
Acara dinner berdua antara Luke dan Rin berlangsung damai. Rin tampak menikmati hidangan yang disajikan dan sejujurnya, mungkin ini steak paling enak yang pernah dia makan.
"Enak Rin?" tanya Luke sambil memotong steaknya.
"Enak sekali, Bianchi-kun. Terimakasih sudah mengajak aku makan disini." Rin tersenyum manis.
"Syukurlah kamu suka" ucap Luke.
"Astagaaa! Bianchi-kun, apa ada orang yang tidak suka diajak makan malam semewah ini?"
"Ada."
"Siapa?"
"Leia."
"Alasannya?"
"Aku dikira pacarnya dan membuat dirinya tidak nyaman. Bikin jatuh pasaran."
Rin tertawa kecil. "Sebab kalian tampak mesra jadi banyak orang salah mengira."
"Itu baru Leia, belum sepupu perempuan aku lainnya. Aku sangat dekat dengan mereka, Rin. Mungkin karena aku laki-laki tertua di generasi aku, jadi sindrom menjadi pelindung para saudara perempuan terpatri di pikiran aku."
"Aku tidak menyangka kamu bisa sehangat itu."
"Keluarga aku sangat menghormati wanita terutama Oma, Okāsan dan saudara perempuan kami."
"Tapi kamu galak sama aku" cebik Rin.
"Kamu kan yang bikin perkara duluan?" balas Luke judes.
"Iya deh! Aku yang salah!" Rin memanyunkan bibirnya.
"Aku tidak akan mengganggu kamu lagi, Rin Ichigo. Setelah musim panen selesai, kamu bisa kembali menjadi seperti biasanya. Rutinitas kamu tidak akan terganggu." Luke menatap Rin serius.
"Kamu sudah bilang berulang kali, Bianchi-kun. Terima kasih."
Luke mulai bertanya tentang kehidupan pribadi Rin meskipun dia sudah tahu dari hasil penyelidikannya. Rin sendiri tanpa beban bercerita tentang dirinya yang harus hidup sendiri setelah kedua orangtuanya bunuh diri karena hutang dengan rentenir.
"Melihat bagaimana kedua orangtuaku, aku bertekad untuk tidak berhutang dengan siapapun, apalagi hutang uang. Jika ingin sesuatu tapi tidak cukup uangnya, ya sudah tidak perlu dipaksakan. Aku waktu sekolah juga begitu. Uang jajan aku nyaris minim, hanya ¥500 dan tahu sendiri hanya mendapatkan roti dan minum untuk dua hari. Jadi aku lebih suka membuat bekal dari rumah dan bekerja sampingan. Aku bergabung dengan Yankee Rose tujuannya untuk membantu para lansia dari para pemalak dan biasanya, kami malah mendapat makanan gratis dari para obasan ( nenek ) dan ojisan ( kakek )."
"Kesimpulan kamu Yankee positif?"
"Bisa dikatakan begitu tapi setelah aku berhasil mendapatkan pekerjaan di rumah sakit Saisekai, aku memutuskan berhenti."
Luke mengangguk. "Kamu mau desert apa?" tawar Luke setelah melihat piring Rin tandas.
"Strawberry on the shortcake."
Luke terbahak yang membuat Rin terpana melihat pria itu bisa tertawa lepas.
"Ichigo ya pasti strawberry kan!" kekeh Luke. Gadis itu mengangguk dan ketika pesanannya datang, wajahnya langsung sumringah.
"Itadakimasu ( mari makan )!" Rin langsung menyendok strawberry shortcake nya. "Hhhhmmm... Oishii!"
Luke hanya tersenyum melihat Rin tampak bahagia dari balik cangkir kopinya.
***
Usai makan malam itu, Luke dan Rin tidak pernah bertemu lagi. Luke sendiri disibukkan dengan pekerjaannya ditambah dengan peristiwa yang terjadi di sekeliling saudara perempuannya.
Nadira yang masih setengah hati dengan Pedro Pascal, Blaze yang muring-muring dengan Samuel gara-gara menjadi kanebo kering, Juliet yang hubungannya dengan Romeo bagaikan roller coaster, Garvita yang ribut dengan Gabriel pengawalnya.
Sepertinya hanya kaum pria yang adem ayem.
Luke pun mempersiapkan diri untuk terbang ke Seoul guna menemui Lee Chan. Hideo Kojima Park pun sudah oke untuk ikut bersamanya dan Luca Bianchi untuk memeriksa pekerjaan AJ-BIANCHI Corp di Itaewon.
Sebuah pesan masuk ke ponselnya.
📩 Yankee Strawberry : Bianchi-kun, semua buah strawberry sudah dipanen. Sudah aku titipkan di toko pastry milik omamu. Terimakasih atas semua kebaikanmu. Semoga kita tidak bertemu lagi.
Apaa?! Brengseeekkk Yankee satu ini! Eh tapi aku juga sih yang bilang tidak akan mengganggu dirinya setelah panen. Luke menghela nafas panjang lalu mengetik pesan untuk Rin.
📩 Yakuza Feezer : Oke Ichigo Rin. Terimakasih sudah dititipkan ke toko omaku. Semoga sukses.
Luke meletakkan ponselnya di meja kerjanya. Setidaknya dia sudah nyaman dengan pekerjaannya.
Pria itu melihat di rekaman CCTV dan tampak Rin mengelus semua tanaman strawberry disana seperti mengucapkan salam perpisahan.
Sayonara, Ichigo Rin.
***
Lee Chan menjemput rombongan Tokyo dengan sumringah. Sudah lama mereka tidak bertemu, apalagi dengan mantan bossnya, Hideo.
"Boss!" panggil Lee Chan yang datang bersama Hyong-wa dan Jae-Hee dengan bahagia.
"Hei! Aku sudah bukan boss kamu" kekeh Hideo yang datang bersama Jin. Luca dan Luke hanya menggelengkan kepalanya karena sudah sekian tahun Hideo melepaskan Silver Shinning, masih saja dipanggil Boss oleh Lee Chan.
"Mr Bianchi, Luke" sapa Lee Chan. "Apa kabar?"
"Kabar kami baik, Lee Chan. Hyong-wa, Jae-Hee, bagaimana kabar keluarga kalian?" sapa Luca yang tahu mantan pengawal Fayza itu sudah berkeluarga.
"Baik semua, Mr Bianchi" jawab Hyong-wa.
"Shinichi tidak ikut?" tanya Lee Chan ke Hideo.
"No, dia masih ujian semester dan rencananya malah mau ke Indonesia menemani Zee yang mau melahirkan" jawab Hideo.
"Syukurlah, biar nggak bikin kita darting!" sungut Luke.
Semua orang tertawa mendengar ucapan pawang trio kampret itu.
"Terimakasih kamu sudah jadi kakak yang baik, Luke" goda Lee Chan.
"Seriously Oom, kalau nggak ingat dia adik sendiri, aku lempar ke Amazon!"
***
Ruang Ujian Fakultas Fisika Tokyo University
"Haaaattssyyiinnggg!" Shinichi bersin dengan keras di ruang ujian.
"Park!" tegur dosen pengawas kesal.
"Sumimasen ( maafkan saya )" ucap Shinichi sambil membungkuk minta maaf ke semua peserta ujian.
Semua orang hanya menatap judes ke Shinichi yang membuat mereka buyar konsentrasi nya.
Brengseeekkk! Pasti babang Lukie yang durjana lagi batin aku. Antara mau lempar aku ke Empang atau ke Amazon!!
Shinichi mengumpat Luke sambil mengerjakan ujiannya.
***
Seoul Korea Selatan
"Haaaattssyyiinnggg!" Luke mengusap hidungnya.
"Kamu flu?" tanya Luca ke putranya.
"Nggak Daddy. Pasti lagi kena umpatan Shinchan."
Luca terbahak. "Kamu tuh sama Shinichi selalu ribut. Ketemu gegeran, nggak ketemu saling mengumpat! Benar-benar deh!"
Luke hanya manyun. "Oom Hideo, apa benar trio kampret mau ke Indramayu? Menemani Zee?"
"Katanya begitu. Lusa Shin kan sudah selesai ujian dan langsung terbang ke Jakarta. Sudah ditunggu Arka dan Valentino."
"Aku kasihan sama Zee dan Sendra."
"Kenapa Luke?" tanya Lee Chan.
"Bayangkan, Zee perut besar begitu harus menabahkan diri menghadapi trio kampret yang kelakuannya ajaib! Jangan-jangan malah bisa brojol sebelum waktunya" gerutu Luke.
"Tapi Daddy suka adik-adikmu kesana karena pasti mereka akan siaga saat Zee harus dibawa ke Jakarta. Kapan sih jadwal lahirannya?"
"Kata Zee masih sekitar dua Minggu lagi. Kan sudah masuk sembilan bulan" jawab Luke yang memang rutin menelpon sepupunya seminggu dua kali.
"Setidaknya Luke, dibalik kekacauan mereka, ada rasa melindungi saudara perempuannya" senyum Hideo.
"Oh harus itu! Sampai nggak, gagal jadi laki!" umpat Luke judes.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️