasien untuk memberitahukan bahwa operasinya sukses.


Joey pun menuju kantin untuk makan pagi campur siang karena tadi dia hanya makan sandwich. Mana kenyaaaannggg!


Sedikit khilaf pria itu mengambil banyak porsi makanan disana membuat seorang gadis menatapnya sebal.


"Habis kamu sebanyak itu?"


Joey mendongak dan mata coklatnya terkejut melihat gadis berambut pendek yang tadi ditabraknya.


"Hai. Kamu mau makan siang? Ambil saja, nanti aku bayarin sebagai permintaan maaf sudah menabrakmu membuat tas mu berantakan." Joey tersenyum ramah.


Gadis itu duduk di depan Joey.


"Joey Bianchi" ucap Joey sambil mengulurkan tangannya yang disambut gadis itu.


"Georgina O'Grady."


"Hah? Apa hubunganmu dengan Oom Rhett O'Grady?" tanya Joey.


"Dia Oom aku."


"Whoah! Dunia sempit ya? Anyway, kamu kuliah disini ambil apa?" tanya Joey. "Eh beneran kamu mau makan apa? Aku bayarin."


Georgina dengan santainya mengambil kentang goreng milik Joey. "Aku ambil kedokteran gigi. Kamu tidak usah bayarin aku makan. Paling kamu juga nggak habis jadi aku ambil saja punyamu."


Mata coklat Georgina menatap Joey. "Kamu flu? Kamu radang tenggorokan? Kamu kena virus herpes?"


"Heeeeiii! Penghinaan! Joey Bianchi orang yang paling pembersih!" sanggah Joey dengan wajah manyun.



Introducing Georgina O'Grady


"Iyalah! Kalau dokternya jorok, siapa juga yang mau berobat!" kekeh Georgina.


"Sebentar, kalau kamu keponakannya Oom Rhett, kamu anaknya siapa?" tanya Joey.


"Anaknya Kieran O'Grady."


"Ooohhh... Oom Kieran." Joey memang pernah bertemu sekali dengan Kieran O'Grady saat liburan ke London tapi itu pun sudah lama sekali sebelum dia masuk Tokyo University. Saat itu Kieran datang untuk membahas bisnis dengan Aidan Blair.


"Kamu pernah ketemu dengan Daddy ku?" tanya Georgina.


"Pernah sekali tapi sudah lama sebelum aku masuk Todai... eh maksudku masuk Tokyo University."


"Jadi benar berita kamu itu lulusan Tokyo University yang selalu hormat dengan senior?"


"Kebiasaan lama sulit dihilangkan, G. Jadi yaa suka lupa kalau disini tuh di Amerika bukan Jepang" gelak Joey.


"Yak, jam istirahat aku sudah selesai." Georgina mengambil sepotong sandwich salmon dari piring Joey. "Nice to see you, cousin."


Joey tersenyum. "Nice to see you cousin." Sepupu nemu.


***


Tokyo Jepang


Luca menatap tidak percaya ketika melihat Tadashi datang menjemput Emi untuk makan siang. Beneran kagak punya urat malu deh nih si tadah hujan!


"Kamu ngapain?" tanya Luca tanpa basa basi.


"Jemput nona Emi."


"Buat apa? Mau apa? Ngapai?" cecar Luca tidak suka.


"Takara-sama ingin bertemu dengan putrinya. Apa salah?" jawab Tadashi santai.


"Jika memang Mr Takara yang mengundang Emi, bukankah harusnya aku yang mengantarkan Emi, bukan kamu!"


"Kalau kamu tidak percaya, telpon sendiri saja!" Tadashi menatap Luca dengan gaya menantang. Pria berdarah Italia itu pun mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Takeshi.


Emi yang keluar dari bank tempat dia bekerja, menatap bingung ke kedua pria dihadapannya. "Tadashi? Ada apa?"


"Maaf nona Emi, anda ditunggu ayah untuk makan siang."


Emi mengernyitkan alisnya. "Aku tidak ada janji dengan Otousan" gumamnya.


"Sorry Tadashi. Barusan Mr Takara minta aku yang mengantarkan Emi makan siang bersama. Jadi kamu ikuti mobil kami ya! Yuk Em" ucap Luca sambil menarik tangan Emi menuju parkiran.


Di dalam mobil, Luca menatap Emi serius. "Kamu tahu Em, papamu tidak ada acara makan siang dengan kamu sebenarnya. Papamu sedang makan siang dengan Daddyku. Jadi tidak mungkin kan?"


Emi melirik judes ke arah mobil Tadashi. "Apa maksudnya dia begitu? Dia mau mencoba menculik aku?"


Luca hanya tersenyum smirk.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaeesss


Maaf Eike terserang aji sirep jadi lanjut besok semuanya ya. Sorry...


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️