
Royal Palace de Turin
Dante berdiri dan menghampiri Leia yang sedang mengobrol dengan para tetua dari para anggota mafia Italia yang berkumpul.
"Jadi kamu cicitnya Joshua Akandra? Dia kan putra Kim Hyun-ji, mantan ketua Silver Shinning Korea" ucap salah satu tetua.
"Paman saya bahkan mantan pemimpin Silver Shinning. Apakah anda pernah mendengar nama Hideo Kojima Park?" senyum Leia manis.
"Hideo itu paman kamu? Dunia itu sangat sempit young lady. Bukankah Hideo menantu Ashley Sky?"
"Benar. Opa Ashley adalah salah satu Opa saya" jawab Leia.
"Kamu tahu Leia, kami yang di Italia bersahabat baik sejak jaman leluhur kamu, Edward Blair bahkan adiknya Stephen, tak jarang membantu kami soal legalitas. Dan kamu beruntung dilahirkan di keluarga yang hebat!" puji tetua mafia dari klan Romano.
"Tapi Opa lebih banyak kenalan di New York" gumam Leia.
"Nonsense! Opa-opa kamu adalah pria-pria gentlemen bahkan hingga ke anak cucunya. Dan kami sangat respek dengan keluarga kalian."
Leia memeluk satu persatu para tetua mafia itu dengan hangat.
"Terimakasih untuk tetap bersahabat baik dengan keluarga besar kami" ucap Leia manis.
"Oh come on Leia. Meskipun keluarga mu sudah banyak yang tidak berkecimpung di dunia mafia, tapi mereka semua masih berhubungan baik dengan kami."
"Tapi mereka memang kebanyakan di New York dan Tokyo" gumam Leia.
"Leia, apa kamu lupa Opamu Arjuna McCloud, Aidan Blair dan Rhett O'Grady berasal darimana? Mereka kan keturunan Inggris dan Irlandia meskipun sudah tidak berkecimpung di dunia ini tapi kami masih sering saling berkunjung. Apa kamu tahu, restauran milik Aidan adalah markas kami bercengkrama?" kekeh ketua itu.
"Waaahhh..." Leia takjub mendengar cerita mereka.
"Ada banyak alasan kenapa kami bisa bersahabat dengan keluarga besarmu. Karena mereka menerima siapa saja dengan tangan terbuka, menghormati kode etik dan respek. Keluargamu bukan tipe tukang ikut campur dan penyimpan rahasia terbaik. Jadi kami nyaman bersama kalian. Apakah itu didikan klan Pratomo?"
"Sebenarnya kami tipe yang selama tidak menggangu, tidak bakalan kami hajar" cengir Leia yang membuat tetua itu tertawa.
"Mi scusi. Posso prendere in prestito la signorina Bianchi ( permisi, apakah saya bisa meminjam nona Bianchi )?" suara bariton Dante membuat Leia dan para tetua itu menoleh.
"Dove vuoi portarlo Dante Mancini ( memangnya mau dibawa kemana )?" tanya salah seorang tetua.
"Voglio chiederle di ballare ( saya hendak mengajaknya berdansa )" jawab Dante kalem tapi matanya tampak mengejek Leia.
"Leia, Dante mengajak kamu berdansa" ucap tetua itu.
"Con piacere Signore Mancini ( Dengan senang hati Tuan Mancini )" jawab Leia dingin sambil menerima uluran tangan Dante yang tersenyum smirk.
Keduanya pun masuk ke tengah-tengah ruangan dimana banyak tamu undangan juga sedang asyik berdansa.
Dante sendiri tanpa malu langsung memeluk pinggang ramping Leia dan menempatkan tangannya ke tangan gadis itu dengan posisi dansa.
"Peluk pinggangku Leia atau kamu sebenarnya memang tidak bisa berdansa?" bisik Dante dengan nada mengejek.
Leia langsung memeluk atau tepatnya mencengkram pinggang Dante membuat pria itu sedikit meringis.
"Dio Mio ( Ya Tuhan )! Kamu berencana meremukkan tulang punggungku?" bisik Dante sedikit berdesis.
"Lemah!" balas Leia sinis. Dante semakin mengetatkan pelukannya membuat dada Leia bertubrukan dengan dada Dante. "Dirty move, Signore Mancini."
"Jangan injak kakiku dengan Manolo Blahnik milikmu Leia" seringai Dante.
"Sebenarnya itu yang terlintas di benakku tapi aku lebih sayang kulit sepatu Berluti milik mu akan berlobang gara-gara Blahnik ku" sahut Leia cuek.
"Jadi kamu lebih sayang sepatuku daripada kakiku?" bisik Dante di sisi telinga Leia.
"Kakimu bisa sembuh tapi nilai jual sepatumu langsung hilang" balas Leia sarkasme.
Dante menghirup aroma harum Leia yang dia perkirakan memiliki tinggi 165-167 ditunjang sepatu high heels nya yang sepuluh Senti pun masih tampak mungil dalam pelukannya. Damn! Gadis ini harum sekali.
"Ternyata kamu bisa berdansa" ejek Dante.
"Membanting orang pun bisa" balas Leia.
Gambarannya begini kira-kira
"Apa? Kamu mau aku gaya robot?" Leia menatap judes ke Dante membuat pria itu tertawa.
"Do you tango?" tantang Dante.
"Try me!"
Dante melepaskan pelukannya dan menuju ke para pemusik dan meminta musik Tango. Lalu pria itu melepaskan jas nya dan melemparnya asal. Dante mengajak Leia menari tango dan gadis itu pun meladeni.
Antonio yang melihat sepupunya ditantang Dante Mancini menari tango hanya bisa menahan nafasnya karena dia setahunya Leia lebih suka beladiri daripada latihan dance.
Duh. Gaswat kalau Leia tidak bisa menari tango.
Namun kekhawatiran Antonio terpatahkan ketika Leia mengimbangi tarian tango Dante bahkan para tamu undangan menatap kagum melihat bagaimana keduanya menari dengan sangat menjiwai dan penuh gairah.
Menjelang akhir lagu, Dante lalu memeluk Leia dan gadis itu menaikkan satu kakinya menempel di sisi tubuh Dante sebagai closing.
Nafas keduanya memburu karena dansa yang benar-benar menguras energi. Keduanya masih berpelukan meskipun musik sudah selesai dan applaus pun membahana di ruang pesta itu.
Antonio langsung menghampiri keduanya dan menepuk Dante. "Lepaskan Leia" ucapnya dingin membuyarkan sesuatu yang menghipnotis keduanya.
Perlahan Dante melepaskan pelukannya dan mata biru keabu-abuan nya tidak lepas dari wajah Leia yang kemerahan akibat menari tango tadi.
"Permisi. Ayo, Antonio" ajak Leia sambil menggandeng sepupunya.
Dante hanya bisa terpaku melihat gadis itu pergi. Damn! Dia jago tango ternyata!
***
"What the hell is going on, Leia? Sejak kapan kamu bisa tango?" tanya Antonio yang sekarang berada di halaman belakang Royal Palace sambil membawakan dua botol air mineral dan Leia langsung menghabiskannya dalam sekejap.
"Haaaaahhh segarnya!" ucap Leia. "Aku sudah belajar dansa sejak usia delapan tahun, Tomat!"
"Kamu itu penuh surprise, Lele" kekeh Antonio. Keduanya memang memiliki nama panggilan sejak kecil.
"Lagian dia menantang, ya aku jabani! Kasarannya lu jual gue beli lah! Lagian, aku tidak mau mempermalukan diriku di depan banyak orang !" ujar Leia.
"Ya ampun Le. Kamu belum ada seminggu di Turin sudah bikin heboh! Tidak heran Oom Luca memilih kamu menjadi penerus klan Bianchi daripada si Darth Vader jilid dua."
Leia terbahak. "Si Darth Vader itu jiwanya lebih Yakuza daripada Mafioso. Lagipula, dia dibutuhkan disana buat mengawasi trio kampret."
Antonio tampak berpikir. "Tiga adik sepupumu yang durjana itu? Yang mau dilempar ke Empang piranha?"
"Yoooiiii! Pawangnya si Luke soalnya" gelak Leia.
"Sudah benar belum nafasmu? Kita cari makan yuk! Aku lapar." Antonio mengulurkan tangannya yang disambut Leia sambil tersenyum.
"Kayaknya aku mau makan banyak. Sudah lama tidak menari jadi demo nih cacingku!"
Antonio melotot. "Cantik-cantik cacingan!"
Leia mengeplak bahu sepupunya. "Ini kiasan, Tomat!"
Antonio terbahak lalu merangkul Leia sambil mencium kening gadis itu. "Digodain gitu saja langsung keplak!"
Leia pun merangkul pinggang Antonio dan berjalan masuk ke dalam ballroom untuk mencari makan.
Interaksi keduanya tidak lepas dari tatapan mata biru keabu-abuan yang menatap keduanya tajam.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️