
Tokyo Jepang, Kediaman Al Jordan
Pagi ini adalah hari yang dinantikan oleh Luke Bianchi setelah hampir dua tahun berpacaran dengan Rin Ichigo, gadis Yankee yang dikenalnya dari insiden penjarahan buah strawberry di kebun milik Luke.
Dan kini Luke sudah bersama dengan para sepupu dan iparnya sambil menunggu dimulainya acara ijab qobul.
"Akhirnyaaaa... pawang trio kampret dapat pawang juga!" seru Shinichi sambil memeluk Luke erat.
"Jas gue kusut Shinchaaannn!" hardik Luke kesal karena adiknya satu itu memang minus manner. Terkadang semua orang tidak menyangka kalau Shinichi lebih mirip Bima dan Hoshi dibandingkan dengan Hideo.
Banyak yang mengatakan saat Fayza diselamatkan di Turin, yang diingat Bima dan yang dibatin Hoshi jadilah sifat putranya gabungan kedua Oomnya. Benarkah demikian? Wallahu alam... Tapi kalau Shinichi bersikeras bahwa Allah itu baik, menciptakan dirinya di tengah-tengah Appa Hideo dan mommy Fayza agar rumah tangga mereka ramai dengan kejenakaan dirinya.
Tentu saja alasan Shinichi membuat semua sepupunya melengos sebal karena menunjukkan bagaimana narsisnya pria imut yang berkuliah di faklutas science jurusan fisika di Tokyo University.
"Luke, sudah yakin elu sama Rin?" tanya Bayu.
"Insyaallah yakin. Lagian cuma dia yang tabah sama aku."
"Kayaknya yang tabah sama elu bang itu cuma dua sebelumnya dokter Rika dan dokter Yuri deh!" celetuk Shinichi. "Sayang, dua cewek itu sama sekali nggak ada chemistry sama babang Lukie, malah dokter Yuri sama Hidetoshi senpai sedangkan dokter Rika masih demen jomblo."
"Elu yakin Luke kalau dokter Rika gadha rasa sama kamu?" tanya Bayu.
"Yakinlah. Soalnya aku tahu Rika seleranya cowok berkulit gelap. Dia tidak suka cowok putih."
"Haaahhh?" seru semua sepupunya.
"Rika sudah pacaran sama cowok dari Bali, guide disana. Tapi apa berlanjut serius atau tidak kan ya hanya Rika yang tahu. Yang penting sahabat aku itu bahagia." Luke menatap ke semua sepupunya.
"Babang Lukie, apakah sesudah menikah, babang tidak akan mengawasi kami?" cengir Valentino yang membuat Luke mendelik.
"Kalian bertiga, kalau tidak diawasi, bakalan tambah kampretos!" ucap Luke tajam.
"Idiihhh! Kita itu anak baik-baik bang, cinta ayah dan bunda, cinta keluarga, cinta Nusa dan bangsa, cinta duit juga..." sahut Shinichi sambil menghitung dengan jarinya.
"Nah ini nih..." Suara Luke terhenti ketika Dante datang bersama dengan bayi bule tampannya, Vicenzo.
"Keponakan Oom Shinichi bukan Kudo datang juga akhirnya. Sini Oom Shin gendong!" seru Shinichi heboh yang langsung mendekati bayi tampan berambut sedikit pirang itu.
"Vic, sama Oom Shin mau nggak?" tanya Dante ke putranya yang menatap ayahnya dan Shinichi bergantian.
"Maulah sama Oomnya yang paling imut di ruangan ini" cengir Shinichi yang akhirnya menggendong Vicenzo. Bayi tampan itu lalu menatap Oomnya dengan serius.
Baby Vicenzo
"Jangan kamu doktrin macam-macam lho Shin!" ucap Dante dingin.
"Nggak bang... nggak salah. Jadi tho Vicenzo, kamu itu kalau besar, jangan ikutan bokap lu yang judesnya minta ampun. Mboten patut ( Tidak patut )! Mboten pareng ( tidak boleh )! Mangertos nggih cah Bagus ( mengerti ya anak cakep )." Shinichi asyik mengajak ngobrol Vicenzo dengan bahasa Jawa.
"Luke, kenapa adik lu?" tanya Dante.
"Mas Shin kan biasa. Kalau habis ketemu Oma Josephine dan Oma Marissa, sok iye bahasa Jawanya. Dan sekarang anak bang Dante yang didoktrin bahasa Jawa soalnya Arsya kan nggak datang" jawab Radhi Blair.
"Astagaaa! Bisa gagap bahasa anakku nanti!" keluh Dante membuat semua iparnya tertawa.
***
Acara ijab Luke Bianchi dan Rin Ichigo memang dilaksanakan di halaman belakang yang sudah disulap menjadi tempat pernikahan. Luke sudah siap dengan jas dan tuxedo nya menunggu di tempat ijab.
Yang berdebar - debar
Leia yang tahu kembarannya gugup, lalu menghampiri Luke.
"Kimono. Aku yakin pasti pakai kimono. Bagaimana pun Rin kan tetap mengikuti adat Jepang." Leia mengusap bahu Luke. "Sudah yang penting sekarang fokus supaya bacaan ijabnya nggak salah..."
"Plus cincinnya jangan sampai gelinding atau salah jari macam jaman bokap gue!" celetuk Bayu yang mendapatkan pelototan Abiyasa yang selalu menjadi bulan-bulanan keluarganya gara-gara sebuah cincin. ( Baca My Cold Chef chapter Lamaran ).
"Ih amit-amit!" balas Luke dengan bergidik membuat Abiyasa semakin judes. "Sorry Oom Abi tapi memang itu lucu sekali..."
"Luuukkkeee!" hardik Abiyasa kesal membuat para pria generasi kelima terbahak apalagi yang datang saat lamaran Abi dan Gandari.
"Tapi memang sih mas Abi kacau!" gelak Benji durjana.
"Eh sudah! Diam kalian semua!" ucap Joey ke keluarga besarnya yang sudah duduk di kursi undangan. Luca dan Emi memang sengaja mengundang keluarga besar mereka saja untuk acara ijab karena Luke dan Rin ingin hanya keluarga yang hadir.
Malamnya baru mereka mengadakan resepsi di hotel baru milik keluarga Al Jordan - Bianchi di area Omotesando sekalian mempromosikan properti terbaru PRC Group Asia.
"Mbak Rin sudah datang" lapor Raine Blair yang bertugas menjemput calon pengantin kakaknya.
Semua orang pun menoleh ke arah Rin datang yang didampingi Georgina dan Gandari. Luke melongo melihat calon istrinya benar-benar memakkai kimono.
Yankee berkimono...
"Ya ampun kakak strawberry cantiknyaaaa" seru Shinichi membuat sepupunya mendelik..
"Shinchaaannn... Shut up!" seru Bayu, Valentino dan Arka gemas karena anggota trio kampret itu suka nggak lihat-lihat tempat.
Rin tersenyum ke Shinichi sambil memberikan kiss bye ke pria imut itu dan Luke tidak sedikit pun merasakan cemburu karena tahu, Rin dan Shinichi memang seperti kakak adik, apalagi sejak Leia menikah dengan Dante dan pindah ke Turin, Shinichi seperti menemukan kakak perempuan baru di Rin. Ditambah Rin jauh lebih permisif dan cenderung memanjakan Shinichi.
"Rin, ayo duduk." Emi membawa calon menantunya duduk di depan meja ijab. "Luke... Luke! Kok malah bengong disitu? Ayo duduk!" desis Emi melihat putranya malah takjub melihat calon istrinya. Luke akhirnya duduk dengan didorong Dante yang geli melihat kelakuan iparnya.
"Taruhan, Luke bakalan ngulang ijab lebih dari tiga kali" cengir Bima ke iparnya, Hoshi dan Hideo.
"I'm in" kekeh Direndra. "Taruhan berapa?"
"¥1000." Bima menatap ke ipar-iparnya.
"Deal!" seru pria generasi kelima membuat para istri mereka mendelik.
"Kalian itu apa-apaan sih!" desis Arimbi.
"Biar seru Jeng" kekeh Bima.
Para pria generasi kelima mengeluarkan uang ¥1000 yang dikumpulkan oleh Bima.
"Kalau Luke dalam satu tarikan nafas benar, uangnya buat kita!" ucap Gandari judes.
Acara ijab pun dilakukan dan semua keinginan para pria generasi kelima tidak terjadi. Dalam sekali tarikan nafas, Luke bisa mengucapkan bacaan qobul dengan sempurna tanpa salah. Gandari mengulurkan tangannya ke Bima. Pernikahan Luke dan Rin akhirnya sah dimata hukum negara dan agama.
"Mana uangnya Bim?" seringai istri Abiyasa O'Grady.
Bima pun memberikan uang itu ke Gandari dengan manyun.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️