
New York University Manhattan
Nadira merasa risih ditemani oleh pria yang baru pertama kali ini bertemu dengannya. Gadis cantik itu melirik sebal ke arah Pedro yang hanya menatap lurus seolah tidak mengetahui kekesalan gadis di sebelahnya nya.
Pedro baru menyadari kalau Nadira itu tinggi. Pria itu mengira - ngira tinggi Nadira sekitar 174-175 cm dibandingkan dengan dirinya yang 185 cm.
"Kamu nggak ada kelas?" tanya Nadira judes.
"Sudah selesai makanya aku bisa menemani kamu menuju kelas mu."
"Aku sudah sampai." Nadira tiba di sebuah kelas dan menatap Pedro. "Terima kasih sudah mengantarkan."
Pedro melihat sekelilingnya yang tampak menatap bingung dan kepo siapa dirinya yang bersama dengan Nadira.
"Aku tunggu?" tawar Pedro.
"Tidak usah! Terimakasih." Nadira pun masuk ke dalam kelas sedangkan Pedro akhirnya meninggalkan Nadira.
***
FBI Building in Lower Manhattan New York
Pedro masuk ke dalam gedung Federal of Bureau Investigation atau FBI New York di daerah lower Manhattan. Pria itu langsung menemui pimpinannya Isobel de Garza.
"Bagaimana Pedro? Sudah menemukan kira-kira siapa anggota ******* yang berencana mengebom kampus-kampus di New York?" tanya Isobel.
"Belum Isobel tapi aku menemukan seseorang yang pasti kamu terkejut." Pedro menunjukkan wajah Nadira di iPad nya.
"Nadira McCloud?" Isobel menatap Pedro. "Nadira di NYU?"
"Yes Isobel, dia menjadi asisten dosen dan sedang mengambil program magister disana. Dia anak filsafat dan tidak ada rencana mengambil alih RR's Meal milik ayahnya."
Isobel adalah sahabat Aruna McCloud yang berawal dari acara makan malam di sebuah hotel dua puluh tahun lalu dan sejak saat itu mereka bersahabat hingga sekarang. Suami Isobel, Nero juga berteman baik dengan Rajendra McCloud.
"Aku tidak ingat kalau Nadira kuliah disana. Kamu berjaga-jaga Pedro sebab menurut informan, antara NYU dan Pace University mereka bersembunyi. Dan aku tidak mau kecolongan, Pedro. Memang kita sudah mengirimkan agen di setiap kampus di New York tapi dengan begitu banyak kemungkinan dan mendapatkan informasi itu, tentu saja kamu dan Leon yang di Pace harus waspada."
"Yes Isobel."
"Bagaimana bertemu dengan Nadira?" goda Isobel.
"Cantik tapi galak! Kesannya aku mahasiswa abadi dan tatapan tidak suka itu terlihat jelas di wajah cantiknya" keluh Pedro.
Isobel tertawa. "Nasib orang menyamar kan memang begitu. Sabar ya."
***
Nadira memasang earpiece nya dan mendengarkan penjelasan Luke soal Zinnia. Gadis itu sudah berada di dalam mobil BMW nya.
"Jadi kalian mau bawa kabur ke London?" tanya Nadira.
"Gasendra sudah mempersiapkan kereta khusus yang dibooking satu gerbong" jawab Luke Bianchi, putra Luca Bianchi dan Emi Takara.
"Oh mana Bee? Aku mau bicara bentar."
"Apa Dira?" tanya Blaze Bianchi, putri Joey Bianchi dan Georgina O'Grady.
"Kamu sudah meramu LSD mu?" tanya Nadira.
"Sudah. Kenapa?"
"Aku kirimkan formula yang membuat Stefanus semakin kecanduan."
Blaze terbahak. "Astaghfirullah Dira! Papamu kalau dengar bisa digantung kamu di pohon willow! Nanti tinggal Tante Freya cari penampakan kamu! Memangnya kamu dapat dari siapa?"
"Temanku yang mantan pecandu tapi sekarang malah buka toko gandja untuk kesehatan. Ironis kan?" kekeh Nadira.
"Apakah bahan-bahannya gampang?"
"Nadira!" hardik Luke sambil tertawa. "Kamu itu mahasiswi filsafat atau kimia sih?"
"Pilih mana?" cengir Nadira. "Aku hanya ingin membalas sakit hati Zee jadi apapun aku lakukan untuk membantu kalian."
"Kirimkan formulanya, akan aku coba disini tapi jika Stefanus memang sudah pecandu, akan lebih mudah" balas Blaze.
"Memangnya kamu belum berikan LSD nya?" tanya Nadira.
"Belum. Tapi sebentar lagi akan aku kasih."
***
Kediaman Rajendra dan Aruna McCloud
Nadira tiba di sebuah rumah yang tidak terlalu besar tapi sangat sophisticated dengan desain minimalis yang tampak simpel tapi elegan.
"Assalamualaikum" sapa gadis itu saat masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikum salam" balas Aruna menyambut gadis sulungnya.
Nadira mencium pipi sang ibu lalu berjalan mencuci tangannya di wastafel.
"Ayo makan dulu Dira, Daddymu kan bakalan sibuk di restauran" ajak Aruna.
Keduanya pun makan hanya berdua karena Eagle, adik Nadira kuliah di Oxford Inggris sembari menemani Arjuna dan Sekar disana.
"Gimana kuliahmu hari ini?" tanya Aruna.
"Biasa mom. Jadi asisten Opa Demetrio itu memang harus profesional. Diluar seperti Opa sendiri tapi di kampus tetap Professor aku."
"Bagus lah! Ada cerita lain?"
"Ada mahasiswa model-model mahasiswa abadi gitu terus godain aku di ruang kelas Opa Demetrio langsung disuruh keluar deh!"
Aruna tertawa kecil. "Wajar jika banyak yang menggoda kamu, wong anak mommy cantik begini."
"Ih mommy." Nadira tersenyum malu.
***
Somewhere in NYU Dorm
"Jadi kapan kita akan eksekusi kampus ini?"
"Bulan depan... Aku yakin pasti pemerintah Amerika langsung menuduh negara-negara yang dianggap sebagai musuh Amerika. Terutama negara tero*ris di mata mereka."
"Padahal their enemies in plain sight. Hahahahaha!"
"Memang bodoh kok Uncle Sam!"
"Kita simpan diam-diam detonator ini dan tepat di ulang tahun George Washington, the funding father of Amerika, kita hancurkan NYU dulu baru ke Harvard, Columbia, Princeton dan MIT. Kita ambil di tanggal - tanggal penting di Amerika."
"Pasti mereka tidak menyangka bahwa orang Amerika sendiri yang mene*ror negara nya sendiri."
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote gift and comment
Tararengkyu ❤️🙂❤️