The Bianchis

The Bianchis
Blaze Bianchi : Generasi Keenam



RS Pelni Petamburan Jakarta Barat Indonesia


Samuel menarik tangan Blaze yang sedikit kesulitan berjalan karena pria itu tampak dikuasai amarah dan kekesalan yang sangat haqiqi.


"Sammy! Sammy! BEBEK!" teriak Blaze yang membuat Samuel berhenti dan menoleh ke arah gadisnya yang menatapnya super judes.


"Maap... Sakit ya?" Samuel melihat pergelangan tangan Blaze yang memerah.


"Menurut mu bebek!" bentak Blaze kesal. Samuel langsung mengusap tangan Blaze dengan lembut dan sesekali menciumnya tidak perduli dilihat oleh banyak orang.


"Maaf ya Bee. Maaf."


Blaze hanya mendengus pelan. "Kita cari minuman dingin dulu! Kamu butuh mendinginkan otak dan hatimu!"


***


Keduanya kini sudah berada di sebuah cafe gelato dan Blaze memesan porsi besar untuk dimakan berdua. Samuel hanya melongo melihat tumpukan scup gelato dalam satu mangkok.



"Udah makan saja! Nggak usah cerewet!" ucap Blaze sambil menyendok gelatonya.


Samuel pun akhirnya mengikuti Blaze untuk ikut menyendok es berbagai rasa itu. Setelah hampir habis separo, Blaze menatap Samuel.


"Kita jadi pulang ke New York?" tanya Blaze.


"Jadi."


"Pesawat aku masih disini. Apa kamu mau kumpul dengan keluarga aku sehari?" tawar Blaze.


Samuel menatap gadisnya. "Apakah mereka tidak keberatan?"


"Really Sammy? Apa kamu tidak lihat bagaimana ekspresi adikku mendengar kamu hendak dijadikan martir oleh ibu asuhmu?" Blaze menatap Samuel serius. "Padahal Jules baru bertemu kamu sekarang."


"Adikmu memang deh Bee. Gualak!" kekeh Samuel.


"Kamu baru bertemu dengan Juliet dan V. Belum bertemu dengan Gemini dan Gemintang, Radyta serta Arkananta."


"Apakah mereka sama bar-barnya denganmu?"


Blaze hanya nyengir dan entah kenapa Samuel merasa gugup.


***


Kediaman Reeves


Blaze dan Samuel tiba di kediaman Hoshi dan Rina Reeves yang langsung disambut Arkananta, Gemini, Gemintang dan Radyta.


"Mbak Beeee!" Arkananta langsung memeluk kakaknya dengan erat. "Besok lagi kalau ada acara gegeran, ajak-ajak ya!"


"Sssttt, Sammy nggak tahu!" bisik Blaze ke salah satu trio kampret itu.


"Lambe dikondisikan Cumiii!" cebik Valentino sambil mengeplak bahu Arkananta.


"Eh? Kirain mas Bebek tahu" cengir Arkananta.


"Tahu apa?" tanya Samuel.


"Tahu kalau mas Samuel dipanggil mas Bebek" jawab Arkananta cuek.


"Astagaaa!" Samuel menepuk jidatnya.


"Mbak Bee!" panggil si kembar duo G, Gemini dan Gemintang yang setahun diatas Valentino. Dua gadis berambut pirang seperti sang mommy, Freya Lexington itu, tampak semakin bule.


"Ya ampun Bee... Adikmu cantik-cantik" gumam Samuel.


"Awas kalo melirik! Masih di bawah umur mereka!" cebik Blaze sebal.


Samuel terbahak. "Nggak lah, aku suka yang mulai matang seperti kamu" goda Samuel yang membuat adik-adiknya Blaze tertawa.


"Kalian nginap sini?" tanya Blaze. "Radyta mana? Biasanya ada kalian, ada si Radyt."


"Cari aku mbak?"


Blaze pun menoleh dan tersenyum melihat pria tampan khas Turki di pintu rumah.


"Hai ganteng! Kasihan Oom Aji kalah sama Tante Falisha jadinya keluar kamu, Dyt..." gelak Blaze yanh yang langsung memeluk pria itu.



Visual anak-anaknya Freya dan Falisha dewasa


"Papa cuma sumbangin kecebong, otak dan jenis kelamin" gelak Radyta.


"Papamu dengar bisa dijewer kamu!" cebik Valentino.


"Udah biasa mas" gelak pria yang sebaya dengan si kembar duo G.


"Pada nginap sini semua?" tanya Blaze.


"Iyalah, mbakku datang, kita nginap sini. Lagian kalau di rumah ku, kan sempit. Di rumah Opa, lagi pada kumpul para generasi tuwir dan Oom Hoshi sama Tante Rina juga ke rumah Opa. So, kita - kita yang muda disuruh di rumahnya si V" ucap Arkananta.


"Yuk ke ruang tengah saja" ajak Juliet sambil menggandeng Blaze.


"Mas Samuel berapa lama lagi kuliahnya?" tanya Gemini.


"Insyaallah awal tahun besok sudah lulus."


"Bentar - bentar, yang Gemini mana yang Gemintang mana?" Samuel menatap dua adik kembar Blaze.


"Gemini matanya biru, Gemintang matanya hijau" ucap Radyta. "Rambut Gemini coklat, Gemintang blonde. Paling gampang itu sih."


"Kalian kuliah?" Ketiganya mengangguk. "Dimana?"


"Kami tuh kuliahnya di Singapura dan weekend pulang ke Jakarta" jawab Gemini.


"Dekat ya Jakarta - Singapura" komentar Samuel.


"Tadinya mau di London atau nggak ke Cambridge atau Harvard, tapi kok Papa dan Mama kami pada keberatan kalau kejauhan jadi ya kami bertiga di Singapura saja" sahut Radyta.


"Padahal Opa dan Oma kami di New York semua tapi tetap saja tidak boleh kesana" sungut Gemintang.


"Pada ambil apa?" tanya Samuel yang tiba-tiba langsung cocok dengan tiga adik bule Blaze.


"Aku dan Radyta ambil bisnis karena kami diplot untuk meneruskan bisnis papa dan Mama kami, kalau Gemintang ambil kedokteran hewan" jawab Gemini.


Keempatnya lalu duduk diatas karpet tebal yang sudah ada berbagai macam makanan seperti pizza, sushi, kimbab dan berbagai macam camilan.


"Kita video call sama yang lain yuk!" ajak Juliet yang langsung mensetting tv besarnya untuk bisa melakukan panggilan zoom.


Tak lama tampak Zinnia, Luke, Leia, Gasendra, Garvita, Bayu, Nadira, Shinichi dan Nelson.


"Mana si kembar satu lagi dan Damian?" tanya Blaze ke Garvita.


"Si kembar lagi dihukum Oom Enzo gara-gara bikin rusak Ferarri nya" gelak Garvita.


"Astaghfirullah! Mereka baru 13 tahun!" ucap Blaze kesal.


"Bakat-bakat pembalap kayaknya mbak" kekeh Gasendra.


"Mbak Zee sehat?" tanya Arkananta khawatir melihat kakaknya tampak pucat.


"Nggak, Arka. Mbak hamil."


"HAAAAAHHH?"


***


Semua sepupu Zinnia hanya bisa terdiam mendengar jawaban kakak mereka.


"Bang Sean tahu?" tanya Juliet.


Zinnia menggelengkan kepalanya. "Nggak Jules, Sean tidak tahu."


Samuel yang tidak tahu hanya terdiam mendengar percakapan keluarga Blaze.


"Memang harusnya Sean tidak tahu!" ucap Gasendra geram.


"Guys, ada Sammy disini" potong Blaze.


"Lha? Akhirnya Bebek dibawa ghibah?" gelak Leia.


"Ya ampun, aku kenapa sih dipanggil bebek terus" keluh Samuel yang membuat semua sepupu Blaze tertawa.


"Salahkan Blaze, Samuel" kekeh Luke.


"Sammy, aku kenalkan mereka satu - satu Yaaa. Itu Zinnia Schumacher, adiknya Gasendra dan Garvita Schumacher. Lalu itu Luke Bianchi dan saudara kembarnya Leia Bianchi. Lalu Bayu Blair O'Grady, Nadira McCloud, Nelson Blair dan Shinchan Park si anak nakal." Blaze memperkenalkan sepupunya satu persatu.


"Mbak Bee, aku nggak nakal. Aku anak paling baik sedunia, disayang mommy dan appa, disayang Opa Takeshi, Oma Fumiko, Opa Ashley dan Oma Kristal" ucap Shinichi dramatis. "Oh mas Samuel, namaku Shinichi aslinya bukan Shinchan yang macam film kartun itu. Cakepan dan imutan aku malahan!"


Samuel tertawa mendengar ucapan sepupu Blaze yang berwajah imut itu.


"Disayang apanya? Setiap saat kena hukuman kok kamu dari Oom Hideo" cebik Luke kesal.


"Lho, kalau aku dihukum kan berarti appa sayang aku kan?" tanya Shinichi polos.


"Kagak bambaaannggg! Oom Hideo jengkel sama elu tahu!" cebik Valentino.


"Eh, cumiii, sesama anggota trio kampret, dilarang saling menistakan. Sudah waktunya kita saling mendukung, melengkapi dan mencintai satu sama lain" ucap Shinichi dengan wajah penuh keyakinan.


"Ya Allah, tolong kembalikan Shinchan ke habitatnya" doa Luke sambil memijit pelipisnya.


"Habitat yang mana bang Lukie?" tanya Shinichi dengan wajah dibuat imut.


"Habitat kungkang di hutan!"


"Ih lucu dong!" gelak Shinichi tanpa beban.



Visualnya Duo Kampret


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️