The Bianchis

The Bianchis
Leia Bianchi : Adu Nyali



Café Al Bicerin, Turin


"Cosa intendi per fare un'offerta così irragionevole? ( apa maksudmu membuat penawaran tidak masuk akal )?" Mata biru keabu-abuan Dante menatap tajam ke arah Leia yang masih mengenakan kacamata hitam. "Dan saya minta anda melepaskan kacamata hitam anda karena saya tidak suka berbicara tanpa menatap mata lawan bicara saya."


Leia melepaskan kacamata hitam Guccinya dan menatap Dante dingin.


"Anda kan sudah tahu kalau lahan itu adalah milik keluarga Bianchi. Kenapa anda usik?" ucap Leia dingin.



"Kamu tidak seperti wanita Italia" balas Dante.


"Seharusnya anda tahu kalau Daddy saya adalah Luca Bianchi, campuran Asia Italia dan mommy saya Emi Takara dari klan Yakuza Takara. Apa anda belum mengerjakan pe-er anda sebelum menemui saya, Signore Mancini?"


"Aku tahu kamu masih berdarah Asia tapi tidak menyangka jika kamu sangatlah Asia." Dante memanggil pelayan dan meminta secangkir espresso.


"Perlu saya kasih salut karena bisa menemukan saya disini? Oh, saya ralat. Saya tahu telah diikuti sejak saya keluar dari rumah bersama dengan Antonio jadi anda tahu saya berada disini. Nice move, Signore. Kenapa anda tidak menghubungi saya saja daripada mengirimkan tukang stalking?" sindir Leia judes.


Pelayan pun datang membawakan espresso yang diminta Dante.


"Rupanya bahasa Italia kamu bagus juga" ucap Dante sambil menyesap espresso nya.



"Hei, saya keturunan Italia. Tidak mungkin kalau tidak bisa! Meskipun kulit saya khas Jepang tapi saya masih memiliki darah Bianchi." Leia menatap pria yang memiliki wajah garang di hadapannya dengan santai sambip bersedekap.


"Kamu kuat juga tidak gentar menghadapi ku."


Leia tertawa sinis. "Selama anda masih makan pasta dan minum espresso, berarti anda masih manusia biasa jadi buat apa harus takut? Di dunia ini hanya Tuhan dan kedua orangtuaku yang saya takuti jadi buat apa takut pada anda!"


Dante tersenyum smirk. "Kembali ke topik utama. Saya tidak mau membayar uang sebanyak itu ke anda karena itu tidak masuk akal!"


"Sekarang saya balik. Apakah masuk akal jika tanah yang sudah satu abad lebih menjadi milik keluarga Bianchi dan menjadi panti jompo hendak anda ambil begitu saja karena anda mau ekspansi bisnis anda?"


"Tentu saja masuk akal karena keluarga Bianchi seenaknya mengambil tanah keluarga Mancini." Dante menatap wajah dingin di depannya dengan perasaan kesal. Sial, aku kira dia gampang diintimidasi, ternyata Leia Bianchi bukan wanita lemah.


Leia mengambil ipadnya dan menunjukkan surat perjanjian Nonno nya yang sudah berusia 100 tahun lebih. "Anda baca disini. Ini adalah surat perjanjian yang dibuat oleh Nonno saya Fransesco Bianchi kepada Nonno anda Gabriel Mancini. Silahkan!"


Dante membaca berkas yang sudah discan oleh Leia dan dimasukkan ke dalam folder ipadnya.


"Anda tidak membaca dengan detail, Signora Bianchi. Disini tertulis bahwa tanah keluarga Bianchi berhak diambil alih keluarga Mancini jika keluarga Mancini menghendaki perluasan wilayah. Dengan syarat, keluarga Bianchi menjual dengan harga yang sesuai bukan harga seenaknya sendiri" seringai Dante penuh kemenangan.


Leia mengambil ipadnya dan mulai membaca dengan teliti. Gadis itu merutuk dirinya sendiri yang kurang hati-hati membaca bahasa Italia kuno. Sekitar lima belas menit kemudian dirinya tersenyum.


"Anda juga tidak teliti, Signore. Disini juga disebutkan jika tanah itu dibangun bangunan non komersial, tidak bisa diganggu gugat. Dan disana berdiri panti jompo yang didukung oleh pemerintah Turin serta bukan bangunan komersial. Jadi Signore Mancini, selama bangunan panti jompo itu masih ada dan berdiri disana, anda tidak bisa memiliki nya karena keluarga kami tidak ada niatan untuk menjualnya" seringai Leia. Dirinya bersyukur banyak belajar dari opa dan ayahnya tentang surat perjanjian yang menggunakan bahasa Italia karena banyaknya intrik disana.


Rahang Dante mengeras. "Kita lihat saja nanti Signora Bianchi. Siapa yang menang! Karena saya akan membawa kasus ini ke jalur pengadilan!"


Leia memajukan tubuhnya dan menopang dagunya dengan kedua tangannya. "Silahkan saja Signore tapi jika anda membuat kekacauan di panti jompo itu, saya tidak segan-segan menghabisi anda."


Dante tersenyum smirk lalu memajukan tubuhnya hingga keduanya cukup dekat. "Kamu pikir, kamu itu kuat ya Leia?"


"Jangan panggil aku Leia Bianchi kalau hanya menghadapi pria macam kamu tidak berani."


"Really Leia? Aku akan lihat sampai mana keberanian kamu!"


"Dengan senang hati, Signore Mancini." Leia tampak tersenyum namun matanya menatap dingin ke Dante.


Dante tertawa kecil. "Tampaknya percakapan kita hari ini masih harus berlanjut." Pria itu pun berdiri dan Leia mengira - ngira tingginya sekitar 188-189 cm seperti daddynya.


Dante membungkuk ke arahnya dan berbisik di sisi kanan telinga Leia. "Besok Sabtu malam ada acara pesta semua keluarga dan pengusaha di Royal Palace of Turin dan aku yakin Antonio akan mengajak mu. Jangan sampai tidak datang!"


Leia hanya diam saja mendengar suara bariton dingin di sisi telinganya.


"Good!" Dante pun berdiri dan meninggalkan Leia yang masih terdiam. Setelahnya dirinya langsung menghabiskan kopinya.


Ya Allah Daddy. Dante Mancini adalah pria yang menyeramkan! Leia baru sadar setelah kakinya terasa lemas dan badannya sedikit gemetar.


"Bolehkah aku melemparkannya ke Empang?"


***


Dante masuk ke dalam mobil Bugatti nya dan tersenyum smirk. Dirinya tiba-tiba merasa bergairah saat membisikkan soal pesta besok Sabtu.


Sial! Dia harum sekali! Pakai parfum apa sih!


Dante melihat tonjolan di balik celananya yang mulai mengeras. Sial! Juniorku ikut bangkit! Harus disalurkan!


Pria itu menstater mobilnya dan segera meluncur ke salah satu wanita yang menjadi tempat pelampiasannya tinggal.


***


Royal Palace of Turin



Antonio menggandeng Leia saat mereka turun dari mobil Ferrari miliknya. Kedua saudara sepupu dengan beda gen itu tampak memukau apalagi Leia sengaja dandan all out agar tidak mempermalukan nama Bianchi yang disandangnya.


Antonio memang sengaja meminta Leia menemani dirinya untuk bersosialisasi apalagi sekarang dirinya ketua klan Mancini.


"Makanya aku minta kamu yang datang karena aku ingin memperlihatkan bahwa keluarga Bianchi itu memiliki gen bagus!" ucap Antonio asal yang mendapatkan keplakan dari Leia saat mereka hendak berangkat. "Tapi kamu cantik sekali Leia. Kalau saja aku tidak ingat kamu adalah sepupu aku, bisa aku kekepi sendiri!"


"Meshum!" cebik Leia sambil tertawa. Malam ini Leia mengenakan gaun hitam dengan aksen laba-laba.


"Kamu tuh seperti black widow deh" komentar Antonio soal gaun yang dikenakan Leia.


"Carolina Herrera ini! Rancangan nya Tante Mariana" balas Leia. Tantenya memang kembali menjadi desainer utama Carolina Herrera setelah ketiga sepupunya, Zinnia, Gasendra dan Garvita sudah bisa ditinggal.


Keduanya masuk dengan diikuti beberapa pengawal di belakang dan setibanya di ballroom, keduanya disambut hangat oleh banyak orang terutama para Mafia yang datang.


Dan mereka pun terkejut ketika Antonio memperkenalkan Leia sebagai putri Luca Bianchi yang memegang klan Bianchi Tokyo Jepang dan juga Emi Takara, putri Yakuza klan Takara.


Leia pun berbaur dengan luwesnya dengan para tamu undangan disana dan banyak yang memuji kecantikannya. Wajah Leia memang berbeda dibandingkan para tamu undangan yang lain dan mampu menghipnotis banyak orang.


Dante yang sedang duduk di meja pojok melihat Leia datang bersama dengan Antonio, merasa kesal bagaimana gadis itu tampak luwes dan tidak terintimidasi.


Damn! Dia benar-benar cantik!



Terpesona bang?



Asli ... macam spider girl


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️