The Bianchis

The Bianchis
Leia Bianchi : La Femme Fatale



*Buat yang bertanya-tanya kenapa Antonio Bianchi dipanggil 'Tomat' oleh Leia, karena pria itu sangat doyan tomat jadi oleh duo L, dipanggil Tomat*


Royal Palace de Turin


Leia dan Antonio duduk di satu meja bersama dengan para pengusaha Italia yang beberapa diantaranya menggunakan jasa desain interior dari PRC Group yang berkantor di Roma. Mereka juga bercerita bahwa paman Leia, Tristan Neville sendiri lah yang memeriksa hasil pekerjaan PRC Group.


"Dia mantan pemain Manchester United bukan, Leia?" tanya salah seorang pengusaha itu.


"Benar, selama karier sepakbolanya, Oom Tristan ( Baca My Boyfriend is not a transgender chapter Tristan ) hanya bermain di satu klub itu saja" jawab Leia.


"Tapi jiwa artistiknya memang sudah keturunan ya" kekeh pengusaha itu. "Kamu sendiri kata Antonio juga seorang arsitek?"


"Yes Signore, saya adalah arsitek di AJ Corp Tokyo yang sudah merger dengan Takara Group di bidang desain interior dan arsitektur" senyum Leia.


"Antonio, kamu itu benar-benar kamuflasenya keren punya. Pagi dosen hukum di Turin University tapi malam malah berkumpul dengan para kaum mafia" komentar pengusaha yang lain.


"Hidup itu harus balance, yin dan yang. Jadi jika kita tahu dasar hukumnya dan bagaimana menghindari agar tidak tertangkap, malah lebih bagus bukan?" seringai Antonio.


"Astagaaa! Kamu itu!" para pengusaha yang berada dalam satu meja dengan Leia dan Antonio tertawa.


"Leia, sampai kapan kamu di Turin?"


"Saya belum tahu Signore" jawab Leia apa adanya.


"Jika kamu lama disini, bagaimana jika kamu membuat desain untuk kantor paman? Aku ingin tahu tangan dingin gadis Bianchi."


"No problemo Signore" senyum Leia. "Kita janjian dimana dan apa yang anda inginkan, kita diskusikan."


"Look Antonio, aku suka sepupumu. Penuh dengan surprise" cebgir pengusaha itu.


"Asal tidak macam-macam saja dengan sepupuku. Ingat Le Vecchia Signora ( nyonya besar ) di rumah yang sudah mengancam untuk mengebiri anda jika berani macam-macam" seringai Antonio. "Atau mungkin malah Leia sendiri yang mengebiri anda."


Pria itu terbahak. "Masa gadis secantik ini la femme fatale ( wanita mematikan )?"


Leia tersenyum smirk. "Antonio, mumpung sepi, lemparkan apel itu."


Antonio tersenyum smirk. "Like old times?"


"Like old times." Leia pun berdiri dan berjalan mundur beberapa langkah. Gadis itu mengambil sebuah pisau kecil dari gater di paha atasnya.


Dante Mancini memperhatikan bagaimana gadis itu membuat ulah lagi di pesta yang penuh dengan orang-orang kuat.


Antonio melemparkan apel ke atas dan sebelum apel itu jatuh, Leia melemparkan pisaunya dan menancapkan apel itu ke tembok hingga apel itu terbelah dua.


"Whoah!" seru para tamu undangan melihat keahlian Leia yang membungkuk hormat.


"See, anda harus berhati-hati dengan sepupu saya. She's la femme fatale!" seringai Antonio membuat pria tua itu memucat.


Dante menyesap whiskey tanpa mengalihkan pandangannya dari gadis Asia itu.


Lei sarà mia. ( She's gonna be mine. )


***


Usai pesta, Leia dan Antonio pun masuk ke dalam Ferrari milik pria itu dan gadis itu langsung melepaskan Manolo Blahnik nya.


"Hadduuuhhh enaknya! Coba kalau ada sandal jepit, lebih enak lagi nih kakiku" ucap Leia sembari memijat - mijat kakinya.


"Nanti minta pada bibi Luisa untuk menyiapkan aroma terapi untuk merendam kakimu, Leia" ucap Antonio.


"Hhmmm" sahut gadis itu sambil terpejam. "Badanku sakit semua. Gara-gara sudah lama tidak nari tango."


Antonio mengusap kepala sepupunya lembut.


"Signore Bianchi" panggil pengawalnya yang berada di mobil Range Rover biru di belakangnya.


"Apa Simeone?" jawab Antonio dari earpiecenya.


"Sepertinya ada yang mengikuti kita" ucap kepala pengawalnya, Simeone.


"Apakah dia mengendarai Bugatti?" tebak Antonio.


"Benar Signore."


"Biarkan saja! Itu Dante Mancini" ucap Antonio santai sambil melirik ke arah Leia yang sudah terlelap.


"Kita tidak melakukan sesuatu, Signore?"


"No, Simeone. Biarkan saja." Antonio memacu Ferrari nya menuju rumah besar milik keluarga Bianchi.


Sesampainya di rumah besar milik keluarga Bianchi, mobil Ferrari itu diparkirkan oleh Antonio. Pria itu keluar dari mobil bewarna merah itu dan menuju pintu tempat penumpang.


Antonio lalu menggendong Leia untuk masuk kedalam rumah. Pria tinggi itu melirik ke arah luar gerbang pagar dan tampak sebuah Bugatti Chiron berhenti disana. Antonio tersenyum smirk lalu berjalan masuk.



***


Di dalam mobil Bugatti Chiron itu, Dante melihat bagaimana dengan mesranya Antonio menggendong Leia yang terlelap.


Tangan pria itu mencengkeram setir mobil mewah dengan penuh kemarahan. Dante sendiri tidak tahu apa yang menyebabkan dirinya menjadi seperti ini padahal saat salah satu gadisnya berselingkuh, dia tidak sekesal ini karena dia memiliki banyak stok wanita.


Damn it Leia Bianchi! Kamu itu sebenarnya siapa sih?


***


Mansion Bianchi Turin



Leia terbangun mendengar suara vacuum cleaner di sekitarnya membuat mau tidak mau dia harus membuka matanya.


"Buongiorno signorina Bianchi ( Selamat pagi nona Bianchi )" sapa Bibi Luisa yang masih asyik membersihkan karpet di kamar Leia.


"Buongiorno zia Luisa ( Selamat pagi bibi Luisa )" balas Leia dengan suara serak khas bangun tidur. "Jam berapa sekarang?"


"Jam delapan pagi Signorina."


Leia langsung terduduk. "Ini hari apa?"


"Hari Minggu. Don't worry, santai saja Signorina Bianchi."


Leia melihat baju pestanya yang sudah terganti dengan piyama membuatnya bertanya - tanya. "Siapa yang menggantikan gaunku?"


"Bibi tentu saja. Signor Bianchi hanya menggendong Signorina kemari dan wajah Signorina tampak lelah. Bahkan tidak terbangun saat bibi melepaskan gaun indah anda."


"Rasanya memang badanku terasa remuk, Bi. Sudah lama aku tidak menari tango dan karena ditantang, ya aku ladeni" ucap Leia sambil merebahkan tubuhnya kembali.


"Nanti bibi buatkan rendaman untuk menghilangkan rasa penat dan lelah, resep para wanita kuno Italia" ucap Luisa.


"Tampaknya aku butuh itu."


***


Mansion Mancini


Dante berenang bolak balik di kolam indoor pribadinya dan entah mengapa bangun tidur tadi dirinya sangat bergairah dan ingin bersama Leia Bianchi.



Dante berusaha untuk menghilangkan bayangan Leia, baik sedang menatapnya judes, dingin dan hidup saat menari tango. Harum tubuh Leia yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya, membuatnya kecanduan.


Brengseeekkk! Aku benar-benar sa*kaw ini. Sialan kau Leia Bianchi! Kamu benar-benar mengobrak Abrik Turin!


Dante meneruskan acara renangnya hingga dirinya merasa lelah. Wajah pria itu basah dengan air yang masih menetes dari rambut dan hidungnya lalu duduk di pinggir kolam renang.



Asistennya Sergio mendatangi bossnya dan memberikan handuk besar bewarna hitam dengan logo keluarga Mancini disana.


"Anda tampak berantakan, Signore."


"Menurutmu?" balas Dante judes. "Sudah dapat informasi tentang Leia Bianchi?"


"Sudah Signore." Sergio menyerahkan sebuah map plastik.


Dante pun berdiri dari pinggir kolam renang lalu berjalan ke kursi yang berada disana. Dengan teliti dia membaca hasil penyelidikan Sergio.


"Dia punya saudara kembar?"


"Yes Signore, Luke Bianchi. Tapi dia memegang Yakuza Takara di Tokyo sedangkan urusan keluarga Bianchi, Signore Luca mengirimkan putrinya yang memang diplot menggantikan dirinya."


Dante tersenyum smirk.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Maaf hari ini agak lambat, aku flu berat efek yang kemarin belum tuntas.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️