The Bianchis

The Bianchis
Dua Ayah dan Dua Pria



Ruang Kerja Luca dan Luke Bianchi di Kediaman Takara


Rama menatap tajam ke Antonio yang masih mode bingung dan sedikit gugup menghadapi ayah dari Savrinadeya. Pria tampan bermata abu-abu yang wajahnya mirip dengan sang Opa Elang McCloud itu tampak gusar dengan pria Italia bermata coklat di hadapannya.


Pandu sendiri memilih memberikan kode ke Alexis ke sebuah meja kerja yang merupakan milik Luca. Pandu memilih untuk berbicara dengan Alexis pribadi. Radeva pun mengikuti ayah dan pria yang mengejar kembarannya karena dia ingin tahu sejauh mana perasaan asisten Antonio Bianchi itu.


"Alexis..."


"Ya Mr Dewanata."


"Sejak kapan kamu menyukai Raveena?" tanya Pandu pelan tapi nadanya terdengar dingin.


"Sejak kami bertemu tidak sengaja di LAX saat saya hendak kembali ke Turin."


"Apa yang kamu sukai dari putri saya?"


"Semangatnya dan keberanian Raveena plus kerandomannya" jawab Alexis lugas yang membuat Radeva tertawa kecil. That's my twin sister.


"Dengar Alexis, saya tidak pernah melarang seorang pria datang dan ingin berhubungan dengan putri saya. Semuanya saya serahkan pada Raveena." Pandu memajukan tubuhnya dan menatap Alexis. "Hanya saja, kamu tahu kan jika kamu berani menyakiti putri saya, habis kamu!"


Alexis menelan salivanya susah payah. Pandu Dewanata dikenal pebsinis pendiam tapi bisa berbuat kejam jika ada yang macam-macam terutama kecurangan.


"I won't Sir. Saya tidak akan menyakiti Signora Raveena." Akhirnya Alexis membuka suaranya.


"Good. I keep your words ( Saya pegang janjimu )."


***


Rama dan Antonio saling berpandangan seolah sama-sama mencari kelemahan satu sama lain sedangkan Devan bersedekap menatap keduanya. Meskipun dirinya masih muda, tapi didikan Opanya Arjuna dan Bayu kakak sepupunya, membuat salah satu penerus klan McCloud itu memiliki aura tersendiri.


"Sejak kapan?"


"Apanya Oom Rama?"


"Sejak kapan kamu suka Savrinadeya?" tanya Rama dengan nada tidak suka.


"Sejak satu tahun lalu. Saat saya datang ke acara RR's Meal yang mengadakan pameran wine dan anda datang bersama dengan Savrinadeya."


"Sejak saat itu?" Rama dan Devan menatap pria matang di hadapan mereka dengan tidak percaya.


"Iya. Baru kali itu saya merasakan tertarik dengan seorang gadis...dan sumpah, saya tidak tahu kalau Deya masih 15 tahun! Gaya dan sikapnya yang dewasa membuat saya jatuh cinta Sir. Dan saya baru tahu dari Nadira kalau Deya tuna rungu."


"Setelah bang Antonio tahu mbak Deya tuna rungu?" Devan bertanya ke sepupu Leia, Luke dan Blaze Bianchi itu.


"Bukan sesuatu yang merupakan kekurangan bagi aku, Dev. Kakakmu perempuan yang banyak kelebihan."


"Antonio, kamu bisa mencari banyak wanita yang lebih dari Deya" ucap Rama pelan.


"Saya... Look Oom Rama, anda mungkin pernah mendengar sepak terjang saya dulu. Tapi sejak lima tahun terakhir ini, saya tidak terlalu memikirkan soal asmara apalagi kita semua menghadapi masa resesi yang membuat saya harus memikirkan bisnis anggur dan bisnis lainnya agar tetap berjalan. Dan saya menjadi workaholic yang benar-benar mengesampingkan soal amore. Tapi saat saya melihat Deya di New York, rasanya saya seperti jatuh cinta pertama kalinya, just like butterflies in my stomach ( kupu-kupu di dalam perut saya ). Bahkan saya seperti ABG lagi, ingin selalu dekat dengan Deya tapi Oom Rama, Deya adalah perempuan yang menawan dan dia dengan halus menolak saya karena Deya takut reaksi keluarga nya."


"Seperti sekarang ini?"


"Seperti sekarang ini Oom. Saya tahu jalan saya tidak mudah, tapi saya seorang Bianchi, Oom. Saya akan berjuang untuk mendapatkan apa keinginan saya."


"Apakah kamu tahu syaratnya?"


"Sudah Oom. Dan kami, saya dan Alexis yang celakanya jatuh cinta dengan sepupu Leia, sedang mencari petunjuk itu."


Rama menyandarkan tubuhnya di kursi milik Luke. "Antonio, Oom tidak melarang kamu mendekati Deya. Tapi, jika Deya tetap tidak mau padamu, Oom minta kamu mundur secara gentleman."


"Apakah ini berarti Oom memberikan restu pada saya?"


"Belum! Oom hanya mengijinkan kamu berhubungan dengan Deya tapi tidak restu. Konteksnya berbeda. Restu itu jika sudah menuju jenjang lebih serius sedangkan kamu masih dalam taraf pendekatan dan penjajakan. Beda, Antonio!"


Antonio hanya mengangguk meskipun belum mendapatkan restu tapi Rama tidak melarang dirinya mendekati Savrinadeya.


"Tenang Oom Rama, saya tidak akan melamar Deya sekarang. Saya akan menunggu sampai Deya selesai kuliah dan usianya sudah masuk kepala dua."


"Bang Antonio apa tidak merasa terlalu jauh gap usianya? Mbak Deya terkadang masih childish lho!" Devan sedikit tidak ikhlas kakaknya ditaksir oleh pria yang dua kali usianya dari Deya.


***


Savrinadeya menatap cemas ke arah ruang kerja milik Oom dan sepupunya tempat sang ayah menginterogasi Antonio. Tiba-tiba sebuah tangan merangkul gadis ayu itu membuat dirinya terlonjak.


Don't worry. He's gonna be okay ( tenang saja. Dia baik-baik saja ). Shinichi menatap lembut ke adiknya.


Mas Shin kok tahu?


Shinichi tersenyum. Deya, wajar jika seorang ayah ingin tahu sejauh mana perasaan seorang pria yang mendekati putrinya. Apalagi putrinya secantik kamu.


Wajah Savrinadeya tampak memerah. Mas Shin, aku tidak cantik.


Shinichi tertawa. Sayangku, kamu itu cantik bahkan lebih cantik dari kembang kantil.


Savrinadeya terbahak. Ya ampun mas Shin!


Shinichi dan Nadira adalah dua sepupu Savrinadeya yang bisa bahasa isyarat diluar keluarga intinya.


"Salahkan appa dan mommy yang kasih nama Sakura jadi seenaknya aku lah!" cengir Shinichi.


Mas Shin, jangan seperti itu lah! Kasihan Sakura dipanggil macam-macam. Savrinadeya memukul pelan bahu Shinichi.


Tak lama keenam orang di dalam ruang kerja pun keluar dan raut wajah Antonio serta Alexis tidak bisa terbaca oleh Savrinadeya dan Raveena.


Deya, alamat Oom Rama langsung auto reject bang Antonio.


Savrinadeya hanya menghela nafas panjang karena tahu daddynya tidak merestui karena banyaknya hal yang tidak cocok di Rama.


***


Leia dan Dante yang melihat Antonio dan Alexis habis disidang oleh Rama dan Pandu hanya saling berpandangan.


"Sayang, apakah kedua Oom kamu langsung menolak mereka seperti halnya Daddy kamu dulu padaku?"


"Aku tidak tahu Dante. Oom Rama aku yakin kasih ijin tapi tidak restu kalau Oom Pandu... aku tidak bisa menebak isi kepalanya. Oom Pandu itu unpredictable, tidak bisa ditebak macam enigma."


"Setahu aku, semenjak Giandra Otomotif Co dipegang oleh Pandu, menjadi lebih maju dari jamannya Kaia O'Grady."


"Iya. Oma Kaia sudah tahu Oom Pandu bisa diandalkan."


"Tampaknya dua-duanya ditolak deh!" celetuk Dante.


"Alamat mereka berdua akan berjuang habis-habisan buat membuktikan pada Oom Rama dan Oom Pandu."


"Jangan lupa Leia, mereka juga harus membuktikan pada masing-masing gadis incarannya." Dante melihat ke arah Raveena dan Savrinadeya.


***


Cerita boss dan asisten berjuang jatuh bangun penuh kekacauan dan keabsurdan akan muncul di novel mereka sendiri yang akan release akhir bulan...or tahun ya? Ditunggu...


Mengejar Cinta Raveena dan Savrinadeya



( aku udah bisa kasih covernya via iPad coz di hp ga mau. )


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️