The Bianchis

The Bianchis
Luke Bianchi : Evening Coffee



Apartemen Rin Ichigo


Rin melongo melihat Luke dengan cueknya membantu mencuci piring dan peralatan makan lainnya. Kalau cuma cari perhatian, nggak seluwes ini, macam sudah biasa melakukan di rumah.


"Kenapa Rin?" tanya Luke usai mencuci tangannya.


"Kamu itu memang biasa atau cuma cari perhatian?"


Luke melongo. "Soal apa? Cuci piring? Rin, seriously, bukannya kita dari TK sudah diajari ya?"


"Ya tapi... kamu itu... ketua Yakuza Takara lho."


Luke terbahak. "Asal kamu tahu, setiap Minggu, pelayan kami di mansion Al Jordan mendapatkan libur. Kami sekeluarga bersih-bersih sendiri bahkan aku tidak canggung memasak."


Rin terbengong-bengong. "Kamu bisa memasak?"


"Bikin brownies saja bisa! Dan aku terbiasa membuat dari scratch, dari awal. Oma ku sangat menyukai jika kami para cucunya membantu di dapur."


"Oh my God." Rin berjalan menuju sofa.


"Kenapa? Apa ada yang salah?" tanya Luke bingung.


"Tidak, hanya tidak menyangka saja." Gadis itu duduk di sofa dan melihat bagaimana Luke dengan santainya menyeduh kopi seolah ini rumahnya sendiri.


"Kamu suka kopi tanpa gula atau pakai gula?" tanya Luke.


"Gula dua cube."


Luke pun menyiapkan dua buah mug berisikan kopi lalu berjalan menuju sofa dimana Rin duduk manis sambil menyalakan TV.


"Kopimu Rin." Luke menyerahkan mug berisikan kopi sesuai request gadis itu.


"Domo, Luke." Rin menyesap kopinya sedangkan Luke dengan santainya duduk bersandar di sofa sambil meminum kopinya.


"Yankee..."


"Apa Yakuza?"


Luke mengambil buku tentang agamanya. "Kamu baca ini?"


"Iya. Gara-gara kamu setiap selesai selalu bilang 'Assalammualaikum' dan aku ingin tahu apa."


"Setelah tahu?"


"Menarik dan ingin tahu lebih banyak."


Luke mengangguk. "Aku dukung. Jika ada yang ingin kamu tanyakan, bisa ke aku atau ke Oma kalau kamu kebetulan bertemu dengan beliau di toko pastry."


"Terima kasih Luke."


Luke tahu soal pribadi seperti itu tidak boleh dipaksakan. Melihat Rin mulai tertarik saja sudah membuat jantungnya berdebar-debar. Semoga mendapatkan hidayah.


Acara di tv memberitakan bahwa Harland Rochester hilang usai dideportasi keluar Turin. Di layar tampak Luke sedang mengobrol dengan Maggie, sedangkan Leia juga sedang berbicara dengan seorang polisi sambil bergandengan tangan dengan Dante Mancini.


"Siapa gadis berambut coklat itu, Luke?" tanya Rin yang menunjuk ke Maggie.


"Oh, dia Maggie, anggota FBI. Kami menyamar saat hendak masuk ke acara premier film."


"Cantik ya?"


"Maggie."


"Nggak terlalu memperhatikan karena aku fokus soal yang lain."


"Bagaimana bisa kamu tidak memperhatikan?" Rin menoleh ke Luke yang memasang wajah santai.


"Aku lebih memperhatikan sekitar, Rin. Apakah kamu tahu, kami dikepung oleh banyak kartel yang ingin membunuh kami?"


Rin terkejut sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "Kalian hampir mati?"


"Hampir! Bahkan kami sudah dikelilingi oleh Kartel yang jumlahnya 50 an orang. Tapi Daddy, Antonio dan Oom Benji serta Dante sudah persiapan hingga akhirnya mereka pun mundur."


3


"Lalu Harland?"


"Kita kasih ke kartel lah! Terserah mau diapain."


Rin tampak tertegun. "Luke, apakah dia masih hidup?"


Luke hanya mengedikkan bahunya. "Aku tidak tahu dan tidak mau tahu."


"Kamu nggak pulang?" tanya Rin.


"Kamu ngusir?"


"Ini sudah mau jam sebelas malam dan aku mau istirahat Luke. Besok aku bekerja."


"Aku jemput besok?" tawar Luke.


"Tidak usah. Aku bisa berangkat sendiri."


Luke mengangguk. "Oke, aku pulang dulu." Pria itu berdiri dan mengambil kunci mobil serta ponselnya diatas meja kopi lalu menuju ke pintu apartemen.


"Thanks Rin, atas masakannya yang lezat." Luke membuka pintu apartemen mungil Rin.


"Sama-sama. Terimakasih sudah mengantar dan membelanjakan aku banyak bahan makanan" jawab Rin manis.


Luke mengangguk. Tanpa diduga-duga, pria itu mencium kening Rin.


"Goodnight, Yankee Strawberry. Assalamualaikum." Pamit Luke ke Rin yang masih terbengong bengong lalu pria itu keluar apartemen Rin.


Tanpa sadar Rin menyentuh keningnya.


"Wa'alaikum salam, Yakuza freezer..." bisiknya pelan.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Nanti lanjut lagi.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️