
Tokyo Jepang
Rin Ichigo tampak melamun di depan laptopnya seperti tidak memiliki semangat untuk bekerja meskipun sudah hampir seminggu kejadian Luke mencium keningnya.
Gadis itu berapa kali menghela nafas panjang berusaha membuang bayangan itu dari otaknya tapi ternyata tidak semudah membanting orang.
Kenapa dia menciumku seperti itu? Apakah si freezer menyukaiku? Rin menopang wajahnya dengan kedua tangannya sambil manyun. Apa aku salah berdoa ya? Kalau dia menyukaiku, dan kami berpacaran... Rin terkesiap! Aku mendoakan diri aku sendiri harus tabah menghadapi Luke?
"Aaaahhhh!" teriaknya kesal.
Suara teriakan nya membuat seorang suster membuka ruang kerjanya dengan wajah panik.
"Ada apa Ichigo?"
Rin terkejut melihat suster itu dan berusaha memasang wajah cool. "Maaf, ini file yang sudah aku buat, hilang semua."
"Astagaaa Ichigo. Aku kira ada apa. Semoga back upnya masih ada."
Rin mengangguk dan suster itu pun keluar dari ruangannya. Gadis itu mendengus kesal. Semua gara-gara Yakuza Feezer!
***
Seperti biasa, Rin menyelesaikan pekerjaannya on time karena dirinya selalu sudah mempersiapkan di rumah sebelumnya pada malam harinya hingga keesokan harinya tidak terlalu merepotkan.
Gadis itu mengambil tas selempang nya dan keluar dari ruang kerjanya lalu menguncinya. Pekerjaan rutin yang selalu dia lakukan setiap hari yang terkadang membosankan tapi jika dirinya bertemu dengan para pasien, selalu saja ada warna disana.
Rin berjalan menuju keluar rumah sakit seraya menyapa para rekan kerjanya yang berpapasan dengan dirinya. Gadis itu memang dikenal supel dan ramah pada siapa saja di rumah sakit.
Setibanya di halaman rumah sakit, lagi-lagi Rin melongo melihat pria yang sudah membuatnya amburadul seminggu ini. Luke tampak santai di depan mobil BMW merahnya yang sudah mulai di hapal Rin.
"Ada apa Yakuza Freezer? Minta dimasakin lagi?" tanya Rin dengan wajah manyun untuk menutupi jantungnya yang berdebar debar.
"Nggak. Aku mau ajak kamu ke sebuah acara."
"Kenapa dadakan sih Luke? Aku tuh capek, ingin istirahat!" tolak Rin seraya melewati Luke untuk berjalan ke halte bis namun langkahnya terhenti ketika Luke memegang tangannya.
"Soalnya kalau tidak dadakan, belum tentu kamu mau kan?" ucap Luke lembut.
"Kita mau kemana?" tanya Rin bingung.
"Ikut sajalah." Luke menghela Rin untuk masuk ke dalam mobilnya dan setelahnya dirinya masuk ke kursi pengemudi.
"Luke, tolong bilang padaku. Kita mau kemana? Bajuku masih pakai baju kerja."
Luke menoleh dan melihat Rin memakai mantel coklat yang menutupi bajunya tapi dia tahu gadis itu memakai rok hitam panjang, stocking dan sepatu boot sebatas pergelangan warna hitam.
"Coba mantelmu dibuka biar aku tahu kamu pakai baju apa" pinta Luke lembut.
Rin membuka mantel Burberry nya dan menampakkan blus feminin bewarna coklat. "Kalau kurang, jangan deh Luke, apalagi jika acaranya formal."
"Sudah cukup kok." Luke menstater mobilnya dan keluar dari halaman rumah sakit.
Rin hanya menghela nafas panjang karena Luke tampak tidak mau mengatakan apapun. Memangnya mau kemana sih ini Yakuza Freezer?
***
Rin menikmati perjalanan bersama Luke hingga ke arah pinggiran kota Tokyo dan gadis itu melihat bangunan rumah lama khas Jepang yang hanya dimiliki oleh keluarga kaya turun temurun.
Melihat papan namanya yang bertuliskan 'Takara', Rin akhirnya ngeh kalau mereka berada di rumah ketua klan Yakuza Takara, dengan kata lain Takeshi Takara, Opa Luke sendiri.
"Ayo turun" ajak Luke setelah memarkirkan mobilnya di sebelah Range Rover milik Luca dan Audi milik Hideo.
"Ini...rumah ojisan ( opa ) kamu kan?" tanya Rin setelah turun dari mobil.
"Iya, ini rumah ojisan aku tapi aku biasa memanggilnya dengan panggilan Opa." Luke langsung menggandeng tangan Rin. "Rumah ini penuh labirin macam markas Naruto, dan aku tidak mau kamu tersesat disini."
"Apakah kamu pernah tersesat Luke?" tanya Rin sambil menikmati pemandangan taman di kiri kanan lorong rumah yang terbuat dari kayu berusia ratusan tahun itu.
"Irasshaimasse, Bianchi-san ( selamat datang Mr Bianchi ). Semua sudah datang" ucap salah seorang pengawal lalu membuka pintu dengan gambar kaligrafi macan lengkap dengan tulisan kanji motto keluarga Takara.
"Arigato gozaimasu ( terimakasih)."
Pintu pun terbuka dan tampaklah semua keluarga Luke disana membuat Rin tanpa sadar beringsut di belakang punggung pria yang masih setia menggandengnya.
"Akhirnya datang ju...ga. Lho siapa ini boy?" tanya Luca saat melihat seorang gadis digandeng Luke.
Shinichi yang kepo langsung mengenali Rin. "Aaaaaahhhh kakak strawberry!" serunya membuat Rin mendongak melihat remaja imut yang pernah bertemu dengannya di rumah sakit.
"Shinichi bukan Kudo!" balas Rin sambil tersenyum lebar.
"Lho kalian sudah saling kenal?" tanya Luke bingung.
"Nggak sengaja babang Lukie. Ingat sepulang dari Belgia, aku dan mbak Leia langsung ke rumah sakit? Nah karena anak imut dan menggemaskan ini kelaparan, jadi aku ke kantin deh dan sharing meja sama kakak strawberry ini karena pada penuh" papar Shinichi.
"Kok bisa kamu bilang kakak strawberry?" tanya Fayza ke putranya dan Rin melongo melihat wanita bule berambut pirang berada disana.
"Habis, dia bawa mangkuk berisikan strawberry banyak, mommy. Makanya aku panggil saja kakak strawberry temannya Shinigami karena nama belakangnya Ichigo sama dengan Kurosaki Ichigo di anime Bleach." Shinichi menatap Luke dan Rin bergantian. "Rupanya kakak strawberry kenal sama pawang trio kampret" kekehnya.
"Pawang trio kampret?" beo Rin bingung.
"Nggak usah didengarkan!" jawab Luke merasa jengah dengan penjelasan Shinichi yang semakin kemana-mana. "Ayo Rin, aku perkenalkan dengan keluarga aku."
Luke memperkenalkan ke Takeshi Takara, Fumiko Kojima, Marco, Mario, Josephine dan Marissa. Setelahnya Emi dan Luca, Hideo dan Fayza, baru terakhir Leia dan Dante beserta Sakura.
Leia dan Dante sengaja datang dari Turin untuk merayakan ulang tahun Takeshi Takara karena Opa satu itu ingin kumpul dengan semua anggota keluarganya di Tokyo.
"Oh aku lupa memperkenalkan ini Opa Shiki Matsumoto, tangan kanan Opa yang sering tidak punya perasaan. Macam droid di Star Wars gitu."
Rin tersenyum mendengar sindiran Luke lalu membungkuk hormat ke Shiki.
"Akhirnya si Luke bawa cewek juga. Saya sudah bingung saja kapan cucu satu itu mulai melunak meskipun bukan bandeng tulang lunak agar tidak terlalu freezer" ucap Shiki ke Rin.
"Nggak usah lebay deh! Sini Rin, mantelmu dicopot saja." Rin membuka mantel tebalnya yang langsung diminta Luke untuk digantungkan ke capstock tempat mantel-mantel keluarga tergantung.
Sikap Luke ke Rin seperti itu tidak lepas dari tatapan semua orang di ruang keluarga karena baru kali ini, pria kulkas itu mau melakukan hal seperti itu diluar keluarganya.
"Sayang, apakah itu kekasih Luke?" bisik Dante.
"Aku tidak tahu" jawab Leia sambil memindai Rin yang berdiri dengan gugup.
***
Yang diajak ke rumah Keluarga Takara
Yang rada mencair esnya
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa gaeesss
Maaf semalam ketiduran... hehehehe
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️