
Itaewon Seoul Korea Selatan
Luca dan Luke tiba di lokasi pembangunan mall terbaru hasil kerjasama Silver Shinning Dan AJ-BIANCHI Corp. Terlepas gegeran beberapa tahun lalu, tapi sekarang mereka semua sudah menjadi keluarga. Luke yang seharusnya datang beberapa bulan lalu tapi karena banyaknya pekerjaan di Tokyo, dia dan Luca serta Hideo dan Jin baru bisa datang sekarang.
Pria berwajah dingin itu tampak meneliti kwalitas bangunan yang dipakai karena AJ-BIANCHI Corp memiliki standard tersendiri sama dengan PRC Group. Perusahaan properti yang dibangun oleh keluarga Pratomo dan Al Jordan memang sangat memperhatikan bahan baku dalam membangun apartemen dan mall agar tahan lama.
Luke dan Luca mendengar kan penjelasan arsitek yang bertanggung jawab di Itaewon serta kepala proyek di bawah pengawasan Hyong-wa. Pria berdarah Jepang itu mulai berdiskusi dengan tim proyek. Meskipun Luke bukan sarjana arsitektur tapi jiwa seninya sama dengan Leia. Dia banyak belajar dari kembarannya yang memang seorang arsitek.
Setelah berdiskusi dengan tim, rombongan itu pun menuju ke sebuah restauran Korea dekat sana untuk makan siang. Lee Chan, Luca dan Hideo tampak asyik berdiskusi tentang Silver Shinning raih setelah terjun ke dunia kontraktor. Luke pun berdiskusi dengan Jin, asisten Hideo serta Hyong-wa dan Jae-Hee, bahkan Luke surprise mendengar dua mantan pengawal tantenya sekarang sedang mengambil kuliah S2 di bidang arsitektur.
"Wah hebat Oom Jae-Hee dan Oom Hyong-wa. Salut aku!" Ucap Luke tulus dengan nada bangga disana.
"Bidang ini sangat menyenangkan, Luke dan kami harus tahu dari basic meskipun awalnya kami tadinya lulusan manajamen" senyum Jae-Hee.
"Tapi aku bangga dengan semua orang di Silver Shinning. Aku ingat bagaimana gegeran kalian di New York sampai okāsan aku dipenjara" kekeh Luke.
"Wah parah itu Luke, bahkan Chris sampai membunuh orang yang hendak menembak Hideo" timpal Jin. ( Bisa dibaca di ***Love and Revenge of Mr Mafia chapter Benji dan Klan Pratomo v Infinity One ***dan ***The Four Emirs chapter Hideo Kojima Park ***).
"Leia dimana sekarang Luke?" Tanya Hyong-wa.
"Ke Turin. Leia kan diplot Daddy pegang kebun anggur kami disana karena Tokyo aku yang pegang. Lagipula anak itu kan lebih suka di Eropa daripada di Asia."
"Anggur Bianchi memang enak Luke, aku punya beberapa koleksinya" ucap Jae-Hee.
"Nanti aku bilang Leia supaya mengirim sekitar dua krat untuk Silver Shinning."
Hyong-wa Dan Jae-Hee tertawa. "Rugi nanti kamu Luke."
"Nggak rugi untuk keluarga sendiri lah!"
***
Tiga hari mereka habiskan waktu di Seoul sembari mengurus banyak bisnis disana, sampai Luke mendapatkan kabar jika saudara kembarnya kecelakaan. Malam sebelumnya entah kenapa perasaan Luke tidak enak tapi dia hanya mengacuhkan dan sore ini, Alexis Accardi, asisten sepupunya Antonio Bianchi, mengabarkan mobil Leia masuk jurang. Dante Mancini lah yang menolong saudara kembarnya.
"Bagaimana Leia?" Tanya Luke ke Alexis.
"Bahu kanan dislokasi, kaki kanan terkilir, Signor Luke" jawab Alexis.
"Leia ambidextrous, jadi dia bisa memakai tangan kirinya sama bagusnya dengan tangan kanannya selama yang kanan harus digips. Tidak ada gegar otak atau luka dalam kan Lex?"
"Tidak ada Signor. Syukurlah."
"Lalu, bagaimana si Mancini bisa disana? Apakah *dia *yang melakukan dan berlagak menjadi pahlawan kesiangan untuk Leia?" Sindir Luke.
"Tampaknya tidak, Signor, karena Sergio, asisten Signor Mancini mengatakan* keluarga Mancini tidak ada kaitannya dengan kecelakaan yang menimpa Signora Bianchi.*"
Luke tersenyum smirk. "Kita lihat saja Alexis, kalau si Inferno bikin drama, aku sendiri yang akan membunuhnya! Akan aku lempar ke Empang!"
Alexis Accardi yang melakukan panggilan video dengan sepupu bossnya, hanya bergidik melihat wajah dingin Luke Bianchi yang tampak muncul aura Yakuza nya.
***
"Leia bagaimana Luke?" Tanya Luca.
"Sudah di rumah sakit. Bahu kanan dislokasi, kaki terkilir, tidak gegar otak dan tidak ada pendarahan dalam."
"Leia ambidextrous, gak masalah. Siapa yang menolongnya disana?"
"Dad, you're not gonna believe it. Dante Inferno yang menolong Leia dari jurang."
Luca dan Hideo melongo. Hideo tahu kehidupan asmara keponakannya yang dikejar-kejar mafia Turin dari keluarga Mancini. "Dante?" Tanya Hideo.
"Yup, Dante, Oom. Kebayang kan kita suudzon sama kampret satu itu!" Sungut Luke.
"Besok kita ke Turin, Luke. Kalau Dante Inferno ada dibalik kecelakaan putri Daddy, Daddy sendiri yang akan mencincangnya!" Wajah Luca tampak geram.
"Dad..."
"Antri kalau mau cincang si Inferno!"
Hideo terbahak. "Astagaa kalian berdua itu!"
"Oom Hideo, ada yang ingin aku bicarakan soal Sakura."
"Ada apa dengan Sakura? Jangan bilang dia membuat kamu repot" kekeh pria berwajah dingin itu.
"Bukan aku yang bakalan direpotkan tapi Oom Hideo."
"Memang kenapa?"
"Asal Oom tahu, dua bersaudara Moretti, sama-sama naksir Sakura. Alessandro dan Raffa Moretti." Luke tersenyum ke Hideo.
"Moretti?" Luca menatap putranya. "Oh my God, Hideo. Ternyata putrimu dan putriku senasib sepenanggungan, tidak jauh-jauh dari mafia" gelak suami Emi Takara itu.
"Damn it!" Umpat Hideo.
***
Turin Italia
Luca dan Luke tiba di rumah sakit tempat Leia dirawat. Mereka tampak surprise melihat banyaknya anggota FBI disana dan juga *Dante *yang bersikap sebagai kekasih Leia sedangkan kembarannya tampak jengah dengan pria tinggi itu.
"Apa bukan kamu yang membuat kembaranku kecelakaan?" Luke menatap tajam ke pria yang jauh lebih tinggi darinya. Luke hanya 181 cm sedangkan Dante memiliki tinggi 189 cm. Keduanya kini berada di taman rumah sakit.
"Really Luke? Apa aku serendah itu dimata kamu hingga melakukan perilaku murahan macam itu? Aku tidak akan pernah mencelakakan Leia karena aku mencintai kakakmu itu!" Ucap Dante tegas.
"Banyak orang rela melakukan apa saja demi mendapatkan sesuatu, Inferno!"
"Bukan aku! Jika aku ingin mendapatkan kakakmu, aku melakukan dengan benar ! Aku berusaha memperbaiki kesalahan aku kemarin, Bianchi!" Wajah Dante tampak mengeras, dirinya tidak terima disangka melakukan drama murahan yang lebih murah daripada film rating B Hollywood.
"Aku rasa Leia tidak akan mau denganmu. Lagipula, keluarga kami sudah menolak kamu!"
"Selama Leia belum menjadi milik pria lain, aku masih ada kans mendapatkan dirinya!"
***
***Tokyo Jepang ***
Rin Ichigo menyempatkan diri untuk mampir ke toko pastry milik Marissa Bianchi, Oma Luke Bianchi. Sejujurnya beberapa bulan terakhir ini, dirinya rindu dengan kebun strawberry milik Luke apalagi sudah akan masuk panen lagi. Gadis itu memesan creme brulee seperti yang dipromosikan oleh Marissa dan menikmatinya. Rin melihat ke arah jendela yang menampakkan kebun strawberry Luke yang sedikit tidak terawat.
Kemana si Yakuza Freezer itu? Kok kebunnya tidak terawat sih?
Rin pun berdiri dan berjalan ke kebun strawberry itu lalu dengan telaten dirinya melakukan pembersihan hama dan daun-daun yang kering dan membusuk. *Apa si Yakuza Freezer itu tidak ada di Tokyo? *Rin tersenyum mengingat bagaimana dirinya merawat kebun ini karena terpaksa tapi kali ini karena dirinya ingin melakukannya. Ternyata aku masih tidak bisa melepaskan kebun strawberry ini.
***
Turin Italia
Luke memeriksa ponselnya yang memberikan notifikasi adanya pergerakan di kebun strawberry milik Miki Al Jordan dan mata coklatnya melotot tidak percaya saat melihat layar ponselnya.
Rin Ichigo?
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️