
Rumah Sakit Saisekai Tokyo Jepang
Luke memarkirkan mobilnya di area parkir halaman rumah sakit tempat Rin bekerja lalu menoleh ke arah gadis itu.
"Kamu harus memeriksakan dulu lenganmu itu! Jangan membantah!" Luke keluar dari mobil dan Rin pun mengikuti pria itu.
Luke lalu menggandeng tangan Rin setelah gemas melihat gadis itu jalannya lambat. "Kamu tuh Yankee! Berantem cepat, periksa lambat!"
Rin hanya menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah.
Yakuza satu ini sadar nggak sih kalau dia main pegang-pegang tangan orang?
Luke pun langsung menuju ruang pendaftaran dan meminta agar segera mendapatkan dokter untuk memeriksa Rin. Tentu saja sikap Luke membuat banyak orang bertanya-tanya apa hubungannya dengan Yakuza terkenal.
Dokter Rika Tachibana yang memeriksa Rin terkejut melihat keponakan mantan dosennya ada disitu.
"Luke?! Kamu ngapain?" tanya dokter cantik itu.
"Nih bawa si cewek strawberry!" jawab Luke cuek.
"Namanya Ichigo, Luke. Tidak usah kamu ganti pakai bahasa Inggris!" kekeh Rika yang juga alumnus Harvard Medical School dan mantan mahasiswi yang diajar oleh Joey Bianchi.
"Suka-suka gue!"
"Dokter Tachibana kenal sama Yaku... eh Bianchi-san?" tanya Rin.
"Bilang saja Yakuza, Ichigo. Kita semua tahu siapa Luke. Oom Luke adalah mantan dosenku di Harvard." Rika Tachibana tersenyum. "Luke, ini cuma memar biasa. Kamu habis kena pukul apa Ichigo? Kamu berkelahi?"
Rin menunduk.
"Dia ketemu pemabuk sialan! Tapi sudah aku hajar pakai helm." Luke menyahut dingin.
"Astagaaa! Jangan bilang Yuri yang mengobati?" Rika menoleh ke Luke.
"Siapa lagi dokter khusus klan Takara kalau bukan Yuri?" balas Luke.
Rika menggelengkan kepalanya. "Kamu ga usah bingung, Luke memang begitu anaknya."
"Maksudnya gimana dokter Tachibana?" tanya Rin.
"Ichigo, aku tahu Luke karena aku kenal pamannya dan keluarga dia memang sering seenaknya sendiri jadi jangan kaget. Biarpun begitu, Luke aslinya baik kok."
Baik dari mana? Strawberry hilang saja marahnya sampai begitu.
"Memarnya kamu sudah kompres semalam ya?" tanya Dokter Rika.
"Sudah dokter. Sudah saya kasih salep juga."
"Pantas tidak sampai membengkak. Oke, aku hanya memberikan obat anti nyeri dan salep yang lebih bagus." Rika memberikan resep untuk Rin.
"Sudah kah Rika?" tanya Luke.
"Sudah Bianchi-sama" jawab Rika sambil sok membungkuk hormat. "Kamu jadi orang jangan dingin dan galak kenapa sih?"
"Kan kamu tahu adikku di Harvard seperti apa?"
"Blaze? Ya ampun, aku kasihan pada Samuel. Untung dia bucin sama adikmu jadi tabah saja dia" gelak Rika. Dokter wanita itu memang baru pindah dari New York kembali ke Tokyo karena ibunya sakit dan baru setahun dia kembali tinggal di Tokyo.
"Aku tidak mengerti" celetuk Rin sambil memandang kedua orang yang sedang berbicara sendiri.
"Kapan-kapan aku ceritakan padamu, Ichigo" sahut Rika.
"Resep nya kamu tebus, Yankee! Jangan sampai tidak!" Luke menatap tajam ke Rin yang hanya cemberut. "Rika, thanks. Aku kembali ke perusahaan dulu." Pria itu pun langsung keluar dari ruang praktek dokter Rika.
"Astagaaa anak itu!" Dokter Rika menggelengkan kepalanya. "Sama saja dengan sepupunya di New York. Seenaknya!"
Rin hanya terdiam mendengar Omelan dokter manis itu.
***
Seharian ini Rin harus menjawab banyak pertanyaan dari para koleganya yang tahu dirinya diantar dan dipegang tangannya oleh seorang Yakuza terkenal.
Rin hanya bisa mengatakan bahwa Luke menolongnya dari pengganggu mabuk saat hendak berangkat kerja.
Dasar Yakuza freezer! Bikin aku repot saja ini!
Dokter Rika akhirnya mengajak Rin makan siang sekalian mengusir para kepopers yang penasaran dengan Luke Bianchi.
"Iya dok. Lalu Bianchi-san menolong saya tapi saya tidak bilang kalau saya juga kena pukul."
"Kenapa tidak bilang?"
"Karena... Anda kan tahu sendiri Yakuza satu itu gimana..." Rin menunduk.
"Aku kasih tahu ya Ichigo. Aku kuliah di Harvard dan menjadi mahasiswa nya Joey Bianchi, pamannya Luke. Anak dokter Joey adalah Blaze, yang notabene adalah sepupunya si Yakuza kulkas itu. Luke punya saudara kembar bernama Leia. Tiga Bianchi bersaudara itu sama-sama judes, galak, kulkas dan menyebalkan! Tapi jika mereka melihat yang tidak sesuai atau melanggar aturan, tidak segan mereka maju untuk membenarkan. Itu memang sudah sifat keluarga mereka."
"Tapi dokter Tachibana, mulutnya Bianchi-san pedasnya mengalahkan tabasco!"
"Memang mereka seperti itu! Kamu pikir Dokter Joey tidak pedas? Wooo, jangan salah. Dokter Bianchi adalah dosen paling menyebalkan kalau sudah melihat anak didiknya ngaco! Aku pernah mengalami saat salah melakukan teknik menjahit luka. Seharian aku harus berlatih di daging babi! Dan itu harus sampai sempurna!"
Rin melongo.
"Mereka terkadang menyebalkan tapi maksud mereka baik hanya saja caranya ya suka-suka." Rika tersenyum.
"Saya jadi tidak nyaman gara-gara Bianchi-san memperlakukan seperti itu kepada saya..." Rin menatap dokter cantik itu.
"Ngomong saja sama Luke bagaimana kamu tidak nyaman. Paling dia cuma bilang 'Memangnya kenapa?! Suka-suka aku lah!' Yakin dia bakalan bilang begitu!"
"Kenapa anda yakin dokter?"
"Soalnya Blaze juga suka mengatakan hal yang sama" kekeh Dokter Rika soal adik kelasnya itu yang kebetulan adalah putri dokter Joey Bianchi.
***
Markas Yakuza Takara Akihabara
Luke menatap pria yang dijemput anak buahnya dari tempatnya bekerja di sebuah kantor percetakan yang terletak di area Akihabara.
Pria itu tampak ketakutan melihat bagaimana para anggota Yakuza Takara berdiri di ruangan itu, apalagi dia duduk di tengah - tengah ruangan dan berhadapan dengan pemimpin klan.
Luke Takara Bianchi. Pria itu tampak memucat wajahnya dan keringat dingin pun mengalir di keningnya.
"Jadi namamu adalah Itaru Shizuka, usia 28 tahun, lajang, hobi minum dan anime serta masih tinggal bersama orang tua di sebuah apartemen dua kamar di area Akihabara. Apa yang kamu lakukan di Roppongi? Bukankah itu bukan ranah bermain kamu?" Luke menatap tajam ke arah pria yang gemetaran itu.
"Sa...saya diajak...teman..."
"Diajak minum?" tanya Luke.
"I...iya."
"Dan bersama temanmu itu, kalian bertemu dengan seorang gadis dan kalian berniat mengganggunya serta melecehkannya kan?" Kali ini Luke tidak dapat menahan emosinya.
"Luke..." suara feminin membuat Luke berdehem. Dokter Yuri mengelus punggung Luke Bianchi pelan.
"Saya... saya..." Itaru tampak kebingungan dan ketakutan.
"Dan kamu memukul gadis itu menggunakan kayu hingga mengenai lengannya." Luke memutar botol minumnya. "Kira-kira, jika aku melakukan hal yang sama, gimana ya?"
"Maksudmu apa Luke?" tanya Dokter Yuri Tanaka, sahabat Luke dari kecil. Yuri Tanaka adalah seorang dokter umum dan memilih menjadi dokter khusus klan Takara.
"Luke, jangan aneh-aneh deh!" ucap Hidetoshi Shinoda, tunangan dokter Yuri yang juga tangan kanan Luke, keponakan Shiki Matsumoto.
"Nggak aneh-aneh! Yuri, kamu kan cewek. Gantian kamu yang mukul banci satu itu pakai kayu yang sama, biar dia tahu rasanya!" Luke menatap sahabatnya serius.
"Kenapa bukan Yankee itu saja yang memukul pria itu?" tanya Dokter Yuri.
"Karena gara-gara dia, Si Yankee memar-memar lengannya dan aku tidak yakin kalau si Yankee kuat memukul sekarang!" jawab Luke kalem.
Dokter Yuri dan Hidetoshi hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Dasar Yakuza brengseeekkk!
***
Yuhuuuu Up Malam
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️