The Bianchis

The Bianchis
Luke Bianchi : Strawbery



Rin menarik tangan Luke hingga menjauh dari coffee shop menuju ke sebuah kursi taman. Gadis itu menatap Luke judes tapi yang ditatap membalasnya jauh lebih dingin.


"Jadi kamu yang punya kebun strawberry nya? Bagaimana bisa kamu tahu?" Rin menatap pria yang tingginya mungkin sekitar sepuluh Senti lebih tinggi darinya.


"Apakah kamu pernah mendengar the power of CCTV?" sindir Luke. "Sekarang, apa yang kamu lakukan dengan strawberry milikku?"


"Sudah aku makan. Oh by the way, oishii!"


"Ya jelas saja oishii karena dari nyolong!" hardik Luke kesal. "Kalau kamu minta, aku bakalan kasih! Tapi tidak mencuri juga, Yankee!"


Mata hitam Rin melotot sempurna. "Bagaimana kamu tahu?" bisik gadis itu panik.


"Hei, Hoodie mu kelihatan dari yankee mana! Yankee Rose Tokyo sangat terkenal!"


"Who are you?" tanya Rin sambil memicingkan matanya.


"Luke Bianchi."


Rin terkesiap dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "Bianchi? Luke Takara Bianchi? Yakuza Takara?"


Luke menatap dingin sambil bersedekap.


"Jadi kebun itu..."


"Itu warisan dari Omaku buyutku, Miki Al Jordan Akandra. Bukankah kebun strawberry nya dekat dengan toko dan cafe pastry? Toko itu milik oma aku, Marissa Bianchi." Luke mendekati wajah Rin. "Dan kamu sudah merusaknya!"


Rin pun mundur dua langkah ketika pria itu mendekati dirinya.


"Kamu berhadapan dengan orang yang salah, Ichigo! Dan aku minta, kamu mengurus kebun strawberry aku sampai berbuah lagi!"


"Demo ( tapi )..." Rin menatap cemas ke wajah tampan tapi dinginnya minta ampun.


"Aku tidak perduli, Ichigo! Bertanggungjawab lah!" hardik Luke judes. "Mulai nanti malam, kamu harus memeriksa kebun strawberry aku!"


"Tapi aku kan perempuan... takutnya ..."


"Apa? Tokyo adalah kota teraman! Kamu adalah seorang Yankee! Apa perlu aku laporkan siapa kamu sebelumnya ke kepala rumah sakit?" ancam Luke.


"Jangan!" Wajah cantik Rin tampak panik.


"Lakukan tugasmu!" Luke pun berjalan meninggalkan Rin yang menatap judes punggung pria itu.


Luke Bianchi benar-benar menyebalkan!


***


Toko Pastry milik Marissa Bianchi


Luke masuk ke dalam toko pastry milik omanya dan tampak wanita kesayangan Luke itu sedang asyik mengawasi para pegawainya.


"Oma" panggil Luke membuat wanita paruh baya yang masih cantik itu menoleh.


"Eh cucu Oma paling ganteng. Oma ikut bersedih ya melihat kebun strawberry Oma Miki sudah gundul" kekeh Marissa. Dia sudah mendapatkan laporan dari anak buah Luke.


"Tenang saja! Aku sudah mendapatkan pelakunya." Luke duduk di kursi dekat counter kue.


"Siapa sayang?" tanya Marissa.


"Seorang Yankee yang maniak strawberry."


"Yankee? Astaga Luke, perempuan yang mencuri?" Marissa menatap cucunya tidak percaya.


"Ini pelakunya." Luke memperlihatkan kepada Marissa foto Rin Ichigo.



"Manis tapi kok maling" gumam Marissa. "Dia suka sekali sama strawberry mungkin jadi tidak tahan buat ambil."


"Ya nggak gitu juga Omaaaa. Aku kan mau panen, malah diembat duluan! Lagian itu adalah kebun peninggalan Oma Miki dan aku yang ngurus selama ini!"


"Luke sayang, nanti tiga hari lagi kan masih bisa panen. Lagian baru kali ini kan kamu nggak panennya gara-gara gadis itu."


"Yang penting dia sudah aku beri hukuman! Harus merawat kebun strawberry setelah pulang kerja!"


Marissa melongo. "Luke, dia anak perempuan lho."


"Oma, apakah Oma tahu. Ichigo bisa berkelahi karena dia yankee jadi tenang sajalah!"


"Bagaimana kamu tahu?" Marissa menatap cucunya yang dingin dan super cool, berbeda dengan opanya Marco dan daddynya Luca.


"Rata-rata Yankee itu jago berkelahi apalagi Si Ichigo mantan ketuanya."


Marissa hanya mengangguk karena baginya mendengar seorang perempuan menyambangi kebun malam-malam itu nggak banget tapi kalau Luke sudah punya pendirian, memang susah apalagi Rin Ichigo di posisi yang salah.


***


Rin masih termenung di ruangannya meskipun berusaha mengalihkan pikirannya dari Yakuza yang mendatangi dirinya tadi.


Luke Skywalker Takara Bianchi.


Nama itu dikenal sebagai ketua Yakuza Takara sekarang menggantikan kakeknya Takeshi Takara. Luke adalah lulusan Tokyo University jurusan matematika dan bisnis.


Damn! Dia jenius! Double major tapi bisa selesai semua dalam waktu empat tahun.


Rin mencari tahu siapa Luke dan dia mengetahui memiliki saudara kembar perempuan bernama Leia yang seorang arsitek. Wajah Rin semakin manyun ketika tahu siapa saja Keluarga Luke.


Harusnya kamu kemarin tidak menuruti panggilan setan strawberry jadi berurusan dengan Yakuza kan? Rin menepuk jidatnya berulang. Dasar maniak kamu Rin!


***


Mansion Al Jordan Tokyo


Emi yang baru saja pulang dari perusahaan milik keluarga Takara, terkejut ketika melihat putranya yang sudah menjadi bang Toyib selama hampir empat bulan ini, duduk sambil menyesap kopi di ruang makan.


"Hai, anak okāsan pulang juga. Sudah bosan di markas Takara?" goda Emi sambil memeluk Luke.


"Lagi jengkel saja okāsan."


Emi duduk di sebelah Luke yang tampak manyun.


"Ada apa sayang?"


"Semalam kebun Oma Miki ada yang acak-acak dan mengambil buah strawberry yang tinggal panen."


"Kebun Oma yang dibelakang toko pastry Oma Marissa?"


Luke mengangguk.


"Apa kamu sudah tahu siapa?"


"Gadis ini." Luke memperlihatkan foto Rin Ichigo memakai Hoodie yankee nya.


"Yankee? Siapa namanya?"


"Rin Ichigo."


Tanpa diduga, Emi tertawa terbahak-bahak. "Astagaaa! Pantas saja dia mengambil strawberry kamu! Namanya saja Ichigo yang berarti strawberry."


"Nama dia Rin, sama dengan almarhum Oma Rin Takara tapi kelakuan nggak mirip sama sekali sama Oma!" sungut Luke. Ibu kandung Emi, bernama Rin Takara, sudah meninggal saat Emi masih sekolah. Sekarang Takeshi Takara sudah menikah lagi dengan cinta pertamanya, Fumiko Kojima yang merupakan ibu kandung Hideo Kojima Park. Fumiko adalah Oma Shinichi Park, salah satu trio Kampret.


"Terus dia masih menjadi Yankee?"


"No, okāsan. Dia sekarang bekerja di rumah sakit Saisekai sebagai ahli gizi untuk para pasien lansia."


"Pekerjaan yang sangat mulia. Keluarga?" Emi menjadi tertarik dengan gadis Yankee bernama Rin Ichigo itu.


"Yatim piatu. Kedua orangtuanya meninggal bunuh diri karena hutang ke rentenir waktu dia SMP lalu dia tinggal bersama nenek dari pihak ibunya. Dia masuk Todai lewat jalur beasiswa."


"Berarti dia anak pintar dong, Luke."


"Tapi kelakuannya tidak seperti cewek beradab!" sungut Luke.


"Lalu kamu memberikan hukuman apa Luke? Okāsan harap kamu tidak memberikan hukuman yang berat."


"Oh no okāsan, aku hanya memberikan hukuman harus mengawasi kebun strawberry ku setiap dia pulang kerja."


Emi memegang pelipisnya.


"Astagaaa Luke! Kamu itu!" kekeh Emi.


"Kan biar dia tahu rasa!"


"Lukie, strawberry kamu kan akan berbuah tiga hari lagi. Jangan seperti itu lah!"


"Okāsan, aku hanya memberikan dia pelajaran. Beside, dia kan Yankee, sudah biasa berkelahi."


"Okāsan tidak mau tahu ya Luke, kamu harus mengawasi gadis itu. Mau dia Yankee atau tidak, nggak patut malam-malam mengawasi kebun kamu."


Luke hanya menatap ibunya datar.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️