The Bianchis

The Bianchis
Blaze Bianchi dan Nadira McCloud : Bayu O'Grady



New York, Amerika Serikat


Blaze menjemput Nadira yang baru saja menyelesaikan kuliahnya sebagai asisten dosen dengan wajah jutek. Kekasih Samuel Prasetyo itu langsung menarik gadis berambut coklat panjang itu menuju mobilnya.


"Kita mau kemana, Bee?" tanya Nadira setelah masuk ke dalam Aston Martin milik Blaze.


"Ke rumah Bayu angin ribut!" sungut Blaze.


"Ke rumah Bayu? Memang Bayu ngapain?"


"Kamu nanti tahu sendiri. Pedro nggak cerita apa-apa sama kamu?"


Nadira menggelengkan kepalanya. "Pedro mau cerita apa? Aku sudah tiga hari nggak ketemu dia soalnya sibuk urus kasus. Memang ada apaan sih?"


Blaze tidak menjawab langsung menuju penthouse keluarga O'Grady. Blaze tahu Kaia dan Rhett sedang berada di Boston dan di rumah cuma ada Bayu. Abi dan Gandari sedang berada di Washington DC bersama Ezra Hamilton dan Keia.


Tak berapa lama, Aston Martin Vanquish bewarna hitam itu tiba di parkiran penthouse. Blaze dan Nadira lalu masuk ke dalam gedung itu setelah Bayu mengijinkan masuk.



Aston Martin Vanquish


Putra tunggal Abiyasa dan Gandari O'Grady itu tersenyum lebar melihat dua sepupu cantiknya tapi sedetik kemudian, Blaze sudah memukulnya memakai tas clutch yang dipegangnya.


"Kamu! Itu! Bikin! Perkara!" amuk Blaze membuat Bayu harus melindungi kepalanya dengan tangan kekarnya.


"Aduh! Duh! Ya ampun! Beeeee! Stop!" protes Bayu.


"Anak nakal! Aku ga bisa bayangkan kalau Opa Duncan masih ada! Habis kau!"


"Sebenarnya ada apa sih?" Nadira menatap dua sepupunya ribut sendiri setelah menutup pintu penthouse.


"Anak ini bersama dengan Tante Moon, main ledakan Pabrik nya si Rochester di Mexico!"


Nadira melongo. "Yang benar, Bee?"


"Dia, Raveena dan Tante Moon bersekongkol!"


Bayu hanya tersenyum miris sambil mengusap-usap kepala dan bahunya yang kena pukul Blaze. "Jeez, sista, isinya tas mu apa sih?"


"Batu bata!" jawab Blaze cuek.


Nadira memegang pelipisnya. "Kalian, cerita yang jelas! Apa kalian tahu, pacarku agen FBI, for God's sake! Di Turin kan juga ada agen FBI di mansion Bianchi! Ohya ampun!" Gadis itu lalu menuju ke pantry untuk mengambil orange juice.


"Duduk kamu!" perintah Blaze.


"Yeeee ini rumah siapa?" balas Bayu judes.



Bayu O'Grady


"Shut up lisus!" cebik Blaze.


"Ih, mentang-mentang namaku Bayu langsung dipanggil lisus!" sungut Bayu manyun sambil duduk di sofa.


"Ayo, cerita. Ini ada apa sebenarnya?" Nadira menatap keduanya sambil minum juice.


"Kalian kan tahu, kalau si Rochester mau membunuh Lele terus mau bikin keluarga Bianchi dan Mancini saling bunuh-membunuh supaya dia bisa mengambil alih tanah mereka. Ditambah sebuah pelabuhan di Turin itu milik keluarga Mancini dan itu diincar oleh Harland Rochester."


"Aku tuh heran ya. Ada masalah apa keluarga Rochester sama kita?" gumam Blaze sambil bersedekap.


"Sebenarnya tidak semua keluarga Rochester, hanya Harland Rochester saja karena dia ingin menguasai semua daerah strategis untuk jalur mengedarkan narkobanya."


"Jadi sebenarnya hanya Harland yang mengedarkan narkoba tapi memakai pabrik keluarga nya?" Nadira menatap Bayu.


"Pabrik Mexico itu termasuk yang luas kan?" tanya Blaze.


"Iya, pabrik itu penopang utama keuangan semua pabrik Rochester. Harland sudah mengedarkan narkobanya sejak sepuluh tahun lalu mengambil alih MGM saat keluarga Rochester masih ada uang. Dan diam-diam dia membuat semua artisnya menjadi pengedar setelah dia membuatnya kecanduan" papar Bayu.


"Yang di Mexico, hasil perbuatan kamu kan sama Tante Moon?" Blaze memicingkan matanya yang bewarna hijau.


"Atas ijin pemerintah Mexico."


Nadira melongo. "Whaaaattt?! Kalian kirim roket kesana?" jerit dosen cantik itu.


Bayu hanya nyengir.


"Pakai hulu ledak mana?" tanya Blaze judes.


"Pemerintah Mexico lah!" kekeh Bayu durjana.


"Apa hasil serpihan roket tidak ketahuan itu buatan mana?" tanya Nadira.


"Tante Moon berhasil mengembangkan teknologi microbot yang bisa lebur saat meledak jadi tidak terlacak. Dan itu buatan aku aslinya dan dikembangkan bersama Tante Moon." Bayu tampak tersenyum sombong.


"Haduuuhhh!" Blaze memegang pelipisnya. "Siapa lagi yang tahu?"


"Papa, Opa Ezra, Oom Benji jelas, Isobel De Garza dan presiden Amerika Serikat, presiden Mexico serta Presiden Brazil."


Nadira menghabiskan orang juicenya. "Kalian gila!"


"Soalnya mereka juga tahu Harland sudah memegang para petinggi FBI, NYPD, LAPD, DEA dan Miami Dade PD. Sekalian presiden Amerika Serikat membersihkan satu persatu. Sudah banyak laporan tapi kalau kepala nya belum dipites kan tidak berhenti!" Bayu tersenyum.


"Lagipula, mereka juga mau mengambil lahan milik keluarga Bianchi yang notabene adalah keluarga kita. They've Messed Up With The Wrong Family. Sebenarnya kalau tidak menyenggol keluarga kita, kita mah bodo amat. Tapi Harland mengincar tanah Bianchi dan Mancini, hampir membunuh Leia meskipun bukan langsung tapi karena perintahnya juga, jadi sudah sewajarnya kita balas lah."


"Bay, apakah kamu ada rencana menghancurkan pabrik lainnya?" Blaze menatap sepupu tampannya.


"Belum. Karena papa meminta aku dan Tante Moon cooling down karena info dari Sergio, tangan kanan Dante Mancini mengatakan Harland shock berat pabriknya hancur luluh lantak."


"Berapa itu kerugiannya? Mana yang di Miami juga sudah kena grebek." Blaze membuka email dari Raveena. Anak satu itu harus diomeli baru mau cerita! Kampret!


"Aku nggak berani hitung, Bee" kekeh Bayu. "Sangat mengguncang keuangan keluarga Rochester yang jelas."


"Kalau misalnya Darth Vader bisa menghabisi si Harland, pasti goyah keuangan Rochester karena hasil penyelidikan Oom Benji, separuhnya dari narkoba yang dijual keseluruh dunia bermula dari promo film yang dibuat Harland dan para artisnya" sambung Bayu.


"Orang-orang penting juga disusupi termasuk Stefanus kakaknya Sean Léopold" gumam Blaze. "Si Natalia juga kena sama Rowan Jesper kan? Sampai hamil dua kali."


"Narkoba itu memang merusak!" sahut Nadira. "Tapi kenapa Tante Isobel ikutan Bay?"


"Petinggi FBI adalah pelanggan narkoba Harland dan memiliki hubungan spesial dengan salah satu artisnya" jawab Bayu.


Blaze menepok jidatnya. "Jadi FBI dan law enforcement lainnya meminta bantuan sama Tante Moon dan Oom Benji?"


"Iya karena Tante Isobel De Garza sudah tidak tahu harus meminta tolong sama siapa lagi karena hampir semua kena. Tim yang dikirim Tante Isobel ke Turin itu juga orang-orang yang mengusut kasus Rowan Jesper dan berkaitan dengan Harland tapi pengajuan kasusnya ditolak."


"Oh my God... Aku kira hanya kasus biasa ternyata kasus luar biasa" gumam Nadira.


"Kamu tidak usah tanya sama Pedro karena dia tidak tahu." Bayu menatap Nadira serius. "Karena Pedro bukan agen yang mengusut kasus itu."


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️