The Bianchis

The Bianchis
Luke Bianci : Siapa Baik Sama Kamu



Kantor Polisi Roppongi


Malam ini Rin Ichigo harus membuat laporan ke kepolisian bersama dengan Shota dan Tama yang memberikan kesaksian kejadian di gang dekat apartemen gadis itu.


Luke Bianchi pun tidak luput dari cecaran penyidik karena sudah membuat salah seorang pemabuk itu pingsan dengan hidung patah akibat lemparan helm mahal nya.


"Tapi kan dia mau memukul Ichigo. Jadi aku lempar saja tuh helm" jawab Luke santai saat dicecar pihak penyelidik.


"Bianchi-san, hidung orang itu patah."


"Officer, saya sudah menghubungi dokter Yuri, untuk mengobatinya dan sudah dikirim ke rumah sakit dengan biaya saya yang tanggung tapi tetap saya hendak melakukan penuntutan ke orang-orang mabok itu!" Luke menatap tajam.


"Bianchi-san, kita selesaikan secara damai bagaimana? Mereka juga tidak sadar karena dalam kondisi mabok." Salah seorang petugas itu mencoba membujuk ketua Yakuza klan Takara yang memang dikenal judes se Tokyo.


"Jika demikian saya juga tidak bisa dituntut dong karena melakukan pembelaan diri" balas Luke sembari tersenyum smirk.


Kedua polisi itu hanya bisa menghela nafas panjang.


"Jangan lupa kalau dua anak buah saya dan nona Ichigo dibebaskan karena mereka juga korban. Lagipula, mana ada korban mau membiayai biaya rumah sakit makhluk tidak berguna?" lanjut Luke judes.


Makhluk tidak berguna? Yang benar saja Bianchi-san!


***


Usai menyelesaikan urusan di kantor polisi, Luke mengajak Rin pulang dengan motor Ducati nya.


"Yang benar saja Yakuza freezer! Naik motor?" Rin mendelik. Aku tidak mau menyetuh tubuh Yakuza freezer itu! Eh, tapi kemarin aku menarik tangan dia ya?


"Lalu kamu mau naik apa? Mobil? Tidak ada!" Luke menatap judes ke gadis berambut coklat itu. "Sudah Yankee! Naik! Aku tidak mau jalan kaki karena aku sudah terlalu capek!"


Rin pun naik motor mewah itu dengan posisi duduk menyamping karena dirinya memakai rok panjang.


"Tanganmu pegangan ke pinggang aku, Yankee!" hardik Luke kesal karena Rin memilih memegang pegangan motor. "Aku tidak akan bertanggung jawab kalau kamu jatuh!"


Rin memanyunkan bibirnya. Luke yang tidak sabar langsung menarik tangan Rin untuk memegang pinggang dan perutnya.


"Pegangan Yankee!" Luke langsung menggeber motor itu membuat Rin terpaksa memegang pinggang Luke erat.


"Yakuza brengseeekkk!" umpat Rin yang terdengar menggelikan di telinga Luke.


***


Apartemen Rin Ichigo


Rin turun dari motor Ducati Luke dengan rambut sedikit berantakan karena memang tidak memakai helm. Berbeda dengan Luke yang memakai helm full face nya.


"Te... terimakasih" ucap Rin pelan tanpa mau menatap Luke yang wajahnya masih tertutup helmnya.


"Kalau bilang terimakasih itu harusnya melihat mata lawan bicara kamu, Yankee!" Luke melepaskan helmnya. "Kamu tidak ada luka kan?"


Rin menatap wajah kulkas Luke yang meskipun masih tampak jutek tapi mata coklatnya tampak perhatian.


"Nggak kok... Tidak ada luka" jawab Rin.


Mata coklat Luke memindai wajah dan tangan Rin. "Kalau ada yang luka, sekarang kita ke rumah sakit!".


"Nggak ada..." Rin menggelengkan kepalanya kuat-kuat.


"Jangan bohong Yankee!"


"Aku nggak bohong Yakuza!"


"Dah sana. Masuk ke apartemen kamu!" perintah Luke ke Rin.


"Sekali lagi, terima kasih." Rin membungkuk hormat ke Luke lalu berjalan masuk ke dalam komplek apartemennya.


Luke memperhatikan sosok Rin sampai benar-benar masuk ke unitnya dan menyalakan lampu baru pria itu memakai helmnya dan meninggalkan komplek apartemen gadis itu.


***


Rin mengintip dari jendela apartemen nya dan melihat bagaimana Luke menunggu sampai dia aman di dalam unitnya baru pergi.


Rin membuka jaketnya dan tampak lengannya mulai membiru akibat pukulan dari para pemabuk tadi sebelum dua anak buahnya Luke datang menolongnya. Pelan-pelan gadis itu menyiapkan air hangat dan kain bersih untuk mengompres lengannya lalu setelah kering, dia oleskan salep untuk mengurangi memarnya.


Setelahnya Rin membuka kulkas dan mengambil bento siap saji untuk dipanaskan dalam microwave. Rin bukannya tidak bisa masak tapi waktunya tidak ada. Apalagi dia hanya tinggal sendirian jadi kalau ada yang praktis, buat apa cari yang repot.


***


Markas Yakuza Takara Roppongi


Luke meretas semua CCTV yang terdapat di area lokasi Rin diserang dan dia bisa melihat bagaimana Rin berusaha membela dirinya dan mata coklat Luke itu berkilat marah ketika ada seorang pemabuk memukul nya dengan tongkat kayu hingga mengenai lengannya.


Yankee sialaaann! Kenapa tidak bilang bahunya kena pukul, bambaaannggg!


"Awas Yankee satu itu!" Luke lalu mencari tahu siapa pria yang memukul Rin dari list yang didapatkan dari polisi tadi.


Mampus kau!


***


Apartemen Rin Ichigo


Pagi ini Rin bangun kesiangan dan hanya sarapan sandwich dan susu lalu dengan terburu-buru dirinya langsung keluar dari apartemennya.


Betapa terkejutnya dirinya melihat Luke sudah bersandar di mobil BMW merah di area parkir komplek apartemennya.



"Ngapain kamu kesini?" tanya Rin judes.


"Shut up Yankee! Kamu aku antar ke rumah sakitmu!" Luke sengaja memegang tangan Rin yang memar dan tampak terlihat gadis itu mengernyitkan dahinya kesakitan. "Kamu kena pukul kan Yankee?"


Rin terkejut mendengar ucapan Luke. "Bagaimana kamu..." Luke melepaskan pegangannya di lengan Rin yang memar.


"Kamu bohong dengan ku Yankee! Sudah masuk mobil!" Luke menggandeng tangan Rin dan membawanya masuk ke dalam mobil. Gadis itu duduk di dalam mobil mewah dengan perasaan bingung.


Tumben Yakuza freezer ini agak bener hatinya. Apa dia tidur dengan posisi yang benar jadi otaknya agak lurus?


"Kenapa kamu tidak bilang kalau semalam kamu kena pukul? Hah?" bentak Luke kesal.


Aku tarik omonganku sebelumnya, Kamisama. Yakuza satu ini masih salah posisi tidur!


"Memangnya kalau aku bilang, kamu mau apa?" tanya Rin dingin.


"Bawa ke rumah sakit, cumi!" Luke melirik ke arah cardigan Rin. Pria itu lalu memindahkan setir mobilnya menjadi auto pilot.


"Buka cardigan kamu!" perintah Luke.


"Hah?" Rin melongo. "Kamu mau apa Yakuza?"


"Buka! Aku mau lihat seberapa parah lukanya!"


Rin dan Luke saling bertatapan dan mungkin kalau di anime muncul api dari mata keduanya.


Rin akhirnya membuka jaket cardigannya apalagi dirinya memakai gaun lengan pendek yang semakin memperlihatkan memar-memar di kulit lengannya yang putih mulus.


"Parah begini Yankee! Sudah sampai di rumah sakit jangan urus pasienmu dulu, urus diri kamu dulu!" Luke lalu mengubah mode Drive mobilnya menjadi manual lagi.


"Yakuza..."


"Apa?" sahut Luke judes.


"Kenapa kamu baik sama aku?"


Luke menoleh. "Aku bukan baik. Aku hanya tidak mau kamu tidak bisa menjaga kebun strawberry aku sesuai dengan perjanjian hukuman kamu! Lagian, pria yang berani memukul wanita itu tuh banci!"


Rin melongo. Aku salah menilai Yakuza brengseeekkk satu ini!


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️