
Usai acara akad nikah, dilanjutkan dengan acara resepsi di hotel milik keluarga Pratomo yang terdapat di daerah Roppongi yang merupakan hasil karya dari Leia Bianchi. Para tamu undangan dari berbagai negara sudah hadir di ballroom termasuk para anggota FBI yang bersama mereka di Turin, Omar Zidane, Billy Boyd, Maggie dan Tiffany. Tidak ketinggalan Isobel de Garza pun hadir.
Pedro Pascal tampak senang melihat rekan satu biro nya datang dan mereka pun terlibat pembicaraan santai bersama dengan Nadira disana. Benjiro Smith dan Chris Bradford pun menyambut banyak pihak law enforcement yang diundang oleh Luca Bianchi.
Semua rekan bisnis AJ-BIANCHI Corp dan PRC Group pun hadir dalam pesta yang menggunakan konsep garden party jadi pengantin bebas menyapa semua tamu undangan.
Hideo tampak sumringah melihat para mantan anak buahnya hadir seperti Lee Chan, Hyong-wa dan Jae-Hee bersama dengan keluarga mereka masing-masing. Hideo dan Fayza langsung menyambut mereka semua yang menjadi saksi kehidupan mereka selain Jin.
Acara pernikahan Leia dan Dante, memang ajang reuni banyak pihak yang endingnya menjadi teman rasa keluarga.
***
Savrinadeya kini berada di balkon luar ballroom untuk menikmati pemandangan kota Tokyo. Antonio pun mendekati gadis yang malam ini mengenakan gaun bewarna abu-abu dengan dandanan sedikit lebih dewasa dari usianya.
"Deya..." panggilnya sambil menepuk bahu gadis itu pelan.
Savrinadeya menoleh ke arah Antonio yang malam ini mengenakan suit serba hitam.
Apa papa menyusahkan kamu?
Antonio tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "No, Oom Rama bersikap seperti layaknya seorang ayah. Kamu jangan khawatir."
Savrinadeya tersenyum lembut. Syukurlah. Aku takut jika papa marah besar dan menghajar bang Antonio.
Antonio terpesona kesekian kalinya melihat senyum Savrinadeya yang menurutnya sangat cantik, membuat jantungnya melompat seenaknya layaknya seekor katak.
"Tidak, Amore Mio... Oom Rama tidak menghajar aku. Lihat, wajah aku masih mulus kan? Eh, tapi ada brewoknya, gimana mau mulus?"
Savrinadeya tertawa mendengar joke receh dari Antonio yang sekali lagi terpesona dengan wajah cantik gadis penyandang tuna rungu itu.
Savrinadeya Aisyahzaara McCloud
Antonio Bianchi
***
Arkananta dan Valentino tampak asyik mengawasi adik-adik perempuannya yang sibuk sendiri.
"So, mbak Leia sudah mentas, nanti April mbak Blaze lalu Juni mbak Nadira. Kebayang kan V, kalau mereka tahun depan punya anak dan kita mendapatkan banyak keponakan lagi." Wajah Arkananta berubah menjadi usil. "Setelah Arsyanendra bisa kita doktrin dengan ajaran kita yang memblasukkan, kita akan melakukan ke anak-anak tiga kakak perempuan kita lainnya."
Valentino tersenyum smirk. "Paling dekat kan Arsya, jadi kita gunakan kepintaran kita ke anaknya mbak Zee begitu dia bisa diajak ngomong. Bagaimana kalau setiap weekend daripada kita bengong, gabut, kita didik Arsya sesuai dengan buku panduan manual trio kampret? Kita harus punya penerus Ka!"
"Kau benar V. Biar legacy kita terus turun temurun. Mana Shinchan? Kita harus mulai membuat juklak nya sekarang!"
***
Sakura dan Garvita sedang berada di lobby hotel untuk mencari udara segar karena ballroom penuh dengan banyak orang. Seperti biasa, Gabriel mengawal dua gadis cantik itu.
"Jadi kamu dikejar sama dua orang pria Italia dan celakanya kakak beradik?" Garvita menatap sepupu cantiknya.
"Padahal sudah aku tolak tapi tetap saja, bebal!" gerutu putri Hideo dan Fayza itu.
"Bukannya yang dihajar bang Lukie itu?"
"Iya! Dasar muka rata!" umpat Sakura sebal.
"Tapi keluarga mereka tidak diundang sama Oom Luca kan?"
"Morotin? Kayaknya nggak deh!" Sakura keluar bersama Garvita menuju taman depan hotel. "Tamunya Oom Luca banyak banget dan aku sumpek di dalam."
"Gimana nggak banyak. Relasi bisnis mereka sudah banyak, ditambah bang Lukie ketua klan Yakuza Takara, mbak Leia juga belum bang Dante. Eh tapi pacarnya bang Lukie cantik ya?"
"Mbak Rin? Dia mantan preman lho Gar" ucap Sakura. "Tapi sekarang jadi ahli gizi di sebuah rumah sakit."
"Really?" Garvita menoleh ke pengawalnya. "Masih sakit Gab?"
Sakura menoleh ke arah pengawal sepupunya. "Kamu kenapa Bang?"
"Aku hajar" jawab Garvita kalem.
"What? Salah apa dia sama kamu?" Sakura mendelik ke arah Garvita yang hanya tersenyum smirk.
"Saya kan tidak sengaja nona" bela Gabriel. Aku tahu ukuranmu 36 cup A.
Garvita menatap Gabriel dengan sengit. "Jangan sekalian kamu ukur punyaku Gab!" bentak gadis itu membuat wajah Gabriel memerah. "Gabriel!"
Sakura tertawa terbahak-bahak melihat keributan dua orang di hadapannya. Tiba-tiba tawa Sakura terhenti ketika melihat tiga orang yang baru saja turun dari mobil Mercedes mewah itu.
"Kenapa Sakura?" tanya Garvita yang bingung melihat sepupunya terdiam.
"Lihat!" Garvita pun melihat obyek yang ditunjuk oleh Sakura.
"Siapa itu?" tanya Garvita bingung.
"Raffa Moretti dan kedua orangtuanya."
Garvita melongo. "Kok mereka datang? Apa Oom Luca mengundang mereka juga?"
Sakura menggelengkan kepalanya. Ketiga orang disana hanya menatap bingung ke arah tiga orang yang masuk ke lobby hotel. Tiba-tiba Raffa menengok ke arah taman dimana terdapat tiga orang disana. Pria Italia itu berbisik ke wanita yang mungkin seumuran dengan Emi Takara Bianchi dan wanita itu mengangguk lalu melihat arah Sakura dan Garvita duduk.
Raffa pun bergegas menghampiri Sakura yang sudah memasang wajah malas sedangkan Garvita dan Gabriel hanya bisa menikmati drama yang akan terjadi.
"Sakura! Kenapa kamu disini?" sapa Raffa Moretti dengan wajah bahagia yang tidak ditutupinya.
"Tadinya cari udara segar tapi tiba-tiba menjadi tidak segar!" jawab Sakura judes.
"Halo, aku Raffa Moretti. Signora?" Raffa mengulurkan tangannya ke arah Garvita.
"Garvita Schumacher." Garvita menyambut uluran tangan Raffa yang memberikan ciuman di punggung tangan gadis itu. Gabriel mengeraskan rahangnya melihat ada pria asing main cium-cium tangan nonanya.
"Dan anda, Signor?"
"Oh ini pengawal aku, Gabriel" sahut Garvita sebelum Gabriel membuka mulutnya.
"Oh. Aku duduk disini ya?" senyum Raffa sambil mengambil tempat di sebelah Sakura yang melengos malas.
Garvita dan Gabriel hanya bisa saling berpandangan bingung dengan situasi di hadapan mereka.
***
"Daddy mengundang keluarga Moretti?" desis Luke ke Luca. "Are you kidding me?"
"Memang kenapa?" tanya Luca polos.
"Dad! Anak mereka berebut Sakura! Yang benar saja!" bisik Luke kesal. "Eh kok datang berdua? Si Morotin dua kemana?"
"Luca!"
"Benigno! Apa kabar?" sapa Luca menyambut ayah Alessandro dan Raffa Moretti itu. "Sama siapa?"
"Bersama istriku, Marjorie dan putraku Raffa tapi tadi dia bertemu dengan gadis yang disukainya jadi dia memilih bersamanya" jawab Benigno Moretti.
"Dimana?" tanya Luke tidak sabar.
"Oh Ben, kenalkan ini putra bungsu ku Luke." Keduanya saling bersalaman.
"Senang berkenalan denganmu little Bianchi. Oh, Raffa di taman hotel."
Luke mengeraskan rahangnya dengan tidak ketara. "Would you excuse me." Saudara kembar Leia itu bergegas menuju taman hotel.
"Kenapa anakmu terburu-buru?" tanya Benigno.
"No idea."
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️