
Manhattan New York, MB Enterprise Building
Mendengar Luca berhasil melamar Emi, membuat Joey menjadi iri. Sebenarnya Joey pun ingin memiliki kekasih namun sama seperti Luca, dirinya termasuk pria pemilih. Dan entah kenapa sejak bertemu dengan Georgina, ada sesuatu yang menarik perhatiannya.
Georgina cantik khas Irlandia dengan aksennya yang membuat Joey terkesima apalagi bar-barnya yang membuat dirinya semakin yakin dengan gadis itu. Lagipula masih keluarga juga jadi soal screening mengscreening, Oom Bryan tidak usah pusing.
Dan kini Joey berada dalam satu ruangan dengan Kieran O'Grady yang menatapnya tajam. Di samping Keiran, ada Georgina dan Rhett O'Grady.
Kieran O'Grady
******Georgina O'Grady******
"So, ini yang namanya Joey Bianchi?" tanya Kieran yang memang jarang bertemu. Kalau pun pernah, disaat Joey kecil.
"Iya Oom Kieran. Senang bertemu dengan Oom setelah sekian lama" ucap Joey sambil mengulurkan tangannya yang disambut Kieran.
"Saya bukan tipe orang yang suka basa basi. Apa benar kamu main ngajak nikah Georgina?" tanya Keiran ke Joey.
"Benar Oom."
"Alasan?"
"Kalau saya bilang saya jatuh cinta pada pandangan pertama kok kesannya klise tapi saya memang suka cewek bar-bar dan Georgina adalah wanita idaman saya. Seperti halnya keturunan Pratomo lainnya, saya suka wanita yang kuat, punya prinsip dan selalu semangat. Dan frankly, saya jatuh cinta dengan Georgina setelah dia main bius pasiennya."
"Oh Astagaaa" bisik Georgina sembari memegang pelipisnya.
"Joey, Georgina bukan wanita halus lho. Dia sangat - sangat Irlandia yang selalu meledak - ledak dan panasan" ucap Kieran.
"Justru itu yang saya suka Oom. Saya pun juga panasan orangnya tapi saya bisa berkompromi dengan Georgina jika kami menikah nanti."
Kieran melirik ke arah sepupunya Rhett yang hanya mengedikkan bahunya.
"Dan kamu melihat itu di Georgina?" tanya Kieran lagi yang bingung menghadapi keponakan sepupu iparnya itu.
"Iya Oom. Dan saya yakin Georgina adalah pendamping hidup saya yang saya cari selama ini. Oom Kieran tidak usah khawatir, saya akan membuat Georgina selalu bahagia karena saya adalah pria yang bertanggungjawab jika sudah mengambil keputusan."
"Seperti kamu dihukum di kamar mayat ya Joey" kekeh Rhett O'Grady.
Kieran mendelik. "Kamar mayat?"
"Ohya, Joey sempat dihukum tiga bulan di kamar mayat akibat melakukan pemukulan ke pelaku pembunuhan terhadap istrinya" jawab Rhett santai.
"Seriously?" Kieran menatap ke Joey.
"Serius Oom. See? Saya adalah pria yang bertanggungjawab dan menerima konsekuensinya dengan lapang dada" cengir Joey yang membuat Rhett tertawa sedangkan Keiran bengong mendapat jawaban yang sangat absurd.
"Rhett, apa Joey memang sesinting ini?" Kieran menoleh ke arah sepupunya.
"Well, kamu tahu sendiri kan keluarga Bianchi yang di Italia memang sudah sinting dari dulu sedangkan yang di New York sok cool" cengir Rhett.
"Oom, aku tuh nggak sinting" protes Joey.
"Lalu apa?"
"Slengean" cengirnya.
***
Kieran dan Rhett kini berada di ruang kerja suami Kaia Blair setelah Joey dan Georgina berpamitan untuk kembali ke Harvard.
Kedua saudara sepupu itu hanya saling memandang pemandangan Manhattan dan tidak ada pembicaraan yang muncul diantara mereka.
"Rhett..."
"Bagaimana Kieran?"
"Apa kamu yakin Joey serius?" tanya Kieran dengan wajah sedikit cemas. "Kamu tahu setelah ibunya G meninggal, aku sangat menjaga G apalagi dari para kaum pria dan aku tahu G bukan cewek aneh-aneh meskipun hobinya membius orang seenaknya."
"Aku rasa Joey sangat serius apalagi dia hasil didikan Oom Joshua dan Bianchi brothers yang meskipun selengean, selalu mendidik keras tentang tanggung jawab dan selalu serius jika sudah membuat keputusan."
Keiran mengangguk. "Tapi tampaknya G belum ada perasaan dengan Joey."
"Setahu aku, Georgina meminta Joey untuk membuatnya jatuh cinta ke anak itu agar lebih meyakinkan dirinya."
Kieran tersenyum smirk. "Keluarga Kaia memang slengean."
"Itulah yang membuat aku nyaman dengan keluarga besar Kaia. Tidak ada jaimnya. Suka bilang suka, tidak ya tidak."
"Aku akan biarkan Joey berusaha mengambil hati G. Kalau memang jodoh, mau bilang apa Rhett. Sama kan dengan dirimu yang dulu dijodohkan oleh kakek" senyum Kieran.
***
Harvard Medical School
Berita Joey Bianchi berpacaran dengan Georgina O'Grady terdengar di seluruh kampus Harvard. Tentu saja kabar itu menjadi heboh karena mereka masih saudara sepupu bahkan ada yang menggoda Joey incest.
"Astaghfirullah! Incest dari patung Liberty? Gue kasih tahu ya, Georgina itu sepupu nemu karena paman Georgina nikah dengan Tante aku! Kalian kan dokter, ditelurusi lah incest dari mana?" omel Joey saat acara makan siang di cafetaria kampus.
Pria itu memang memiliki banyak teman jadi tak heran teman-temannya kepo.
"Yakin elu sama Georgina? Secara dia dikenal cewek bar-bar, tukang bantah dosen, suka seenaknya sendiri" ujar salah satu temannya.
Joey nyengir. "Kayak siapa coba?"
Teman-temannya langsung melengos.
"Kayak siapa?" desak Joey.
"Kayak elu! Puas?!" seru teman-temannya.
"Puas banget!" gelak Joey durjana.
***
Mansion Al Jordan Tokyo Jepang
Luca sedang membaca buku Star Wars koleksinya ketika panggilan video masuk ke iMac nya.
Pria itu pun meletakkan bukunya dan langsung menerima panggilan video yang menampakkan Emi disana.
"Hai cantik" sapa Luca sambil melanjutkan bacanya.
"Hai Boba Fett" balas Emi yang terpaksa harus mengetahui semua tokoh-tokoh Star Wars karena Luca sangat - sangat maniac film Opera luar angkasa besutan George Lucas itu.
"Masih bagus aku dipanggil Boba Fett meskipun aku berharap dipanggil mandalorian" kekeh Luca.
"Nanti kamu harus pakai topeng terus" senyum Emi.
"Eh Boba Fett juga sama! Dia kan seorang mandalorian dan hasil kloning dari bapaknya Jango Fett."
Emi langsung pusing. "Iya deh Mr Spock."
Luca melirik judes. "Kenapa jadi Star Trek?"
Emi terbahak. "Lagian kamu memaksa aku untuk mengetahui soal Star Wars yang menurut aku itu love stroy berbalut perang bintang."
"Bagus kan?"
"Luca, memangnya kalau besok kita punya anak kembar cowok cewek, mau kamu berikan nama Luke dan Leia Skywalker?"
"Iya dong! Dan sejak dini bakalan aku ajarin Kendo sebelum aku berikan lightsaber." Luca menjawab serius.
"Lightsaber? Memangnya kamu punya?"
"Punya dong! Bahkan aku punya semua warna. Hijau punya Luke, merah punya Darth Vader, biru punya Obi Wan Kenobi meskipun nanti Luke juga pakai yang warna biru, kuning punya Rey Skywalker."
Emi melongo. "Ya ampun Luca. Kamu benar-benar mania Star Wars ya."
"Aku punya semua sampai komik dan novelnya pun aku ada. See Emi, kalau kamu mau kasih kado aku, gampang kok. Pernak pernik Star Wars saja sudah bahagia aku!" cengir Luca.
Emi tersentak. Tiga hari lagi Luca ulang tahun.
"Tenang saja, my Jedi. Aku sudah kebayang mau kasih kamu apa Luca."
Luca tersipu dipanggil 'My Jedi'.
I'm star wars and star trek junkie - author.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️