
Sekolah International Tokyo Jepang
"Apa maksudnya kakak si muka rata menabrak mobil bang Inferno?" tanya Sakura bingung. "Lagian ngapain morotin ke Turin?"
Leia menoleh ke arah Sakura yang ketularan dengan kakak dan sepupu prianya yang hobi mengganti nama orang seenaknya. "Kok morotin?"
"Bang Lukie yang bilang gitu, aku hanya menirukan" senyum Sakura jahil.
"Memang mobil kamu ditabrak dimana?" tanya Leia.
"Di Milan dua tahun lalu saat salah satu bibiku meninggal disana dan aku hendak mendatangi ke gereja untuk misa requiem, tiba-tiba mobil Aston Martin hitam dari arah berlawanan seperti kehilangan arah dan menabrak Ferarri aku" jawab Dante.
"Apa si Ale-ale tidak mau bertanggung jawab, bang Inferno?" tanya Sakura.
"Stava scappando ( dia kabur ). Dan meninggalkan baretan yang cukup panjang di La Ferrari aku. Dari kamera CCTV, aku dan pihak polizia tahu siapa pengemudi itu tapi kakakmu, sudah kabur ke Jerman dan keluarga mu juga sudah pindah ke Tokyo. Ho ragione ( apa aku benar )?"
"Aku tidak tahu kalau kak Alessandro, bukan Ale-ale, Sakura, memiliki masalah denganmu, Signor Mancini."
"Kapan kakakmu kembali ke Italia?" tanya Dante.
"Aku tidak tahu..." jawab Raffa.
"Kamu masih mau memperkarakannya?" Leia menatap Dante tidak percaya.
"Ada kalanya seorang pria tidak bisa melepaskan hal ini apalagi yang rusak adalah salah satu mobil kesayanganku" Dante tersenyum ke Leia.
"Sama saja kalau kita kehilangan lipstick kesayangan mbak Leia" timpal Sakura yang mendapatkan pelototan Leia.
"Yang benar saja La Ferrari kamu samakan dengan lipstik" sungut Leia.
"Sakura! Giliran kamu!" panggil Yumiko, sahabat Sakura.
"Aku bertanding dulu! Doakan menang!" senyum Sakura yang membuat Raffa terpana.
"Good luck sis!" Leia menepuk bahu adiknya.
Dante lalu menyeret Raffa menjauh dari Leia.
"Apakah kamu menyukai Sakura Park?" tanya Dante dingin sambil menatap tajam Raffa.
"Apakah menjadi masalah?"
"Bukankah Sakura sudah menolakmu?"
"Selama dia masih sendirian, tidak ada alasan untuk tidak membuatnya luluh padaku."
"Tidak dengan Sakura! Dia sangat mirip Leia!"
"Tapi Leia Bianchi akhirnya juga mau padamu, Mancini."
"Karena memang Leia adalah jodoh aku."
"Itu yang aku rasakan pada Sakura."
"Lewati dulu kedua orangtuanya terutama ayahnya. Dan... satu lagi. Ada banyak syarat untuk masuk ke keluarga besar Sakura. Jika kamu sanggup, good. Kalau tidak, lebih baik kamu mundur!"
Raffa menatap Dante dengan tatapan bingung. "Apakah syarat itu?"
"Kamu cari tahu saja sendiri!" Dante pun meninggalkan Raffa yang tampak berpikir keras.
Apa sih persyaratan dari keluarga Sakura?
***
Leia berseru heboh ketika melihat Sakura menang bertanding sampai Dante menggelengkan kepalanya melihat tunangannya begitu antusiasnya mendukung adiknya.
"Memang pantas kamu menjadi adik Leia Bianchi" ucap lawan Sakura.
"Aku tidak mau mempermalukan nama kakakku" senyum Sakura.
Nama Leia dan Luke Bianchi memang terkenal dengan pertandingan Kendo yang selalu diikuti oleh keduanya. Dan Leia lebih sering menjadi juara dibandingkan Luke.
"Park. Sampai bertemu di semi final!" ucap pelatihnya.
"Haik, Sensei." Sakura membungkuk hormat ke pelatihnya.
Leia langsung memeluk Sakura yang datang menghampiri kakaknya. "Selamat ya masuk semi final."
"Harus dong! Bisa bikin malu mbak Leia nanti."
"Selamat ya Sakura." Dante menepuk bahu calon adik iparnya.
"Thanks bang Inferno."
"Seriously, Sakura, kenapa tidak memanggil namaku sih?" Dante tampak cemberut.
"Kayaknya bagus itu deh! Beda dari yang lain" kekeh Sakura.
Dante hanya melengos karena percuma membenarkan kalau Leia sendiri juga sering memanggil nya Inferno.
***
Saisekai Hospital Tokyo
"Moshi Moshi, Yakuza."
"Hai Yankee. Kamu ada waktu makan siang ini tidak?"
"Siang ini? Aku kebetulan akan pulang cepat karena aku sudah lama tidak mengambil cuti."
"Maksudmu ambil cuti setengah hari?"
"Iya Luke. Kenapa?"
"Bagus! Aku jemput ya!"
"Memang mau kemana kita?"
"Kamu akan tahu sendiri nanti. See you soon." Luke mematikan panggilannya membuat Rin hanya tersenyum tipis.
Kebiasaan suka-suka deh.
Siangnya Rin sudah menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum pergi cuti setengah hari dan setelahnya gadis itu keluar dari ruangannya dan menguncinya.
Seperti biasa dirinya menyapa ramah kepada setiap orang yang bekerja di rumah sakit itu dan beberapa sudah tahu jika Rin memiliki hubungan spesial dengan ketua Yakuza Takara tapi karena gadis itu tetap bekerja dengan tekun dan Luke sendiri juga tidak pernah ikut campur, jadi mereka tetap bersikap biasa.
Rin tersenyum ketika melihat mobil BMW merah yang sangat dikenalnya sudah terparkir disana tapi sekejap senyumnya hilang ketika melihat dua pria yang sedang berseteru.
Astaga! Drama apalagi ini? Rin menghampiri dua pria dengan wajah berbeda, satu dingin dan satu lagi imut.
"Kamu juga pakai perkara minta dijemput Kungkang!"
"Kan aku cari praktis nya. Markas Takara dekat Todai jadi why not!"
"Kamu tuh! Aku ada rencana sama Rin!"
"Nonton Sakura kan? Kenapa tidak sekalian?" eyel Shinichi.
"Yakuza, Shinchan... Yuk berangkat" ucap Rin sambil mengusap bahu Luke.
"Kakak Strawberry, aku duduk depan ya?"
"Bo..."
"Tidak Boleh! Kamu, duduk belakang, Shinchan!" potong Luke galak.
Shinichi pun cemberut. "Kakak Strawberry, tabahkan hatimu, lambungmu dan ususmu ya. Pertama, hati harus tabah menghadapai kakak kulkasku, lambung untuk bisa menampung banyak makanan enak kalau kesal, usus agar kesabaran kakak semakin panjang."
Rin melongo mendengar penjelasan adik Luke itu. "Oh Astagaaa! Kamu kok menggemaskan sih?"
"Dengar itu bang Lukie, aku menggemaskan! Mommy dan kakak Strawberry lah eh... mbak Zee juga bilang aku menggemaskan..." seringai Shinichi senang.
"Jangan kamu manjakan si kampret itu! Ayo masuk mobil!"
Rin mengedipkan sebelah matanya ke Shinichi. "Kamu memang menggemaskan kok, Shin" bisik Rin sebelum masuk ke dalam mobil.
***
Dante dan Leia melihat Luke datang bersama dengan Rin serta Shinichi. Yang membuat kedua calon pengantin itu terkejut, Luke menggandeng Rin dengan santainya sedangkan gadis itu masih tampak malu-malu.
"Aku kira kalian tidak kemari." Leia memeluk Rin. "Kamu tidak kerja?"
"Aku ambil cuti setengah hari dan Luke mengajak kemari."
"Ayo duduk, aku sudah menyiapkan kursi untuk kita." Dante mempersilahkan para calon iparnya untuk duduk di kursi penonton.
"Mana si kembang Mayang?" tanya Shinichi yang membuat semua orang menoleh.
"Adikmu namanya Sakura, jangan kamu ganti!" hardik Luke.
"Lha babang Lukie manggil aku kungkang lah, kampret lah... Aku tidak masalah" balas Shinichi kalem.
"Astaga! Kalian berdua diamlah!" Leia menatap tajam ke kembarannya dan adiknya.
Rin menepuk pelan bahu Luke dan setelahnya pria itu menoleh ke gadisnya lalu memberikan senyum manis. Suatu hal yang belum pernah dilakukan dengan siapapun hingga membuat Leia dan Shinichi melongo.
"Tampaknya Luke sudah menemukan pawangnya" bisik Dante ke Leia. "Seperti aku sudah menemukan pawangku."
Leia menatap Dante sambil tersenyum.
"Eh itu Sakura! Ayo kembang kantil!"
"Shinchaaannn!"
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️